
Setelah 3bln,.
Yang awalnya Dira mengtahui ternyata itu berita bohong tentang Disa, Akhirnya titik terang di ketahui oleh Rino tentang keberadaan Disa.
Dira telah membeli rumah yang dekat dengan Rino dan keluarganya, Karena Ia harus mengungsikan Bu Sara dan Arin di rumahnya sebab sudah 3 bln Hans menjadi kacau layaknya orang frustasi yang di rawat oleh Ikhsa dan Rino secara bergantian karena setiap tutur Hans hanya " Disa...Disa...Aku sayang." kemudian setelahnya Ia bengong di teras rumah.
Sewaktu Rino membeli sembako di pasar Ia tak sengaja melihat Ayah Disa yang hanya membeli beberapa genggam beras di plastik.
Rino " Itu Ayah Disa kan, Kenapa pakaiannya jadi seperti itu!" melihat Ayah Disa dengan pakaian compang camping.
Rino pun mengikuti hingga Ia masuk ke gang sempit di dekat pasar yang sangat kumuh, Terlihat Disa menggunakan alat bantu untuk berjalan sementara Ibunda Disa harus menggunakan kursi roda setelah di amati Ayah Disa juga terlihat linglung duduk jongkok di depan rumah kecil.
Segera Rino memfoto kemudian mengabarkan kepada Teman-temannya yang di suruh menunggu di rumahnya bersama Hans.
Rino segera pulang dengan terburu-buru, Ia berlari ke parkiran pasar untuk mengambil mobil.
Setibanya di rumah, Rino melihat Ikhsan yang sedang menyuapi Hans " Hey, Hans! Aku sudah menemukan Disa, Apa kamu bisa memahami kata-kataku? Jika bisa menoleh ke arahku!" Ucap Rino memasuki teras rumahnya.
Hans meoleh ke arah Rino " Dimana No, Disa?" tanya Hans, Yang masih mengingat kekasihnya.
Ikhsan yang di samping Hans pun minggir agar Rino bisa duduk di samping sang Kakak yang sedang frustasi. Setelah Rino duduk di samping Hans " Tapi Kamu harus janji Hans, Kamu aka menerima Disa apa adanya?" ujar Rino.
" Dimana..Dimana..Disa, No!" Triak Hans, Memaksa Rino tidak bertele-tele sambil memegang kerah baju Rino.
" Stop..Stop...Sebentar kita tunggu Dira, Karena Kita pasti butuh bantuannya!" Balas teriakan Rino sambil melepaskan tangan Hans.
Datanglah Dira beserta Keisya yang ijin dari sekolah pas tidak ada jam mengajar.
" Gimana No, Kamu ketemu Disa dimana?" Tanya Dira yang masuk teras terburu-buru.
Di belakangnya ada Keisya " Iya No, Disa dimana?" sambung Keisya dengan nada khawatir
" Oke, Aku akan membawa kalian! Tetapi nanti jangan kaget melihat kondisi Disa dan kedua orang tuanya. San, Tutup pintu ayo kita segera kesana." Balas Rino.
Akhirnya semuanya menggunakan mobil Dira, Dan Hans menjadi sadar kembali dengan antusiasnya ingin bertemu kekasih hatinya.
Rino yang menyopiri memarkirkan mobil di parkiran pasar biasa Rino dan Hans jualan yang juga dekat dengan rumah Keisya.
__ADS_1
" Loh, No kenapa kita ke sini?" Tanya Dira.
" Sudah, Ayo kalian ikuti Aku!" Ucap Rino lalu mengajak semuanya turun.
Rino mengajak yang lain ke tempat dimana tadi Ia mengikuti Ayah Disa, Mereka melihat Ibu Disa yang duduk di kursi roda dan Ayahnya jongkok di bawah layaknya orang linglung, Langsung Hans berlari dan masuk rumah Disa.
" Sayang...Sayang..!" Panggil Hans melewati kedua orang tua Disa, Masuk ke rumah kecil.
Hans menyusul hingga ke dapur, Hans melihat Disa yang mnggunakan alat bantu jalan sedang membuat makanan untuk kedua orang tuanya.
Disa pun kaget, Menoleh ke arah Hans " Kenapa kamu kesini? Lebih baik kamu cari yang pantas bukan kayak aku sekarang!" Teriak Disa karena menganggap Ia hanya akan merepotkan Hans dan keluarga dengan kondisinya.
Langsung Hans berlari dan memeluk Disa, Mereka pun menitihkan air mata karena rasa rindu yang tertahan.
Disa memukul mukul punggung Hans " Kamu harus cari penggantiku Mas, Aku sudah tak layak untukmu. Aku dan keluargaku hanya akan merepotkanmu!" Ucap Disa sembari menangis.
" Tidak Aku tidak akan mencari penggantimu! Di hatiku hanya ada Disa, Aku sangat senang melihatmu." Balas Hans memeluk erat Disa.
Rino dan yang lain pun menitihkan air mata melihat pertemuan Disa dan Hans.
Setelah Disa duduk, Keisya tak kuasa melihat sahabatnya lalu Ia memeluknya erat " Kamu kenapa, Dis?"
" Aku kena musibah, Sya." Ujar Disa sambil menitihkan air mata.
Merekapun duduk melingkar, Ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi.
" Kamu kenapa, Dis?" Tanya Dira.
Disa yang duduk di dekap oleh Hans di sampingnya.
" Aku kecelakaan setelah pertemuan keluarga itu Dir, Niatnya ingin ku beritahu saudara jauhku tapi di tengah jalan mobil yang aku kendarai terpelanting karena jalan licin. Akibatnya Ibuku tidak bisa berjalan, Ayahku terkena benturan hingga Ia kadang-kadang linglung dan Aku sendiri bisa kalian lihat kakiku sebelah belum bisa ku gunakan. Hartaku habis untuk berobat Aku dan Kedua orang tuaku, Kami hanya bisa menyewa rumah kecil ini." Cerita Disa.
" Kenapa Kamu enggak hubungi kami, Kamu anggap apa kami Dis?" Ujar Rino kesal.
" Apa karena kamu berfikir dengan menghubungi kami, Kamu menjadi beban setelah Arin?" Sambung Hans.
Disa memandang Hans dan menangis.
__ADS_1
" Kalo kamu merasa memberatkan Hans, Kenapa enggak hubungi aku!" Sahut Dira.
" Dis, Perlu kamu tahu setelah kamu menghilang Kakakku seperti orang gila dan Kami harus mengungsikan Ibu dan Arin ke rumah Dira!" Cerita Ikhsan.
Disa pun memeluk Hans dengan erat.
" Sudah, Kemasi barangmu! Tinggalah di rumahku beserta Arin dan Ibuk. Nanti masalah kedua orang tuamu kita antar ke rumah sakit terdekat biar bisa pulih, Ayahmu juga masih ada bisnis dengan beberapa orang. Pasti cukup jika hanya untuk berobat, Biar aku yang ambil uang ayahmu!" Ujar Dira.
" Kalo kamu nolak, Kamu bisa tinggal bersamaku Dis." Sahut Keisya.
Disa memandang teman-temannya satu persatu, Ia pun setuju dengan tawaran Dira.
" Mas, Apa kamu enggak nyesel menerima Aku dan keluargaku dengan kondisi begini. Carilah yang lain jika ingin yang sempurna, Aku rela." Tutur Disa kembali takut jika suatu saat Hans menyesali keputusannya.
" Tidak, Aku itu pengennya kamu gimana pun kamu dan keluargamu ya seperti ayahmu dulu yang menerimaku. Mataku ini dua tidak bisa berbeda saat memandang jadi Aku memilih ya hanya satu yaitu kamu! Sudah Sayang, Enggak usah nanya lagi aku ingin pernikahan kita di percepat bukti keseriusanku!" Balas Hans sambil menyeka air mata Disa.
Disa di bantu semua mengepaki barang, Rino mendekati Ayah Disa untuk membawanya masuk ke dalam mobil " Pak, apa masih mengenalku?" Ucap Rino, Sambil menangis karena mengingat saat-saat kearabannya dengan Disa. Melihat pacarnya menangis, Keisya memegang pundak Rino untuk menguatkan " Sayang, Sudah kita usaha sama-sama mengembalikan Ayah dan Ibu Disa agar bisa bercanda lagi dengan kita."
Setelah semuanya siap, Disa di tuntun Hans, Dira dan Ikhsan membawa barang-barang berupa baju dari Disa dan kedua orang tuanya, Keisya mendorong kursi roda ibunya Disa sedang Rino menggendong Ayah Disa.
" Terimakasih kalian semua, Sudah mau kami repotkan." Tutur Disa.
" Hey, Kami ini keluargamu! Jadi enggak ada kata repot dan di repotkan!" sahut Rino di belakang Disa.
" Kita bawa langsung kalian ke rumah sakit, Kamu sekalian Disa biar di periksa dan cepat pulih! Kita bagi tugas, Aku dan Rino mengurus harta Ayahmu, Hans dan Ikhsan tolong di rumah sakit menunggu ketiganya kabari kami kalo ada apa-apa dan ini San, Aku kasih kartu cresditcardku nanti Aku kasih kodenya untuk jaga-jaga bila butuh sesuatu, Sedang kamu Sya, Kami paham kondisimu juga yang harus merawat Ibumu lebih baik kamu pulang dulu mengurus ibumu baru nanti balik setelah selesai dan ada orang yang mengawasi Ibumu!" Kata Dira menyusun planning.
Semu pun setuju, Setelah sampai di parkiran semua langsung naik dan menuju rumah sakit terlengkap menurut Dira untuk merawat Disa dan Kedua orang tuanya.
Hans yang duduk di samping Disa terus mendekapnya, Dan Disa menyambut dengan menggenggam tangan Hans sambil memandang wajah Hans.
Ayah Disa terus berbincang yang tidak jelas, Ikhsan yang di sampingnya dengan Dira hanya menanggapi dengan senyuman.
" Sudah sampai, Yuk kita turun." Kata Dira sesampainya di loby rumah sakit.
Setelah ketiganya di tangani, Dira langsung menarik Rino " Yuk No, Sekarang!" ajakan Dira.
Rino pun mengikuti Dira, Dan berpisah sesuai instruksi dari Dira.
__ADS_1