
Pukul 12.00 Wib malam hari dikamar Anasya.
Hasil ujian akan keluar tepat pergantiaan jam, Anasya duduk memperhatikan layar laptopnya dengan fokus. Mata yang melihat ke arah layar laptop tanpa berkedip, seketika itu hasil pengumuman keluar.
SELAMAT ANDA DITERIMA DI UNIVERSITAS XX DENGAN JURUSAN MANAJEMEN. Tertulis di web pengumuman hasil ujian.
"Yeeee." Teriak Anasya dari dalam kamar.
Tubuhnya melompat diatas kasur sangking bahagianya, lompatan semakin pelan๏ผada sesuatu dipikirannya.
Aku beritahu kak Aoran sekarang ah, eh tapi gk usah deh kak Aoran pasti sudah tidur. Anasya membatin dengan bingung.
Karena masih larut malam Anasya menahan diri untuk memberitahukan Aoran tentang kelulusannya. Dia menunggu sampai esok pagi.
***
Pukul 12.00 Dikamar Ardella.
Beda halnya dengan Anasya yang menunggu sendiri. Dikamar Ardella terlihat penuh oleh Batara, Lisa, Robin, Dila dan tidak lupa bik Ami juga ikut menantikan hasil ujian Ardella.
Deg,, hati Ardella yang tak tenang menunggu hasil ujiannya keluar.
Kalau tak lulus kak Batara pasti kecewa. Ardella membantin.
Layar laptop penuh dengan tatapan mereka. Bukan hanya Ardella ya terlihat gugup tapi semua ikut gugup dengan hasilnya.
"Ok, sebentar lagi pengumuman keluar." Ucap Batara fokus melihat layar laptop.
Ucapan Batara tambah membuat Ardella semakin gugup, Ardella menutup matanya seakan masih tak sanggup melihat kearah layar laptop.
"Kak hasilnya sudah keluar belum. " Masih menutup mata.
"Sudah dek." Suaranya lemas.
"Gimana hasilnya." Ardella menggoyakn kakinya tapi masih tak melihat kerah laptop.
"Lihat sendiri dek. "
Melihat Ardella yang menutup mata Batara dan yang lainnya berpura-pura sedih dengan hasil ujiannya. Satu persatu jari Ardella dibukanya dari wajahnya yang menutupi bola matanya.
SELAMAT ANDA DITERIMA DI UNIVERSITAS XX DENGAN JURUSAN MANAJEMEN. Tertulis di web pengumuman hasil ujian.
"Yeeee." Serentak seluruh orang yang berada dikamar bersorak.
" Selamat kamu lulus dek." Ucap Batara girang melompat.
"Ardella, selamat kamu lulus." Ucap Robin memberi tos pada Ardella.
Semua orang memberi selamat pada Ardella atas kelulusaanya, mereka berjingkrak-jingkrak sambil berpelukan satu sama lain.
"Ok jangan ribut nanti dimarahin tetangga." Ucap Lisa menyadari suara ribut yang mereka timbulkan.
"Karena sudah larut malam kita rayain besok pagi, sekarang ayo kembali kekamar masing-masing." Ucap Batara.
Setelah kamar sepi, Ardella masih menatap layar laptop, masih tak percaya dia lulus, semakin dilihatnya lebih lama pengumuman kelulusannya hatinya gembira, dia tersenyum dan memeluk bonekanya, tak sabar menantikan dia menjadi mahasiswa.
***
__ADS_1
Masuk kuliah itu membutuhkan persiapan yang sangat ekstra, Lisa yang tahu kebutuhan anak kuliahan mengajak Ardella ke mall.Lisa membeli kebutuhan Ardella setelah sepulang dia kerja.
Dimall Ardella membeli peralatan tulis dan pakaian.
"Kak, kita kesana ya." Ucap Anasya menarik Aoran.
Anasya yang telah mengabari kakaknya atas kelulusannya meminta hadiah untuk ditemani membeli perlengkapan masuk kuliah. Untuk menyenangkan hati Anasya, Aoran mengikuti permintaannya.
Langkah kedua kaki kakak beradik ini menuju toko yang sama dengan Ardella. Saat tiba ditoko Anasya belum melihat keberadaan Ardella, dikarenakan Ardella sedang mencoba pakaian didalam ruangan, Anasya juga berada ditoko sama hendak membeli pakaian setelan hitam putih sama halnya dengan Ardella. Setelah menemukan setelan hitam putih Anasya ingin mencobanya langsung sebelum dibeli.
"Kakak tunggu disini." Ucap Aoran.
"Baiklah." Aoran memperhatikan Anasya.
Berada diruang ganti Ardella dan Anasya dipertemukan kembali.
"Kamu." Ucap Anasya dengan suara girang.
"Eh, kita ketemu lagi." Ucap Ardella.
Didalam ruang ganti mereka bercerita panjang lebar, hingga memperkenalkan diri satu sama lain. Setelah selesai mencocokkan pakaian mereka berdua sama-sama keluar dan bercermin.
Tringg,,,.
Suara getar hp Aoran didalam sakunya, tangannya mengambil ponsel hendak memeriksa panggilan, dilihatnya panggilan itu berasal dari sekeretarisnya.
Aoran mulai berbicara lewat ponsel, nada suaranya sedikit meninggi wajahnya terlihat kesal, Anasya yang ingin memperkenalkan Ardella pada kakaknya diurungkan niatnya setelah melihat kakaknya tengah sibuk menerima panggilan.
"Dek udah siap coba bajunya." Ucap Lisa.
"Udah kak." Memberikan baju kepada pelayan untuk dibungkus.
"Aku duluan ya." Ucap Ardella pada Anasya.
"Sampai jumpa dikampus." Ucap Anasya balik.
Ardella berjalan melewati Aoran yang sedang sibuk menelepon, setelah melewati Aoran sosok Ardella seperti terlihat dimata Aoran, dia menghentikan pembicaraannya sejenak dan menoleh kearah sosok Ardella yang dilihatnya, Ardella yang semakin jauh berjalan tidak terlihat oleh Aoran melainkan hanya melihat sisi belakang Ardella, pikir Aoran tak mungkin Ardella berada di mall.
"Kak, aku sudah selesai." Ucap Anasya mendekat pada Aoran sambil membawa belanjaannya.
" Kakak antar pulang, soalnya aku harus kembali kekantor ada hal penting yang harus kukerjakan." Mematikan ponselnya.
Anasya tak ingin mengganggu pekerjaan kakaknya lebih lama lagi dan setuju untuk pulang, Aoran mengantar kan Anasya pulang dan kembali bekerja ke kantor.
Dirumah Batara sedang kedatangan tamu. Dokter Andre yang menjadi Tamu untuk melihat perkembangan Ardella Dan membawakannya hadiah kecil. Andre sengaja tak memberi kabar untuk mengejutkan Ardella.
Saat melihat bik Ami membukan Pintu dilihatnya Andre.
"Kenapa gk kasih kabar kalau mau datang." Ucapa Batara menyambut Andre.
"Sengaja buat kasih kejutan untuk Ardella." Ucap Andre tersenyum.
"Ardella mana." Tanyanya kembali.
"Belum pulang, Lisa membawa Ardella membeli perlengkapan kuliah." Membawa Andre ke arah tempat duduk di sofa.
"Sepertinya Ardella sudah cukup sehat."
__ADS_1
"Ini semua berkatmu Ndre, selama setahun mengobati Ardella."
"Ardella sudah kuanggap sebagai adikku, jadi jangan sungkan jika meminta bantuanku." Ucap Andre memberi senyum.
Andre selama setahun menjadi dokter untuk Ardella, kini dia menjadi sebagiaan dari keluarga mereka, hubungan mereka semakin dekat.
Suara langkah kaki yang terdengar oleh Andre dan Batara dari arah pintu, Ardella dan Lisa membawa belanjaan yang begitu banyak hingga tangan mereka sedikit keram.
"Apa ini banyak sekali." Batara mengambil belanjaan dari tangan istrinya Lisa.
"Biar kubantu." Ucap Andre membantu Ardella.
"Kak Andre sejak kapan disini." Kata Ardella menunjukkan pada Andre untuk meletakkan belanjaan.
"Barusan sekitar 30 menit yang lalu."
Uhhh,,,capeknya. Ardella dan Lisa merebahkan tubuh mereka di sofa, sedangkan Batara dan Andre duduk melihat mereka dan menyuruh bik Ami membawakan air mineral untuk mereka.
"Uhh,,, capek juga belanja ya kak." Ucap Ardella setalah minum.
"Iya, pegal ne punggungku." Menepuk punggung.
Batara melihat istrinya kelelahan merasa kasihan, dia beranjak pindah ke sebelah istrinya, kedua tangannya mulai memijat punggung istrinya.
"Kak Andre ini apa." Tak sengaja menendang hadiah yang dibawa Andre.
"Aku sampai lupa, itu hadiah untukmu." Ucap Andre dengan senyum.
Tubuh Ardella yang terbaring, bangkit duduk dan meraih hadiah yang dikatakan Andre.
"Hadiah untuk apa kak." Memegang hadianya dan meliri-lirik isi didalamnya.
"Hadiah untuk kelulusan kamu ujian. Coba dibuka."
Ardella membuka bungkusan kado dari Andre, kado yang beriisikan laptop membuat Ardella senang, bagi mahasiswa laptop adalah harta karun pertama.
"Makasih kak." Pindah kesebelah Andrea dan memeluknya seperti anak kecil.
Andre melihat tingkah Ardella yang lugu membuatnya ingin mengelus kepala Ardella, wajah Andre menunjukkan kasih sayang seorang kakak.
"Anak-anak mana." Ucap Andre menanyakan sikembar.
" Dikamar bermain bersama Robin." Ucap Batara.
"Aku rindu mereka, aku mau bermain dengannya." Ucap Andre berdiri.
"Ndre mau masakin apa." Tanya Lisa pada Andre yang telah beranjak dari kursi.
"Terserah." Cepat-cepat menuju kamar sikembar yang lucu.
"Aku mau kekamar dulu mau simpan hadiahnya sekalian belanjaan tadi kak." Ardella yang ikut meninggalkan mereka.
Hanya tinggal Batara dan Lisa, Batara yang masih memijit punggung Lisa.
"Sudah mas, nanti kamu capek." Ucap Lisa menghentikan tangan suaminya.
Batara berhenti, tiba-tiba dipeluknya Lisa mengucapkan kata sayang. Lisa yang mendengar membalas pelukan Batara. Dalam hati Batara sangat bersyukur memiliki istri seperti Lisa, penyayang dan sabar, Lisa yang selalu menyemangatinya dalam keadaan suka maupun duka selalu bersama, begitu juga dengan Lisa bersyukur punya suami yang bertanggung jawab dan mencintainya.
__ADS_1
๐๐๐
Bersambung