
Bell istirahat berbunyi,
Arini tiba-tiba beranjak dari kursinya.
Dina yang di sampingnya pun heran " Mau kemana kamu, Rin?" Tanya Dina.
" Hemt, Yukk jajan ke kantin." Balas Arini.
Hera, Nayla,dan Tari yang menghampiri meja Arini pun bertanya.
" Mau kemana?" Tanya Hera.
" Yuk, Kantin. Ibu'ku masih sedih karena Ayah, Jadi Arin tidak bawa bekal hari ini! Arin traktir deh, Sekali-kali! Ini di kasih uang saku Uwak'ku lebih." Balas Arini.
" Asyikk...Dapet traktiran..." Kata Tari senang.
" Yukk, Her duluan...Hehhehe." Ujar Arini karena Hera sangat di takuti karena galak oleh siswa siswi di sekolah itu.
Dengan wajah berseri, Hera memberi senyuman ke Arini sambil berujar " Nggak, Kita bareng kamu di samping Aku biar semua tahu kalo ganggu Kamu dengan siapa Mereka berhadapan."
Mereka pun berjalan menuju kantin.Guru-Guru melihat dari kaca ruang Guru dan Teras perpustakaan.
" Itu Anak Bu Keisya kompak, Yang sebelah maju di bidang olahraga sedang di sampingnya maju di bidang pelajaran." Ucap Salah satu Guru yang ada di teras perpustakaan.
Dari jendela ruang Guru Pak Isman yang duduk di sebelah Bu Keisya melihat hal itu.
" Mereka, Yang dulu terkenal bandel sekarang malah saling melengkapi ya Bu! Murid-muridmu, Hebat ketiganya hebat di mata pelajaranku olah raga sedang yang dua di bidang pelajaran sekolah." Ujar Pak Isman melihat rombongan Hera dan Arin.
Bu Keisya lalu melihat dari jendela " Ya yang lebih hebat lagi rasa peduli Mereka, Pak! Hera peduli dengan Arin saat Ia menganggap Arin adalah Rival terberat. Namun saat Ia tahu bahwa Arin sudah tidak bisa menjadi rivalnya karena sakit, Ia justru bersikap dewasa dengan saling mendukung di mana Arin bisa jadi juara." Kata Bu Keisya sambil tersenyum.
Sesampainya di kantin, Hera mencari tempat untuk Arini.
" Situ yuk!" Ajak Hera, Menunjuk meja di tengah ruangan kantin.
" Teman-teman, Silahkan pesan!" Ujar Arin, Dengan senyum khas.
" Rin, Katanya kurang 2 bulan lagi Kamu mau lomba cerdas cermat kan?" Tanya Nayla, Duduk di samping Dina.
" Iya, Gimana udah siap belum? Kalo belum siap Kami siap bantu!" Imbuh Tary.
" He'em meski kepintaran Kami masih di bawahmu, Kami bisa kok bantu Kamu belajar." Ujar Hera.
__ADS_1
" Pokoknya, Kami semua mendukungmu Rin! Kami akan berdoa buat kemenanganmu nanti, Semangat!" Imbuh Dina di sampingnya, Sambil memperagakan dengan tangan.
" Terimakasih teman-teman, Aku akan berusaha semaksimal mungkin demi mewujudkan janji sama Ayah! Hera, Nayla,Dan Tary kalian juga akan ikut kompetisi olahraga kan..Pokoknya semangat! Sedang buat Dina, Jangan nyerah besok ikut kompetisi beladirinya." Balas Arini.
Hera, Tari, Dan Nayla kaget saat tahu bahwa Dina juga ikut di cabang olahraga.
" Sejak kapan Kamu Din?" Tanya Nayla kaget.
" Ya belajar sih baru, Hanya kalo ikut kompetisi besok di daftarin sama Guru beladiriku!" Jawab Dina sambil cengengesan
" Pantes, Kemarin berani sama Kami ternyata Kamu udah punya bekal!" Pungkas Hera.
" Ini mau makan, Apa ngobrol aja!" Sahut Tari yang keburu lapar.
" Hehehe...Ya kita pesan dulu, Tulis biar Arin yang pesenin!" Ujar Arin.
" Arin, Disini aja biar Aku yang pesenin!" sahut Dina.
Setelah semua menulis pesanan, Dina langsung beranjak untuk memesankan di pelayan kantin.
Pak Isman dan Bu Keisya tiba-tiba datang dan langsung duduk di sebelah bangku Hera dan Kawan-kawan.
" Bapak dan Ibu gabung, Boleh?" Pak Isman langsung duduk di sebelah mereka di susul Bu Keisya.
" Ini Bu, Kami mendukung Arin buat lomba!" Ujar Hera.
" Arin juga mendukung Hera, Nayla dan Tary yang juga akan ikut lomba cabang olahraga, Di tambah Dina yang juga akan ikut kompetisi perlombaan beladiri." Balas Arini.
Pak Isman kaget, Dina yang perawakan mungil ikut kompetisi beladiri.
" Itu Dina serius ikut lomba?" Tanya Pak Isman terkejut.
" Ya Pak, Doai ya!" Sahut Dina tiba-tiba muncul di belakang Pak Isman setelah selesai memesan.
" Hebat Kamu Din, Tidak ada yang tahu Kamu bisa beladiri!" Pujian dari Bu Keisya.
" Sini duduk di samping, Bapak!" Perintah Pak Isman.
" Badan kecil, Ternyata bisa bikin bonyok!" Gurau Pak Isman.
Semua pun tertawa.
__ADS_1
" Kalian Murid-murid unggulan di kelas Ibu, Ibu senang kalian bisa saling suport! Ibu janji jika kalian menang di perlombaan kalian masing-masing, Tiga besar aja Kita Piknik!" Bu Keisya memotivasi.
" Bapak juga berjanji, Jika kalian bisa 3 besar saja nanti di saat piknik Bapak ada suprise!" Imbuh Pak Isman.
" Siap, Kami pasti juara Bu, Pak!" Kata Hera brsemangat.
" Arin, Nanti sudah harus pembekalan lagi! Ibu seperti biasa akan datang ke rumah Arin, Nanti Arin pulang sama Ibu. Ibu sudah bilang sama Kak Rino!" Kata Bu Keisya.
" Baik Bu, Arin sudah siap!" Balas Arini.
" Dan sebagai permulaan penyemangat kalian, Makanan yang kalian pesan Pak Isman yang bayar!" Ujar Pak Isman.
Kelimanya pun sangat bersemangat, Karena Dua Guru favorit mereka sudah memberikan motivasi.
" Baiklah, Kita berjuang sekuat tenaga ya teman-teman! Kita harus piknik bersama Bu Keisya dan Pak Isman, Okey?" Pungkas Hera membakar semangat semua temanya.
" Siap...Kami pasti juara, Biar kita bisa membanggakan nama sekolah!" Sahut Nayla.
Nayla adalah kapten team futsal wanita sekolahnya, Hera adalah pelari unggulan sekolah, Sedang Tari Ia adalah atlet lompat tinggi.
" Ingat pesan Bapak, Menang itu tujuan tapi berusaha menang merupakan usaha dan itu tidak mudah. Apa kalian bisa konsisten berlatih?" Tanya Pak Isman.
" Kami Bisa, Pak!" Jawab semua serentak.
" Her, Arin punya hadiah buat kamu! Besok Arin akan kasih hadiah buat kamu mudah-mudahan hadiah itu bisa membuatmu menang dalam perlombaan." Kata Arin, Sambil tersenyum.
Hera pun di buat penasaran dengan hadiah yang akan di berikan Arini padanya.
Makanan pesanan pun di antar ke meja Mereka, Membuat obrolan terhenti sejenak untuk menikmati makanan.
...****************...
Dirumah keluarga Arini,
Bu Sara mengeluarkan semua baju mendiang suami.
Disaat Rino pulang, Melihat tumpukan baju mendiang sang Ayah berada di teras rumah. Ia langsung buru-buru menghampiri sang Ibu di kamar.
" Itu kenapa, Bu? Baju Ayah di luar?" Tanya Rino, Melihat Bu Sara mengeluarkan baju yang lain dari dalam lemari.
" Mau Ibu pilihin, Yang masih bagus mau Ibu bagi'in ke tetangga. Ibu ingin kenangan Ayahmu di ingat semua orang, Dan kita cukup foto yang ada di kamar tamu dan kamar Ibu.
__ADS_1
Setiap Ibu mengambil baju, Selalu sedih melihat baju mendiang Ayahmu, Jadi lebih baik di bagikan ke tetangga yang jelek Ibu ingin bakar. Ibu ingin fokus mengurus titipan Ayahmu yaitu kalian!" Jelas Sang Ibu.
" Baiklah kalo itu mau Ibu, Rino akan bantu memilih!" Pungkas Rino, Kemudian meninggalkan sang Ibu untuk keluar menuju teras memilih baju milik mendiang sang Ayah.