Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Terbentuknya Hera Squad.


__ADS_3

Setelah 3 jam Olahraga,


" Ayo..Kumpul...!" Ujar Pak Isman yang kembali dari ruang Guru.


Semua pun berbaris. Hera di samping Arini.


" Jam Bapak sudah selesai, Silahkan Beristirahat!" Imbuh Pak Isman membubarkan muridnya.


Arini berinisiatif ikut membereskan alat-alat olahraga, Namun tak sengaja ketika berjalan Ia menabrak Siswa dari kelas lain hingga siomay di tangannya jatuh ke tanah.


" Hei, Kamu ganti nggak jajanku!" Teriak Siswa itu membentak Arini.


Arini tertunduk " Maaf, Arin enggak sengaja." dengan nada lirih.


" Kamu ganti!" Teriak Siswa itu, Berdiri mengepung Arini bersama dua temannya.


Salah satu temannya mendorong Arini hingga jatuh, Dan saat itu Hera dan Sahabat Arini melihatnya dari gudang.


Hera sontak berlari, Ia menghampiri Arini dan berdiri di depan Arini untuk membelanya.


" Minta maaf, Enggak!" Ancam Hera.


Nayla,Tary, dan Dina mengikuti di belakangnya, Mereka membantu Arini untuk bangun.


" Kalian kan cowok, Harusnya lebih lembut dong ke cewek! Itu yang di ajarkan Ayahku pada Adik laki-lakiku." Tutur Dina.


" Aku tahu, Kamu Hera kan atlet lari sekolah ini!" Ujar Siswa laki-laki itu.


" Kalo iya, Kenapa memang." Balas Hera dengan nada tinggi.


" Cewek jangan belagu!" Sahut salah satu siswa cowok dengan menunjuk Hera.


" Jangan nunjuk!" Bentak Nayla.


" Udah Arin yang salah kok, Biar Arin ganti jajanan dengan uang Arin." Tutur Arini, Mengambil uang di saku celananya.


" Enggak usah Rin, Biar Kami yang ganti'in aja udah kamu santai saja." Sahut Tary, Menghentikan Arini.


Satu siswa ingin memukul Hera, Lantas di tangkis oleh Dina.


" Sabar, Kalian kan cowok masak kasar sama cewek." Kata Dina, Setelah menangkis salah satu siswa cowok.


Siswa itu masih belum puas, Ia kembali ingin memukul Hera, Dina pun menunjukkan sedikit ilmu beladiri yang Ia kuasai.


" Ah...Aduh...Lepasin..Ampun..." Teriak Salah satu siswa di kunci Dina.


Kedua siswa melihatnya dan kaget ternyata Sahabat Arini cewek yang Ia bentak bisa beladiri.


Dina melepaskan kuncian " Gimana, Baru gitu udah ampun-ampun!"


Ada yang mengadu ke Guru BP, Guru BP segera menghampiri kedelapan siswa siswi dan membawanya ke ruang BP untuk di beri sanksi.


Setibanya di dalam ruang BP, Kedelapan orang berdiri berjajar menghadap ke meja Guru Bp.

__ADS_1


" Kenapa kalian berkelahi?" Bentak Guru Bp.


" Dia mendorong Arini hingga terjatuh Pak!" Jawab Hera dengan nada tegas, Sambil menunjuk Siswa yang mendorong.


" Jelaskan ke Bapak, Kenapa Kamu dorong Arini?" Guru BP kembali mengintrogasi.


" Dia meledek Saya, Pak!" Jawab Siswa itu mencoba menipu.


" Bohong Pak, Ceritanya begini. Tadi Arin memungut bola bermaksud membantu teman-teman membereskan alat olahraga. Saat Arin berbalik tidak sengaja menabrak Mas'nya hingga jajanannya jatuh, Arin sudah minta maaf Pak namun Mas'nya mendorong Arin. Nah Hera dan Sahabat Arin lihat Mereka ingin membela Arin, Arin sudah ingin mengganti Pak." Jelas Arini belum selesai, Kemudian di sahut Dina.


" Lalu itu anak mau memukul Hera, Pak. Sontak Saya yang menangis, Kemudian Saya kunci. Baru gitu aja Ia sudah mau nangis." Kata Dina melanjutkan keterangan Arini.


" Meledek ya? Sejak kapan Kamu belajar bohong?" Bentak Guru Bp, Mendekati Siswa yang mendorong Arini.


Ketiganya pun tertunduk merasa bersalah.


" Kalian berlima kembalilah, Biar siswa pembohong ini Bapak yang menyangksi." Tutur Guru Bp.


Hera dan yang lain pun segera keluar ruangan Bp.


" Kamu Rin, Jangan mau di remehin bentak balik gitu!" Ujar Hera kesal.


" Iya Rin, Kalo di dorong melawan dong jadi anak jangan lemah-lemah amat!" Imbuh Nayla.


" Gemesh Aku tuh Rin, Kalo lihat Kamu selalu mengalah." Sahut Dina.


" Woy, Kalian sadar dong. Meski kalian ingin merubah Arin tapi ini sudah karakter Arin dari dulu jadi ya enggak semudah itu merubahnya." Kata Tary, Membela Arini.


" Ya udah Arin minta maaf, Dan Arin berterimakasih atas bantuan Kalian yang membela Arin terus menerus." Tutur Arini.


" Bentar nih, Kita kemana sekarang?" Tanya Dina.


" Kantin aja, Yukk!" Jawab Nayla.


Mereka pun melangkah menuju kantin, Pak Isman yang melihat Mereka dan tahu peristiwa yang baru terjadi langsung menyusul Mereka untuk mengkorfirmasi.


Baru Hera dan Kawan-kawan tiba, Mereka di kejutkan dengan kedatangan Pak Isman yang langsung duduk di samping Tary.


" Ada apa, Pak menyusul Kami?" Tanya Hera.


" Tadi kalian kenapa, Bisa di panggil BP?" Tanya Pak Isman to the poin.


Dina pun menceritakan secara detail.


Pak Isman pun hanya mengangguk anggukan kepala.


" Bapak kagum pada Kalian yang saling membantu satu sama lain, Kalo sewaktu Bapak dulu sekolah Bapak punya genk seperti kalian yang akan senantiasa saling membantu di saat Sahabatnya lagi kena musibah." Cerita Pak Isman.


" Ya sudah, Kalau Kalian enggak apa-apa. Bapak lanjut mau mengajar ke kelas lain!" Pamit Pak Isman langsung ninggalin Hera dan Sahabatnya.


Setelah Pak Isman pergi, Dina bangkit dari duduk.


" Seperti biasa kan?" Ujar Dina, Mau memesankan makanan dan minuman.

__ADS_1


" Yupss." Jawab Tary.


Nayla pun kelihatan melamun, Seperti memikirkan sesuatu sendirian.


" Hey Nay, Kamu mikirin apa?" Tanya Arini yang menyadari hal itu.


" Iya nih, Kayak serius!" Imbuh Tary.


" Kalian menyimak cerita Pak Isman, Enggak sih?" Tutur Nayla.


" Terus?" Sahut Hera.


" Gimana kita bentuk Genk, Tapi yang kegiatannya positif kayak yang di ceritakan Pak Isman." Nayla mengutarakan ide.


" Setuju." Sahut Dina, Yang kembali dari kasir kantin.


" Tapi apa namanya, Arini genk, Dina friends?" Ujar Tary.


" Hera Squad!" Kata Arini, Memberikan ide.


" Kenapa namaku yang di pakai?" Tanya Hera.


" Nah, Aku setuju karena hanya Hera yang sensitifnya tinggi untuk pertemanan Kita." Imbuh Nayla.


" Bener tuh, Kamu yang paling berani Her. Aku juga setuju." Imbuh Dina.


" Bener juga sih, Selama ini kan Kamu yang memimpin Kami. Jadi Aku juga setuju." Tutur Tary.


" Okey ya, Sepakat nama Genk kita Hera Squad." Ujar Arini.


Dina mengeluarkan Hpnya, Lalu mencatat di kalender terbentuknya Hera Squad.


" Kamu ngapain sih, Din? Ketahuan bawa Hp di ambil loh!" Kata Hera memperingati.


" Ssst...Aku nandain di tanggal biar Kita inget terbentuknya Hera Squad." Balas Dina.


" Nah, Betul tuh jadi pas tanggal ini kita rayakan. Ntah nanti setelah lulus, Kita cari basecamp buat ngumpul!" Nayla mengutarakan Idenya.


" Bagus tuh, Biar Kita inget terus hari ini dan masa-masa kita smp." Imbuh Tary, Dengan penuh antusias.


" Gimana kalo basecampnya di rumahku aja." Kata Dina memberikan tempat.


" Nah ketemu lagikan idenya, Bagus oke." Ujar Hera.


" Arin, Ikut kalian aja." Sahut Arini.


Makanan dan Minuman pun tiba, Langsung Mereka menghentikan obrolan untuk menikmati makanan dan minuman.


Setelah semua habis, Mereka meneruskan obrolan yang sempat terhenti.


" Baiklah, Nanti pelan-pelan kita bikin kaos yang sama ya." Ujar Dina.


" Okey. Kita nabung dulu, Untuk hal itu Tary yang lebih tahu karena lingkungannya kan penjahit." Sambung Nayla.

__ADS_1


__ADS_2