
Setelah melihat kost'an, Semuanya berkumpul di ruang depan. Mereka duduk lesehan, Hanya beralas Karpet.
" Bagus sih, Saya suka dengan kost ini!" Ujar Rino.
" Namun Kakek dan Nenek, Kami ingin membicarakan sesuatu bahwa Adek Kami Arini yang akan mengekost di sini ada penyakit yang mengharuskan Ia rutin meminum obat. Oleh karena itu kami khawatir, Jika tidak ada yang mengingatkannya bisa-bisa Ia lupa karena Ia type anak yang suka teledor di kesehatannya." Jelas Hans, Langsung to the poin.
" Iya Kek, Apa boleh Kami kasih pendamping untuk Adek Kami?" Sambung Dira.
Kakek dan Nenek yang duduk di depan Mereka tersenyum.
" Tidak usah repot-repot Nak, Biar Kami yang mengingatkan Adek Kalian saat minum obat. Hanya saja Kami minta tolong, Tulis di papan depan kamar Adek kalian waktu saat Ia harus minum obat. Kami akan membaca tiap lewat dan mengingatkan Adek kalian setiap waktu minum obat tiba." Jawab Sang Kakek.
" Nanti juga Kami minta bantuan, Anak-anak yang kost di sini untuk membantu mengingatkan walau di sekolah. Karena saat sudah kost di sini Mereka layaknya keluarga, Saling bantu membantu." Sambung sang Nenek.
" Nanti boleh ya Kek, Saya setiap dua hari datang ke sini buat menjenguk Kakak Saya yang akan kost di sini?" Ucap Rizal.
" Ya Nak, Silahkan saja." Jawab sang Kakek.
" Berapa uang kost Adek Saya, Sebulannya?" Tanya Hans.
" 450 saja Nak, Bisa di cicil setengah nanti setengahnya lagi setelah di tempati! Kami baru menghitung setelah kost di tempati." Jelas sang Nenek.
Hans, Dira, Rino dan Erin pun salng memandang, Karrna harga dan fasilitas tak sebanding fasilitas mewah namun harga murah.
" Yakin Kek, Nek. Kalian tidak salah kasih harga? Terlalu murah loh itu, Lihat fasilitas saja komplit begini." Ujar Dira.
Kakek dan Nenek tersenyum, Menatap keterkejutan semuanya.
" Nak, Kost ini di biayai dan dapat donatur dari anak yang pernah kost di sini masalah biaya. Mereka hanya berpesan, Agar kost ini tetap berdiri dan menciptakan Siswa yang berprestasi. Setiap bulan Mereka mengirimi Kami uang, Dan menanyakan Anak kost di sini yang berprestasi langsung ketika lulus di tawari kerja oleh Mereka atau di carikan Kampus buat Mereka melanjutkan pendidikan. Bahkan masalah makan, Kost ini setiap bulan juga di kirimi beras oleh mantan anak kost sini yang sudah sukses. Kami hanya mengambil segitu saja untuk membayar ke kurangan dan lain-lainnya jika ada anak yang tidak dapet kiriman ya Kami bantu dengan uang kost itu untuk membeli alat belajar misalnya. Sebenarnya Anak-anak Kami ingin Kami berhenti dan menjual kost ini, Namun Aku dan Nenek ingin terus melihat lahirnya generasi prestasi dari kost ini.
Sejak dulu kost ini ya begini Nak, Tidak berubah baik bangunan atau susunannya mungkin hanya perawatannya saja." Cerita sang Kakek.
__ADS_1
Erin pun terharu " Kek dan Nek, Sekiranya Kami mendaftar menjadi donatur boleh enggak?" Tanya Erin.
Hans, Rino ,Dan Dira pun setuju, Sementara Rizal dan Dona terkejut mendengar keputusan Kakak Arini. Rizal dan Dona menatap Arini.
" Emang Kakakmu gitu ya Mbak, Enteng dalam sosial?" Tanya Rizal lirih.
Rizal dan Dona duduk mengapit Arini yang di tengah-tengah Mereka di belakang Kakak-kakaknya.
" Ya begitulah, Mereka Zal." Jawab Arini.
" Tenang Kek, Kami tetap akan membayar bulanan Adek Kami. Hanya saja untuk masalah donatur itu Kami sukarela!" Jelas Dira.
Kakek dan Nenek saling pandang.
" Apakah ini tidak memberatkan, Kalian?" Tanya Nenek.
" Enggak Nek, Kami justru malah senang! Apalagi jika ada anak berprestasi mau bekerja di tempat Kami langsung Kami terima kalo dari kost ini!" Ucap Dira.
" Enggak apa-apa Kek, Arin nggak masalah." Sahut Arini.
Mendengar jawaban Arini yang antusias, Rino langsung mengeluarkan dompet tanpa pikir panjang.
" Ini ya Kek, Nek uang kost Adek Kami. Saya bayar full tapi di hitungnya setelah Adek saya menempati kost'an Kan?" Ujar Rino, Memberikan uang 450 ribu pada Kakek.
" Iya Nak, Kamar Adekmu di sana tadi. Nek tolong papan namanya, Bawa kesini!" Kata sang Kakek meminta Nenek mengambil papan di depan kamar yang akan Arini tempati.
" Sudah Nek, Biar Saya saja!" Sahut Erin berdiri, Langsung melangkah mengambil papan tulis di depan kamar yang akan di tempati Arin.
" Tolong ya Nak, Tulis nama Adekmu dan catatan yang harus kami ingatkan untuk Adekmu misal jam minum obatnya. Biar jika pagi Kami membaca dan bisa mengingatkan." Kata Kakek.
Setibanya Erin membawa papan tulis berukuran sedang, Langsung Hans menuliskan apa yang di suruh Kakek di papan itu.
__ADS_1
" Berarti Kalian setuju ya, Kak?" Tanya Dona.
" Hehehe...Iya Na, Mana ada lagi tempat kost istimewa kayak gini dengan harga murah. Arin ini tempat Kostmu bagus, Kami minta Kamu harus berprestasi dari sini! Kami akan selalu memantaumu!" Jawab Rino, Sekaligus memberikan pesan pada Arini.
" Kek, Ini ada no telepon Kami. Jika Adek Kami kenapa-napa tolong ya segera hubungi Kami!" Ujar Dira, Setelah menulis di papan Nama.
" Mana biar Nenek gantung lagi di sana, Berarti kost sudah penuh!" Ucap Sang Nenek meminta papan Nama.
" Sudah, Nenek duduk saja biar Saya yang balikin juga Nek!" Sahut Erin, Kembali bangkit dari duduk untuk menggantungkan papan tulis di depan kamar Arini kost.
" Kek, ada no rekening? Buat Kami jika ingin mentrasfer uang khusus donatur?" Tanya Hans.
" Oh, Itu ada Nak. Itu di atas, Soalnya maklum orang tua suka lupa kalau meletakkan sesuatu Makannya itu no rekening di tempel atas!" Ujar Kakek menunjuk ke dinding yang ada papan nama dan fotocopy no rekening yang di perbesar dan di beri bingkai.
" Maaf ya Kek dan Nek, Saya berdiri untuk mencatatnya." Kata Dira, Lanjut mencatat dan menyimpan no rekening kost.
" Kenapa Kalian langsung setuju Adek kalian kost di sini? Padahal tempat Kami, Kecil!" Ucap Nenek sembari tertawa.
" Kecil tempatnya, Tapi itu fotonya yang kost Orang hebat semua Nek. Ya jelas langsung setuju, Sebagian itu Saya kenal Nek salah satunya Guru di sekolah Saya yang mana Beliau itu Guru idola saya!" Sahut Dona.
" Iya, Tadi kan saya bilang ada mantan atasan Kami yang mengajari Kami bisnis. Ternyata Beliau pernah kost di sini, Jadi nggak ragu Kek Nek menaruh Adek Kami untuk Kost di sini." Sambung Erin.
" Ya syukur jika Kalian mempercayakan tempat ini, Untuk sarana Adek Kalian menuntut ilmu tapi syarat di tempat ini harus berprestasi loh ya." Ucap Sang Nenek, Sembari tersenyum.
" Pasti Nek, Arin janji!" Balas Arini bersemangat.
" Ya sudah kalo begitu Kek dan Nek, Kami harus pamit karena ada keperluan lainnya lagi. Kami nanti titip Adek Kami, Soalnya harus kembali ke kampung Kami. Sehingga tidak bisa memantau Ia, Mohon bantuannya dan Terimakasih sebelumnya Kek dan Nek." Kata Hans berpamitan kepada Kakek dan Nenek.
" Iya emggak apa-apa, Sudah jadi tugas Kami. Semoga betah ya Dek, Kost di sini nanti." Balas Kakek menatap Arini.
Kami bersalaman tak lupa mencium tangan bergantian lalu pergi, Selanjutnya mencari Kaki palsu buat Dona.
__ADS_1