
Senin.
Pagi yang cerah diperkarangan kampus.
Hari libur semester telah usai, sekarang saatnya memasuki semester baru. Para mahasiswa telah berdatangan mengurus KRS masing-masing. Ardella, Anasya dan Nina yang telah selesai mengurus KRS duduk dibawah pohon rindang didepan jurusan.
Nina yang ingin memulai pembicaraan. "Kalian selama liburan kemana aja." Tanya Nina terbata-bata.
"Aku pulkam." Ucap Ardella secara reflek.
"Aku sih dirumah, ganguin kakakku." Ucap Anasya tertawa.
"Kalau Nina selama liburan kemana." Tanya Ardella balik
"Bantu ibu jualan." Ucap Nina.
Anasya yang melihat ke arah Nina "Cieeee, Nina anak rajin nieeee." Ucap Anasya Menggoda Nina.
Tringg,,, sebuah pesan masuk.
Ardella mengambil ponselnya, kemudiaan dibacanya pesan dari chat group jurusan, perlahan membaca pesan agar kedua temannya itu ikut mendengar pesan di group, Anasya yang sibuk menggoda Nina tak mendengar Ardella membacakan pesan.
Melihat Anasya yang tidak memperhatikannya. "An, coba cek group." Meneyentuh Anasya yang dari tadi tertawa.
"Emang ada apa di group." Anasya mengambil ponselnya.
"Hallo teman2, karena ini semester baru maka diharapkan bagi junior dan senior ikut dalam pesta penyambutan maba. Kabar baiknya lagi kita akan kedatangan alumni lohhhh,,, tempatnya nanti bakal dishare." Pesan group.
Mereka bertiga berunding antara datang atau tidak, setelah lama merundingkan mereka memutuskan untuk hadir ke pesta.
Malam hari.
Sesuai rencana, Ardella dan Nina telah sampai di tempat pesta diadakan. Kafe bg Jali tempat pesta penyambutan, Anasya dan Nina mulai beranjak masuk kedalam kafe, mereka melihat banyak mahasiswa yang telah datang, sebagian orang juga yang datang tampak asing dimata Ardella dan Nina.
"Mungkin mereka alumni kita." Bisik Ardella pada Nina.
Mereka yang masih berdiri menjadi pusat perhatiaan para alumni, terlebih lagi alumni laki-laki melihat kearah Ardella.
"Kak, duduk disini." Seru junior pada Ardella.
"Ayo Nin, kita duduk disana." Ajak Ardella.
Makanan dan minuman telah disajikan tanpa harus dipesan, biaya pesta yang diadakan ditanggung para alumni yang hadir .
Berada di kafe, Ardella dan Nina masih menunggu kehadiran Anasya.
Tringg,,, bunyi pesan masuk.
"Man,, teman maaf ya π’, gk bisa datang, lagi dapet ne, perutku keram π₯π₯." Pesan Anasya.
"Anasya gk datang." Tanya Nina pada Ardella yang sedang membaca pesan.
__ADS_1
"Iya." Ucap Ardella pelan.
Pesta penyambutan tanpa Anasya membuat Ardella dan Nina tidak nyaman dan ingin secepatnya pulang.
Seorang laki-laki yang mendekat kearah meja Ardella dan Nina. "Kamu Ardella kan." Tanyanya.
"Iya."
"Kenalkan namaku Riko, alumni kalian." Riko yang memperkenalkan diri.
"Saya Ardella kak, angkatan 15." Sahut Ardella memberi senyum.
"Saya Nina kak, seangkatan dengan Ardella."
Saat Ardella masuk kedalam kafe, Riko telah memperhatikan gerak-gerik Ardella. Penasaran dengan Ardella, dia bertanya pada Bimo yang duduk disampingnya. Bimo memberitahu nama Ardella dan menceritakan Ardella adalah salah satu bunga kampus. Mendengar cerita Bimo, menambah ketertarikan Riko terhadap Ardella.
Melihat Ardella hanya minum air putih. "Kok cuman minun air putih, coba deh minum ini." Riko menyodorkan minuman beralkohol pada Ardella dan Nina.
"Tidak kak, aku tidak suka minuman beralkohol." Tolak Ardella dengan sopan.
"Oh ya, sorry,,, sorry." Ucapnya pada Ardella. "Bim, pesanin dong minuman tanpa alkohol pada Ardella dan Nina." Teriak Riko memanggil Bimo.
"Sip kak." Ucap Bimo bergegas memesan minuman untuk Ardella.
Bimo yang datang dengan membawakan dua cangkir jus jeruk ke meja Ardella dan Nina. "Minumannya datang." Ucap Bimo ramah.
Meski tak suka dengan jus jeruk, sebagai sopan santun Ardella meraih gelasnya, kemudian meminum jus jeruk yang diberikan Bimo. Pesta penyambutan berlangsung dengan ramai, beberapa mahasiwa ada yang mabuk dan sebagiaan telah pulang.
Riko dan Bimo menghampiri Nina. "Kenapa dek." Tanya Riko baik pada Nina.
"Ardella sepertinya tertidur kak." Ucap Nina sambil membangunkan Ardella.
"Ardella biar kami aja yang antar Nin." Ucap Bimo kembali.
"Gk usah, biar aku aja yang antar naik taksi, gk enak ngerepotin." Ucap Nina menolak.
"Gk apa kok, lagian aku juga bawa mobil kesini." Ucap Riko tersenyum.
Riko dan Bimo bersikeras mengantar Ardella pulang, Nina yang berusaha menolak tak bisa berkata lagi. Riko menggendong Ardella masuk kedalam mobilnya dan membaringkan Ardella di kursi bagian belakang, diikuti dengan Bimo duduk dibagian paling depan.
Nina yang melihat Ardella dibawa oleh Riko dan Bimo sangat khawatir. "Telpon Anasya aja." Gumam Nina masih melihat mobil Riko hendak melaju.
Tuttt,,,,
"Hallo." Ucap Anasya lewat telpon.
" An. Ardella dibawa sama Bimo dan senior alumni" Ucap Nina langsung.
"What, kenapa bisa." Jawab Anasya lewat telpon.
"Ceritanya panjang An, gimana nih aku bingung harus ngapain." Nina mulai gelisah.
__ADS_1
"Ok tenang dulu Nin, ikutin aja mobil mereka, aku otw menyusul." Ucap Anasya.
Anasya yang masih mengenakan baju tidur dan memakai sandal rumahan turun dari tempat tidurnya, kakinya melangkah turun dari tangga, untuk jaga-jaga dia mengumpulkan ke 8 pengawalnya, dan ikut bersamanya pergi menyusul Nina.
Awas aja kalau bimo macem-macem. Anasya membantin.
Dengan dua mobil pribadi, Anasya berangkat dengan pengwalnya, masih menunggu kabar dari Nina, Anasya tambah semakin gelisah.
Selanjutnya Nina yang masih mengikuti mobil.
Ckitt,,, mobil Riko dan bimo berhenti.
Nina yang ikut menghentikan taksinya. "Pak, berhenti disini." Ucap Nina pada supir taksi.
Supir taksi menatap Nina dengan tajam, Nina yang masih belum memperhatikan dimana di berhenti memberikan uang taksinya.
Ketika turun dari mobil, Riko dan Bimo memapah Ardella masuk kedalam sebuah motel.
"Ayo cepat." Ucap Riko.
"Ok bg sabar." Bimo yang sedang memesan kamar.
"Motel." Ucap Nina ketika melihat Riko dan Bimo membawa Ardella ke motel.
Dengan cepat dia menghubungi Anasya, Nina yang mengabari Anasya tempat Ardella dibawa oleh Riko dan Bimo.
"An, cepat datang, Ardella dibawa ke motel." Nina menangis lewat telpon.
"Motel mana. " Tanya Anasya. "Ok Nin, tunggu gue disana." Ucap Anasya setelah mendapat alamat motel dari Nina.
"Pak, cepetan, temanku dalam bahaya." Ucap Anasya pada supirnya.
"Baik Non." Jawab supir.
Brummm,,, dengan cepat mobil Anasya melaju.
Didalam mobil Anasya mulai panik.
"Ditambah lagi kecepatannya." Ucap Anasya kembali pada supirnya.
Tiba ditempat tujuan. Anasya melihat Nina menunggu diluar motel.
"Nin." Ucap Anasya.
Dengan menangis Nina memangil Anasya. "Akhirnya kamu datang, aku gk tahu harus berbuat apa." Ucap Nina.
Tanpa menunggu lebih lama Anasya langsung bergegas masuk kedalam motel. "Kita langsung masuk aja sekarang." Ucap Anasya.
Anasya dan Nina serta pengawalnya masuk kedalam motel, mereka mulai mendatangi bagian informasi motel untuk mencari kamar Riko dan Bimo.
πππ
__ADS_1
Bersambung