Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
Menepati Janji


__ADS_3

Perlombaan untuk Hera dan Kawan-kawan di mulai,


Arini kecil meminta ijin kepada Kakak-kakaknya untuk menyaksikan karena ingin menepati janji.


" Kenapa, Arin enggak siap-siap sekolah?" Tanya Bu Sara, Melihat Arini memakai baju biasa keluar dari kamarnya.


" Enggak Bu, Hari ini Arin mau ikut menyemangati teman-teman Arin yang mau lomba di cabang olahraga Bu." Jawab Arini kecil.


" Kamu sama siapa, Rin?" Tanya Sang Ibu kembali.


" Arin nanti sendiri Bu, Ketemu di tempat olah raga!" Balas Arini.


" Enggak boleh kalo sendiri! Kamu harus di temenin salah satu Kakakmu!" Perintah Sang Ibu.


" Rino....Hans...." Panggil Bu Sara, Dengan berteriak.


Hans dan Rino yang ada di teras ngopi pun sontak langsung buru-buru menghampiri.


Setelah sampai di ruang makan depan kamar Arin.


" Ada apa, Bu?" Tanya Rino.


" Ini Arin nggak berangkat sekolah, Mau mendukung temannya bertanding katanya!" Jelas Bu Sara.


Hans duduk di kursi meja makan.


" Terus sekolahmu, Bagaimana?" Tanya Hans.


" Arin sudah ijin Kak, Dan kata Bu Keisya boleh." Jawab Arin.


" Terus itu di tanganmu, Apa?" Tanya Rino, Melihat Arini membawa plastik besar hitam.


Arini pun bingung dan takut andai kata jujur, Karena itu sepatu pemberian kedua Kakaknya yang akan Ia berikan pada Hera untuk bertanding.


" Jawab Nak, Itu apa?" Imbuh Bu Sara.


" Kak, Dulu kawan-kawan Arin yang akan bertanding sangat jahat sama Arin tapi sekarang mereka selalu memberikan apa pun untuk Arin. Arin juga mau membalasnya Kak, Dulu Arin pernah meminta sepatu lari untuk Arin bisa ikut lomba, Namun sekarang Arin tidak bisa melakukan itu. Ini sebagai gantinya Arin mau memberikan sepatu lari Arin untuk Hera setidaknya Arin bisa melihat sepatu Arin berlari dan sapa tahu menang kan Arin juga bisa membayangkan Arin yang memakainya!" Jelas Arini dengan tertunduk.


" Ya gitu juga bagus, Nggak ada salahnya Rin buat mendukung temen! Yuk...Aku juga ikut karena Aku kerja malam mau di pasar malam aja yang banyak sawerannya." Sahut Ikhsan masuk ke dapur.


Hans dan Rino saling bertatapan, Seolah saling memberi isyarat untuk mempertimbangkan.


Keduanya melihat Arini kecil tertunduk pun kasihan.


" Ya udah, Yuk berangkat!" Kata Rino.


" Aku juga ikut, Kan Aku jualannya pilih nanti malem di kampung sebelah sama kayak Ikhsan." Sahut Hans.


" Nah, Kalo begini Ibu kan tenang. Hati-hati kalian!" Tutur Bu Sara.


Semua pun bersalaman kepada Sang Ibu untuk berpamitan pergi ke Lapangan olahraga di tengah kota, Bu Sara pun menghantar sampai depan rumah.


Disa yang baru datang melihat semuanya berpamitan.


" Ini pada mau kemana?" Tanya Disa.


" Mau lihat lomba antar sekolah, Arin mau mendukung kawan-kawannya!" Jelas Rino.

__ADS_1


" Ya udah, Aku pasti ikut!" Ujar Disa sambil cengengesan, Kemudian Disa menyalami Bu Sara berpamitan.


Baru melangkah beberapa langkah Bu Keisya datang, Ia berniat menjemput Arini kecil untuk di ajak bareng.


" Loh, Kok ramai?" Ujar Bu Keisya menghentikan motor di samping Hans dan yang lain.


" Ini mau nganter Arin lihat temannya berlomba, Katanya!" Jelas Disa.


" Ini Aku juga mau jemput Arin, Kirain Arin berangkat sendiri!" Tutur Bu Keisya.


" Kalo Kamu mau ngawal anak didikmu, Silahkan saja Sya biar kami nyusul!" Ujar Disa.


" Bareng aja lah, Nanti pasti ketemu di sana!" Jawab Bu Keisya.


" Ya udah sini, Motormu biar Aku masukin ke dalam rumah!" Rino menawarkan jasa.


Mereka pun menunggu Rino yang menitipkan motor Bu Keisya ke rumahnya.


Tak lama Rino datang sambil berlari terburu-buru.


" Yuk.." Ujar Rino.


" Itu apa, Rin?" Tanya Bu Keisya melihat plastik besar yang di bawa Arini.


" Ini sepatu lari Bu, Arin mau kasih buat Hera biar Dia bisa berlari dengan kencang dan juara Bu." Jawab Arini, Sambil berjalan.


" Kenapa Arin di ijinkan bolos, Bu?" Tanya Hans.


" Nggak apa-apa, Ini juga permintaan teman-teman Arin yang ikut lomba. Kan Mereka satu genk, Siapa tahu dengan di dukung Arin teman-temannya jadi lebih bersemangat." Terang Bu Keisya.


" Iya Kak, Arin di bidang pelajaran kalau yang lain di bidang olahraga!" Jawab Arini sambil tersenyum.


" Oh iya Rin, Nanti Dina juga tanding loh di sana! Pokoknya semua teman Arin hari ini di sana!" Sahut Bu Keisya memberi tahu.


Setelah sampai di jalan raya, Mereka lantas menyetop Angkot untuk menujun ke tempat perlombaan yang jaraknya 35 menit.


...****************...


Setelah sampai di depan lapangan perlombaan,


Bu Keisya mencari mobil yang mengangkut siswa siswinya untuk berlomba.


" Itu mobilnya, Ayo kita kesana pasti mereka baru siap-siap!" Ujar Bu Keisya menunjuk arah mobil.


Arini kecil pun buru-buru menemui teman-temannya.


Hera, Tari, Nayla terlihat cemas karena khawatir Arin tidak datang, Mereka bertiga menyandarkan badan di pintu belakang mobil.


" Kalian kenapa, Kok tidak semangat?" Tanya Pak Isman.


" Arin, Tidak datang ya Pak?" Ujar Hera.


" Kata siapa Aku tidak datang, Kan Arin sudah janji!" Sahut Arini keluar dari samping mobil.


" Arin...." Semua pun berteriak kegirangan.


" Itu kan yang bisa buat kalian semangat!" Kata Bu Keisya mengikuti Arini.

__ADS_1


" Bu..Terimakasih telah membawa sahabat Kami, Pasti kami menang!" Jawab Hera dengan bersemangat.


" Hera, Nih kamu pakai ini biar menang!" Tutur Arin tersenyum menyodorkan plastik yang Ia bawa.


" Ini apa?" Tanya Hera.


" Bukak saja, Her!" Kata Arini


Hera membuka, Ia terkejut karena Arin memberikan sepatu lari.


" Ini buat Aku, Rin?" Tanya Hera terkejut.


" Iya, Kamu harus janji tapi akan memenangkan lomba lari! Okey?" Balas Arini, Dengan wajah bahagia.


" Pasti, Au janji!" Balas Hera.


" Terus Kami, Mana?" Gurau Nayla.


" Nanti kalo menang kita ngebakso!" Pungkas Arini, Membuat semuanya tersenyum.


Semua Kakak Arini, Hanya melihat dari belakang. Mereka bangga ternyata Arini punya sahabat-sahabat yang sangat menyayangi Adiknya dan tidak membedakan Adiknya karena mempunyai penyakit yang di idapnya.


" Kalian ingat, Fokus tenang, Dan Berdoa sebelum mulai!" Nasehat Pak Isman.


" Siap, Kami akan mewujudkan janji Kami dengan Arin!" Kata Tari bersemangat.


Hera memakai sepatu Arini, Ternyata pas untuk kakinya.


" Alhamdulillah, Sepatumu pas di Aku. Rin!" Kata Hera.


" Ya, Kan ukuran kaki kita sama Her.Inget Kalian harus menang untuk Arin!" Kata Arini memotivasi kawan-kawannya.


" Yuk, Kita masuk! Biar Arin sama rombongan menonton di tribun bersama Bu Keisya." Instruksi Pak Isman.


Mereka bertiga berpelukan dengan Arini, Kedatangan Arini merupakan suntikan semangat bagi mereka.


" Kalian lihat kan, Sebegitu pentingnya Adik kalian untuk para sahabatnya!" Ujar Bu Keisya di depan Kakak-kakak Arini.


" Nah, Berarti Kalian tidak usah khawatir karena kalo di sekolah Arin pasti di jagain sahabat-sahabatnya!" Sahut Ikhsan.


" Yuk Bu, Kak, Kita masuk!" Arini mengajak semuanya menonton masuk teribun lapangan.


" Arin....!" Suara yang menghentikan langkah semuanya.


Arini melihat ke arah suara, Ia melihat Dina dan rombongan beladirinya. Dina langsung berlari sekencang-kencangnya untuk menemui Arini.


" Kamu akhirnya di sini, Kamu lihat Aku ya pasti menang! Tapi yang lain mana?" Tutur Dina.


" Sudah masuk, Pokoknya semangat harus juara!" Balas Arini sambil tersenyum.


" Hey Din, Ibu di sini loh!" Sahut Bu Keisya.


" Hehehehe......Maaf Bu, Ke asyikan lihat Arin!" Balas Dina, Kemudian menyalami Bu Keisya dan semua Kakak Arini.


" Aku pergi dulu Rin, Jangan lupa ya doain Aku!" Pamit Dina kembali ke teman-temannya.


Arini dan rombongan langsung memasuki lapangan untuk menonton.

__ADS_1


__ADS_2