
Bu Sara masuk menjenguk kondisi Kedua orang tua dan Disa setelah Dira keluar.
Segera mendekati ranjang Disa " Nak, Maaf Ibu baru bisa menjenguk." tutur Bu Sara menatap Disa yang terbaring lemah.
Disa melihat Bu Sara dengan mata berkaca-kaca " Enggak apa-apa Buk, Maafin Disa yang membuat Ibu khawatir pada Hans." balas Disa lirih.
Hans terus di samping Disa menggenggam tangan Disa.
" Ya sudah, Yang sudah nggak usah di pikirkan Nak!" kata Bu Sara sambil mengelus kening Disa.
Disa pun tersenyum, Melihat Bu Sara calon mertuanya sangat sayang kepadanya.
" Ibu ke sebelah dulu ya, Nak! Mau menjenguk kedua orang tuamu. Hans jaga Disa." ucap Bu Sara lalu ke sebelah bilik Ayah Disa melihat Ayah Disa tertidur Bu Sara mengurungkan niatnya.
Kemudian Ia ke sebelah melihat Ibunda dari Disa di pasangi banyak alat di tubuhnya, Ia pun menghampiri. Meski Ibunda Disa tertidur Bu Sara melihatnya dengan mendekat ke samping ranjang kemudian Ia menengadahkan tangan untuk mendoakan kesehatan Ibunda Disa.
Selesai Ia lantas melangkan menuju depan bilik Disa namun Bu Sara menjaga jarak agar Disa tidak mendengar obrolan yang akan Bu Sara obrolkan ke Hans. " Hans, Ke sini sebentar!" panggil Bu Sara dari luar bilik.
Mendengar Ibunya memanggil, Hans meminta ijin Disa untuk menemui sang Ibu di luar bilik.
" Ada apa, Bu?" ucap Hans, Berdiri di depan Ibunya.
" Kamu sudah yakin menikahi Nak Disa?" tanya Bu Sara dengan tatapan serius.
" Ya Bu, Hans serius akan menikahi Disa!" Balas Hans.
Bu Sara menoleh ke arah sela-sela bilik Disa, Beliau diam sejenak.
" Apa Ibu tidak merestui Kami?" ujar Hans, Menerka Ibunya.
" Tidak, Jika sudah serius Segerakan menikah ! Gini saja, Kamu ijab qobul di sini biar Orang Tua Disa menyaksikan! Masalah resepsi nanti jika sudah sehat semua terserah kamu." Ujar Bu Sara.
Mendengar kata-kata sang Ibu yang sangat mendukung Dirinya dan Disa, Langsung Hans memeluk sang Ibu sembari menangis " Makasih Bu, Ibu memang Ibu terbaik!" ucap Hans lirih.
" Ya sudah nanti pulang siapkan syarat-syarat menikahmu, Biar Rino dan Ikhsan yang menunggu besok segera daftar! Nanti Uwak akan Ibu minta Rino menelponnya takut jika Beliau tidak di kabari, Akan sangat sakit hati karena Kalian adalah keponakan kesayangan Uwakmu dan juga Uwak sebagai pengganti Ayahmu." Perintah sang Ibu setelah melepas pelukan Hans.
" Ya sudah Bu, Sehabis ini Hans bakal ngaterin Ibu pulang sekaligus menyiapkan berkas-berkas Hans." Balas Hans.
Bu Sara pun langsung keluar, Sedang Hans kembali ke Disa untuk memberitahukan perintah Ibunya kepada Hans.
__ADS_1
Sampai di luar, Bu Sara langsung memanggil Rino.
" No, Kesini!" panggil Bu Sara dengan wajah serius.
Dira yang sedang bermain dengan Arini pun menoleh ke arah Bu Sara, Sementara Rino yang duduk di kursi langsung bangkit dan menghampiri sang Ibu.
" Gimana, Buk?" tanya Rino berdiri di hadapan Ibunya.
Ikhsan yang duduk du kursi tunggu juga diam dan menyimak apa yang akan di katakan Bu Sara.
" Telpon Uwakmu, Atau kamu jemput biar Dira dan Ikhsan menunggu Disa untuk pernikahan Hans dan Disa yang akan di laksanakan ijab qobulnya di sini dan resepsinya besok setelah semua sehat!" Perintah Bu Sara, Rino langsung terkejut begitu juga Ikhsan dan Dira.
" Baik Buk, Biar saya hubungi uwak!" balas Rino.
" Udah No, Jemput saja pakai mobilku! Biar Aku dan Ikhsan yang di sini." Sahut Dira.
" Lah Hans, Mau kemana?" tanya Ikhsan.
Bu Sara memandang Ikhsan " Dia harus menyiapkan berkas, Sehabis ini pulang terus besok biar mendaftar!" Jelas Bu Sara.
Keisya datang tidak terduga, Ia mendengar perintah Bu Sara lalu Ia segera memastikan dengan mendekati Bu Sara " Ibu serius?" tanya Keisya langsung mencium tangan Bu Sara.
Bu Sara pun tersenyum " Serius, Bu Guru." ujar Bu Sara.
...****************...
Seminggu setelah itu,
Bu Sara, Wak Nana dan semua berkumpul setelah mengantongi ijin dari pihak Rumah Sakit. Akhirnya pernikahan Hans dan Disa di selenggarakan.
Bilik kedua orang tua Disa di buka, Untuk menyaksikan putrinya menikah, Meja di berkan di tengah-tengah bilik Ibu dan Ayahnya.
Penghulu duduk menjabat tangan Hans, Akhirnya pernikahan di laksanakan setelah Hans mengucapkan ijab qobul dan sah menjadi suami dari Disa, Disa di dorong Keisya menemui Hans dengan duduk di kursi roda.
" Sayang..Kamu cantik!" ujar Hans melihat Disa yang sudah di dandani.
Ibu Disa sambil tiduran di ranjang menitihkan air mata, Sementara sang Ayah masih bingung dengan apa yang terjadi karena benturan di kepala Beliau.
Dira menitihkan air mata, Saat Disa datang padanya untuk memita restu.
__ADS_1
" Kak, Terimakasih atas semua yang Kakak lakukan ke keluarga Disa." ucap Disa di dorong Hans menyalami Disa.
Dira menangis " Ya Dek, Jadi istri yang nurut sama suami ya!" Pesan Dira lalu jongkok memeluk Disa.
Mereka sama-sama menitihkan air mata karena haru, Semua yang melihat pun menitihkan air mata tak terkecuali Hans sang Suami Disa. Ia menyalami Dira lanjut memeluknya " Makasih Ya, Dir atas semuanya!" ucap Hans.
Lalu keduanya ke arah Bu Sara dan Uwak Nana.
" Buk, Makasih telah menerima Disa sebagai istri dari anak Ibu. Meski begini kondisi Disa saat ini!" Ucap Disa.
Bu Sara pun jongkok menangis memeluk Disa " Ibu mana yang tidak menerima gadis sebaik kamu Nak, Ini hanya sementara kondisimu udah kita berjuang bersama sekarang kita keluarga Nak." balas Bu Sara.
"Wak, Terimakasih atas kebaikannya selama ini!" Ucap Disa setelah menyalami Bu Sara.
Wak Nana pun jongkok " Untuk gadis pilihan keponakan kesayanganku apa pun pasti Uwak lakukan." Balas Wak Nana sembari tersenyum
" Kak, Sekarang Kak Disa berarti tinggal sama Arin ya! Hore...Arin punya kakak cewek." Ujar Arini senang.
Rino pun memeluk Hans, " Jaga keluargamu Kak, Sekarang Kakakku sudah jadi Imam di keluarganya sendiri!" ucap Rino.
Semua pun haru biru melihat pernikahan Hans dan Disa, Mereka mengingat perjuangan Hans untuk mendapat restu dan kembali bersama Disa.
Disa memeluk Arini dengan erat " Yah Rin, Kak Disa sekarang tinggal sama kamu."
Arini kecil tersenyum lebar.
" Oh..Iya Hans, Uwak sudah belikan kamu rumah untuk tinggal bersama Disa dan kedua orang tuanya." Ucap Uwak Nana.
" Loh, Sama saya juga sudah belikan Disa rumah yang kemari Ia jual Wak buat hadiah pernikahan mereka." Sahut Dira.
Rino pun melirik Bu Keisya yang di sampingnya " Wah Hans saja di belikan rumah buat hadiah pernikahan, Nona manis kita nikah cepet yuk!" bisik Rino di telinga Keisya dengan suara lirih.
Keisya pun tersenyum malu.
" Terimakasih sebelumnya, Tapi Hans, Disa dan Kedua orang tua Disa biar tinggal di rumah Ibu dulu. Ini juga agar Arin merasakan rasanya punya kakak perempuan!" Ucap Hans.
" Iya, Saya masih ingin bermain dengan Adik saya yang canti ini!" Sambung Disa mendekap Arini.
" Baiklah, Aku dan Ikhsan numpang di Rumahmu dulu ya Dir! Kasihan kalau pengantin baru ke ganggu!" sahut Rino.
__ADS_1
" Ya kalian boleh, Dengan senang Hati No dan San kalian tinggal denganku juga enggak apa-apa!" Balas Dira.
Hari itu pada tanggal 03/03/2003 adalah hari spesial yang akan selalu di kenang Hans & Dira sepanjang hidup.