
Keesokan harinya.
Robin yang telah menunggu Ardella diluar rumah. Ardella dengan pakaian rapi gaya ala kantoran datang menemui Robin.
"Rob, gimana penampilanku." Tanya Ardella.
Bagaimanapun penampilan Ardella jelas saja Robin akan merasa Ardella cantik. "Cantik." Senyum Robin memuji.
"Sungguh." Ardella merasa percaya diri.
"Iya, apa gunanya berbohong." Ucap Robin kembali.
Ardella tersenyum melihat Robin menatapnya. "Aku sayang Robin." Ucap Ardella.
Robin terkejut dengan pujian yang dilemparkan oleh Ardella. "Aku lebih sayang kamu." Ucap Robin menyentuh pipi Ardella.
Ardella dan Robin menjalani hubungan yang sederhana, menjadi sepasang kekasih bukan harus berarti kencan, membelikan hadiah mahal dan selalu mengucapkan kata-kata cinta. Bagi Robin menunjukkan cintanya untuk Ardella cukup dengan perhatian, menjaga dan menjadi teman baik yang selalu ada untuk Ardella.
Chiuuuu,,,.
Ardella telah sampai ditempat tujuan. Ardella mulai sedikit gugup dengan hari pertamanya kerja.
"Aku gugup banget." Ucap Ardella menarik dan menghembuskan nafasnya.
"Kalau kamu gugup. Ingat aja senyuman Robin. " Ucap Robin menggombal.
Gombalan Robin membuyarkan rasa resah dan gugupnya. "Akan kulakukan, sepertinya cara itu tidak terlalu buruk." Ucap Ardella.
"Hahaha. Semangat." Robin mengepalkan tangannya memberi semangat untuk Ardella. "O, ya. Ini bekal nya." Ucap Robin kembali.
"Kapan kamu siapkan bekalnya." Ardella meraih kotak bekal yang diberikan oleh Robin.
"Tadi pagi sebelum kamu bangun. " Ucap Robin.
"Nanti aku jadi bergantung padamu, besok biar aku sendiri aja yang buat." Ucap Ardella.
"Aku senang melakukannya kamu tidak usah terlalu memikirkannya. Ingat makan yang banyak, jangan terlalu keras bekerja, teru,,. " Ucap Robin masih terpotong.
"Ok Rob, aku mengerti." Ucap Ardella langsung sebelum Robin melanjutkan ceramahnya.
Ardella yang mulai beranjak masuk kedalam perusahaan Alxworld. "Bye." Ucap Ardella pada Robin yang masih menunggunya.
Ardella yang telah berada di bagian resepsionis.
"Ada yang bisa saya bantu." Ucap Resepsionis ketika melihat Ardella masuk.
"Mbak, saya ingin bertemu dengan hrd." Ucap Ardella.
"Saya akan menhubungi hrdnya terlebih dahulu. Bisakah saya tahu nama mbak dan atas keperluaan apa mbak ingin bertemu dengan hrd."
__ADS_1
"Saya dipanggil untuk datang sebagai karyawan baru denaga atas nama Ardella Dyandi Putri." Ucap Ardella menjelaskan maksud kedatangannya.
Ardella dibawa ke ruang hrd. Berada diruang hrd. Ardella dipersilahkan duduk dan memulai pembicaraan. Ardella menyerahkan CV kepada hrd. Hrd yang melihat CV Ardella nampak puas dan memberikan kontrak kerja.
"Ini kontrak kerja, sebaiknya kamu baca terlebih dahulu, jika ada yang ditanyakan. Silahkan tanyakan saja." Ucap hrd.
"Baik." Ucap Ardella.
Ragu dengan keputusaanya, Ardella sedikit gelisah, tapi apa boleh buat sudah terlanjur dia berada di perusahaan Aoran.
Aku hanya karyawan kecil disini, sedangkan dia seorang CEO, tidak mungkinkan aku bertemu dengannya. Ardella membatin.
Ardella membaca surat kontrak kerja, dilihatnya surat kontrak kerja tidak bermasalah, gaji yang ditawarkan lumayan besar untuk seorang karyawan magang.
Serius ne gajinya sebesar ini. Dengan gaji sebesar ini bisa buat nabung biaya skripsi. Ardella membatin.
Srek,,, srekk Ardella menandatangani surat kontrak kerja dan menyerahkannya pada hrd.
"Selamat hari ini kamu resmi bekerja disini." Ucap hrd tersenyum.
"Untuk kedepannya mohon bingbingannya Bu." Ucap Ardella memberi senyum.
"Tentu. Saya akan mengantarmu ke ruangan CEO."
"Ruang CEO." Spontan Ardella kaget. "Apa perlu saya melapor pada CEO. Saya hanya karyawan magang." Ucap Ardella.
"Iya, karena mulai hari ini kamu akan bekerja sebagai sekretaris barunya."
"Kontrak yang kamu tanda tangani itu kontrak kerja sebagai sekretaris CEO."
Ardella yang tidak ingin bertemu dengan Aoran. "Kalau begitu saya ingin mengundurkan diri sekarang."
"Jika kamu mengundurkan diri, sesuai dengan kontrak kamu harus membayar denda pelanggaran kontrak senilai 100 juta."
Ardella merasa tidak pernah melihat denda pelanggaran kontrak kerja. "Tapi dikontrak tidak ada tertera kalau saya harus membayar 100 juta jika saya mengundurkan diri." Ucap Ardella bingung.
Hrd kembali menunjukkan surat kontrak kerja pada Ardella, dikontrak tertera apa yang dikatakan hrd. Ardella merasa aneh atas perubahan kontrak kerja, perasaannya ada yang salah dengan kontrak kerjanya. Ardella merasa telah teliti saat membaca kontrak tapi mengapa dia bisa melewatkan hal sepenting ini.
"Apa ini kontrak yang saya tanda tangani barusan." Tanya Ardella masih membaca kontrak.
"Iya. Lihat tanda tangan kamu juga ada dikontrak. " Jawab hrd.
Sebelumnya hrd mendapat perintah dari Parto untuk menyelipkan selembar kontrak setelah dibaca oleh Ardella, karena itu lah Ardella terjebak dengan rencana Aoran Fritsch untuk membuatnya terpaksa bekerja di perusahannya.
Dengan berat hati, Ardella memutuskan untuk melanjutkan bekerja.
"Sepertinya saya yang salah. Saya minta maaf." Ucap Ardella.
"Jika kamu sudah mengerti jelas dengan kontrak kerjanya, maka jangan mencoba untuk mengundurkan diri. Sekarang ayo kuantar keruangan CEO untuk melapor." Ucap hrd dengan tegas.
__ADS_1
Lihat aja nanti kalau dia berbuat macam-macam, kali ini aku tidak akan segan denganya. Ardella membatin menuju ruangan Aoran.
Ceklek,,, pintu dibuka.
Didalam ruangan tidak ada orang, Hrd menyuruh Ardella menunggu diruangan Aoran. Saat itulah Ardella berdiri dan membaca nama Aoran yang tertera di meja.
Back now.
Ardella merasa bosan menyandarkan kepalanya ke buku tebal yang dibacanya, rasanya sudah malas bergerak lagi. Jam makan siang tiba, Parto yang datang menjemput Aoran untuk makan siang.
Aoran menghentikan pekerjaan dan beranjak dari kursi kerjanya, berjalan melewati Ardella tanpa mengatakan apapun.
"Apa ini sudah jam makan siang." Gumam Ardella melirik jam tangannya ketika melihat Aoran dan Parto pergi.
"Bos apa kita tidak mengajaknya untuk makan siang." Tanya Parto.
"Tidak perlu, dia pasti akan menolak." Jawab Aoran nada kesal.
Kekesalan Aoran bukan tanpa alasan, sebelumnya dia melihat Ardella dan Robin didepan perusahaan sedikit mesra, Robin yang memberikan bekal siang juga dilihat oleh Aoran.
Ardella beranjak dan membawa bekalnya keluar. Diperusahaan disediakan ruangan makan khusus bagi para karyawan, disitulah Ardella duduk dan ingin mulai menyantap makanannya.
"Kamu sekretaris baru Bos kan." Tanya karyawan wanita.
"Iya." Ucap Ardella.
"Namaku rama, namamu siapa." Tanyanya pada Ardella.
"Nama saya Ardella." Dengan tersenyum Ardella memperkenalkan diri.
"Sebaiknya kamu hati-hati dengan Bos, tempramentalnya sangat buruk, sebelum Parto yang menjadi sekretarisya sudah banyak sekretaris yang dia pecat." Ucap Rama.
"Kenapa mereka bisa dipecat." Tanya Ardella.
"Saya juga kurang tahu, setiap kali sekretarisnya dipecat mereka hanya menangis tidak mengucapkan apapun." Rara dengan suara pelan bergosip.
"Sejak pertama bertemu sifatnya memang aneh dan sulit ditebak. Tidak disangka sebagai atasan juga sifatnya sangat buruk." Ucap Ardella ikut bergosip.
"Makanya kamu hati-hati dengan Bos, wajahnya aja yang tampan tapi hatinya seperti singa mengamuk siap memangsa makanannya tanpa punya perasaan." Ucapnya mengandai-andai.
"Baiklah, akan kuingat pesan kak Rama." Ucap Ardella.
Melihat Ardella yang memegang kotak makanan. "Kamu bawa bekal sendiri." Tanyanya.
"Iya kak." Ardella tersenyum.
"Sama, aku juga, berarti setiap siang kita makan bareng aja." Ucapnya dengan menunjukkan bekal makananya.
"Oke kak."
__ADS_1
πππ
Bersambung