Separuh Cinderella

Separuh Cinderella
Maba dan Mala


__ADS_3

Kampus.


Menjadi mahasiswa baru adalah hal yang ditunggu, mahasiswa baru mengenakan baju putih hitam, rambut dikepang menandakan identitas mereka sebagai mahasiswa baru.


Anasya dan Ardella bertemu diperkarangan kampus, karena sudah saling mengenal mereka bersama menuju lapangan tempat berkumpulnya para mahasiswa baru. Mereka yang berpakaian putih hitam dan rambut dikepang menjadi pusat perhatian para kaum laki-laki.


Anasya yang terlihat seperti model, kaki yang panjang serta kulit mulus dan hidung manjungnya membuat dia sangat terlihat cantik, walau memakai baju sederhana kecantikannya masih terpancar, sebelumnya saat berangkat kekampus Aoran sempat memarahi Anasya karena rok yang dikenakan terlalu pendek, Anasya menipu Aoran dengan berpura-pura memakai rok panjang, setelah dimobil Anasya mengganti rok pendeknya didalam mobil.


Ardella yang terlihat polos tak kalah menarik perhatian laki-laki,  tubuh yang ideal, bulu mata lentik, rambut hitam lebat panjang dikepang terlihat sangat manis dan imut.


"Lihat dua maba yang disana cantik banget."


"Kayaknya jurusan kita tahun ini beruntung kedatangan maba cantik."


"Pengen ah tau nomor hpnya."


"Gue juga gk sabar mau kenalan nih."


Ucap para mahasiswa laki-laki yang tertarik pada Ardella dan Anasya.


"Bikin iri."


"Sok cantik banget."


"Gk terlalu cantik kok."


"Gayanya aja yang sok cantik."


Sudut pandang para mahasiswa wanita.


Para mahasiswa baru berkumpul di lapangan berbaris, Anasya berada dibelakang Ardella, dikarenakan tinggi Anasya lebih daripada Ardella. Mahasiswa lama memberi ceramah seputar kehidupan mahasiswa. Panjang lebar telah dilontar kan oleh mahasiswa lama, kini saatnya diadakan pengenalan dan pendekatan untuk maba. Mereka dibuat menjadi beberapa kelompok.


Ardella dan Anasya masih tetap dikelompok yang sama. Mereka diarahkan bermain game, setiap kelompok harus menampilkan pertunjukan yang menarik, jika tidak memberikan penampilan akan diberikan sanksi hukuman.


"Kelompok A silahkan maju berikan penampilan kalian yang terbaik." Ucap Mala.


Anasya dan Ardella yang berada dikelompok A ditunjuk sebagai perwakilan untuk tampil.


"Ayo kalian berdua maju." Ucap mala laki-laki dengan lembut dan sopan.


Anasya langsung berdiri dengan percaya diri, sedangkan Ardella masih dalam posisi duduk tak mau maju kedepan.


"Ardella ayo." Ucap Anasya menarik tangan Ardella.


"Aku tidak bisa, kamu aja." Suara kecil menolak.


"Jangan takut ada aku." Ucap Anasya meyakinkan.

__ADS_1


Ardella tak bisa berbuat apa-apa sorakan dan dukungan dari teman-teman sekolompoknya membuatnya maju.


Kyuhuhuhu,,,Ucap seluruh mahasiswa melihat yang cantik dan bening tampil, mereka penasaran dengan pertunjukan Anasya dan Ardella.


"Kalian mau tampil apa." Tanya para mala


" Dancer." Ucap Anasya sambil merekomendasikan musiknya.


" Aku gk bisa." Berbisik pada Anasya.


"Aku akan bantu, cukup percaya samaku." Bisik Anasya kembali.


Anasya menyuruh Ardella berdiri dan memperhatikan gerakannya, setelah itu Ardella akan dance sendiri mengingat dan mengikuti gerakan Anasya, setelah tampil sendiri-sendiri mereka akan berduet dance bersama.


Anasya yang hidup dizaman modern mulai mengingkat bajunya dibagian bawah, dan menarik lengan bajunya, kulit lengan dan pinggang terlihat sedikit. Pertunjukan Anasya sangat memukau, tubuhnya terlihat lihai menari dance, gayanya cool menjadikan Anasya seperti artis, Ardella ikut memperhatikan setiap gerakan Anasya, perlahan Anasya mundur kebelakang dan membisikkan pada Ardella bahwa sekarang gilirannya.


Ardella sedikit gugup saat kakinya melangkah, dia masih merasa canggung. Musik dance diputar sekali lagi, Ardella mulai mengingat gerakan Anasya, gerakan Ardella sedikit masih kaku, tapi lama kelamaan gerakannya mulai lihai, musik yang didengar Ardella sudah terpatri dibenaknya, gerakan Ardella mulai lincah, bahkan ekspresi saat berdance sangat unik, Anasya aja yang melihat takjub melihat Ardella yang terlihat polos dengan mudahnya mengingat gerakannya, ditengah dance Anasya masuk dan berduet dengan Ardella.


Plokk,,, plokkk,,,plokk seruan tepuk tangan.


"Kerennnnn,,, " Seru para mahasiswa.


Dance berakhir, Anasya dan Ardella terngah-ngah merasa lelah. Mereka saling menatap dan tersenyum bersama.


Banyak hal yang dilakukan untuk saling mengenal antara para mahasiswa baru dan mahasiswa lama. Penyambutan maba telah selesai, sebentar lagi para mahasiswa baru masuk kedalam kehidupan anak kuliahan.


✳️✳️✳️


Pagi hari dikediaman Aoran.


"Pagi kak." Sapa Anasya.


"Pagi." Biasa saja.


"Bagaimana kuliahnya." Tanya Aoran.


"Menyenangkan kak, Anasya juga punya teman yang baik dan asik, pokoknya seru banget deh." Sambil membuat selai dirotinya.


Aoran yang melihat Anasya senang dengan kuliahnya membuatnya juga ikut senang, namun dia juga mengkhawatirkan adiknya yang cantik diganggu para lelaki sampah.


"Kalau ada yang menggangumu bilang aja kepadaku." Mata Aoran mengkhwatirkan adiknya.


"Ok kak."


"Ayo berangkat bersama, sekalian aku juga kekantor." Ucap Aoran setelah selesai sarapan.


"Ok kak, aku habiskan dulu sarapanku." Mengunyah roti terburu-buru.

__ADS_1


Aoran yang mengantarkan Anasya ke kampus.


Ardella yang masih dirumah sarapan bersama, semua orang terlihat rapi. Batara mulai menanyakan pengalaman Ardella selama penyambutan maba.


"Bagaimana kemarin acara penyambutannya dek." Ucap Batara masih menunggu bik Ami membawakan jus.


"Seru banget kak, aku baru kali pertama melakukan dance didepan umum, bahkan seingatku aku tak pernah menari." Ucap Ardella dengan senang.


Pasti keren banget Ardella dance, sayang banget aku gk lihat, Ardella memang belum pernah dance, tapi masalah nari dia sangat mahir, bahkan disekolah dia selalu memenangkan kejuaran nari, belum lagi didesa selalu tampil saat ada festival. Robin membatin pengen lihat Ardella dance.


"Robin kenapa." Tanya Ardella melihat Robin lesu.


"Pasti keren banget Ardella pas tampil dance, aku pengen banget liatnya." Ucap Robin pelan menunjukkan rasa inginnya melihat Ardella dance.


"Biasa aja kok, tapi kalau Robin memang pengen lihat Ardella dance, kapan-kapan aku tunjukin." Senyumnya pada Robin.


"Janji ya." Robin yang masih berharap.


"Aku aja yang antar Ardella kekampus kak, setelah itu aku menyusul kak Batara." Ucap Robin.


" Baiklah, saat berkendaraan hati-hati." Ucap Batara.


Batara terlebih dahulu berangkat mengantarkan istri dan anaknya, sedangkan Ardella masih mengambil tas nya didalam kamar.


Menuju kampus Robin dan Ardella terlihat seperti sepasang kekasih, saat turun dari kereta Robin selalu merapikan rambut Ardella dan tak lupa memberikan bekal makanan.


"Jangan lupa makan bekalnya, terus jangan jajan sembarangan, gk sehat kalau banyak makan micin." Ucap Robin memberikan bekal makanan.


"Baiklah, sekarang kamu udah sama seperti kakak ipar." Ucap Ardella tersenyum.


Anasya dari kejahuan melihat kedekatan Robin dan Ardella. Robin beranjak pergi dengan kereta scoternya, Ardella mulai berjalan masuk kegedung kampus, dilihatnya Anasya tengah senyum-senyum berdiri menunggunya.


"Pacar ya." Ucap Anasya tersenyum merangkul Ardella.


"Teman." Ardella yang tersenyum kecil.


"Teman apa demen." Ucap Anasya menggoda.


"Teman kok, Robin itu asisten kakakku jadi kami sering terlihat bersama, sifatnya memang perhatiaan." Ucap Ardella kembali.


Kedekatan Ardella dan Anasya memang terpancar dikampus, dua gadis cantik nan pintar ini tak butuh lama menjadi perbincangan orang, sehingga ada beberapa diantara mereka merasa iri dan dengki melihat mereka berdua.


Yanti teman sejurusan mereka yang selalu mencari celah untuk mencari keburukan mereka bersama teman-teman satu gengnya. Dikampus Yanti selalu bersikap baik dan manis didepan Ardella dan Anasya, namun saat dibelakang mereka, banyak kata-kata yang menjelekkan mereka. Anasya dan Ardella yang hanya fokus dengan kuliah tak pernah peduli dan menghiraukan pandangan orang terhadap mereka.


💔💔💔


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2