Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Rencana Study Tour Arini


__ADS_3

Arini yang berada di sekolah sebelum pulang datanglah Bu Keisya memberikan pengumuman bahwa seminggu lagi akan mengadakan study tour di beberapa tempat.


Hera, Dan Sahabat Arini langsung melirik Arini karna akan melakukan perjalanan jauh.


" Rin, Nanti kamu apakah akan ikut?" Tanya Dina di samping Arin.


Arini pun tersenyum " Aku nanti nanya dulu ya Din, Boleh apa tidak pada Kakak dan Ibuku." jawab Arini sembari tersenyum.


Setelah itu bell berbunyi,


Arini di hampiri oleh Hera, Nayla dan Tary.


" Eh...Rin gimana? Apakah kamu ikut?" Tanya Hera melihat Arini yang bersiap pulang sambil menggendong tasnya.


" Aku belum tahu Her, Nanti Aku akan nanya dulu ke Kakak dan Ibuku. Terserah mereka Her, Maaf seandainya nanti Aku tidak di perbolehkan ikut." Jawab Arini dengan tersenyum.


" Nggak asyiklah kalau tidak ada Kamu Rin, Kami paham sih kondisimu tapi tetap aja pasti Kami akan kesulitan membuat rangkuman jika tidak bersamamu! Kamu kan tahu Rin, Di anggota Kita hanya Kamu yang bisa di andelin di bidang pelajaran." Sahut Nayla.


" Ya nanti Aku tanya dulu Nay, Jika boleh Aku pasti ikut kok." Ujar Arini lalu mengajak semua sahabatnya pergi.


" Ahh...Kalo nggak sekelompok dengan Arin, Gimana nasib nilai kita nanti?" Pungkas Tary, Sambil jalan menuju luar sekolahan.


Arini menunggu angkot untuknya pulang.


...****************...


Sesampainya di rumah,


Arini tidak melihat adanya orang di rumah Dira, Ia duduk di pojok teras.


" Ibu dan Semuanya pasti lagi ke Rumah Sakit menunggu Kak Disa." Gumam Arin sambil duduk di teras.


Menunggu 1 jam hingga Arin merasa bosan, Datanglah Dira, Bu Sara dan Kak Hans.


" Assalamualaikum.." Ucap ketiganya melihat Arini kecil duduk bersandar di kursi dengan wajah yang letih.


" Wa'alaikumsalam.." Arini langsung bangkit dari duduk dan mnyalami semuanya.


" Lama ya Rin, Maaf ya Kakak-Kakakmu dan Ibu baru pulang dari Rumah Sakit." Kata Dira sambil tersenyum.

__ADS_1


" Yukk masuk Nak, Kamu pasti lelah istirahat dulu!" Tutur Bu Sara sambil mengulurkan tangan untuk menggandeng Arin.


" Mumpung semuanya ada, Kak Hans dan Ibu Arin mau nanya sesuatu, Boleh?" Ujar Arini melihat ke Bu Sara dan Hans.


" Tanya apa? Yuk kita duduk dulu!" Balas Hans sambil tersenyum menunjuk sofa ruang tamu Dira.


Mereka pun duduk dan Dira ikut dalam pembicaraan itu, Baru mau bicara Bu Keisya menyusul Arin ke rumah Dira.


" Assalamualaiku.." Sapa Keisya mengetuk pintu, Langsung melihat ke ruang tamu.


Keisya melihat semuanya sedang berkumpul.


" Wa'alaikumsalam.." Balas semuanya.


" Masuk Sya, Sini ini Arin mau ngajak ngobrol!" Ujar Dira.


Keisya selaku Guru Arini pun masuk, Lalu duduk di samping Bu Sara.


" Mau ngobrol apa, Rin?" Tanya Bu Sara melihat ke Arini yang ada di sampingnya.


" Bu di sekolah mau ada Study Tour ke luar kota selama 3 hari, Boleh enggak Arin ikut Bu?" Tanya Arini, Menatap satu persatu orang yang ada di ruang tamu.


" Begini Arin, Buat Arin dari sekolah Ibu di suruh menyampaikan sesuatu. Ini karena ada 8 murid yang tidak ikut karena masalah kesehatan sama dengan Arin jadi ada kebijakan besok Arin dan 8 teman Arin lainnya bakal Study Tour di dalam kota saja hanya 1 hari. Ini masih bisa bertambah karena pasti ada yang keberatan dengan biaya dari sekolah. Mau ya Rin, Meski hanya di dalam kota yang penting sama kok Rin tugasnya." Jelas Keisya sambil memandang Arini.


" Sudah Rin, Ikut saja yang penting jalan-jalankan! Nanti Kak Dira beri uang saku, Berangkat ya Ok!" sahut Dira, Menyemangati.


Hans dan Bu Sara sepakat, " Ya Rin, Kamu ikut ini saja nanti pasti banyak teman juga kok! Udah Kak Hans mendukung." Ujar Hans.


Arini melihat sang Ibu, Bu Sara pun mengangguk.


" Yeay...Arin boleh ikut Study Tour!" Teriak Arini merasa sangat senang meski hanya di dalam kota setidaknya Ia juga bisa merasakan belajar di luar kelas.


" Bu, Aku, Rino, dan Ikhsan boleh ikutan tidak?" Gurau Dira.


" Hust, Kalian itu nanti bantuin Aku ya! Apa kalian tega meninggalkan Ibuku sendirian?" Ucap Hans.


" Kalau Kak Dira, Hans, Rino dan Kak Ikhsan nanti ajak Kak Disa saja setelah sembuh. Tapi Arin juga harus di ajak ya." Kata Arini sambil tersenyum.


" Tentu dong, Kan Arin adik Kak Dira. Kemanapun Kak Dira piknik pokoknya harus ada Arin!" Sambung Dira, Sambil memainkan mata menggoda Arini kecil.

__ADS_1


" Kamu kesini hanya ingin ngobrol itu saja, Sya?" Tanya Hans


" Enggak, Aku mau main saja sekaligus nanya perkembangan sahabatku bagaimana?" Ucap Keisya.


" Dia sudah banyak kemajuan, Hanya saja tinggal nunggu hasil dari Dokter untuknya bisa pulang namun untuk kedua orang tuanya masih belum ada kemajuan yang terlihat." Jelas Hans.


" Eh...Ngomong ngomong, Arin kamu sudah punya tabungan berapa untuk besok ikut Study Tour?" Tanya Bu Sara, Mengalihkan pembicaraan karena Ia tak mau Arini mendengar kejadian tadi di Rumah Sakit.


" Ya banyak Bu, Bisa beli'in oleh-oleh semuanya kayaknya." Jawab Arini sambil tersenyum.


" Arin, Ganti baju seragan dulu nanti kotor!" Perintah Keisya pada Arini.


Arini pun langsung bergegas melaksanakan perintah sang Guru.


Setelah Arin masuk ke dalam kamarnya yang terletak di bangunan belakang, Bu Sara lantas melirik Dira " Bagaimana Nak, Apa sudah beres masalahmu?" Tanya Bu Sara.


Raut wajah Dira berubah tegang " Sudah Bu, Semua sudah selesai! Bukan karena kesalahan Disa atau siapa pun hubungan kami kandas. Memang sudah ada masalah di awal!" Cerita Dira.


Keisya pun penasaran dengan siapa cinta Dira kandas, Dan Keisya memutuskan untuk menyimak.


" Sebenarnya kenapa kamu meninggalkan cewek tadi?" Cecar Hans, Meminta penjelasan karena istrinya yang di tuduh merebut Dira.


" Jauh sebelum perjodohanku dengan Disa, Sebenarnya kisah cintaku sudah hancur karena niat Erin yang selingkuh dengan Sahabatku ingin menghancurkan bisnisku!" jelas Dira.


" Dulu Aku yang hancur, Tapi sekarang sudahlah Ia hanya bayangan laluku yang sekarang Aku prioritaskan adalah Orang Tuaku yaitu Ayah da Ibu Disa dengan Adikku Disa." Imbuh Dira.


" Wah tragis banget kisahmu Dir, Atau kamu nyaman di sini karena Kamu merasa bisa melupakan itu cewek di sini?" Gurau Keisya mencoba mencairkan suasana.


Dira tersenyum kecil " Jujur iya, Hanya di sini senyumku bisa kembali dan bergaul dengan kalian bisa tertawa tanpa harus ada embel-embel memandaatkan! Kalian tulus, Bahkan bisa menerima kesalahanku dengan senyum merangkulku!" Ujar Dira.


" Sudah Nak, Besok pasti dapat yang lebih baik. Karena orang baik itu takdirnya pasti di pertemukan dengan orang baik." Sahut Bu Sara.


" Aamiin." Ucap Ketiganya.


" Sudah ah..Mau beli makan dulu! Buat di bawa ke Rumah Sakit, Kasihan dua orang itu." Ucap Hans lalu bangkit dari duduk melangkah ke luar rumah.


" Aku mau menggoda adikku Arin dulu, Terserah kamu Sya mau ngapain! Anggep aja rumah sendiri." Ujar Dira, Langsung masuk ke dalam rumah untuk mengobrol dengan Arin.


" Nduk, Tunggu sebentar nanti kita ngobrol ya! Ibu ganti baju dulu." Tutur Bu Sara.

__ADS_1


Keisya pun duduk menunggu Bu Sara di ruang tamu sambil menonton tv.


__ADS_2