Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Rencana Piknik


__ADS_3

Rino dan yang lain lagi asyik di rumah Bu Keisya,


" Eh besok kan minggu, Piknik rame-rame seru kali ya?" Ide dari Disa, Di sela makan.


" Setuju nanti rame-rame begini, Sekaligus ngakrab'in keluarga gitu." Ucap Ikhsan menyetujui ide.


Ibunda Keisya menatap Keisya dengan lirih berkata " Ikut Nduk, Biar Ibuk di rumah takut merepotkan."


Rino yang duduk di samping Bu Keisya mendengar hal tersebut.


" Enggak Ibu harus ikut, Nanti Ibuk biar Rino yang merawat selama piknik." Sahut Rino.


Bu Keisya menatap Rino dengan kagum, Baru kali ini ada cowok yang sayang terhadap sang Ibu.


" Kita nanti bawa dua mobil, Mobilku sama mobil Dira! Ikut kan Dir?" Ujar Disa melihat Dira yang duduk di lantai di samping Hans.


" Ikutlah, Mumpung di sini!" Jawab Dira bersemangat.


" Eits...Kita bawa 3 mobil, Nanti Aku juga pakai mobil Uwak yang ada di tempatku." Ucap Rino.


" Biar Aku dan Ibuku dengan mobilku!" Ucap Bu Keisya.


" Nggak, Kalo begitu ada 4 mobil kan kita kumpul di sini. Biar Aku yang menyopiri Keisya dan Ibu, Nanti Ikhsan menyopiri Ibuku Arin, Hans pastika sama Disa dan Bapak Ibunya, Nah pertanyaannya Dira sama siapa?" Kata Rino menyusun rencana.


" Udah No, Biar Dira nanti sama Arini dan teman-temannya kan biar lebih seru aja." Kata Disa menanggapi.


" Udah 3 mobil aja, Biar nanti Dira sama Ibunda Keisya, Keisya, Kamu No, dan anak-anak. Ibu, Aku, Disa dan Orang Tua Disa.


Nanti mobil kita buat bawa barang aja, Biar di bawa Ikhsan." Ujar Hans, Menyusun penumpang Mobil.


" Kenapa Aku sendirian? Karena jomblo kah?' Ucap Ikhsan, Mengeluh.


" Nanti ada teman San, Paling adek-adek teman Arini..Hahahah." Sahut Disa.


" Deal ya, Besok kita piknik!" Kata Dira, Sangat antusias.


" Kumpul disini, Jam Tujuh tepat." Ujar Rino.


" Nanti dulu, Main nentuin waktu! Mau kemana kita?" Tanya Ikhsan.


" Itu ke pemandangan alam yang itu yang lagi ngetrend di sosial media, Gimana?" Ucap Disa.


" Bagus tuh Dis, Aku setuju." Sahut Bu Keisya.


" Okey, Fik jadi!" Ucap Disa, Kegirangan.


" Berarti Aku tidak usah bawa mobil, Ya?" Tanya Bu Keisya.


" Enggak usah, Udah cukup!" Jawab Disa.


" Kita yang tua-tua ikut saja, Kami senang bila anak-anak muda ini senang!" Sahut Ayah Disa.


" Besok cari pacar ah di sana, Biar nggak sendirian terus." Gurau Ikhsan.

__ADS_1


" Saya temenin Mas, Kita nyari yang cantik ya." Sambung Dira.


Semua pun tertawa, Mendengarkan obrolan Dira dan Ikhsan.


" Ya udah, Habis ini nanti Aku jemput Arin. Biar ku beritahukan Arin dan kawan-kawannya." Sahut Bu Keisya.


" Okey, Biar Aku di sini nungguin Ibumu." Rino menanggapi dengan senyuman.


Tangan Ibunda Keisya memegang tangan Rino yang duduk di samping Keisya, Seolah Ia senang melihat laki-laki yang tulus merawat dan menyayangi anaknya.


" Beruntung ya Kita Buk, Punya anak Perempuan yang mendapatkan laki-laki Perhatian bukan hanya pada Diri Mereka namun juga kepada Orang Tuanya." Tutur Ibunda Disa.


" Tapi sayang Buk, Tidak sesuai harapan Ibuk yang Kaya." Sahut Disa.


" Alah udah nggak penting, Nduk! Kalo kaya kayak itu juga malah bikin Kita was-was." Ujar Ayah Disa menyindir Dira.


" Iya..Iya Om..Maafin Aku, Nggak lagi-lagi deh!" pungkas Dira.


Semua lagi lagi tertawa.


" Ini nanti Aku jadi ke rumah?" Tanya Hans, Pada Disa.


" Walah Nduk, Ibu tadi lupa saking antusias ke sini eh belum beli lauk buat makan bareng." Sahut Ibunda Disa.


" Kan besok kita masih bareng, Jadi ya sekalian besok saja Buk masak di sana nanti semua bahan-bahan biar saya dan Mas Rino yang menyiapkan!" Kata Keisya, Memberikan solusi.


" Nih, Sebagai permintaan maafku. Kali ini jangan di tolak, Soalnya ini yang hanya bisa Aku lakuin." Ujar Dira memberikan kreditcard pada Rino untuk membeli bahan belanjaan.


" Udah nggak usah, Bro!" Tolak Rino.


" Ambil aja Nak, Enggak apa-apa kan Dira ikhlas." Sahut Ayah Disa.


" Nah bener tuh, Aku seneng juga punya sahabat-sahabat baru gini yang bisa menyadarkanku uang itu tidak selalu bisa membantu. Jangan nanya mana buktinya, Nih babak belur di wajahku!" Ujar Dira menunjuk luka di wajahnya.


Bu Keisya melihat jam di tangannya.


" Udah waktunya Arin dan Kawan-kawannya pulang, Ijin bentar ya mau ngasih tahu dan menjemput Arin." Ucap Bu Keisya.


Menyalami Ibunya lantas Orang Tua Disa.


" Bawa ke sini aja, Sya! Biar nanti pulang sama Aku." Pesan Rino.


" Dari tadi diam aja kamu Hans, Mikirin apa?" Tanya Ikhsan.


" Maaf Pak dan Ibu Disa, Saya mau cerita biar nantinya kalian tidak kaget dengan kondisi saya secara lengkap. Saya punya adek yang lagi sakit dan harus membutuhkan perhatian dan biaya untuk berobat, Saya tidak menjanjikan hidup enak kepada Disa, Namun Saya akan berusaha untuk selalu mencukupi kebutuhan Disa." Jelas Hans menatap Kedua Orang Tua Disa dengan serius.


Semua pun kaget, Hans bisa segentle itu mengakui ke kurangannya di depan calon Mertuanya.


Disa pun merasa ketakutan dengan pernyataan Hans, Ia menatap Kedua Orang Tuanya karena takut tidak jadi merestui dirinya dan Hans.


" Hahaha...Saya kira apa Nak, Kami sudah tahu tadi di beri tahu oleh Rino sewaktu di pasar. Kami malah bangga Nak, Kalian tidak merasa keberatan justru malah saling bantu. Jujur Kami salut pada keluargamu Nak Hans." Balas Ayah Disa.


" Ra popo, Malah bagus Disa putriku bisa belajar untuk rasa peduli dan kesederhanaan. Masalah rejeki ya udah di atur to Nak, Yang penting Kamu tanggung jawab." Imbuh Ibu Disa.

__ADS_1


Disa langsung sontak memeluk Kedua Orang Tuanya, Disa merasa terharu dengan cara pandang Orang Tuanya yang 180 derajat berubah.


" Keren Kamu, Hans." Pujian dari Dira sambil menepuk-nepuk bahu Hans.


" Yah, Mending jujur di awalkan dari pada pura-pura mampu terus menutupi kondisi Kita." Ucap Hans.


" Nih, Baru Kakak panutan ku." Pujian Rino, Menatap Hans.


" Perlu banyak belajar, Aku sama Kawanku satu ini! Enggak salah, Jika Aku memutuskan menumpang di rumahmu." Kata Ikhsan menatap Hans.


" Ini udah selesai kan, Aku akan beresin makanannya biar legaan." Kata Rino, Berdiri mengemasi piring-piring dan makanan sisa dari makan bersama.


Rino membawa piring dan yang lain ke dapur.


" Bantuin eh..Malah pada ngelihatin!" Ujar Disa.


Dira dan Ikhsan pun segera membantu Rino, Mengangkat piring kotor dan lauk yang tersisa.


Belum selesai membersihkan, Ibunda dari keisya menginginkan sesuatu.


Saat Rino lewat di sampinya, Beliau memegang tangan Rino untuk menghentikan Rino dan memberi tahu keinginannya.


Rino pun mengerti kode dari Ibunda Keisya, Ia langsung menunduk.


" Ibu, Mau apa?" Tanya Rino, Sambil tersenyum.


" Nak, Suapi Ibu sama bubur yang ada di kamar Ibu terus habis itu tolong minumkan Ibu obat." Kata lirih Ibunda Keisya.


Rino pun segera melaksanakan permintaan Ibunda Keisya, Rino mengambil bubur dan obat di kamar lantas menyuapinya pelan-pelan.


" Ibu..Ibu kalo butuh apa-apa, Bilang ke Rino." Kata lembut Rino, Sambil menyuapi Ibunda dari Keisya.


Ayah dan Ibunda Disa pun terharu melihatnya, Mereka juga bangga terhadap Rino yang tak merasa jijik dengan kondisi Ibunda Keisya yang sakit.


" Baru kenal kalian, Kenapa Aku merasa harus banyak belajar dari kalian tentang arti kehidupan ya? Boleh enggak kalo Aku cuti, Menginap di rumah kalian ntar Aku bantuin jualan deh." Ucap Dira.


" Jangankan besok nanti aja boleh Mas, Tapi tidur ama Ikhsan ya kamar yang masih kosong." Balas Hans.


" Serius nih, Okey nanti Aku pindah kan cutiku seminggu." Kata Dira.


" Tapi jangan ngorok dan maaf kasur seadanya loh ya, Enggak boleh ngeluh!" Sahut Ikhsan.


" Beres, Mas Bro " Jawab Dira.


" Calon mantuku yang gagal, Akhirnya malah bisa belajar arti kehidupan ya di sini!" Tutur Ayah Disa.


" Yah gimana ya Om, Aku tadi sempet mikir gini. Nih Orang udah Saya mau jahatin kenapa justru Ia baik sama Saya ngasih air sama obat pula, Kalo Orang lainkan harusnya dendam ya Om, Si Hans emang bener-bener baik Saya akui deh Om. Ikhlas Saya ngelepasin Disa untuk orang sebaik Hans, Mana habis itu malah Saya bisa ketawa-ketiwi bareng sama Hans, Ikhsan, dan Disa." Ujar Dira kagum dengan sosok Hans.


" Yah ngapain dendam Mas, Kan setiap orang punya hati jadi ya ketika hari ini Dia jahat, Mungkin besok Dia lebih baik dari Saya." Hans menanggapi Dira.


" Yah begitulah Hans sama Rino, Selalu berprasangka baik sama Orang. Meski kadang Mereka di sakiti tetap aja kalo Orang itu kesulitan Mereka yang ngebantu duluan." Pungkas Ikhsan.


" Tuh yang kita bantu aja bisa ngomong,..Canda San..!" Sambung Rino.

__ADS_1


__ADS_2