
Pukul 05.00 wib,
Karena Sekolah Arini yang jaraknya 2 jam. Maka Dira, Erin, Arin dan Hans sudah siap pagi-pagi buta. Bu Sara juga sudah menyiapkan sarapan sejak sehabis subuh.
Mereka memilih membawa bekal, Akan di makan di jalan dan Arini juga membawa obatnya.
Setelah semua berpamitan, Dengan Bu Sara karena Disa masih lemah karena hamil tidak bisa mengantar Arini.
Mereka langsung berangkat.
" Wah Rin, Kalau begini mending cepet kost ajalah. Ribet kalau bangun pagi, Gini." Ujar Dira duduk di samping Hans yang mengemudi.
" Iyalah, Besok udah kost aja setelah seminggu masuk! Kasihan Kamu juga." Sambung Hans.
" Nah kan Kak, Baru berangkat hari ini udah keluh kesah. Arin benerkan, Memilih kost." Balas Arini.
" Iya deh Rin, Atur aja! Sekarang Arin udah besar, Harus bisa bertanggung jawab atas hidupnya sendiri. Nanti jika sudah kost, Butuh apa-apa tinggal telpon Kak Hans." Kata Erin, Duduk dengan memakai kecamata tidur karena masih ngantuk.
" Masih sepi jalanan, Yang lain masih tidur. Kita udah berangkat nganter Arin." Keluh Hans.
" Ngeluh terus Kak, Udah Arin makan ah..Dari pada kenyang karena mendengar keluh kesah Kakak Arin tercinta." Sindir Arini.
Dira dan Erin melanjutkan tidur, Sementara Arini sarapan untuk memakan obatnya sembari di kemudikan Hans.
" Malah pada tidur, Mentang-mentang Aku di gaji. Duh, Gini amat nyari uang." Kata Hans, Menyesali keputusannya.
" Tenang Bro, Ntar gantian biar Aku yang nyetir saat balik. Kamu tidur gantian." Balas Dira sembari memejamkan mata
" Rin, Jangan lupa minum obat!" Ucap Hans, Mengingatkan.
" Sudah Kak, Kak Arin tidur ya?" Arini mengikuti Dira dan Erin.
Hans pun memutar musik di mobil agar tidak mngantuk.
Setelah 1 jam, Akhirnya Mereka tiba di Sekolah Arini karena jalanan lengang.
Semua di antar sejak pagi untuk mengikuti upacara penerimaan siswa baru.
" Rin, Sampai." Kata Hans, Membangunkan Arini.
Dira dan Arini pun ikut terbangun, Melihat banyaknya Orang Tua mengantar anaknya.Mereka bertiga terkejut.
" Baru pukul 06.15 menit, Sudah seramai ini? Mereka berangkat jam berapa?" Ujar Dira, Melihat jam di tangannya.
" Kita langsung balik?" Ujar Hans.
" Enggaklah, Kita antar Arini dan tunggu dulu sampai selesai! Jika kita balik, Nanti Arin di suruh beli apa gitu bingung." Sahut Erin.
" Iya, Kita tunggu aja dulu!" Kata Dira sepakat.
Erin berinisiatif bertanya ke wali murid di sekitarnya.
" Wah Erin, Ngapain tuh Dir?" Tanya Hans, Yang melihat Erin menghampiri Wali Murid yang mengantar Anaknya.
__ADS_1
" Cari info, Paling." Jawab Dira.
Arini kecil bingung, Lalu tak sengaja melihat Siska.
" Hay, Arin.." Panggilan Siska, Sambil berlari menghampiri Arini.
" Loh, Kamu Sekolah di sini juga ya? Mana Nayla?" Balas Arini saat Siska di dekatnya.
" Nayla di kejuruan, Aku di terima di sini. Hanya setelah ini Aku kost di belakang situ." Jelas Siska.
Hans dan Dira melihat Siska, Yang sama dengan Arini.
" Kenapa musti kost, Dek? Tanya Dira.
" Ya iya Kak, Kan rumahku jauh jadi setelah di hitung irit kost dari pada bolak-balik 2 jam perjalanan." Jelas Siska.
" Wah sama, Besok Arin juga kost di belakang Sekolah ini." Balas Arini.
" Kalau Adek di antar, Siapa?" Tanya Hans.
" Sendiri Kak, Tadi naik ojek. Orang Tua tidak ada di rumah sedang kerja di luar kota, Aku hanya tinggal sama saudara. Tuh teman Arin, Namanya Nayla." Terang Siska.
Dira dan Hans pun saling menatap, Ternyata teman Arini sangatlah mandiri.
" Udah Adek di sini aja, Nanti kalau butuh apa-apa biar Kakak yang cari! Dek Siska temani Adek Kakak Arin ya." Kata Dira.
" Iya, Nanti balik Kami anterin deh. Kasian Adek sendirian." Sambung Hans.
Arini ada box bekal makanan yang niatnya buat makan siang, Namun Ia melihat Siska yang nampak pucat.
" Adek belum sarapan?" Imbuh Dira.
Siska menggelengkan kepalanya, Memberi kode bahwa Ia belum sarapan.
" Ini Siska, Makan dulu di dalam mobil. Air minumnya ada di kursi tuh." Ujar Arini, Mengeluarkan bekal makanan dari tas.
" Iya sana, Biar nanti Kakak belikan kalian buat makan siang!" Ujar Dira, Melihat kebaikan Arini.
Kembalilah Erin, Membawa sebuah informasi.
" Wah, Nanti agak ribet! Salah satu dari Kita harus masuk buat wali murid." Kata Erin.
Semua malah memandang ke Siska yang di dalam mobil.
" Hans, Kamu Arin dan Aku Siska!" Ucap Dira.
Erin kaget, Ada anak yang makan di dalam mobil.
" Itu siapa?" Tanya Erin.
" Udah, Nanti di ceritakan! Emang suruh ngapain?" Tanya Hans.
" Nanti membahas masalah beasiswa dan adanya prestasi di sekolah ini." Jelas Erin
__ADS_1
Dira dan Hans masih bingung.
" Gimana, Kak?" Tanya Arini, Menatap Hans dan Dira.
" Tenang Rin, Kita lihat nanti!" Ujar Dira.
TET....TET...TETTTT...( Bel berbunyi tanda masuk pukul 06.45 wib)
" Semua Wali Murid, Silahkan tunggu di luar dulu. Biarkan Calon Siswa masuk, Untuk mengikuti upacara." Teriak Panitia, Penerimaan Siswa.
Arin dan Siska segera berpamitan dengan Kakaknya, Lalu masuk ke dalam Sekolah.
" Itu tadi teman Arin, Sendiri?" Ujar Erin
"Iya, Kasihan ya. Berangkat saja, Ia naik ojek. Orang Tuanya bekerja di luar kota, Katanya." Jelas Dira.
Ketiganya mencari tempat duduk, Untuk menunggu Arini.
Menunggu hampir 1 jam Arini kembali dengan Siska, Namun raut wajah Siska cemberut.
" Kenapa?" Tanya Dira.
" Kakak, Ini di suruh wali murid menghadap Guru untuk di jelaskan peraturan dan lain sebagainya." Jelas Arin.
" Terus, Kenapa Siska sedih?" Tanya Dira.
" Kak, Saya datang sendirian. Jadi siapa yang bisa menjadi wali, Buat saya?" Ujar Lirih Siska
" Kan sudah di bilang, Aku yang jadi walimu Siska. Tenang." Kata Dira.
"Biar Aku saja." Sahut Erin.
" Terimakasih ya, Kak." Balas Siska tersenyum.
" Anak berprestasi, Enggak boleh down!" Ujar Erin.
Hans langsung menggandeng Arini masuk ke Sekolah, Di susul Erin yang menggandeng Siska.
Setelah semua pergi, Dira mengambil laptop di mobil dan sembari menunggu Ia membuka pekerjaannya yang akan di kerjakan siang ini.
Tak lama, Semua pun sudah kembali.
" Cepet amat?" Tanya Dira.
" Cuma di beri kertas, Suruh mempelajari dan tanda tangan. Besok di kumpulkan!" Jelas Hans.
" Iya, Cuman gitu aja! Ini balik pulang." Sambung Erin.
" Kak terimakasih, Biar Aku naik ojek saja dari pada merepotkan Kakak terus." Kata Siska, Tidak enak hati terhadap Kakak Arini.
" Ssst..Ayo, Kita searah! Biar Kamu sama Arin deket dan bisa jadi sahabat. Jangan merasa tidak enak, Kami tidak buru buru Sayang." Ujar Erin.
" Ayo Siska, Sudah enggak usah segan! Kita searah." Imbuh Arini.
__ADS_1
Siska pun akhirnya mau masuk ke mobil Arini dan pulang bersama.