
Arini dan Siska memulai masa Orientasi Sekolah,
" Rin, Kita masuk pengenalan lingkungan Sekolah. Ternyata Sekolah ini besar juga ya, Rin!" Ucap Siska, Setelah berkeliling Sekolah di ajak Oleh Wali Kelas Mereka.
" Iya ya Sis, Ternyata Sekolah ini luas banget. Lengkap lagi, Di ruangan praktiknya." Balas Arini.
Lalu Mereka kembali ke kelas untuk saling berkenalan satu sama lain.
Ada anak Laki-laki yang sok kegantengan mendekati Arini, Dengan penuh percaya diri.
" Hay, Cantik.Namaku Riyan, Kenalan dong." Kata Cowok teman sekelas Arini, Meminta berkenalan sambil menjulurkan tangan.
" Aku Arini, Salam kenal." Balas Arini, Menjabat tangan Riyan.
" Kalo Kamu, Namanya siapa?" Ujar Riyan, Melihat Siska.
" Siska." Jawab Siska, Menjabat tangan Riyan.
" Oh ya, Aku dulu sewaktu SMP bintang sekolah. Jadi banyak cewek yang tergila-gila dan ingin dekat denganku." Ujar Riyan, Menyombongkan diri.
Siska menatap Riyan dari ujung sepatu hingga ujung kepala.
Sosok Riyan yang kulit sawo matang, Agak pendek dan potongan cepak pun menjadikan Siska tak mempercayai kata kata Riyan.
Lalu ada lagi Siswa cowok yang menghampiri Arini dan Siska, Siswa itu putih, Postur tinggi dan bersih berdiri di samping meja Arini.
" Maaf, Boleh tanya jam berapa sekarang?" Tanya Siswa itu.
Siswa itu melirik ke tangan Arini, Yang mana memakai jam tangan.
" Oh, Baru jam setengah sepuluh." Balas Arini.
" Kenalkan, Aku Dika. Akan menjadi tema sekelas Kalian." Ujar Siswa itu memperkenalkan diri, Sambil menjulurkan tangan mengajak bersalaman.
" Aku Arini, Dan Ini Siska." Kata Arini, Membalas jabat tangan Dika. Kemudian di lanjut Siska.
" Lah, Bisa enggak sih nggak ngerusak lapak orang. Baru mau PDKT, ini orang main masuk aja!" Ujar Riyan kesal, Kepada Dika.
Dika pun mendengar kata Riyan, Langsung pergi menjauh.
" Dih, Si Ganteng malah pergi." Teriak Siska.
Arini pun melihat fokus ke Dika yang menjauh dan duduk di paling ujung.
" Ehem...Aku juga Ganteng loh, Kan Aku cowok." Sahut Riyan, Merasa kalah famous dengan Dika.
" Mas...Mas, Aku punya kaca nih. Atau kamera depan hpku buat Kamu ngaca." Ucap Siska, Menatap Riyan.
Arini hanya tertawa melihat Siska dan Riyan berdebat.
" Sudah, Kita satu kelas jangan berantem!" Kata Arini, Melerai keduanya.
__ADS_1
" Nih Rin, Teman Kamu yang memulai." Balas Riyan, Menyalahkan Siska.
" Si Jelek, Baru kenal udah ngajak ribut." Sahut Siska.
Bu Guru Wali Kelas pun masuk, Lantas menjelaskan semua tata tertib Sekolah.
Riyan duduk tepat di belakang Siska, Meja nomer dua dari ujung kiri tepat di hadapan meja Guru.
Tettt...Tettt...( Suara Bell istirahat berbunyi)
Setelah Bu Guru meninggalkan kelas, Siska berdiri.
" Rin, Kita lihat kantin yuk!" Ujar Siska.
" Yukk, Sis." Arini pun menyetujui.
" Eh...Kemana, Aku ikutlah. Aku belum kenal siapa-siapa, Cuma Kalian." Sahut Riyan.
" Ya udah, Yuk." Ujar Arini.
" Si Jelek, Masih mau modusin Kita." Sahut Siska.
" Sudah...Sudah....Ayo, Kita sama-sama ke kantin." Kata Arini.
Mereka pun ke kantin, Kantin berada di belakang ruang kelas bersanding dengan Gudang olahraga.
Saat berjalan ke kantin, Arini melihat Dika justru malah ke perpustakaan.
Mata Arini tertuju ke pada Dika, Hingga tak sengaja menabrak tembok.
" Makannya jalan lihat-lihat, Enggak ke Dika terus. Aku sama Dika, Gantengnya kan hampir mirip 11-12. Jadi enggak konsen, Kan!" Sambung Riyan.
" Oh...Jadi, Kamu memandang Dika ya Rin." Kata Siska, Menggoda Arini.
Arini pun tersipuh malu, " Udah yuk, Malu Aku." Ucap Arini.
" Emang bedanya Aku sama Dika, Apa sih?" Ujar Riyan sembari jalan.
" Kalau Dika ganteng, Kamu Pas." Jawab Siska, Ketus.
Mereka pun akhirnya sampa ke kantin sekolah, Arini duduk bertiga bersama sahabat barunya.
" Sekolah di sini, Murid-murid katanya jenius semua." Ujar Siska.
" Iya Sis, Aku juga melihat Mereka di kantin saja bawa buku." Balas Arini.
Riyan menoleh kanan dan kiri " Ini siapa yang mau pesan nih, Kok semua langsung duduk?" Ujar Riyan.
" Oh iya ya, Sampai kelupaan." Kata Arini tertawa.
Arini dan Siska melihat Mila dan Dua Sahabatnya.
__ADS_1
" Rin, Itu Mila." Ujar Siska menunjuk Mila.
" Aku memesan sajalah, Kalian minum dan makan apa?" Sambung Siska, Bangkit dari duduk.
" Samain aja, Aku terserah Kalian." Kata Riyan.
" Aku bakso sama es teh manis ya, Sis." ucap Arini.
" Okey." Siska langsung menuju ke kasir untuk memesan makanan di kantin.
" Rin, Itu kan Genk perempuan yang paling terkenal di sekolah ini. Kok Kamu bisa kenal, Padahal Mereka tidak sembarangan Murid bisa berkenalan dengan Mereka." Jelas Riyan, Melirik ke arah Mila.
" Mereka aja tadi pagi, Sudah menghampiriku!" Ucap Arini.
Riyan pun terkejut, Sekaligus tidak percaya Siswi baru seperti Arini bisa berkenalan dengan Genk Mila yang terkenal selektif saat berkenalan dengan Siswa lainnya.
" Serius nih, Jangan bohong. Mereka itu terkenal pemilih." Kata Riyan, Tak mempercayai kata Arini.
" Mbak Mila." Teriak Arini sambil melambaikan tangan.
Mila pun menyapa kembali Arini, Membuat Riyan terkejut.
" Gimana? Masih tidak percaya?" Ujar Arini, Menertawai Riyan.
Siska pun kembali, Melihat Arini yang tertawa terbahak-bahak.
"Ada, Apa ini Rin kok seru gitu?" Ujar Siska, Kembali duduk di samping Arini.
" Riyan nih, Enggak percaya kalau Kita kenal sama Mila." Jelas Arini.
" Ya emang Mereka bekingan Arin, Kok Kamu enggak percaya?" Ucap Siska.
" Mereka itu tidak sembarangan murid bisa berkenalan, Soalnya ketiganya IQnya di atas rata-rata." Terang Riyan.
" Yah, Katamu IQmu di atas rata-rata. Banyak cewek yang tergila-gila, Tapi kok kenal sama Mereka aja enggak berani?" Sindir Siska.
" Aku itu hanya terkenal di SMPku, Kalau di luar Aku enggak terkenal." tandas Riyan, Dengan malu-malu.
" Dika itu lulusan, Sekolah mana ya?" Tanya Arini, Mulai terpesona sosok Dika.
" Cie...Cie, Baru masuk udah langsung tertarik aja Rin. Belajar dulu kali Rin, Jangan mikir yang lain dari pada ke D.O." Sahut Siska.
" Iya Rin, Kita baru masuk masa penyaringan. Jika yang tidak bisa mengikuti maka akan dengan terpaksa di singkirkan atau di pindah ke Sekolah yang biasa aja di sekitar sini." Sambung Riyan.
" Iya ya, Sekolah di sini ngeri-ngeri tapi sangat menarik. Bisa ketemu orang-orang jenius, Dan berbakat khusus." Kata Arini melihat sekitar.
" Kita jalani aja dulu, Pokoknya Kita bertiga jangan sampai ada yang gugur. Okey!" Kata Riyan.
" Oke, Kita saling suport." Ujar Siska.
Makanan pun datang, Mereka bertiga menghentikan obrolan lanjut memakan pesanan Mereka.
__ADS_1
Lalu Dika datang dan duduk di sebelah meja samping Arini duduk.
Arini dan yang lain pun terkejut, Karena Dika hanya sendiri.