
Setelah Hans dan Disa menikah,
Hans terus menunggui istrinya yang masih harus di rawat, Sementara yang lainnya masih bekerja dan berjualan hanya sore hari Hans baru ada yang menemani.
" Sayang, Maafin Aku meski sudah menikah Aku belum bisa melayanimu sebagai istri malah justru merepotkanmu." Ucap Disa, Sembari menggenggam tangan Hans.
" Jangan fikirkan itu Sayang, Sekarang bersemangatlah sembuh karena Aku akan selalu di sampingmu seumur hidupku." Balas Hans sambil tersenyum.
Datanglah seorang perempuan yang masuk ruang rawat Disa dan Kedua orang tuanya.
" Hay, Mbak cari siapa?" Teriak Hans, Melihat seorang perempuan celingak-celinguk di depan bilik Disa.
" Aku mencari Disa...Mana yang namanya Disa?" Katanya dengan suara tinggi.
Hans langsung menghampiri wanita itu, Ia berdiri di hadapan wanita itu " Ada apa mencari Disa?" Tanya Hans.
" Bukan urusan anda! Saya mau memberinya pelajaran karena sudah merebut kekasihku!" Ujar Wanita itu dengan sinis.
" Menjadi urusan saya, Karena Disa sudah menjadi istri Saya!" Balas Hans, dengan wajah tegang.
" Apa katamu! Dia istrimu? Jangan ngarang Kamu, Dia itu di jodohkan dengan Dira kekasihku!"Sangkal wanita itu sambil menunjuk wajah Hans.
" Maaf, Silahkan anda keluar nampaknya anda ke sini tidak ada niat baik!" Kata Hans, Lalu memegang Wanita itu untuk di tariknya keluar dari ruangan.
" Hey lepasin! Aku mau ketemu Disa, Seperti apa sih Cewek yang telah memutuskan hubunganku dengan Dira!" Teriak Wanita itu di depan ruang Inap Disa.
Datanglah Bu Sara untuk menjenguk sekaligus mengantar makanan untuk Disa dan Hans.
Ia melihat Hans sedang cekcok dengan seorang wanita, Bu Sara pun mempercepat langkahnya.
" Ada apa ini Hans, Kenapa kamu kasar sama wanita ini?" Ujar sang Ibu setelah tiba di hadapan ke duanya.
Wanita itu langsung menyahut rantang yang di bawa Bu Sara, Kemudian melemparkan ke arah Hans.
" Sudah gila ini Wanita Bu, Biar Aku seret ke pos Satpam!" Kata Hans penuh emosi, Melihat nasi dan lauk yang di bawakan sang Ibu berceceran di sampingnya.
__ADS_1
" Mbak ini siapa?" Tanya Bu Sara secara halus menatap Wanita itu.
" Kenalkan namaku Erin, Aku adalah mantan pacar Dira yang di putuskan hanya gara-gara cewek bernama Disa!" Jelas Wanita itu dengan sombong.
" Anda salah Mbak jika menganggap Disa merebut Dira, Ia sekarang udah jadi menantuku!" Ucap Bu Sara.
Mendengar keributan dari luar, Disa pun penasaran.
" Hans...Hans...Sayang..Tolong..!" Panggil Disa.
Hans langsung berlari menghampiri Disa, Setelah Disa melihat Hans " Siapa Sayang? Kenapa kok ramai sekali di luar? Tolong antarkan Aku ke luar, Aku mau melihat yang terjadi!" Pinta Disa.
Hans pun terdiam karena takut jika Disa di sakiti oleh Erin, Disa curiga melihat mimik wajah Hans yang langsung berubah dan terdiam " Ayo sayang, Segera antar Aku ke sana!" Kata Disa memaksa.
Kali ini Disa minta di papah, Karena sembari melatih Kakinya.
Tiba di luar, Disa melihat seorang Wanita memaki Bu Sara. " Ada apa ini? Kenapa kamu maki Ibuku!" Ujar Disa.
Erin melihat ke arah Disa " Oh..Inikah Disa..Disa itu, Jalan saja musti di bantu ya! Kayak gini Dira bisa suka?" Ujar Erin menghina Disa.
" Tutup mulutmu, Kami baru kenal denganmu lantas kamu dengan sesukamu memaki kami! " Bentak Hans.
" Sayang, Kamu tidak apa-apa?" Kata Hans mengkhawatirkan Disa di sampingnya.
Bu Sara melihat anak dan menantunya terjatuh, Ia menggengam tangan Erin " Cukup, Mbak! Kamu telah keterlaluan terhadap ke dua anakku!"
"PLAK....." ( Tamparan Bu Sara pada Erin)
Erin ingin membalas, Namun Dira yang tiba-tiba muncul berdiri di hadapan Bu Sara.
" Plakkkk..." (Tamparan Erin mengenai Dira)
Dira melirik ke pada Erin " Terus....Terus tampar Aku! Jangan Kamu luapkan kepada Mereka apa lagi Kamu sakiti mereka! Ayo..Tampar lagi!" Bentak Dira, Melihat Hans dan Disa terjatuh.
Erin pun terdiam, Dira lalu memegang tangan Erin untuk mengusirnya " Dari pada Kamu di sini hanya menyakiti Adik dan Ibuku, Pergi kamu!" Teriak Dira, Sambil menyeret kemudian menghempaskan Erin.
__ADS_1
Bapak Satpam pun datang karena mendengar suara ribut-ribut " Ada apa ini?" Tanya Bapak Satpam kepada Dira.
" Bawa wanita gila ini pergi Pak, Di sini Ia hanya bikin keributan!" Pinta Dira menunjuk Erin.
Bu Sara membantu Hans untuk membangunkan Disa, Lalu Disa meminta Hans mendekatkannya ke Erin.
Setelah Disa di hadapan Erin " Maaf, Di sini kamu salah sangka Mbak! Lihat ini, Aku sudah menikah dengan lelaki yang memapah Saya. Sedang saya hanya menganggap Dira itu sebagai Kakak saya!" Jelas Disa sambil tersenyum.
" Paham kamu, Sudah bikin Adikku celaka!" Kata Dira.
" Nak Dira, Sebaiknya Kamu ajak temanmu bicara berdua! Karena Ibu takut kesalah pahaman akan berlanjut jika tidak di jelaskan dan Ibu juga khawatir Mbak Erin akan terus menyalahkan Disa atas hubungan kalian yang kandas!" Nasehat dari Bu Sara melihat Dira.
Dira pun menurut, Ia langsung menggenggam erat tangan Erin lantas mengajaknya pergi.
" Maaf ya Pak, Telah membuat gaduh." Kata Hans meminta maaf pada Bapak Satpam.
Sesampainya Dira dan Erin di luar Rumah Sakit di tepi jalan raya.
Dira langsung duduk sambil memandang lalu lalang kendaraan di depannya.
" Kamu kenapa tinggalin Aku?" Tanya Erin berdiri di belakang Dira.
Dira masih membisu, Ia sengaja ingin mendengarkan kata-kata Erin.
Karena kesal Erin langsung berdiri di depan Dira " Kamu Jawab!" Teriak Erin.
Dira mnatap Erin " Sudah pura-puranya? Kamu bilang Aku yang jahat, Kamu salahin Disa buat semuanya! Kamu mikir enggak, Pernah ngerasa salah!" Balas Dira, Menatap tajam Erin masih dengan posisi duduk.
" Maksud Kamu apa, Kamu yang ninggalin Aku terus kamu nuduh Aku gitu!" Teriak Erin, Yang memancing semua yang lewat memandang keduannya.
Dira bangkit dari duduk, Tanp banyak bicara Ia memperlihatkan video di hpnya " Sudah...Sudah nyalahin orang lainnya! Ini itu temanku sendiri Woy! Kamu yang semua aku turutin ternyata main belakang dan mau merusak bisnisku, Gila kamu. Harusnya Kamu mikir kenapa Aku tidak memperjuangkanmu saat di jodohkan dengan Disa! Itu karena Aku sudah tahu tingkahmu di belakangku Rin!" Bentak Dira mengungkapkan isi hati yang Ia pendam saat ini.
" Ini tuh pasti hanya orang iri tentang hubungan kita!" Jawab Erin berusaha menutupi
" Oh..Orang iri katamu, Jika Aku sendiri yang memvideo apakah yang Aku iri dari Kamu!" Bantah Dira.
__ADS_1
Langsung Dira pergi dengan menabrak bahu Erin, Ia menangis sambil melangkah pergi karena bayangan yang ingin sekali Ia lupakan justru malah mencarinya dan bertemu lagi dengannya.
Erin berdiri mematung, Ia menyesali semua yang terjadi ternyata Dira sudah tahu tentang hubungan di belakangnya.