Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Pertemuan Dua keluarga


__ADS_3

Disa yang langsung pulang menyampaikan pesan Istimewa dari Uwak Nana.


" Apa? Kenapa mendadak!" Ucap Ayah Disa kaget.


" Nduk, Nanti Mereka mau kamu suguhin apa kalo mendadak begini?" Sambung Sang Ibu yang lagi nyantai di teras rumah beserta sang Ayah.


Datanglah Dira membawa pasukan cathering yang telah Ia sewa.


" Loh Dir, Ini apa?" tanya Disa, Terkejut kedatangan Dira membawa rombongan orang bersragam rumah makan.


" Hehhehe...Ini ku sewa buat menyambut kekuarga Hans. Aku menghilang sebentar dari mereka ya Aku tahu pasti lagi bingung makanan kan di sini!" ujar Dira.


Ayah Disa hanya geleng-geleng karena kelakuan Dira " Kamu pesen kebanyakan! Kita belikan bakso atau sate saja sudah aman ini malah banyak amat!"


Dira dengan cengarcengir " Yah, Namanya juga hari bahagia sih Pak, Aku yang terkenal pembisnis ya harus suport semaksimal mungkin kalo nanti ada sisa ya berikan sama tetangga saja Pak. Sudah ya Aku mau balik ke rumah Hans, Takut mereka curiga!" lalu Dira meninggalkan rumah Disa.


Keisya datang membawa makanan berpapasan dengan Dira di jalan depan rumah Disa.


" Hay cewek, Maaf Aku buru-buru!" ucap Dira menyapa Keisya.


Keisya hanya terdiam melongo melihat Dira yang cengarcengir, Lalu Ia masuk ke rumah Disa.


" Assalamualaikum.." Sapa Keisya masuk rumah Disa.


Keisya pun terkejut, Di halama rumah Disa ada banyak menata meja dan makanan di bawa mereka.


" Wa'alaikumsalam.." Balas Disa dan kedua orang tuanya.


" Yah, Itu ulah Dira." Ucap Disa, Melihat Keisya sahabatnya bengong.


Keisya hanya bisa geleng-geleng " Temanmu Dis, Antara keren sama boros beda tipis."


" Kamu bawa apa itu?" Tanya Disa melihat plastik di tangan Keisya.


" Ini cemilan buat menyambut keluarga Hans, Eh...Sampai sini plastik ini dan Itu kalah banyak ternyata udah prepare!" Balas Keisya sambil menunjuk panci dari cathering.


" Yah, Ini buat tambah-tambahlah kalo enggak ya nanti buat kita ngemil di kamarku kayak dulu." ujar Disa merebut plastik makanan dari tangan Keisya.


" Terus kita ngapain dong sekarang?" tanya Keisya bingung karena semua sudah di kerjakan oleh orang suruhan Dira.


" Jangankan Kamu Nak bingung, Aku saja selaku orang tua Disa juga bingung mau ngapain! Gara-gara tuh orang satu malah buat yang di sini bingung!" Sahut Ayah Disa.


Baru saja Mereka terkejut dengan orang cathering tiba-tiba datang orang rias yang telah di sewa Dira.


" Permisi..Bener ini rumah Kak Disa?" tanya petugas salon.

__ADS_1


" Iya saya sendiri, Ini dari mana ya?" Tanya Disa.


Lalu datanglah 3 orang menyusul wanita dengan membawa alat rias dan baju-baju untuk di pakaikan kepada Disa dan Orang Tuanya.


" Loh..Mbak, Maaf ini dari mana ya?" teriak Disa ketika para petugas salon langsung masuk rumahnya.


" Kami dari salon kecantikan, Telah di sewa oleh Mas Dira untuk merias Mbak Disa dan kedua orang tuanya!" jelas Wanita dari petugas salon


" Bentar ya Mbak, Saya telpon Dira dulu!" ucap Disa.


Keisya dan kedua orang tua Disa pun Shock melihat apa yang di lakukan Dira.


Telpon Disa tidak di angkat, Hanya saja Dira mengirim pesan " Udah, Biar Kamu cantik kan jarang cantik!"


" Itu manusia ya, Bikin kita semua shock!" Ujar Disa kesal.


Keisya menghampiri " Sudah, Ikuti saja kasihan Mbak dan Masnya sudah tiba di sini."


" Oke Aku mau di rias, Asal kamu juga ikut di rias!" Balas Disa menatap Keisya.


" Mbak, Tambah satu orang lagi nanti biayanya minta ke Mas Dira!" sambung Disa.


" Oh...Baiklah Mbak." Jawab Petugas salon kecantikan.


" Yah, Salahin tuh manusia satu itu! Aku saja tidak tahu tadi bertemu di rumah Hans itu Dira tidak ngomong apa-apa!" Balas Disa.


" Nduk..Nduk...Malah merepotkan mas-mas dan Mbak-mbak cathering dan salon." pungkas sang Ibu.


" Wah, Jika kamu jadi sama Dira nggak ngebayangin hebohnya Dia kayak apa!" Bisik Keisya menggoda Disa.


" Makannya Aku menolak, Tuh orang lebih ribet dari laki pada umumnya kalo mandi saja sama Aku yang mandi lamaan Dia!" Ujar Disa membahas Dira.


Semua pun masuk ke rumah untuk di rias.


...****************...


Sehabis Ashar,


Rombongan dari Keluarga Hans tiba, Mereka langsung masuk ke rumah Disa. Namun Rino masih sibuk menghubungi Keisya yang dari siang tidak di angkat karena Ia takut Keisya tidak datang.


" No, Kamu ngapain sih?" tanya Ikhsan yang melihat Rino di belakang belingsatan.


" Cewek ku, Susah di hubungi kalau enggak datang gimana ngenalinnya sama Uwak? Kapan lagi moment yang tepat!" Balas Rino sambil terus fokus menghubungi Keisya.


Melihat dekorasi yang megah dan petugas cathering yang bersiap di depan rumah Disa, Hans langsung menoleh ke arah Dira karena Ia tahu ini semua pasti dari Dira.

__ADS_1


Dira menggandeng Arini sambil cengengesan tidak menghiraukan pandangan dari Hans.


" No..No...Sini masuk, Lihat!" Kata Ikhsan kagum setelah melihat dekorasi yang indah rumah Disa.


" Wah keluarga Nak Disa menyambut kita semeriah ini!" Ujar Uwak Nana.


Rino hanya memandang sekilah karena keindahan tanpa Keisya sama saja tidak ada artinya, Rino terus saja fokus ke layar hpnya hingga belasan pesan Ia kirim kepada Keisya namun tidak ada jawaban.


" Assalamualaikum.." Ucap semuanya masum ke teras rumah Disa.


" Wa'alaikum salam.." Disa dan keluarga menyambut kedatangan keluarga Hans.


Ikhsan melihat Keisya yang berdandan cantik segera Ia berlari kebelakang untuk memberitahukan Rino.


" No...No.." panggil Ikhsan, Namun Rino mengacuhkan karena fokus ke hp memanggil Keisya.


Ikhsan langsung menepuk pundak Rino " Enggak mungkin bales, Orang Keisya sudah di sini!"


Rino langsung menoleh ke arah Ikhsan " Maksudmu gimana?" Tanya Rino.


Ikhsan langsung menarik Rino untuk menunjukkan posisi Keisya berada.


" Tuh!" ujar Ikhsan menunjuk Keisya yang berdiri di samping Disa.


langsung Rino berlari menghampiri Keisya melewati rombongan keluarga " Uwak, Nih yang mau Aku kenalin!" ujar Rino berdiri di samping Keisya.


Arini kecil pun bingung, Hingga Ia menarik tangan dari Dira " Kak, Itu Kak Rino kok berdiri di samping Bu Guru mau di kenalin ke Uwak ada apa Kak?"


Dira pun merunduk " Oh...Itu, Kak Rino ingin Uwak Nana kenal dengan temannya Kak Rino yaitu Bu Keisya!" Jawab Dira.


Dira lalu menarik Ikhsa yang mau menyusul Rino " Heh...Kalian malu-maluin!" ujar Dira sambil menutup wajahnya.


" Rino kenapa Aku?"balas Ikhsan.


Akhirnya kedua keluarga duduk bersama di ruang tamu untuk membicarakan kelanjutan hubungan Hans dan Disa.


Rino yang duduk bersama Keisya, Menanyakan ke Dira tentang dekor dan cathering karena Rino tahu ini pasti ulah Dira yang duduk di depannya.


" Hey Bang, Habis berapa?" tanya Rino lirih mendekat ke Dira.


"Hahhaha...Diskon Bro...Diskon...!" Balas Dira sambil tertawa.


Keisya pun mencubit Rino karena malu akan kelakuan pacarnya.


Di pertemuan itu di sepakatai 1 bln lagi Disa dan Hans akan menikah sambil keluarga Disa mencari tanggal yang tepat.

__ADS_1


__ADS_2