
Bu Sara sudah mengemas bekalnya, Ia lantas duduk-duduk di ruang tamu.
Hans lewat di depannya sudah rapi, Lalu Bu Sara menghentikan Hans " Hans, Sini duduk dulu, Ibu mau bicara!"
Hans kemudian duduk di samping sang Ibu" Ada apa, Bu?" sambil menatap sang Ibu.
" Jujur Ibu masih minder bertemu Orang Tua dari Disa, Andai nanti Kita di hina akan ada Arini di sana. Ibu takut Hans." Bu Sara menatap dengan berkaca-kaca.
Hans langsung memeluk sang Ibu " Andai itu terjadi, Ibu lihat Hans bakal membela keluarga kita. Disa bukanlah harga yang sesuai untuk di tukar dengan keluargaku!"
" Rino juga pasti akan membela Bu, Tenang saja! Jangan khawatir kedua Jagoan Ibu ada di samping Ibu." Sahut Rino keluar dari dapur mendengar kekhawatiran Ibunya.
Arini kecil baru bangun dan keluar dari kamar melihat Ibu dan Kedua Kakaknya sedang berkumpul di ruang tamu.
" Arin terlambat bangun ya, Kak?" Ucap Arini menghampiri ke tiganya.
Bu Sara langsung menghapus air matanya.
" Enggak Rin, Makanya sana buruan mandi! Segera kita berangkat!" Kata Rino menyuruh Arini.
Arini mengikuti kata Rino, Segera Ia menuju kamar mandi.
Ikhsan masuk ke rumah Rino, Yang berada di depan kamarnya.
" Mana No, Kunci mobil?" Tanya Ikhsan.
" Nih, Panasin dulu mobil tua tuh!" kata Rino, Melempar kunci mobil.
Ikhsan langsung ke belakang untuk memanasi mobil.
Baru siap-siap, Dira dateng dengan motor Disa.
" Assalamualaikum.." Sapa Dira berdiri di depan pintu.
" Wa'alaikumsalam." Balas semuanya.
" Eh..Kamu kesini ngapain? Kok nggak bareng Disa dan Orang tuanya?" Tanya Rino kaget.
Dira langsung duduk menghadap ketiganya, Di sofa ruang tamu.
" Ah...Apaan, Aku di salahin mulu! Bantu ini itu salah ya udah kesini aja, Bareng kalian!" Kata Dira, Sambil mengedip-ngedipkan mata.
" Ngrecokin pasti ya?" Ujar Hans.
" Kalo gitu, Gini aja Kamu di sini! Aku bawa motor Disa menunggu di rumah Keisya. Kasihan Ia sendirian nyiapin semuanya pasti kerepotan!" Ucap Rino.
" Ya udah, Nih Kamu bawa." Dira melempar kunci motor.
" Assalamualaikum..." Ujar Rino langsung keluar rumah.
" Itu Bu, Anakmu baru jatuh cinta jadi gitu." Gurau Dira mengakrapi Bu Sara.
Bu Sara pun tersenyum.
Arini sudah selesai mandi, Ia ikut bergabung bersama Semuanya di ruang tamu.
" Loh, Kak Dira kok malah kesini?" Tanya Arini, Melihat kedatangan Dira.
" Eh..Cewek Kakak, Iya nih. Di marahin Kak Disa mulu!" Ujar Dira.
Arini menghampiri, Lalu menyalami Dira.
" Kak, Terimakasih ya hadiahnya." Ucap Arini.
" Cuma satu buku aja Rin, Kalo butuh buku lagi udah ngomong aja. Selagi Kak Dira di sini!" Kata Dira menatap Arini sambil tersenyum.
" Sudah Kak, Itu saja cukup." Balas Arini, Duduk di samping Dira.
__ADS_1
" Hans, Serius Aku nanya. Beneran Kamu mau nikah sama cewek bawel kayak Disa, Aku setelah tahu aslinya udah Hans melambaikan tangan." Gurau Dira.
" Berani ngomong Disa bawel di depannya, Aku traktir bakso sepuasmu! Gimana?" Balas Hans sambil ketawa.
" Sama aja cari masalah sama Singa, Hans!" Kata Dira.
Ikhsan masuk kembali ke rumah.
" Udah Yuk, Eh...Kamu ngapain ke sini? Terus mana Rino?" Ujar Ikhsan kaget melihat Dira.
" Rino ke rumah Keisya, Nanti Aku sama Kamu ya Bro! Ogah semobil sama yang pacaran, Suhunya jadi panas." Kata Dira.
" Tring..." ( Notif di hp Dira, Mendapat pesan Dari Disa)
" Yuk, Langsung ke rumah Keisya. Teman Arin udah di sana semua di jemput Rino!" Kata Dira.
Hans, Dira, Dan Ikhsan membawa bekal makanan ke dalam mobil.
Bu Sara dan Arini mengikuti dari belakang.
Akhirnya mereka pun berangkat menuju rumah Bu Keisya.
...****************...
Tiba di rumah Bu Keisya,
" Ini rumah Bu Guru Keisya?" Ucap sang Ibu, Terpesona oleh rumah Keisya setelah turun dari mobil.
" Iya Bu, Yuk masuk!" Kata Hans.
" Assalamualaikum.." Ucap Keluarga Hans.
" Wa' alaikum salam.." Balas Semuanya.
Bu Sara langsung menyalami Orang Tua Disa dan Juga Orang Tua Bu Keisya.
" Oh..Ini Ibumu Hans, Cantik. Bu, Kami senang bisa ketemu Ibu! Kami sangat kagum dengan anak-anak Ibu." Ujar Ibunda Disa memeluk hangat Bu Sara.
Arini langsung bergabung dengan sahabat-sahabatnya.
" Tuh Orang, Di suruh bantuin di rumah malah pergi ke rumah Hans!" Marah Disa melihat Dira.
" Ya, Ngungsi lah. Salah terus!" Balas Dira.
Bu Sara pun merunduk mempenalkan diri kepada Ibunda Keisya.
" Anakmu, Sholeh dan Sholehah Bu." Tutur Ibunda Keisya.
" Makasih Bu, Putri Ibu juga pintar dan baik!" Balas Bu Sara.
Bu Keisya mendekat ke Disa.
" Kamu baru sekarang di recokin, Aku kemarin malu waktu belanja sama Rino! Ya, Nggak Rin?" Kata Bu Keisya, Curhat pada Disa.
" Emang Rino, Dira dan Ikhsan itu setype!" Pungkas Disa kesal.
" Loh...Loh...Loh, Kenapa Namaku di ikutkan?" Sahut Ikhsan yang merasa tidak melakukan apa-apa.
Rino dan Dira menatap Ikhsan sambil cengengesan " Udah San, Terima namanya juga cowok! Pasti selalu salah di mata cewek!" Kata Dira kompak bersama Rino.
Semua orang pun tertawa atas ulah Rino dan Dira. Tapi membuat Disa dan Bu Keisya kesal.
" Hans, Itu adikmu bukan sih? Beda banget ama Kamu?" Ucap Disa, Menyindir Rino.
" Wah...wah..Ngadu..Wah.." Pungkas Rino.
" Udah No, Kasian Disa!" Sahut sang Ibu.
__ADS_1
Ikhsan memilih bergabung bersama Arini dan Sahabat-sahabatnya.
" Kamu di situ, Ngapain San?" Tanya Dira melihat Ikhsan cengengesan bersama Arini dan kawan-kawan.
" Hanya Mereka Cewek yang tidak menilai dengan memukul sama rata!" Balas Ikhsan.
Lagi-lagi semua di buat tertawa oleh tingkah Ikhsan.
" Rin, Nanti Kamu semobil sama kita kan?" Tanya Hera.
" Iya dong, Aku sama kalian!" Jawab Arini.
" Udah minum obat dan bawa obat kan, Rin?" Sahut Nayla.
" Bawa, Aman teman-teman." Balas Arini kembali.
" Kakakmu Rin, Ternyata kocak!" Ujar Dina yang juga absurd.
Bu Keisya menarik Rino masuk ke dalam rumah.
" E...e..Kenapa?" Tanya Rino kaget.
" Kamu udah cerita sama Ibumu, Kalau kita pacaran?" Tanya Bu Keisya.
" Oh...Itu, Sudah dong! Beliau mengamini semoga sampai pernikahan malah." Balas Rino, Sembari bergurau.
" Ini serius?" Tanya Bu Keisya karena takut Rino hanya bercanda.
" Sudah Sayang, Ibuku sudah tahu!" Jawab Rino singkat, Langsung Bu Keisya membekap mulut Rino.
" Pelan-pelan, Nanti anak-anak denger!" Ujar Bu Keisya mengingatkan.
Rino memberi kode Ok dengan tangan, Baru Bu Keisya membuka bekapannya.
" Tapi Aku kangen." Manja Rino.
" Hemt, Aku juga Mas. Nanti Kita berdua misah aja gimana?" Ide Bu Keisya.
" Ok." Rino pun setuju.
Mereka berdua kembali ke depan.
" Ehem..ehem!" Sindir Disa melihat Rino kluar bersama Bu Keisya.
Anak-anak melihat ke arah mereka berdua.
" Apa, Kami mengecek bekal minuman!" Tutur Rino mencari alasan.
" Hayo anak-anak, Nggak boleh su'udzon!" Imbuh Keisya menutupi kebersamaan bersama Rino.
" Yuk, Kita segera berangkat keburu siang!" Ajak Dira.
" Anak-anak, Di mobil bersama Kak Ikhsan." Ujar Ikhsan membuka pintu mobilnya.
Arini bersama teman-temannya masuk, Di ikuti Dira.
" Lah, Itu malah ikut ke ikhsan! Terus yang nyopir Kita siapa? Masak Aku?" Ujar Disa melihat Dira semobil dengan Ikhsan.
" Udah mana!" Hans mengambil kunci dari tangan Disa.
Mobil Hans berisi Ibunya, Kedua Orang tua Disa dan Disa.
Rino memaka mobil Bu Keisya yang hanya berisi tiga orang, Ia, Bu Keisya dan Ibunda Bu Keisya.
" Sya, Kamu temenin Ibumu di belakang! Takut kalau beliau butuh apa-apa." Perintah Rino.
Rino menggendong untuk memasukkan Ibunda Keisya ke mobil, Setelah itu Ia melipat lalu memasukkan kursi roda ke belakang.
__ADS_1
mobil.
Mereka pun akhirnya berangkat ke tempat piknik yang di tuju.