Separuh Cinderella

Separuh Cinderella
Makan Malam Yang Menyebalkan


__ADS_3

Restoran.


"Ganteng banget."


"Aku sudah bekerja selama 5 tahun disni, baru kali ini ada pelanggan seganteng itu." Ngiler.


"Sungguh keindahan yang hakiki." Terkagum-kagum.


Ucap para karyawan wanita ketika melihat Aoran masuk kedalam restoran.


Tubuh Aoran yang gagah, langkah kakinya bahkan terlihat keren saat berjalan, tatapan dingin dari bola matanya membuat dia terlihat lebih cool. Pesona Aoran yang bertebaran di dalam restoran membuat para wanita yang meliriknya langsung jatuh cinta.


Aoran yang sedang berjalan menuju ke arah meja yang telah dipesannya, di meja itu telah ada seorang wanita yang sedang duduk menunggungnya.


"Maaf aku terlambat." Ucap Aoran.


Terpesona melihat Aoran. "Tidak apa, aku juga baru tiba 5 menit yang lalu." Ucapan yang kaku.


Kita sebut aja nama wanita ini Lili. Lili wanita campuran indo-chine, berkulit putih dan berwajah cantik. Lili adalah anak dari rekan bisnis Aoran.


Duduk berhadapa Aoran sibuk melihat menu makanan, tangannya yang sibuk membolak-balikkan halaman menu. Lili yang terus memandang wajah Aoran ingin membuka pembicaraan.


Lili yang merasa percaya diri. "Ternyata yang dikatakan ayah benar, kamu sangat tampan dan langsung bisa memikat hatiku." Ucap Lili lembut mengatur cara bicara.


Aoran tidak merasa tersentuh. "Aku datang kesini bukan untuk membuatmu terpikat." Ucap Aoran serius membungkam perkataan Lili.


"Haha, kamu lucu deh." Tawa Lili.


"Lucu. apa itu terdengar lucu?." Ucap Aoran.


"Em, maaf membuatmu tersinggung."Β  Ucap Lili berhenti tertawa.


"Apa kamu punya pacar?." Tanya Lili kembali.


"Itu bukan urusanmu." Aoran yang berkata kesal.


"Aku tertarik padamu, berkencanlah denganku." Ucap Lili mendekatkan diri kepada Aoran.


"Sepertinya kamu salah paham, aku kesini sekedar makan malam dengan rekan bisnisku." Aoran berbicara sinis saat mendengar kata berkencan.


"Jangan menolakku terburu-terburu." Kepercayaan diri mulai menurun. "jika kita menjadi sepasang kekasih, maka dua perusahaan yang bersatu dan saling mendukung antara kamu dan ayahku akan menjadi lebih kuat didalam dunia bisnis." Ucap Lili.


"Aku tidak bergantung dengan siapapun." Ucap Aoran tanpa bergeming. "Aku juga tidak butuh dukungan ayahmu untuk membangun perusahanku." Aoran yang terlihat jutek.


"Percaya diri sekali, ayahku juga salah satu pembisnis ternama di negeri ini, bisa saja aku menyuruh ayahku untuk membatalkan kerjasama antara perusahaanmu." Ucap Lili kesal.


Aoran mulai tak berniat melanjutkan pembicaraannya dengan wanita yang dihadapannya. "Baiklah aku mengerti sekarang, kita putuskan kerjasamanya." Ucap Aoran.


"Sombong sekali, memang sehebat apa dirimu." Ucap Lili.


Aoran yang merapikan kemejanya berdiri "Hubungi aku jika kamu jatuh miskin." Ucap Aoran memberikan kartu namanya.


Kepercayaan diri zonk. "Laki-laki bre**sek." Teriak Lili ikut berdiri melihat Aoran pergi meninggalkannya sendirian.


Flasback.

__ADS_1


Sebelum pertemuan makan malam antara Aoran dan Lili.


Parto yang mengatur jadwal Aoran mendapat kabar dari perusahaan Jingling untuk membahas kerjasama antara perusahaan kedua belah pihak, atas permintaan CEO dari perusahaan Jingling yang tidak lain adalah ayah Lili meminta mereka mengatur jadwal makan malam dengan putrinya sekalian membahas proyek untuk bulan depan.


Aoran yang tampan, memiliki prestasi serta kemajuan perusahaannya yang sangat pesat membuat ayah Lili ingin menjadikannya sebagai menantu.


"Perusahaan Jingling ingin membuat janji makan malam antara Bos dengan putrinya." Ucap Parto sekretaris Aoran.


"Tolak." Ucap Aoran.


"Ayolah Bos, jangan menolak, pertemuan ini penting untuk kemajuan perusahaan." Ucap Parto.


"Mengguruiku." Tanya Aoran.


"Saya tidak berani, aku hanya menjaga nama baik Bos." Parto yang menggelengkan kepala.


Walau sifat Aoran terkenal dingin dan kejam, Parto tidak merasa takut, sesekali dia menasehati Aoran agar bisa menjalin hubungan yang baik antara sesema rekan bisnis.


Kembali ke Aoran yang sedang menyetir dengan kecepatan tinggi.


Ckittt.


Mobil berhenti disebuah bar.


Didalam bar disediakan fasilitas ruang VIP. Masuk kedalam bar, Aoran mulai memesan anggur dengan kadar alkohol tinggi, duduk bersandar di ruang VIP menikmati sebotol anggur.


Diteguknya secangkir, rasanya masih kurang ditenggorokannya, dituangkannya anggur kedalam gelas, anggur yang didalam botol hanya tersisa beberapa tetes, Aoran masih belum puas minum kembali memesan beberapa botol anggur.


Pelayan membawakan anggur ke ruangan VIP, melihat Aoran yang tampan."Mau kulayani tuan." Pelayan wanita yang menyentuh paha Aoran."


Pelaya wanita itu tak peduli dengan peringatan Aoran, dia membuka kancing bajunya bagian atas hingga celah dua gundulannya terlihat, wanita itu melemparkan dirinya pada Aoran.


"Hah." Desah wanita itu pura-pura jatuh kepelukan Aoran.


Bruk,,, Aoran yang mendorong wanita itu dengan sekuat tenaga hingga terlempar ke lantai.


"Cih." Aoran yang merasa muak.


Wanita itu tak berani lagi mendekat, tergesa-gesa dia pergi meninggalkan ruangan.


Aoran yang mabuk mengambil ponselnya.


Tutttt,,,


"Hallo Bos." Ucap seorang laki-laki.


"Apa ada kabar tentang Ardella." Ucap Aoran setengah sadar.


"Tidak ada Bos, sampai sekarang Ardella tidak pernah mengunjungi pulau." Ucap laki-laki itu lewat telepon.


Laki-laki yang berbicara dengannya adalah seorang mata-mata di pulau Ardella tinggal. Aoran menempatkan seorang mata-mata untuk mencari tahu keberadaan Ardella. Sampai sekarang tidak ada kabar mengenai Ardella, antara mata-mata berkata jujur atau tidak belum diketahui oleh Aoran.


Prank,,


Aoran yang melemparkan ponselnya dan botol anggurnya.

__ADS_1


"Aaaaaaaaa." Teriak Aoran keras.


"Ardella. " Ucap Aoran berjalan sempoyongan keluar dari bar.


Dalam keadaan mabuk berat Aoran kembali kerumah.


"Kak Aoran." Ucap Anasya.


"Anasya adikku yang manis." Aoran yang dalam keadaan mabuk.


"Huh, kak Aoran bau alkohol." Anasya menggerutu menutup hidungnya.


Mengangkat tubuh Aoran yang sedang dalam keadaan mabuk. "Berat banget." Anasya menggerutu kembali.


Ceklek,,, menyalakan lampu kamar.


Anasya membaringkan Aoran ditempat tidur.


"Hiks." Aoran menangis dalam tidurnya.


Anasya melepaskan sepatu Aoran dan meletakkan selimut ke tubuh Aoran.


"Selamat malam kak, semoga mimpi indah." Ucap Anasya.


Keesokan paginya.


"Sudah bangun." Ucap Anasya membuka pintu.


"Apa aku semalam mabuk." Tanya Aoran memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Iya." Ucap Anasya singkat.


"Aku sangat bersusah payah membawa kak Aoran kekamar, sebagai gantinya berikan aku hadiah." Ucap Anasya.


"Katakan mau hadiah apa." Ucap Aoran.


"Serius nih." Anasya yang berpikir mau minta hadiah apa, saat dipikirnya rasanya tak ada barang yang dia inginkan. "Berikan aku beberapa pengawal Kak." Ucap Anasya setelah berpikir matang-matang.


"Siapa yang berani mengganggumu." Ucap Aoran membuka lebar matanya.


"Tidak ada kak." Ucap Anasya.


"Lalu untuk apa pengawal." Tanya Aoran kembali.


"Agar terlihat keren kak." Ucap Anasya senyum.


"Berapa orang yang kamu butuhkan." Tanya Aoran.


"1,2,3,4,5,6." Ucap Anasya menghitung jarinya. "Kayaknya 8 orang cukup kak."


Aoran yang setuju dengan permintaan Anasya mencarikannya pengawal yang terbaik. Pengawal yang diberikan Aoran kepada Anasya ditugaskan untuk menjaga Anasya dari jarak jauh. Sekarang jumlah pengawal Anasya menjadi 10 orang. Aoran yang tidak ingin Anasya diganggu oleh orang jahat telah menempatkan 2 pengawal rahasia disisi Anasya selama 24 jam.


πŸ’”πŸ’”πŸ’”


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2