Satu Jendela Dua Pintu

Satu Jendela Dua Pintu
KEBERSAMAAN TERAKHIR RINO


__ADS_3

Setelah mendorong gerobak sampai ke pasar,


" Ah...Kakak lama, Arin sama Uwak di sini sudah menunggu lama. Ini siomay Arin hampir habis." Kata Arini melihat Kedua Kakaknya baru sampai.


" Pamer aja nih, Kak Hans sama Kak Rino nggak di beli'in?" Gurau Hans.


Kemudian Arini berlari ke arah Wak Nana mengambil bungkusan plastik yang berisi siomay untuk kedua Kakaknya Lalu kembali ke tempat Kakaknya berdagang.


" Ini buat Kalian, Arin sama Uwak juga sudah belikan!" Kata Arin memberi plastik itu.


Hans dan Rino melihat ke arah Wak Nana yang sedang melahap bakso di utara tempat mereka jualan.


Rino mengajak Arini duduk di trotoar jalan tempat mereka berjualan di samping gerobak.


" Arin sini duduk, Kita makan dulu. Biar Kak Hans menyusul!" Ujar Rino.


Arini bermaksud membantu Hans menggelar barang dagangan yang di tata di gerobak.


" Udah Arin, Sana sama Kak Rino. Biarin ini Kak Hans yang menata." Kata Hans sambil tersenyum.


Arini pun mengikuti Kata Hans, Ia duduk di samping Rino.


" Arin mau main apa? Nanti di depan kita banyak mainan." Ucap Rino


" Arin hanya mau nemenin Kak Hans dan Kak Rino aja jualan, Arin nggak mau apa-apa kok Kak." Jawab Arini mengetahui keuangan Kakaknya.


Rino tahu Arini mengkhawatirkan keuangannya dan Hans. Namun, Karena sudah lama berdagang di tempat itu semua pedagang seperti saudara bagi semua.


Datanglah pedagang balon yang mempunyai balon berbentuk Putri cantik kesukaan Arini, Pedagang itu memarkirkan dagangan di belakang gerobak Hans.


Arini hanya melihat balon itu, Tanpa meminta karena takut menyusahkan kedua Kakaknya.


Pedagang balon itu melihat Arini.


" Oh ini, Putri cantik adik dari Hans dan Rino? Ini yang suka ini kan!" Pedagang itu memberikan cuma-cuma balon yang Arini pengen.


" Makasih ya Om." Balas Arini.


" Makasih Bro."Ujar Hans.


Karena Hans dan Rino sering berbuat baik kepada sesama pedagang di situ, Semua pedagang pun sayang kepada Hans dan Rino sudah seperti keluarga.


Ada sesosok badut yang memakai kostum menari-nari di depan Arini, Membuat Arini tertawa terbahak-bahak.


Tak lama badut itu melepas penutup kepalanya.


" Kak Ikhsan." Arini langsung memeluk Ikhsan sambil memegangi balon.


" Adik kecil Kak Ikhsan ikut jualan." Kata Ikhsan.


Rino melihat tawa Arini pun merasa sangat lega termasuk juga Hans.

__ADS_1


" Nih San, Pasti kamu haus!" Hans melempar sebotol air mineral untuk Ikhsan.


Wak Nana pun melihat Arini ketawa merasa sangat senang karena Ia bisa melihat tawa keponakannya seperti dulu kala.


" Arin, Ikut Kak Ikhsan yukk. Itu balon titipin pada Kak Rino." Ajak Ikhsan.


Arini menatap k arah Hans seolah takut meminta ijin.


" Sudah sana, Ikut Kak Ikhsan!" Kata Hans.


" No, Hans pinjam Arin dulu." Ikhsan meminta Ijin.


" Yah, Sana!" Balas Rino.


Melihat Arini dan Ikhsan telah jauh.


" Aku semakin yakin Hans, Tanpa Aku kalian akan baik-baik saja karena ada orang-orang baik di sekeliling kalian." Ujar Rino berdiri membantu Hans menata dagangan.


" Kamu nanti hati-hati disana, Nggak usah macem-macem!" Nasehat dari Hans sambil tersenyum.


" Hahhaha....Baru ini selama Aku jadi Adikmu katamu yang berbobot." celoteh Rino ke Hans.


Disa datang menghampiri Mereka berdua. Disa di tempat itu juga berjualan cemilan memakai mobil di barat dari tempat Hans dan Rino jualan.


" Katanya Arin ikut, Mana?" Tanya Disa.


" Waduh, Semenjak pengertian sama Arin. Di depannya pacarnya nggak di perhatiin di tanya sarapan atau kopi gitu." Goda Rino pada Disa.


" Kalo Pacarku ini bisa beli sendiri!" Balas Disa memegang tangan Hans.


" Baru di ajak Ikhsan berkeliling." Jawab Hans.


" Dis, Kamu kan calon Kakakku dan Arini. Aku titip Arini ya, Tolong jagain sama Hans!" Pesan Rino.


Disa pun bingung dengan perkataan Rino.


" Emang Kamu mau kemana?" Disa penasaran.


" Aku akan tinggal dengan Uwak Nana, Hanya pulang pas hari sabtu aja." Terang Rino


Disa pun masih belum paham, Ia menatap Hans.


" Ia, Si Rino mau tinggal dengan Wak Nana karena Ia sudah janji sama Uwak'ku kalo biaya perawatan di bayar oleh Uwak maka Rino akan tinggal dengan Uwak'ku." Terang Hans.


Disa menatap Rino dengan berkaca-kaca mendengar keterangan dari Hans, Disa tahu mereka berdua mengorbankan apa pun yang mereka bisa demi ke sembuhan Arini.


" Ternyata di balik kekonyolanmu, Kamu sudah dewasa ya No. Aku salut!" Ujar Disa.


Rino hanya memasang wajah cengengesan seperti biasa tanpa beban.


Datanglah Ikhsan menggendong Arini dengan membawa banyak mainan.

__ADS_1


" Wah Kamu di beli'in sama Kak Ikhsan tuh, Banyak banget!" Ujar Hans melihat Mainan yang di bawa Ikhsan dan Arini di tangan mereka.


" Kaya juga ya Kamu, San!" Pujian dari Disa.


" Nggak kok, Ini malah di kasih pedagang di sini. Karena tahu Arini adik dari Hans dan Rino jadinya gini dapet semuanya." Jelas Ikhsan.


" Arin enggak minta kok Kak, Ini di kasih dan Arin sudah bilang terimakasih." Kata Arini menerangkan karena takut kedua Kakaknya menganggap dirinya meminta pada Ikhsan.


Hans, Rino dan Disa pun tertawa melihat tingkah lugu Arini.


" Iya Kakak tahu kok, Kakak nggak marah." Balas Rino.


" Arin capek nggak? Kalo enggak ikut Kak Disa jajan yukk.." Ajak Disa.


Arini kembali menatap Hans seolah meminta ijin.


" Kamu capek, Nggak?" Tanya Hans sambil tersenyum.


" Enggak Kak, Arin nggak capek." Jawab Arini.


Lalu Ikhsan menurunkan Arini, Kemudian Disa memegang tangan Arini untuk di ajak membeli makanan.


Rino melihat ada penjual Kura-kura hijau kecil(Kura-kura Brazil) di seberang tempatnya jualan.


" Hans, San nitip sebentar Aku mau ke seberang." Pamit Rino.


Pedagang Kura-kura itu adalah teman Mereka.Setibanya Rino di penjual kura hijau.


" Bro, Beli tiga berapa?" Ujar Rino.


Pedagang itu menoleh.


" Kamu Bro, Udah bayar berapa aja. Mau sama wadahnya sekalian nggak?" Tanya Pedagang tersebut.


" Beli tiga ya Bro, Sama wadahnya sekalian." Jawab Rino.


" Buat siapa Bro?" Tanya Pedagang.


" Buat Adikku, Kan Aku mau tinggal pergi nggak jualan lagi biar yang jualan Hans. Ini buat menemaninya kalo nanti Ia kangen sama Aku." Jelas Rino.


Mendengar itu Pedagang yang berteman dengan Rino dan Hans pun menolak uang dari Rino.


" Bawa aja Bro, Adikmu adalah Adikku juga!" Ujar Pedagang itu.


Meski Rino memaksa memberi uang namun Pedagang itu kekeh menolak.


" Terimakasih ya Bro." Ujara Rino kemudian balik ke tempat jualan.


" Kenapa beli itu?" Tanya Hans melihat Rino membawa tiga kura-kura hijau kecil.


" Ini Aku sembunyikan dulu, Akan ku kasih besok sebelum pergi! Tiga kura-kura hijau kecil ini ibarat kita bertiga jadi biar ini sebagai pengobat kangen ketika Arin kangen sama Aku kelak." Jelas Rino, Lalu menyembunyikan Kura-kura hijau kecil itu.

__ADS_1


Hans dan Ikhsan pun terharu mendengar tujuan di balik itu.


Hari itu semua orang sayang sama Arini, Itu adalah hari terakhir dimana ketiganya bersama-sama dengan orang yang sayang terhadap Mereka.


__ADS_2