Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Study Tour.


__ADS_3

Setelah berganti baju, Bu Sara menemui Keisya di kamar tamu.


" Nak Keisya, Bagaimana Arin saat di sekolah apakah nakal atau masih merasa beda dengan yang lain?" Tanya Bu Sara, Yang duduk di sebelah Keisya.


Arini tiba-tiba datang mambawa baki berisi dua cangkir teh.


" Ini Bu, Di minum." Ucap Arini menaruh baki di meja depap Bu Keisya.


" Makasih, Rin." Balas Keisya.


Menunggu Arini pergi, Lantas Keisya melanjutkan obrolan dengan Bu Sara.


" Ya, Arin di sekolah layaknya murid biasa Bu. Hanya saja Arin istimewa karena menjadi panutan bagi kawan-kawannya yang lain." Jawab Keisya.


" Dan juga Bu, Arin itu membantu Guru banget untuk mengajari teman-teman sekelas. Bila belum mengerti saat Guru menjabarkan, Waktu istirahat Mereka datang ke meja Arin untuk bertanya pada Arin." Sambung Keisya.


" Oh..Syukur kalau begitu, Ibu sangka Arin jadi anak minder setelah Ia tahu ada penyakit di dalam tubuhnya." Tutur Bu Sara, Yang sangat mengkhawatirkan Arin.


Lalu keluarlah Arini dan Dira yang ternyata menguping obrolan Mereka, Sebenarnya Arini tidak mau namun Dira mengajak Arini dengan sedikit paksaan.


" Ya, Adikku Arin enggak mungkin ketinggalan lah! Meski sakit Ia pasti bintang kelas." Sahut Dira keluar bersama Arini dari dalam rumah.


" Bu, Maafin Arin karena menguping hanya saja Arin di ajak sama Kak Dira." Kata Arini merasa tidak sopan.


" Enggak apa-apa Rin, Ini Ibumu hanya khawatir denganmu." Balas Keisya.


Arini langsung memeluk Ibunya " Ibu tidak usah khawatir selama Arin masih rajin minum obat pasti tidak akan terjadi apa-apa!"


Bu Sara pun menduduk'kan Arini di pangkuannya " Iya Rin, Ibu percaya."


" Bu, Rin dan Sya pamit Aku mau balik jagain Disa nemenin dua orang itu!" Ucap Dira.


" Aku ikut, Mas!" Sahut Keisya.


" Ya udah kita masing-masing, Kan kamu juga bawa mobil!" Ujar Dira menyalami Bu Sara di ikuti Keisya langsung mereka pergi.


Bu Sara mengajak Arini untuk beristirahat.


...****************...


Hari Study Tour tiba, Mereka berkumpul di depan sekolah untuk naik ke Bus.


" Ih...Benerkan, Kamu enggak ikut kita!" Ujar Dina yang bersiap melihat Arin tidak ikut rombongan Mereka.


" Aku sedih kamu enggak ikut, Rin!" Sambung Hera.

__ADS_1


" Besok siapa yang akan bikinin laporan,Kita!" Imbuh Tary.


Ketiganya bersiap masuk ke Bus, Untuk segera pergi Study Tour meninggalkan yang lain yang ikut Study Tou di dalam kota.


Tiba-tiba datanglah Nayla, Masih berpakaian sragam dan tidak membawa barang bawaan untuk Study Tour.


" Loh, Nay! Mana barang bawaanmu?" Tanya Hera terkejut.


" Aku ikut Arin, Di dalam kota saja! Karena yah kata Ayah, Belum ada biaya untuk uang saku jadi dari pada Aku membebani Ayahku ya sudah mending ikut Arin!" Jelas Nayla.


" Uh...Tahu gitu Aku milih ikut Arin lah, Pasti nilai bagus meski hanya di dalam kota! Ini isinya nggak ada yang bisa di andelin." Curhat Dina kesal.


" Eh...Enggak boleh gitu, Besok Arin bantuin deh!" Kata Arini menghibur Dina.


Hera menatap Nayla tajam " Aku tahu kamu bohong, Sebenarnya Ayahmu bisa bayar hanya kamu ingin Arin tidak sendirian kan!"


Nayla hanya tersenyum membalas kata-kata Hera.


" Kalau mau kompak kemarin ngobrol, Kalo mau ikut Arin biar semua ikut Arin! Kalo gini kan meski kita jauh piknik tetap saja ngerasa ada yang kurang." Ujar Tary.


" Sudah ku duga, Harusnya Aku juga lakuin itu untuk sahabatku! Rin maaf ya, Selaku ketua genk Aku tida peka dan tidak solider sama kamu!" Ucap Hera meminta maaf.


" Heheheh...Enggak apa-apa, Arin kaget kenapa Nayla sampai segitunya mau nemenin Arin." Balas Arini menepuk bahu Hera.


" Sudah selamat senang-senang ya, Aku si sini sama Arin. Kalian enggak perlu cemaskan kami." Ucap Nayla melihat ketiga sahabatnya naik ke bus.


" Kamu ngapain tidak ikut Nay, Nanti nyesel loh!" Kata Arini.


" Hahahhaa....Ngapain nyesel, Besok ketika Aku dewasa akan piknik sendiri bisa keliling keliling Rin. Jadi nggak lah Aku nyesel!" Balas Nayla.


Arini dan Nayla juga menaiki Bus Study Tour yang hanya masih di dalam kota.


Mereka mendatangi Museum, Kebun Teh dan pusat belanja.


Hanya saja saat di pusat belanjaan, Arini saat turun dengan Nayla di kejutkan dengan Dira dan Ikhsan yang sudah menunggu diparkiran.


" Rin, Bukannya itu Kak Dira dan Kak Ikhsan ya Rin?" Tanya Nayla menunjuk ke arah Dira dan Ikhsan.


" Aduh...Mereka ngapain menyusul Arin, Pasti ini yang nyuruh kak Hans karena khawatir!" Balas Arini.


Dira dan Ikhsan melihat Arini, Langsung menghampiri dan meminta ijin untuk mengajak Arini dan Nayla jalan-jalan bersama Mereka.


Guru Pengawas pun mengijinkan, Lalu Arin dan Nayla di bawa Dira dan Ikhsan memisah dari rombongan untuk berbelanja.


" Arin dan Nayla, Sudah makan belum?" Tanya Ikhsan.

__ADS_1


" Sudah Kak, Pakai nasi box di dalam bus tadi!" Jawab Nayla cepat.


" Wah...Ya sudah! Kita makan lagi ya, Kak Dira dan Kak Ikhsan belum makan dari menunggu Kak Disa langsung ke sini." Jelas Dira.


" Yukk, Kak!" Ucap Nayla.


Arini hanya terdiam karena Ia tahu, Pasti Mereka berdua niatnya adalah untuk mengawasi dirinya.


" Kakak yang nyuruh Ibu atau Kak Hans?" Tanya Arini menatap lurus ke jalan.


" Hah? Di suruh? Tanya aja Kak sama Ibumu Mereka tidak tahu kalo Kami menyusulmu! Kalau tahu pasti enggak boleh Rin, Biasa pasti alasan Mereka takut merepotkan Kak Dira!" Jawab Dira.


" Iya lah Rin, Sekali kali Kak Ikhsan juga harus jalan-jalan. Suntuk Rin terus-terusan kerja pulang terus ke Rumah Sakit!" Imbuh Ikhsan.


" Enggak apa-apa kan, Rin?" Tanya Dira.


Arini kecil pun berfikir, Ternyata memang Mereka ke sini bukan karena di suruh melainkan kemauannya sendiri.


Sampailah Mereka di warung bakso di belakang pusat oleh-oleh.


" Ngebakso Rin, Yuk masuk!" Ajak Ikhsan.


" Kenapa bakso San, Enggak nasi gitu?" Ujar Dira kaget karena takut tidak kenyang.


" Yah Kak, Kalo di sini juga bisa pesan nasi Kak! Pasti Kak Dira takut enggak kenyang ya?" Sindir Nayla.


" Ya begitulah, Nay." Balas Dira.


" Arin kita makan yang besar tuk, Kita pesan satu kalau enggak habis kita bungkus!" Ucap Ikhsan.


Dira dan Nayla hanya terdiam mendengar rencana Ikhsan.


" Yukk, Kak! Arin mau ngerasain yang jumbo!" Jawab Arini setuju.


Duduklah Mereka lantas Ikhsan memesan yang Porsi Big yang bisa di makan delapan orang.


" Ini seriusan, San?" Kata Dira kaget dengan ukuran bakso yang hampir memenuhi satu meja.


" Iya Nih, Emang habis Rin?" Imbuh Nayla.


Lalu Nayla memfoto dan menjadikan story di kontaknya, Foto Itu membuat Hera dan Kedua Sahabatnya emosi karena meski di dalam kota Arin dan Nayla dapat sebahagia itu.


Mereka pun memakan bakso dengan memotong yang keci-kecil.


" Wah Kak, Puas Arin!" Ucap Arini sambil tersenyum.

__ADS_1


Nayla dan Dira yang makan pun lahap, Dira " Enak nih! Besok kita makan bareng sekeluarga di sini saja!" ujar Dira.


Mereka fokus menghabiskan baksonya, Namun tidak habis dan memutuskan membawa pulang baksonya untuk di makan di rumah bersama dengan Keluarga yang ada biar merasakan kelezatan bakso Big size.


__ADS_2