
Suasana kantor.
Suasana ribut dan gosip antara sesama karyawan memenuhi seisi ruangan kantor.
"Dengar,,, dengar,,,dengar semalam Bos makan malam dengan putri dari perusahaan Jingling."
"Pasti terjadi sesuatu."
"Kasihan sekali wanita itu menghadapi Bos Aoran."
"Mungkin Bos bersikap galak pada putri dari purusahaan Jingling, kalau tidak kenapa pagi ini perusahaan Jingling memutuskan kerja sama dengan perusahaan Alxworld."
Ucap sesama para karyawan bergosip sebelum Aoran datang.
Parto dan juga beberapa pengawal menunggu kedatangan Aoran.
Ckitt,,,.
Turun dari mobil Aoran menanjakkan kakinya dan melemparkan kunci mobilnya ke arah salah satu pengawal untuk diparkir.
"Selamat pagi Bos." Ucap para pengawal dan Parto serentak bersamaan sambil membungkukkan badan.
"Pagi." Ucap Aoran seadanya sambil berjalan masuk menuju ruangan kerja.
Aoran memperhatikan suasana kantor sedikit aneh dari biasanya. Parto melihat Aoran yang peka dengan kondisi kantor berusaha berbicara dan menjelaskannya.
"Bos, perusahaan Jingling memutuskan kerjasa sama dengan perusahan Alxworld tadi pagi." Ucap Parto.
Aoran terlihat santai, ekspresi tidak menunjukkan apapun.
"Bos, perusahaan Jingling punya pengaruh besar pada perusahaan kita." Ucap Parto kembali melihat Aoran yang tidak bertindak sama sekali.
"Jingling bukan hal yang sulit untuk kuhanjurkan." Jawaban Aoran yang tak bisa dimengerti Parto.
Segala hal yang berkaitan dengan perusahaan Jingling diputuskan oleh Aoran, bahkan perusahaan lain yang memiliki kerjasama dengan Jingling dibuat Aoran mati kutu dengan penarikan investasi dan pembatalan kerja sama. Beberapa perusahaan lain tak berani menentang Aoran, mereka mengikuti jejak Aoran meninggalkan perusahaan Jingling dan tetap bertahan dengan perusahaan Alxworld.
Dalam sehari terkabar perusahaan Jingling mengalami kemunduran, dimedia dan surat kabar diberitakan perusahaan Jingling mengalami penurunan saham.
"Bos, sudah baca berita." Ucap Parto membawa koran.
Parto yang melihat Aoran sedang membaca berita lewat laptopnya. "Bos, apa yang harus kita lakukan selanjutnya." Ucap Parto.
Setelah membaca berita Aoran memutuskan untuk mengambil alih perusahaan Jingling. "Aku ingin membeli saham dari perusahaan Jingling." Ucap Aoran.
"Perusahaan Jingling berkembang dengan pesat, tapi bagaimana bisa secepat ini jatuh bangkrut." Gumam Parto bertanya-tanya sambil mempersiapkan dokumen pembeliaan saham di perusahaan Jingling.
Dalam dunia bisnis, perusahaan Alxworld memiliki dukungan dari perusahaan asal jerman. Ayah Aoran yang dikenal sebagai dewa bisnis di jerman menempatkan seorang mata-mata diperusahaan Alxworld. Mata-mata yang memberi kabar bahwa Aoran mendapat masalah kecil membuat ayahnya bertindak langsung tanpa sepengetahuan Aoran.
__ADS_1
Ayah Aoran yang memiliki tempramental buruk, tidak tahu cara mengekspresikan kasing sayangnya terhadap anak-anaknya, karena itu memberikan jarak antara dia dan Aoran. Sejak kecil Aoran dan ayahnya tidak terlalu dekat, bertukar pikiran tak pernah mereka lakukan.
Kembali ke Aoran yang berada diruangan.
"Ini pasti ulah tua bangka itu." Gumam Aoran masih melihat berita kabar kebangkrutan Jingling melalui laptopnya.
Aoran memang memutuskan kerjasama antara perusahaan Jingling, tapi dalam hal bangkrutnya perusahaan Jingling tidak ada campur tangannya.
"Bos, dokumennya sudah siap." Ucap Parto.
Aoran berdiri dan beranjak pergi ke perusahaan Jingling.
Perusahaan Jingling.
Didalam kantor terdengar suara tangisan. Lili yang mendengar berita ayahnya bangkrut pergi keperusahaan untuk mencari tahu kebenarannya. Ayahnya yang mendengarkan ucapan Lili untuk memberikan Aoran pelajaran, malah dia sendiri yang mendapat ganjarannya, ini diibaratkan senjata makan tuan.
Malam sebelum kebangkrutan perusahaan Jingling.
Lili yang menangis mendatangi ayahnya.
"Ayah, aku ingi laki-laki baj***gan itu hancur." Ucap Lili mendatangi ayahnya diruang kerjanya.
"Apa yang terjadi?, apa Aoran memperlakukanmu dengan buruk." Tanyanya melihat Lili yang sedang menangis.
Lili menceritakan perbuatan Aoran yang kasar padanya saat makan malam, mendengar cerita Lili, ayahnya sangat kesal dan berencana memberikan Aoran perhitungan.
Ayah Lili memutuskan hubungan kerjanya dengan Aoran dan mengancam para investasi lain yang bekerja sama dengan Aoran. Dipikirannya perusahaan Aoran hanya perusahaan kecil yang mudah dihancurkan, tidak disangkannya semua investasi dan kerjasama dari perusahaan lain memutuskan melarikan diri dari perusahaannya sendiri. Penyebabnya bahkah tak diketahui oleh ayahnya Lili.
"Siapa sebenarnya Aoran. " Gumam ayah Lili yang masih memikirkan penyebanya.
Tak,, ,tak,, tak.
Suara langkah Aoran dan pengawalnya memasuki ruangan kantor ayah Lili.
Aoran dan Lili saling berhadapan, Lili merasa Aoran lebih menakutkan saat melihatnya lebih dekat.
Dengan sopan ayah Lili menyambut Aoran dan mempersilahkannya duduk.
"Tuan Fritsch, sepertinya ada kesalahpahaman antara kita." Ucap ayah Lili.
Aoran mengerti maksud dan perkataan ayah Lili, dengan santai Aoran melemparkan surat dokumen kehadapan ayah Lili.
"Bacalah." Ucap Aoran dingin.
"Apa ini." Tanya nya belum mengerti.
"Surat dokumen pembelian saham." Sahut Parto.
__ADS_1
Srekkk,,,.
Dibacanya surat pembelian saham yang dimaksud Parto. Didalam dokumen tertera bahwa hampir semua saham perusahaan Jingling telah dibeli oleh perusahaan Alxworld.
"Ini tidak benar." Ucap ayah Lili.
"Lebih dari setengah saham Jingling telah kubeli." Ucap Aoran dengan senyum sinis.
"Tanpa persetujuanku, bagaimana mungkin para pemegang saham menjualnya." Ucap ayah Lili melihat isi dokumen.
Aoran hanya memberi ekspresi senyum membunuh. Hanya karena permasalahan sepele perusahaan Jingling bangkrut ditangan Aoran.
Lili yang takut jatuh miskin rela merendahkan diri dihadapan Aoran. "Maafkan atas perbuatanku semalam, aku yang salah, tolong lepaskan perusahaan Jingling." Ucap Lili menangis dalam keadaan berlutut.
Aoran merasa muak dengan tangisan Lili.
"Jika kalian tidak ingin hidup dijalanan, aku akan memberikan kesempatan untuk kalian mengabdi padaku." Ucap Aoran.
"Maksudnya mengabdi." Ucap ayah Lili.
"Aku akan menjadikan perusahaan Jingjing menjadi cabang dari Alxworld." Ucap Aoran.
"Kenapa? tidak setuju." Tanya Aoran.
Dengan ketidak berdayaan, ayah Lili setuju menjadikan perusahaan Alxworld menjadi perusahaan pusat. "Bukan begitu, saya setuju Jingling menjadi cabang dari Alxwork." Ucap ayah Lili.
Perusahaan ALXWORLD adalah nama dari perusahaan Aoran. Perusahaan Alxworld memiliki perusahaan cabang dibeberapa negara.
Kembali ke perusahaan Alxworld.
Parto yang menemani Aoran mengurus beberapa dokumen. "Bos, para investor bahkan belum sempat menarik investasi di perusahaan Jingling, tiba-tiba perusahaan Jingling bangkrut." Ucap Parto penasaran.
"Cepat selesaikan dokumen ini dan antarkan ke perusahaan Jingling." Aoran yang tak memberi alasan pada Parto.
"Baik Bos." Parto yang tidak melanjutkan rasa penasarannya.
Anasya yang saat ini melakukan tes dengan hadiah yang diberikan Aoran, membawa ke 8 pengawalnya masuk kedalam mall menjadikan Anasya sebagai pusat perhatiaan.
Anasya yang sedang memilih beberapa barang keluaran limited edition seperti dress, sepatu dan tas. "Mbak tolong dibungkus semua." Anasya yang selesai berbelanja.
Setelah karyawan toko menyerahkan barang belanjaannya, Anasya tanpa segan menyuruh para pengawalnya untuk membawakan semua belanjaanya.
"Tolong dong dibawain." Ucap Anasya tersenyum pada ke 8 pengawalnya.
"Baik Non." Ucap salah satu pengawalnya.
Dengan kartu tanpa batas Anasya membayar semua belanjaanyaa. Berjalan dengan ke 8 pengawalnya dan membawakan barang-barang belanjaanya membuat Anasya merasa dirinya berada difilm-film, dilindungi oleh banyak pengawal. Anasya merasa dirinya keren sambil berjalan dengan cool.
__ADS_1
💔💔💔
Bersambung