Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
BELANJA


__ADS_3

Rino, Bu Keisya dan Arini sampai di Minimarket.


" Bentar deh, Kita mau beli apa? Tadi enggak nanya?" Tanya Bu Keisya seturun dari mobil.


" Nah lo, Bingung jugakan! Gimana kalo Kita chat Disa aja!" Balas Rino


" Oke." Ujar Bu Keisya mengambil hp di tasnya.


" Arin, Mau beli apa?" Tanya Rino sambil membungkukkan badan.


" Arin mau lihat-lihat buku boleh, Kak?" Tanya Arini.


" Boleh, Pilih saja buku yang Arin inginkan! Kan ini hadiah dari Kak Dira.


" Ini gimana sih Disa, Masak di jawab terserah!" Kata Bu Keisya bingung.


" Pinjam telponmu coba, Biar Aku yang bicara!" Ujar Rino, Meminjam hp Bu Keisya.


" Kan beres, Yuk!" Rino setelah menelpon sebentar Disa.


" Kamu, Bilang apa Mas? Kok cepet amat?" Bu Keisya penasaran sambil melangkah menuju pintu masuk minimarket.


" Yah hanya bilang, Seperti orang piknik pada umumnyakan? Terus Dia mengiyakan ya udah beres." Jawab Rino sambil cengengesan.


Bu Keisya dan Arini memasang wajah bingung dengan perkataan Rino.


Setelah di dalam minimarket.


" Gimana, Kita belanja apa Mas?" Tanya Bu Keisya.


Rino langsung mengambil keranjang di depan kasir untuk membawa belanjaan.


Bu Keisya merasa di acuhkan, Sambil menggandeng Arini " Tuh Rin, Kakakmu yang ini memang spesial!" Ucap Bu Keisya.


Rino tanpa malu mengerudungkan keranjang di kepalanya.


Arini dan Bu Keisya yang jalan di belakangnya hanya bisa geleng-geleng, Melihat kelakuan Rino.


" Sya, Ambil ayam terus ikan sama sayurnya apa ya?" Ujar Rino tiba-tiba berbalik memandang Bu Keisya.


" Konsepmu masak apa sih, Mas?" Tanya balik Bu Keisya bingung.


" Kita masak seperti di tv-tv gimana?" Ujar Rino.


" Au..Ah...Mas, Bingung!" Ucap Bu Keisya.


Rino langsung berdiri di samping pelayan minimarket yang sedang bekerja menata barang di rak.


" Mas, Itu ada Mbak-mbak bingung. Coba tanyain mau apa?" Kata Rino, Sambil menepuk pundak Karyawan toko.


Bu Keisya pun terkejut atas tindakan Rino yang spontan membuat gurauan.


" Maaf..Maaf Mas, Dia emang iseng!" Ujar Bu Keisya pada Karyawan toko sambil tersipuh malu.


" Kak, Jangan mengerjai Bu Keisya dong!" Ucap Arini.


Rino mengambil bahan yang buat bikin ayam bakar dan ikan bakar, Bu Keisya sekarang baru paham.


" Oh tambah Mayo, Enak Mas!" Sahut Bu Keisya ketika Rino mengambil bumbu.


" Heheheh...Sudah paham ya, Bu." Kata Rino, Melihat Bu Keisya sambil senyum-senyum.


" Ya udah, Biar Aku yang belanja sayurannya! Mas yang nyari minuman dan Arini sama Aku." Kata Bu Keisya.


" Oke, Sya." Balas Rino langsung memberikan keranjang belanjaan.


Rino langsung mencari rak minuman, Ia memilih beberapa botol besar minuman di gendong dengan tangan lalu kembali ke tempat Bu Keisya dan Arini di rak sayuran.


" Hello..." Ujar Rino menggendong beberapa botol minuman.


Arini yang melihat sang Kakak langsung menepuk jidad " Aduh, Malu-maluin Kak."


Bu Keisya pun langsung bengong.


" Wah keranjangnya kurang, Aku ambil lagi ya!" Ucap Rino setelah menaruh minuman di ranjang Bu Keisya.


" Eh....Eh..." Rino di tarik kerah bajunya oleh Bu Keisya.

__ADS_1


" Mas, Sudah cukup tingkah konyolmu! Sekarang Kamu ikuti Kami saja." Kata Bu Keisya memarahi Rino, Sambil memelototinya.


" Nah, Kakak bikin Bu Guru marah." Ucap Arini.


Rino langsung takut, Dan mengikuti perintah Bu Keisya.


Ulah jahil Rino tidak sampai di situ saja, Saat Mereka melewati rak mainan Rino memasukkan ayam-ayaman ke keranjang tanpa di ketahui Bu Keisya dan Arini.


" Sudah yuk, Kita lanjut ke buku yang Arin cari." Kata Bu Keisya merasa telah membeli semuanya.


" Mas, Mau beli apa?" Tanya Bu Keisya menoleh ke Rino yang berjalan di belakangnya.


" Bentar Sya, Mikir dulu nanti tak beri tahu kalo udah terfikir!" Ucap Rino.


Mereka pun menuju ke kios buku, Arini pun senang melihat banyak buku.


" Rin..Rin lihat buku senengmu!" Pungkas Rino.


Rino kembali mempunya ide untuk mengisengi Bu Keisya dan Arin.


Ia diam-diam kembali memasukkan setoples penjepit kertas ke keranjang yang di bawa Bu Keisya.


Arini berlari menuju rak kamus Ia melihat kamus terjemahan yang lengkap, Namun setelah Ia membalik harga yang baginya mahal Arini mengurungkan niat karena takut merepotkan semuanya.


Bu Keisya melihat hal itu, Langsung menuju ke rak dan membawa kamus yang Arini inginkan.


" Arin, Ini kamu bawa sendiri!" Kata Bu Keisya, Sambil menyodorkan kamus yang di inginkan Arini.


Arini berbalik dan kaget " Tapi Bu, Ini kan mahal. Besok saja Bu kalau tabungan Arin sudah banyak Arin beli sendiri minta hantar Kak Rino."


" Udah Rin, Itu hadiah dari Kak Dira! Terima." Sahut Rino dari belakang Bu Keisya.


Arini masih merasa tidak enak untuk mengambilnya.


" Udah Arin, Ambil!" Paksa Bu Keisya.


Arini lalu mau menerimanya.


" Yuk, Apalagi Rin?" Tanya Bu Keisya.


Bu Keisya melihat Rak buku memasak, Ia mengajak semuanya ke rak tersebut.


" Loh, Kok kesini?" Ujar Rino kaget.


" Iya Mas, Saya mau belajar bikin masakan. Makanya beli buku masak." Jawab Bu Keisya.


" Wah kalo jadi suamimu, Pasti harus siap diet nih." Gurau Bu Keisya.


Arini sontak melihat ke arah Kak Rino, Karena terkejut dengan gurauan Kakaknya.


Paham di lihati sang Adik, Rino dan Bu Keisya pun jadi salah tingkah.


" Sudah yuk, Pulang!" Kata Bu Keisya setelah salah tingkah asal mengambil buku masakan.


Mereka pun menuju ke kasir untuk membayar.


" Mas, Kartu Dira sama pinnya?" Pinta Bu Keisya.


Rino mengambil kartu dari Dira, Lanjut membuka hpnya.


" Waduh tuh orang, Belum ngirim password! Dendam kali ya dia di pukuli preman, Pengen lihat Saya di usir security." Ujar Rino kaget.


Bu Keisya ikut panik mendengar kata-kata Rino.


" Yang bener Mas, Jangan bercanda!" Kata Bu Keisya takut malu.


Rino langsung menelpon Hans, Untungnya Dira masih di rumahnya.


Langsung Rino di kirimi Password kartu kreditnya.


" Aman..Aman..Itu orang 11-12 sama Disa, Suka bikin senam jantung." Pungkas Rino, Melihat password yang baru masuk di hpnya.


"Gimana, Mas?" Tanya Bu Keisya.


" Nih, Yukk." Rino menunjukkan Password, Lantas menghitung barang di kasir.


Arini bingung kenapa Bu Guru bisa membayar dengan hanya menggesekkan kertas.

__ADS_1


Kasir mengeluarkan belanjaan dari keranjang untuk di hitung.


Bu Keisya dan Arini kaget ada mainan dan toples berisi karet ada di dalam keranjang.


Bu Keisya langsung melirik tajam Rino " Mas, Ini ayam-ayaman sama karet ulahmukan?"


Rino pun cengengesan " Kalo ayamnya kurang, Nanti itu bisa di bakar." celoteh Rino.


Petugas Kasir pun tersenyum karena tingkah konyol Rino.


" Ih Mbaknya, Senyum-senyum mau ngasih diskon ya?" Gurau Rino ke pada Karyawati Kasir.


" Maaf ya Mbak, Masnya sedikit gini." Kata Bu Keisya menutupi rasa malu.


" Kak Rino, Nanti Aku bilangin sama Kak Hans kalo Kak Rino jahil!" Ujar Arini.


" Gitu aja ngadu, Kamu adik siapa to Rin! Aku apa Hans?" balas Rino.


" Udah Rin, Jangan hiraukan Kakakmu! Baru tahu Aku aslimu Mas." Ucap Bu Keisya.


Setelah membayar mereka pun menuju parkiran.


" Nih kartu Dira!" Ujar Bu Keisya mengembalikan ke Rino.


" Okey!" Kata Rino.


" Oh, Lupa Mas satu lagi!" Imbuh Bu Keisya.


Rino pun bingung.


" Nih ayam-ayamanmu sama karet, Besok buat bekal Kamu bikin sendiri ayam panggangmu!" Ucap Bu Keisya menertawai Rino.


Arini pun ikut menertawai sang Kakak.


" Besok Kak Rino, Nggak boleh minta ayam bakar Arin!" Gurau Arini.


" Ini, Tadi juga lanjut di bayar?" Kata Rino kaget, Di kira di kembalikan ke kasir.


" Katanya buat laukmu, Ya Aku beli'in Mas! Malu-maluin udah di keranjang kok minta di balikin. Mana bayarnya pakai kartu lagi, Isengmu nggak ketulungan Mas." Jelas Bu Keisya.


Mereka pun naik ke mobil, Lanjut pulang ke Rumah Rino menurunkan Arin lanjut ke rumah Disa untuk menurunkan belanjaan agar di olah Ibu Disa, Baru Rino dan Bu Keisya akan balik ke rumah.


...****************...


...Rino dan Keisya berduaan, Setelah dari Rumah Disa....


" Akhirnya ya Mas, Selesai tinggal besok berangkat." Ujar Bu Keisya.


" Ini langsung pulang kan?" Tanya Rino.


" Makan dulu kali ya Mas, Ngebakso yuk?" Ajakan Bu Keisya.


" Tapi Ibumu sendirian di rumah!" Balas Rino mengkhawatirkan Ibunda Bu Keisya.


Bu Keisya malah tersenyum memandang Rino " Segitunya mengkhawatirkan Calon Mertua, Aku kagum sama Kamu Mas jujur! Udah tenang Bibi sudah ku minta ke rumah."


" Yawes, Tapi di bungkus! Kita maka bersama Ibumu dan Bibi." Ujar Rino.


" Okey Sayang..." Tutur Bu Keisya.


" Ih...Jijik!" Sahut Rino.


" Arin jangan tahu hubungan kita, Nanti takutnya semangat belajarnya turun karena Ia merasa bahwa Gurunya akan menjadi Kakaknya jadi bikin Dia manja." Kata Rino, Sambil fokus melihat jalan.


" Siap, Sayang." kata Bu Keisya.


Bu Keisya lalu menyandarkan kepalanya di bahu Rino.


" Baru Kamu loh Mas, Yang memperlakukan Ibuku secara spesial. Rata-rata yang ngaku suka sama Aku, Begitu lihat Ibuku kalo nggak pura-pura ya langsung pergi!" Cerita Bu Keisya.


" Maksudnya?" Tanya Rino, Masih bingung.


" Iya, Dulu ada satu cowok yang mendekatiku. Di depanku Ia sangat sayang Ibuku, Tapu baru Aku tinggal sebentar Ia sudah menyia-nyiakan Ibuku. Hanya ingin minum, Ia malah asyik nonton tv di kamar tamu hingga Ibuku terjatuh. Untungnya segera Aku kembali." Lanjut Bu Keisya.


" Orang mana itu, Yuk datengin! Biar ku jewer telinga dan Ku teriak Woy Lu lahir dari seorang Ibu bukan dari Batu jadi hormati Ibu!" Tanggapan Rino.


Bu Keisya pun bisa tersenyum mendengar kata-kata Rino.

__ADS_1


__ADS_2