Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Mulai Sekolah


__ADS_3

Hari kedua,


Arini sudah menjadi Siswi SMA, Seperti Kemarin Hans, Dira dan Erin mengantarnya pagi-pagi buta.


" Duh Rin, Demi Kamu ini. Kami dua hari tidur di jalan." Keluh Dira di samping Hans yang mengemudi.


Arini di belakang sedang menikmati sarapan, Yang akan di gunakan untuk meminum obat.


" Sabar, Seminggu baru Arin menempati kostnya. Kita perjuangan dulu!" Sahut Hans.


Erin menggunakan kacamata tidur, Tidur di sampin Arini.


" Yah Kak, Baru dua hari keluh kesahnya sudah menggunung." Sahut Arini, Menyindir Dira.


" Tahu tuh Rin, Marahin saja." Kata Erin sembari tidur.


Tiba-tiba Hans meminggirkan mobilnya, Secara mendadak.


" Kenapa Hans?" Tanya Dira yang langsung menegakkan badannya, Di ikuti Erin.


" Itu Siska, Teman Arin. Nampaknya sedang menunggu angkot." Jawab Hans.


Lalu Hans turun, Menghampiri Siska yang menunggu di pinggir jalan depan mobilnya.


" Kasian ya, Anak itu mandiri sekali. Ini jalanan sepi loh, Kalau terjadi perbuatan jahat bagaimana." Ujar Erin, Mengkhawatirkan Siska.


" Iya ya Sayang, Tuh Rin pengorbanan temanmu." Balas Dira.


Siska naik ke mobil di samping Arini, Atas tawaran Hans.


" Arin..." Sapa Siska.


" Sini duduk, Siska." Balas Arini.


Hans masuk lalu mengemudi lagi.


" Kamu, Sendirian tadi?" Tanya Dira, Menoleh ke Siska.


" Iya Kak, Mau naik angkot. Soalnya mau irit buat hidup di kost nanti." Jawab Siska.


Dira dan Erin saling menatap, Mereka sangat terharu pada Siska.


" Sudah sarapan, Sis?" Tanya Arini.


" Sudah, Tadi bikin mie instan." Jawab Siska.


" Nih buat Siska, Arin bilang sama Ibu buat ngebuatin bekal buat Siska." Ujar Arini, Sambil memberikan bekal makanan untuk Siska.


" Wah, Kalian bisa jadi teman akrab nih kayaknya. Udah Siska, Ngekostnya di tempat Arin aja sekalian." Ujar Hans.

__ADS_1


" Saya sudah bayar, Kak. Jadi baru bisa pindah setelah 3bln." Jawab Siska.


" Kalian bisa belajar bersama, Siska Kamu bisa main ke kost'an Arin. Kakak harap, Kalian berdua bisa berprestasi di sekolah itu." Kata Erin, Mengungkapkan harapan kepada keduanya.


" Hehehhe..Doain ya, Kak." Balas Siska.


" Kamu kemarin mendaftar di situ, Juga sendiri Siska?" Tanya Dira.


" Enggak Kak, Saya di antar temannya Arin si Nayla. Ya sekarang Dia sudah mulai bersekolah, Jadi tidak bisa mengantar." Jelas Siska.


" Gini aja, Kamu minta no Arini. Selama belum kost, Jika ingin berangkat tungguin Kami dari rumah. Nanti Arin telpon baru, Kamu ketempat tadi. Soalnya takut terjadi apa-apa, Sama Kamu." Kata Erin


" Setuju, Begitu saja ya Siska." Sambung Arini.


" Tapi Kak, Nanti Saya akan merepotkan Kalian." Balas Siska, Tidak enak hati.


" Enggak repot, Kan Kamu bisa irit. Uangnya bisa buat jajan sama Arin." Sahut Dira.


" Enggak usah merasa tidak enak, Kalau tidak enak kasih kucing!" Kata Hans.


" Rin, Nanti jika jajan. Jajanin tuh Siska, Dulu Kak Disa dan Kak Keisya juga begitu saling tolong menolong sesama teman! Ingat ya, Kan Kamu ada fasilitas dari Kak Rino. Jangan boros-boros juga, Kamu akan kost. Kalian saling bantu biar ringan." Sambung Hans.


" Beres, Kak." Jawab Arini.


Akhirnya Mereka pun sampai di Sekolah Arini dan Siska, Keduanya berpamitan dengan Kakak-kakak Arin bersalaman sambil mencium tangan. Setelah itu turun, Langsung antusias masuk ke dalam gerbang sekolah.


" Sekarang, Kemana Kita Bos? Tanya Hans.


" Setuju, Aku masih siangan kerjanya." Lanjut Dira.


Mereka pun memutuskan kembali ke rumah, Untuk kembali melanjutkan istirahatnya.


Sementara Arini dan Siska masuk ke ruangan kelasnya, Mereka memutuskan duduk sebangku di bangku tengah nomer 2. Karena Keduanya datang paling awal jadi bisa memilih bangku.


Ada Ibu Guru piket yang datang awal untuk mengontrol kelas dan Mengawasi tata tertib murid, Beliau melewati kelas Arini dan Siska.


Karena terdengar obrolan, Beliau pun masuk ke kelas itu.


" Pagi, Kok berangkat pagi banget masih pukul 06.15 wib loh ini?" Tanya Ibu Guru.


" Iya Bu, Rumah Kami jauh. Makannya karena takut telat, Kami berangkat pagi. Jawab Siska, Lalu menghampiri Ibu Guru untuk mencium tangan.


" Oh, Sudah sarapan belum?" Tanya Bu Guru.


" Sudah Bu, Tadi di perjalanan." Jawab Arini.


Bu Guru melihat laptop yang terbuka, Lalu Beliau melihat apa yang sedang di lihat kedua Siswi baru. Beliau kaget, Karena berisi pelajaran yang belum di berikan.


" Ini milik siapa, Laptopnya?" Tanya Bu Guru.

__ADS_1


" Milik Saya, Bu." Jawab Arini.


" Kita kenalan dong, Ibu namanya Bu Tri Asih mengampu Mapel Fisika kelas Sepuluh. Kalau Kalian?" Tutur Bu Tri Asih.


" Saya Arin, Bu." Balas Arini.


" Saya Siska, Bu." Sambung Siska.


Mereka pun berkenalan,Hingga Bu Tri Asih. tersenyum.


"Kenapa Ibu tersenyum, Bu?" Tanya Arini.


" Nampaknya, Sekolah ini akan ada bintang baru. Melihat Kamu serius mengawali, Belajar Rin! Entah kenapa, Ibu yakin. Kamu akan jadi perbincangan di Sekolah ini." Jelas Bu Tri.


" Dah, Belajarlah kembali. Semangat Kalian ya, Jangan mudah putus asa. Semoga Kalian betah, Bersekolah di sini." Kata Bu Tri, Lalu meninggalkan keduanya.


Arini dan Siska melanjutkan pembelajarannya, Kemudian Mereka menyimak dengan seksama video penjelasan pelajaran dari internet.


" Rin, Kita taruhan yuk. Mumpung masih baru?" Kata Siska.


Arini menoleh ke arah Siska, " Taruhan apa? Dosa kalau taruhan uang?" Balas Arini.


" Bukan, Kita taruhan di semester satu. Aku atau Kamu yang peringkat satu, Jika yang kalah menraktir di kantin? Gimana?" Jelas Siska sambil menjulurkan tangan mengajak bersalaman.


" Oh, Kalau begitu Arin setuju! Oke, Sepakat!" Balas Arini, Menjabat tangan Siska.


Masuklah tiga teman Dona, Yang di mintai Dona untuk menjaga Adeknya selama di Sekolah itu.


" Yang namanya Arini, Yang mana?" Tanya, Salah satu Kakak kelas.


Arini dan Siska pun kaget, Arini lalu mengangkat tangan " Saya, Kak." Jawab Arini, Dengan rasa takut.


" Okey, Aku Mila, Dia Dessy, Dia Vany. Kami teman Dona, Jika ada yang membullymu atau mengospekmu keterlaluan. Bilang saja sama Kami, Kami ada di kantin setiap istirahat." Ujar Salah satu teman Dona.


" Makasih, Kak." Kata Arini, Yang tak menyangka Dona meminta bantuan temannya untuk mengawasinya.


" Udah ya, Kami cabut! Mau cari sarapan, Kalian mau ikut?" Ujar Mila.


" Enggak Kak, Makasih." Balas Arini.


" Ingat, Ada apa-apa. Kalian cari Kami, Biar Kami yang bertindak!" Kata Dessy, Mengingatkan Arini.


Setelah Ketiganya pergi, Siskan baru berani bertanya " Rin, Dona siapa?"


" Itu Adekku, Anak dari Omku yang lebih Tua dariku." Jelas Arini.


" Dia Sekolah di sini? Kok bisa menyuruh temannya, Mengawasi Kita?" Tanya Siska kembali.


" Dia tidak bersekolah di sini, Ia di sekolah lain hanya saja pergaulannya luas. Jadi jangankan Sekolah ini, Sekolah lain juga Adekku itu punya kenalan." Kata Arini, Menceritakan tentang Dona.

__ADS_1


" Tapi, Beneran Rin. Aku tadi sempat takut, Eh malah Mereka mau melindungi Kita. Jadi malu Aku sudah salah duga." Kata Siska.


" Arin saja juga sama, Ya sudah yang penting sudah ada bekingan. Kita belajar lagi, Yuk!" Ucap Arini.


__ADS_2