
Malam hari.
Ardella mengajari Aldo belajar didalam kamar Aldo.
"I GO TO SCHOOL, saya pergi kesekolah." Suara Ardella yang mengajari Aldo bahasa inggris.
Sangkin asiknya mengajari Aldo, Ardella tadak sadar kalau kakanya masuk kedalam kamar.
"Bapak." Ucap Aldo.
"Eh kakak." Setela melihat Batara berdiri didekat pintu.
"Kamu sedang apa dek." Tanya Batara.
"Mengajari Aldo belajar kak." Ucapnya masih memegang buku Aldo.
Melihat Ardella yang semakin membaik membuat Batara ingin adiknya kembali melanjutkan sekolahnya.
"Ada hal yang ingin kakak katakan."
"Apa kak."
"Kamu ada rencana kuliah gk dek." Tanya Batara.
"Kuliah." Berpikir sejenak.
"Mmm, sebentar lagi ada penerimaan mahasiswa di setiap universitas, kenapa gk kamu coba aja dek."
"Tapi Ardella sudah lama gk belajar kak."
"Sebenarnya kakak sudah membeli beberapa buku untuk bahan kamu belajar." Tangannya yang dari tadi mentengteng buku didalam tas kantungan.
Melihat kakaknya yang begitu serius bicara, Ardella berpikir untuk mencoba apa yang dikatakan kakaknya, belajar juga hal yang menyenangkan bagi Ardella sehingga dia juga ingin melanjutkan sekolahnya.
"Ardella coba ya kak." Ucap Ardella yakin.
"Ini bukunya dek." Menyerahkan tasnya yang penuh buku pelajaran masuk universitas.
Pelajaran yang dulu terlupakan membuat Ardella harus lebih giat belajar. Batara yang mendukung Ardella selalu membeli buku pelajaran dan dibawanya setiap kali pulang dari kerja.
Setelah beberapa minggu Ardella belajar saatnya pendaftaran dibuka, dibantu oleh kakaknya Batara, Ardella didaftarkan ke university ternama di jakarta dengan jurusan manajemen, setelah proses pendaftaran akhirnya ujianpun segara tiba.
***
Hari senin saatnya bagi Ardella ujian.
"Ardella bangun." Ucap Lisa dari kejahuan.
"Ardella sudah bangun kakak ipar. " Sedang berdandan rapi.
Ardella keluar dari kamar menuju keruang makan, Batara dan Lisa melihat Ardella yang memakai baju putih hitam terlihat manis, mereka tersenyum melihat Ardella.
"Sebelum berangkat ujian sarapan dulu dek, biar gak lapar pas ujian." Ucap Lisa menyiapkan sarapan Ardella.
__ADS_1
"Iya kak." Ikut duduk dikursi makan.
Karena tak bisa diantar oleh Batara, terpaksa deh Batara menyuruh Robin untuk mengantar Ardella ke lokasi ujian. Robin yang dari tadi pagi juga sudah bersiap-siap mengantar Ardella dengan pakaian rapi, dia menunggu Ardella diluar rumah bersama kereta scoternya.
Ardella yang keluar dari rumah melihat Robin memakai baju ala koboy dengan warna sedikit mencolok menaiki scoternya, dia berjalan mendekat, Robin yang tengah asik berkaca dikaca spion dikejutkan dengan suara tawa Ardella.
"Ehem,,, ehemmm." Ardella senyam senyum melihat penampilan Robin.
"Ardella kenapa ketawanya gitu." Melihat ekspresi Ardella.
"Lucu aja lihat Robin diatas scoter mengenakan baju seperti itu." Masih menahan tawa.
"Lucunya dimana." Tanyanya dengan wajah bingung.
"Gk ada kok." Senyumnya.
Tak tega mengatakan bahwa penampilan Robin sedikit mencolok.
"Apa kta pinjam mobil kak Batara aja." Kata Robin yang pikirnya Ardella malu naik scoter bersamanya.
"Jangan, kak Batara lebih butuh mobilnya." Menahan Robin yang ingin masuk mencari kakaknya untuk meminjam mobilnya.
Robin makin bingung dibuat oleh Ardella. Ya sudah lah kalau Ardella bilang kayak gitu. Pikir Robin kembali.
Ardella mulai menaiki scoter dan memakai helm yang diberikan Robin, berjalan diatas kereta dengan angin sepoi-sepoi membuat suara mereka yanh berbicara diatas scoter tak terdengar.
"Alamatnya dimana." Tanya Robin dengan suara samar-samar diatas kereta yang sedang melaju.
"Apa Rob,, gak kedengaran." Mendekatkan telinganya ke arah Robin.
"Oouuu, disini." Menunjuk kertas ujiannya.
"Ok aku tau itu." Meningkatkan kecepatan mobil.
Nyiunnng,,,scoter dengan kecapatan tinggi telah sampai dialamat tujuan mereka, rambut Ardella sedikit berantakan ketika membuka helmnya, Robin yang melihat merapikan rambut Ardella.
"Bisa gk ya aku nanti aku jawab soalnya." Masih menunggu Robin merapikan rambutnya.
"Aku yakin kamu pasti bisa." Senyumnya pada Ardella.
"Jangan mengecek aku jika aku tak lulus." Ardella yang kurang percaya diri.
"Ok,,,semangat." Tangannya menyemangati Ardella.Β
Ardella masuk kegedung tempatnya ujian. Sedangkan Robin masih menunggu diluar gedung.
Anasya yang baru juga tiba dilokasi ujian diantar oleh supir pribadi. Sebenarnya Anasya ingin diantar oleh Aoran kakaknya, tapi karena ada meeting yang sangat penting membuat Anasya harus diantar oleh supir. Kaki Anasya mulai turun dari mobil, dilihatnya kertas ujian yang ada ditangannya, karena masih bingung tempat ujiannya dimana, dia memutuskan untuk bertanya pada seseorang.
"Pak boleh tanya." Tanya Anasya.
Pak,,, emangnya aku terlihat seperti bapak-bapak. Batin Robin.
"Boleh." Ucap Robin sedikit ketus.
__ADS_1
"Ini tempatnya dimana ya." Memperlihatkan kartu ujiannya pada Robin.
"Kurang tau juga, coba deh kamu masuk aja, mungkin tempatnya disitu." Menunjuk arah masuk gedung.
"Ok makasih ya pak." Ucap Anasya ramah.
Anasya mulai melangkah kedalam gedung, satu persatu ruangan didalam gedung diceknya namun belum juga ditemukannya, matanya yang sibuk melihat kearah tulisan ruangan membuatnya tak memperhatikan jalan sehingga tak sengaja menabrak Ardella yang tengah berdiri.
Brukk,, tak sengaja menabrak Ardella hingga tasnya serta barang-barang didalam tas berserakan dilantai.
"Maaf." Ucap Anasya sampai tiga kali sambil membantu Ardella mengambil barang-barangnya.
Aduh dia marah gk ya. Suara hati Anasya.
Ardella memang sedikit terkejut karena ditabrak dari belakang, namun dia juga merasa salah karena berdiri sembarangan.
"Ok, tidak apa kok." Ucap Ardella ramah pada Anasya.
Hati Anasya merasa lega, tidak sengaja dia melihat kartu ujian Ardella.
" Tempat ujin kita kayaknya sama deh." Mencocokkan lokasi ujian mereka.
"Betul, kita cari ruangannya sama-sama ya." Kata Ardella.
"Ok." Senyum Anasya bersahabat.
Ardella dan Anasya mencari ruangan tempat mereka ujian, setelah beberapa menit mereka menemukan ruangan ujian.Β Didalam ruangan terdapat masing-masing nama mereka. Ardella dan Anasya duduk bersampingan.
Ujian telah dimulai Anasya terlihat sibuk dengan soal yang ada dikertasnya, begitu juga Ardella melihat soal ujian mulai fokus.
Soal yang ini aku tahu cara perhitungannya, Ardella yang mengerjakan soal matematika mengingat pelajarannya kembali.
Untung aku cari guru bimbingan jadi setengah soalnya aku paham. Pikir Anasya saat mengerjakan soal ujian.
Ding,,dong suara bunyi bel menandakan waktu ujian habis, Ardella dan Anasya serta peserta ujian lainnya meninggalkan lembaran ujian diatas meja dan pergi menuju keluar ruangan, sedangkan untuk lembar ujian akan dikumpul oleh pengawas.
Ardella keluar terlebih dahulu, karena orang ramai yang berdesakan keluar membuat Ardella tak melihat Anasya dibelakang, begitu juga dengan Anasya yang masih membereskan alat tulisnya tertinggal.
Saat keluar dari gedung Ardella mendapati Robin masih menunggu.
"Ella, gimana ujiannya." Berlari menuju Ardella.
"Masih ada yang bisa aku jawab, tapi gk tau hasilnya nanti bagaimana." Ucap Ardella lesu.
"Kamu pasti lulus." Ucap Robin tak sadar suaranya sedikit keras.
Robin dan Ardella yang tengah berbicara dilihat oleh Anasya yang baru keluar dari gedung. Anasya yang tidak ingin menggangu mereka pergi tanpa menyapa Ardella.
"Cowok yang penampilannya aneh yang tadi itu cowoknya. Cewek cantik kok mau sama cowok biasa-biasa saja." Gumam Anasya melewati Robin dan Ardella.
Pengumuman hasil ujian akan diumumkan sekitar 2 minggu lagi, antara lulus atau gagal hasilnya akan diketahui setelah 2 minggu lagi.
πππ
__ADS_1
Bersambung