Separuh Cinderella

Separuh Cinderella
kencan Pertama


__ADS_3

" Maaf aku tidak bermaksud. " Menenangkan Ardella.


Kembali menyeka air matanya. "Tidak, aku hanya senang mendengar kata-kata kak Aoran. " Ucapnya masih dalam keadaan menangis.


Aoran merasa lega dengan ucapan Ardella, dikiranya Ardella akan membenci dirinya karena sembarangan mencium. "Berarti sekarang kita sudah resmi menjadi pasangan kekasih." Ucapnya langsung keintinya sambil memeluk Ardella dengan erat.


Sedikit malu dan canggung, Ardella menjawab atas pertanyaan Aoran. "Iya." Menganguk dipelukan Aoran.


Malam yang sangat mengesankan, keduanya merasakan cinta. Ardella untuk pertama kalinya jatuh cinta. Dia tidak pernah berpikir bahwa cinta akan datang dalam hidupnya. Selama ini dengan berharap terlepas dari siksaan ibu tirinya, kasih sayang ayahnya kembali padanya dan Batara yang kembali mencarinya. Dengan harapan sesederhana itu dia menjalani hidupnya.


Aoran kembali menunjukkan sisi cerianya, agar Ardella juga tidak merasa canggung.


"Festivalnya sepertinya sudah mulai, ayo kita nonton." Melepaskan pelukan melihat wajah Ardella.


"Ok. Kita gabung dengan yang lain, takutnya dicari." Ucap Ardella memikirkan kemungkinan dicari oleh temannya.


Hati Aoran tidak rela bergabung dengan yang lain, sekarang yang diinginkan Aoran adalah berduaan bersama Ardella. Rasa-rasanya dia hanya ingin menikmati momen romantisnya bersama Ardella, tanpa harus diganggu oleh orang lain.


"Hari ini kencan kita yang pertama. Aku tidak ingin diganggu." Memegang tangan Ardella, pintanya dengan lembut, agar tetap bersama.


"Baiklah kak." Ucapnya memberi senyum tipis.


Festival akhirnya dimulai. Ditengah keramaian mereka berdiri, menantikan pertujukan. Tiba saat pertunjukkan dimulai, Aoran berdiri tepat disisi Ardella, sekuat apapun dia mencoba menonton pertunjukkan, tetap saja Aoran tidak tahan untuk tidak memperhatikan Ardella. Sampai dipenghujung acara, Aoran masih tetap melihat Ardella yang telah menjadi kekasihnya, Aoran menarik tubuh Ardella lebih kedepan, kemudiaan dengan kedua tangannya dia memeluk Ardella dari belakang, dia tidak ingin Ardella tersenggol karena orang-orang berdesakkan.


Tubuh Ardella merasa hangat dipelukan Aoran. Dia mengadah keatas melihat wajah Aoran. "Banyak orang yang melihat, apa tidak masalah dengan posisi seperti ini." Tanya Ardella pelan, wajar saja Ardella merasa risih budaya desa dan kota sangat berbeda jauh. Meski telah berpacaran, diwajibkan menjaga sopan santun disekitar banyak orang.


"Muach." Kecupan Aoran didahi Ardella, dia tidak memeberi komentar atas ucapan Ardella, dirinya yang sedang jatuh cinta tidak peduli dengan orang disekitarnya. Rasanya dunia milik mereka berdua.


Festival berakhir dengan meriah, Aoran sama sekali tidak menonton acara festival. Dia sibuk memandangi Ardella yang ada dipelukkanya.


Ketika Ririn, Robin dan Evan, mencari keberadaan mereka. Pemandangan yang sangat romantis dilihat oleh Ririn, sedangkan Evan dan Robin masih mencari-cari Aoran. Dengan segera Ririn mengarahkan Evan dan Robin mencari kearah yang berlawanan, agar Ardella dan Aoran tidak terganggu.

__ADS_1


Malam festival berakhir dan mereka pulang dengan wajah berseri-seri.


***


Menjalin hubungan.


Semenjak hari festival Ardella dan Aoran rasmi berpacaran.


Kencan yang mereka lakukan tidak begitu spesial, jika spesial itu harus selalu bersama, kencan dan dinner setiap malam, memberikan kado yang mahal, setiap hari mengucapkan cinta, semua itu tidak dilakukan oleh Ardella dan Robin.


Mereka melakukan kencan sederhana, seperti setiap hari membantu Ardella bekerja dikebun, membawakan Ardella bekal dan mendengarkan curhatan Ardella. Aoran rela hanya dengan kencan sederhana, asalkan dia selalu bisa melihat wajah Ardella setiap hari.


***


Pemanadangan danau disore hari.


Aoran dan Ardella duduk ditepian, melihat awan tercermin di tengah danau, awan berwarnakan putih terlihat sangat indah.


Ardella duduk menyandarkan kepalanya ke dada Aoran, diikuti pelukan Aoran dari belakang membuat tubuh Ardella hangat, menambahkan suasana romantis diantara mereka berdua.


Sebelum bertemu dengan Aoran, dia sempat melihat Leli telah kembali dari kota. Kedua orang itu jika bersatu pasti akan merencanakan hal yang kejam, belum lagi beberapa hari Ardella sering membuat ibu tirinya jengkel terhadapnya.


"Tadi pagi saudara tiriku pulang dari kota. " Ucapnya terasa sedih sembari memegang jari Aoran.


Aoran ingin sekali memberi pelajaran pada ibu tirinya, ingin sekali dia membuat ibu tiri Ardella terlempar kearah danau dan jadi makanan ikan. "Apa mereka menyakitimu." Tanya Aoran dengan suara tegas.


"Tidak, untuk saat ini belum, tapi mungkin sebentar lagi." Saut Ardella.


"Apa kamu masih bertengkar dengan ayahmu. Kenapa tidak berbaikan saja pada ayahmu dan katakan bahwa ibu tirimu sangat jahat." Ucap Aoran.


"Sudah kuusahakan kak, tapi ayah tidak percaya dan mengacuhkanku. Aku tahu yang ayah inginkan adalah aku menerima wanita itu sebagai ibu. Tapi aku tetap tidak akan pernah memerimanya sebagai ibuku." Ucap Ardella sedih.

__ADS_1


Aoran mengalihkan pembicaraan, dia ingin tahu bagaimana selama ini Ardella diperlakukan buruk. "Selama ini bagaimana mereka menyakitimu, apa kamu sering dipukuli." Tanya Aoran mengusap kepala Ardella dengan lembut.


"Wanita itu tidak pernah memukulku. Waktu kecil aku tidak sengaja menumpah kan air ke bajunya, karena kesalahan itu dia memasukkanku ke dalam bak mandi dan merendamku sehariaan sampai aku jatuh sakit. Wanita itu juga pernah mengurungku digudang dan tidak memberiku makan, hukuman yang dia berikan padaku tidak ada bekas ditubuhku, wanita itu tidak menyakitiku dengan pukulan, supaya ayah tidak tahu." Ucap Ardella sedih.


"Apa ayahmu tidak pernah sadar kalau ibu tirimu memperlakukanmu begitu kejam." Ucap Aoran dengan nada sedih mendengar kekasihnya diperlakukan buruk.


"Jika aku jatuh sakit ataupun tidak pulang seharian itu berarti karena aku terlalu lama bermain-main diluar. Wanita itu sangat pandai bersandiwara didepan ayah. Aku yakin kalau kakak bertemu dengan wanita itu, kak Aoran akan berpikir dia wanita baik." Ucap Ardella.


"Kamu salah. Aku sangat pandai menilai orang, karena itu aku mencitaimu. I love you." Ucap Aoran ke dekat telinga Ardella menghibur Ardella.


Senang mendengar ucapan Aoran. "Terima kasih kak Aoran telah mencintaku. I love you too." Tersenyum dan melihat ke arah wajah Aoran.


"Ardella sekarang pejamkan matamu, ada yang ingin kuberikan." Kata Aoran mencubit manis pipi Ardella.


Ardella memejamkan matanya saat itu lah Aoran mengambil sebuah kalung disaku jaketnya.


"Sekarang kamu boleh buka mata." Ucap Aoran kembali.


Tringgg,,, sebuah kalung liontin pasangan bertuliskan nama Aoran dan Ardella. Ardella yang melihat itu sangat terharu.


"Namaku ada padamu, dan namamu ada padaku." Ucap Aoran sambil memakaikan kalungnya keleher Ardella.


"Terima kasih kak, aku cinta kak Aoran." Senyum kecilnya dan tangannya memakaikan kalung atas namanya pada Aoran.


Tatapan mereka bertemu, senyum Ardella membuat Aoran tidak tahan, Aoran meletakkan tangannya dileher Ardella kemudian perlahan mencium bibir kecil Ardella.


Mum,,, sedikit suara desahan dan nafas Ardella membangkitkan gairah Aoran, perlahan Aoran memasukkan lidahnya kemulut Ardella dan ********** dengan lembut. Sesekali dia memindahkan bibirnya, tidak hanya itu tangan mulai bergerak meraba tubuh Ardella, hingga hampir menuju bagian sensitif. Ardella merasa kurang nyaman, perlahan menghindari ciuman dan meraih tangan Aoran, dia menahan tangan Aoran untuk tidak bergerak lebih jauh.


Seketika itu Aoran sadar bahwa Ardella merasa tidak nyaman, perlahan dia melepaskan ciumannya dan mengalihkan ciuman kekening Ardella. "Aku sungguh mencintaimu Ardella." Suara hangat dan lembut menatap ke wajah Ardella.


Muahhh,,, sebuah kecupan kecil diberikan Ardella kepada Aoran, bibirnya tersenyum mendengar ucapan Aoran.

__ADS_1


πŸ’”πŸ’”πŸ’”


Bersambung


__ADS_2