Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Perpisahan Dengan Kakak


__ADS_3

Pukul 07.00 wib, Setelah 1 minggu liburan.


" Nanti sore, Kita sudah harus balik. Kasihan Ikhsan sendirian pasti kewelahan." Ujar Hans, Yang lagi santai ngopi dengan Kakak Arini yang lainnya.


" Iya, Aku setuju. Nanti Kita balik selepas Isy'a agar sampai rumah pagi dan jalan lengang." Imbuh Disa, Yang kepikiran Kedua Orang Tuanya.


" Apa kursi masih cukup buat Aku, Soalnya kalau mendadak pulang Aku tidak bisa pesan tiketnya." Sahut Keisya.


" Tenang, Masih muat Sayang! Jika enggak muat, Nanti Erin sama Dira akan naik pesawat." Jawab Rino, Sambil cengengesan.


" Gila Kamu, No! Mobil Aku yang di usir Aku pula." Sahut Dira.


Erin juga memelototi Rino.


" Bercanda, Biar Aku yang naik bus jika kurang." Kata Rino, Takut tatapan Erin.


" Ya sudah, Nanti Aku bilang ke Ibu setelah Ibu selesai masak." Kata Hans.


Arini tak sengaja mendengar rencana kepulangan Kakak-Kakaknya, Secara tidak sengaja saat ingin menghampiri Kakak-Kakaknya.


" Apa Kakak, Kaka mau kembali? Bukannya Kakak akan tinggal di sini bersama Arin dan Ibuk." Teriak Arini, Terkejut keluar pintu.


Semua mata menatap Arini, Yang nampaknya tidak rela bila di tinggal Kakak-kakaknya kembali ke Kampung.


Rino dan Hans, Bangkit dari duduk lalu menghampiri Arini kemudian jongkok di depannya.


" Arin, Kak Hans dan Kak Rino harus balik ke kampung. Kan Arin tahu Kakak Han dan Rino harus berdagang, Sekarang Kak Hans harus bekerja giat karena Arin mau punya keponakan bayi. Arin di sini jangan nakal, Jangan bikin sedih Ibu ya! Janji?" Kata Hans, Memberikan pengertian.


" Tapi Kan Kak, Di sini Ayah sudah meninggalkan usaha untuk Kita. Jadi Kakak kerja di sini saja!" Balas Arini, Masih berusaha membujuk Kakaknya agar tetap tinggal.


" Arin dengar Kak Rino, Nanti setiap 3bln sekali Kak Hans dan Kak Rino akan kesini menjenguk Arin dan Ibu secara bergantian.


Jadi Arin jangan sedih, Kak Dira dan Kak Erin harus bekerja, Kak Keisya harus mengajar dan Kak Disa kan sudah lama di sini Dia rindu dengan Orang Tuanya Rin." Jelas Rino, Membujuk Arin agar tidak bersedih.


Disa dan Keisya pun mendekat di susul Dira dan Erin.


" Arin..., Arin enggak boleh sedih! Nanti Kami bakal sering-sering main ke sini. Kan di sini ada Adek Kami tersayang, Jadi pastilah Kami akan sering ke sini." Sambung Disa.


" Kak Keisya juga masih ada tanggung jawab pada Adik kelasmu Rin, Kan biar ada pengganti Arin yang menjadi kebanggaan sekolah Kita." Imbuh Keisya.


" Kak Erin dan Kak Dira harus bekerja, Agar nanti bisa ajak Arin dan Yang lain jalan-jalan lagi. Arin kan sudah besar, Jadi Kami Kakakmu mempercayakan Arin untuk menjaga Ibu di saat Kami bekerja." Kata Erin.


" Besok Arin mau di bawakan apa, Jika Kak Dira kesini?" Tanya Dira.

__ADS_1


Semua tersenyum kepada Arini, Karena ingin Arini tegar melepaskan kepergian Mereka.


Arini langsung memeluk semua Kakak-kakaknya.


" Kakak janji ya, Bakalan sering ke sini!" Tutur Arini sedih.


Saat sedang berpelukan haru, Datanglah Rizal memasuki teras rumah Arini.


" Ada apa ini, Kok kelihatan sedih?" Tanya Rizal, Sembari berjalan menghampiri.


Langsung Arini melepaskan pelukan ke pada Kakak-Kakaknya.


" Zal, Kakak-Kakak Arin hari ini akan balik ke kampung." Jelas Arini, Menatap Rizal.


Rino menghampiri Rizal yang duduk di kursi sudut.


" Aku titip Arin dan Ibuku ya, Zal. Tolong jaga Mereka, Jika ada apa-apa segera hubungi Kami." Kata Rino, Menitip pesan pada Rizal.


Rizal yang baru saja duduk, Terkejut langsung Ia berdiri dan memeluk Rino.


" Kenapa musti secepat ini sih, Kak?" Tanya Rizal.


" Iya, Kami harus segera bekerja. Sudah satu minggu di sini." Sahut Disa.


Hans dan Dira menghampiri Rizal, Lalu menyalami dan memeluk Rizal.


" Yah, Kamu juga tolong jaga Adik dan Ibu Kami. Maaf, Selama di sini Kami merepotkanmu." Ujar Dira.


" Zal, Di sini keluarga Arini dan Ibu hanya Keluarga Kalian. Mohon maaf bila nanti Arini dan Ibu akan sering merepotkanmu, Jangan lelah menjaga Mereka ya Zal." Sambung Hans, Menyalami Rizal.


" Cepetan lulus Zal, Nanti kerja di tempat Kami saja. Enggak usah bingung, Fokus kuliah." Sahut Erin, Sembari tersenyum.


" Iya Kak, Makasih tawarannya." Balas Rizal.


" Pasti Kak Hans dan Kak Rino, Aku akan jaga Budhe dan Arin selama di sini Mereka jadi tanggung jawab Kami. Oh ya Kak, Balik jam berapa? Tolong tunggi Dona pulang, Karena Dona sangat menyayangi Kalian." Ujar Rizal.


" Masih nanti Zal, Sehabis Isy'a." Jawab Erin.


" Baiklah Kak, Kalau begitu Aku pamit pulang dulu." Balas Rizal, Langsung pulang berniat memberi tahu Kedua Orang Tua dan Dona.


" Ngopi dulu, Kok buru-buru balik Zal?" Tanya Rino.


Rizal langsung berlari, Keluar dari rumah Arini untuk segera menuju rumahnya.

__ADS_1


Bu Sara yang selesai masak keluar membawa gorengan untuk cemilan anak-anaknya.


" Loh, Kamu kenapa Rin? Kok nangis?" Tanya Bu Sara.


" Bu, Kakak mau balik nanti." Jelas Arini.


Bu Sara pun kaget, Karena mendadak.


" Beneran, Kalian mau balik hari ini?" Tanya Bu Sara duduk di samping Rino.


" Iya Bu, Nanti sehabis Isy'a Kami akan balik. Soalnya semua harus bekerja kembali, Tapi nanti Kami akan segera kesini lagi setiap 3 bln sekali menjenguk Ibu dan Arin secara bergantian." Terang Hans.


" Ibu hanya berharap, Nanti salah satu dari Kalian tinggal di sini. Agar jika ada apa-apa, Di rumah ini ada lelaki yang bisa di andalkan. Ibu tidak ingin terus merepotkan keluarga Om Sono, Kasihan Om Sono dan Rizal yang selalu Ibu repotkan mengantar ke sana kemari. Tolong pertimbangkan permintaan Ibu." Tutur Bu Sara melihat semua anaknya.


" Begini aja, Disa biar Orang Tuamu Aku yang merawat. Kamu dan Hans di sini, Nanti kalau Mereka sudah membaik pasti Aku bawa ke sini. Atau Kamu bisa pulang kapan pun, Karena Rumahku selalu terbuka untuk Adikku." Sahut Dira.


" Iya Hans dan Disa, Kalian jangan pulang. Tenang Kak Disa, Masalah Orang Tuamu pastilah Rino akan mengawasi dan merawat dengan sepenuh hati layaknya orang tuaku sendiri. Kan Aku adik yang berbakti." Sambung Rino.


" Iya Sya, Kamu masih hamil muda. Takut kecapek'an jika perjalanan jauh, Kalian di sini dulu saja. Orang Tuamu adalah Orang Tua Kita juga, Nanti pasti akan ku videocall untuk memberi kabar setiap harinya." Imbuh Erin.


Disa dan Hans saling menatap, Seolah berdiakusi.


" Aku terserah Kamu, Sayang." Ujar Hans.


Disa menatap semua saudaranya, Semua tersenyum.


" Baiklah, Aku di sini. Kak Dira, Tolong ya rawat Kedua Orang Tuaku sampai Aku kembali." Pinta Disa.


" Pasti Dek, Aku akan rawat Orang Tua Kita." Ujar Dira.


Disa langsung memeluk Dira.


" Nah, Kalau begitu Ibu lega. Mari kita sarapan dulu." Ajak Bu Sara.


Arini langsung tersenyum, Mendengar Hans dan Disa akan tinggal menetap bersamanya.


" Yey..Kak Hans dan Kak Disa di sini, Kalau Kak Rino pulang enggak apa-apa deh. Jahil soalnya." Celetuk Arini.


" Oh..Oh, Gitu sedih Kak Rino. Biar nanti Kak Rino cari adik lagi, Enggak kesini!" Balas Rino, Menggoda Arini.


Arini pun berlari ke dalam rumah di susul Rino.


Semua tertawa melihat tingkah Kakak Adik, Yang ceria bermain kejar-kejaran.

__ADS_1


__ADS_2