Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Cinta Untuk Arini


__ADS_3

Menunggu'i dengan cemas Hans, Rino,Bu Keisya, dan Disa, Akhirnya Arini kecil siuman dari pingsannya.


Bu Keisya dan Disa yang menunggu di kamar tidur Arini kecil, Bu Keisya duduk di meja belajar sedang Disa duduk di samping Arini tertidur.


" Kak, Kenapa Arin di ranjang?" Tanya Arini kecil sayup-sayup membuka mata.


Disa pun langsung mendekap Arini kecil karena khawatir.


" Arin tadi tertidur di ruang tamu." Ujar Disa lirih sambil berkaca-kaca.


Bu Keisya pun mendekat.


" Arin, Nanti kita sama-sama ke pasar malam! Ini malam minggu, Arin nggak usah belajar. Kemarin Ibu sama Kak Rino kesana tempatnya seru banget, Arin harus ikut!" Kata Bu Keisya.


" Iya, Nanti Kak Hans dan Kak Disa juga ikut! Tapi Kak Disa dan Bu Keisya pulang dulu ganti baju soalnya udah asem belum mandi!" Disa menghibur Arini kecil.


" Arin, Boleh naik kemidi putar, Sangkar burung, Terus masuk rumah hantu. Kak?" Tanya polos Arini kecil.


" Boleh, Boleh banget Kak Disa mau beli bungagula yang besar...!" Ujar Disa.


Di luar kamar, Rino membereskan gerobak bersama Hans.


" Kita sebagai Kakak, Kenapa seperti nggak paham dan salah terus ya Hans?" Ujar Rino sambil memasukkan kunci dan obeng ke tempatnya.


" Ia ya, Apa kita nggak usah ngelarang-larang aja ya. Udah kayak dulu aja, Biarin Arin seperti anak lainnya ya!" Balas Hans menghentikan kegiatan.


" Yah, Gitu aja kali ya. Udah biarin Arin tumbuh seperti anak lainnya!" Rino setuju.


Arini kecil keluar dari pintu rumah, Karena Ia tidak suka bila kedua Kakaknya khawatir padanya. Arini kecil memeluk Hans dari belakang, Bu Keisya dan Kak Disa memandang dari pintu rumah.


" Kak, Maafin Arin ya! Sudah buat kalian berdua khawatir." Permintaan maaf Arini kecil.


" Iya, Udah bangun kamu. Sana sama Kak Disa dan Bu Keisya tangan Kak Hans dan Kak Rino masih kotor.


" Arin, Sini..Kita jajan yuk di belakang rumah bersama Bu Keisya! Kan Bu Keisya nggak tahu kalo di belakang ada penjual bakso yang enak!" Kak Disa mengajak Arini kecil makan bakso, Untuk mengalihkan dari sedihnya.

__ADS_1


Arini kecil berlari ke Disa, Lalu menarik tangan Bu Keisya.


" Ayo Bu, Kita kesana baksonya enak! Kak Hans dan Kak Rino di tinggal aja kan masih kotor dan bau." Ujar Arini kecil bersemangat.


Arini menggandeng Bu Keisya dan Kak Disa, Melangkah menuju warung bakso di belakang rumah.


Arini kecil melihat teman sebayanya asyik bermain di gang belakang rumah yang menuju warung bakso, Ia tidak mengalihkan pandangan dari teman-temanya yang bermain.


" Arin, Ayo main lompat karet!" Panggil salah satu teman sekampung Arini.


" Arin, Ayo kamu kan jago!" Imbuh teman lainnya.


Arini kecil hanya bisa memandangi, Karena Ia tahu dirinya tidak seperti yang lain.


" Ya nanti, Arin mau Kakak ajak makan bakso dulu! Nanti Arin main sama kalian!" Balas Kak Disa.


Mendengar itu Arini melihat ke arah Kak Disa.


" Kak, Kalo main Arin nanti bisa sakit terus pingsan lagi." Kata Arini kecil merasa was-was dengan kondisinya.


" Itu siapa yang bilang, Rin? Nggak gitu, Arin kan mau ikut lomba kalau Arin nggak bisa tertawa dan ceria terus gimana nanti Arin bisa tenang dalam menghadapi lomba? Udah habis makan bakso nanti Arin main sama yang lain, Biar Ibu yang mengijinkan!" Kata Bu Keisya menghibur Arini kecil.


Disa pun Ikut jongkok menghadap Arini kecil.


" Udah main aja, Kata siapa Arin sakit? Nanti kalo Kak Hans marah bilang ke Kak Disa biar Kakak yang memarahi balik! Kalo Kak Rino yang marah, Arin ngomong aja sama Bu Keisya biar Bu Keisya yang memarahi balik! Kan Arin punya Kakak perempuan sekarang, Kak Disa dan Bu Keisya nggak usah takut Arin!" Imbuh Disa mengembalikan kepercayaan diri Arini kecil.


" Boleh main, Kak?" Tanya Arini kecil, Meminta kejelasan.


" Boleh, Tapi kita ngebakso dulu!" Kata Disa.


Akhirnya Mereka kembali melanjutkan langkah ke warung bakso.


Arrini kecil sangat suka sama bakso yang pedas, Bu Keisya dan Kak Disa melihat Arini tersenyum saat memakan bakso.


Setelah memakan bakso, Mereka pun melangkahkan kaki untuk pulang. Di gang teman-teman Arini kecil masih bermain dengan senang.

__ADS_1


" Udah, Sana main!" Ujar Kak Disa.


Arini kecil bersenang-senang bersama teman-temannya, Wajah ceria Arini kecil seoalh kembali bersinar.


" Kak Disa dan Bu Keisya, Tunggu di rumah!" Pamit Ka Disa pulang.


Sesampai di rumah, Hans dan Rino menanyakan sang Adik karena tidak melihatnya pulang bersama.


" Nyari Arin, Kan?" Ujar Disa mendahului.


" Ia lagi main di gang sama teman-temannya,Wajah Arin sangat senang seperti lepas dari belenggu yang terus membatasinya!" Tutur Disa.


Bu Sara dan Pak Romi yang duduk di teras karena beristirahat sepulang dagang.


" Ibu kesini, Sejak dari tadi ya Bu. Maaf kami baru pulang berdagang!" Bu Sara dan Pak Romi bangkit terus menyalami keduanya.


" Nih Buk, Sekarang Arin sudah punya yang ngebela dua Kakak ceweknya!" Kata Rino menatap Bu Keisya dan Disa.


" Ya iyalah, Punya dua Kakak cowok Arin selalu tertekan. Sekarang ada kami yang akan selalu membela dong!" Balas Disa melihat ke Bu Keisya.


" Kita kalah No, Udah biarin mereka yang memplanning dan merawat Arin. Kita mah he'eh saja lah!" Sahut Hans.


" Ya udah, Yang penting bagi kami sebagai orang tua sangat berterimakasih banyak atas Nak Disa dan Bu Keisya yang sudah mau menyayangi dan di repotkan oleh ke tiga anak kami! Maaf jika tidak bisa membalas apa-apa, Biar TUHAN yang membalas kebaikan kalian!" Kata Bu Sara.


Mendengar perkataan Bu Sara, Disa langsung mendekati dan memeluk Bu Sara.


" Kami tidak di repotkan Bu, Karena Kami telah menganggap keluarga ini seperti keluarga kami sendiri. Apalagi Disa di kota ini hidup sendirian, Kalian lah yang Disa anggap Orang Tua dan Saudara Disa di sini?" Balas Disa dengan mata berkaca-kaca.


" Saya juga selaku Guru dan Wali kelas Arin, Tidak merasa di repotkan. Justru lewat keluarga ini Saya bisa kembali merasakan kehangatan keluarga lengkap. Boleh kan Bu, Saya sering-sering main ke sini?" Bu Keisya meminta ijin.


" Tentu Boleh Bu, Kan Ibu juga berperan dalam menjaga Arin." Balas Bu Sara.


" Jangan panggil Bu, Panggil saja saya Keisya ini di luar jam kerja mengajar saya. Bu!" Balas Bu Keisya.


" Baik Nak, Akan kami panggil seperti panggilan kami ke Disa." Ujar Bu Sara.

__ADS_1


" Wah..No, Kamu mau panggil apa?" Disa menggoda Rino.


__ADS_2