Seputih Melati

Seputih Melati
Bucin


__ADS_3

Paginya, Dewa mengantar kedua anak dan istrinya ke sekolahan PAUD. Tak seperti biasanya Dewa menggendong Tsabita sambila membawa tas Tsabita, kali ini Melati yang menggendong Tsabita sambil menggandeng Dirga, sedangkan Dewa hanya membawakan tas milik Melati dan Tsabita, sedangkan Dewa membawa tasnya sendiri.


"Assalamualaikum." salam Melati dan Dewa bersamaan.


"Wa'alaikumussalam." jawab bu Hayati penuh suka cita.


"Wah, sekarang udah tambah personil ya pak yang turun dari mobil." kata bu Hayati.


"Hehe, iya bu. Alhamdulillah." jawab Dewa sedangkan Melati menyalami bu Hayati.


"Bunda Yati, sekarang kak Dirga punya mama lho." kata Dirga riang.


"Oh ya? Siapa namanya?" tanya bunda Hayati dengan penuh penghayatan.


"Namanya mama Melati. Sekarang Kak Dirga sama adek, manggilnya engga bunda Melati lagi bunda, tapi mama Melati." kata Dirga dengan cakap nya.


"Wah, pasti seneng banget dong kak Dirga, punya mama baru." kata bunda Hayati.


"Iya bunda, kakak sama adek seneng banget." kata Dirga.


"Ya sudah, kalau begitu, kak Dirga masuk dulu ya. Ayah berangkat kerja dulu." kata Dewa.


"Iya ayah." jawab Dewa dengan comelnya.


"Bunda Hayati, saya titip anak dan istri saya ya " kata Dewa.


"Tentu pak Dewa. Saya akan menjaga mereka dengan suka cita." kata bu Hayati merasa geli dengan yang dikatakan Dewa.


"Kalau istri saya nakal, dijewer aja gapapa bunda." kata Dewa sambil tersenyum. Melati menlotot, Melati paham kalau Dewa bercanda, tetapi dia jadi sungkan dengan buda Hayati.


"Siap pak Dewa. Nanti kalau nakal, langsung saya hubungi pak Dewa, agar pak Dewa sendiri yang menghukumnya, dan menanganinya." kata buda Hayati dengan menahan tawa.


Dewapun kemudian pamit, dia kembali ke dalam mobilnya, dan melajukan mobilnya menuju sekolahan tempat dia mengajar.


💕💕💕


Sudah satu bulan pernikahan Melati dan Dewa, mereka jalani bersama dengan suka cita. Dewa sangat perhatian dengan Melati, dan hubungan mereka selalu tampak romantis. Siapa sangka jika dua anak lucu itu ternyata adalah anak tiri Melati, karena Melati memperlakukan keduanya seperti anak sendiri. Begitupun dengan Dewa yang seperti kehagvusan akan hasrat yang sudah satu tahun terpendam karena tak beristri, kini Dewa tampak lebih bugar, tampan, dan selalu ceria.


Dewa masih menjalani aktivitas hariannya sebagai seorang guru TIK di sebuah SMP, dengan statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil, yang harus selalu taat aturan. Sedangkan Melati juga masih setia dengan rutinitas nya di Lembaga pendidikan anak usia dini, tepatnya di kelas anak penitipan. Selain Tsabita, kini Melati juga merawat beberapa bayi yang juga belum lama masuk di lembaga pendidikan tersebut.

__ADS_1


Hari itu, Dewa menjalani aktivitasnya di sekolahan dengan suka cita, setelah selesai mengajar, pada saat jam istirahat, Dewa segera membuka ponselnya, dia sangat merindukan istrinya.


"Assalamualaikum sayangku." salam Dewa.


'Wa'alaikumussalam mas.'


"Gimana aktivitas mu hari ini sayang? Apa kamu lelah?" tanya Dewa.


'Engga mas, disini seru, bermain bersama anak-anak ga ada capeknya mas. Ya, secara fisik memang melelahkan, tetapi secara batin, justru mengobati rasa lelahku mas.'


"Udah makan?" tanya Dewa.


'Belum mas. Bentar lagi, ini nyuapin anak-anak dulu.' kata Melati.


"Iya, tapi sambil menyuapi diri sendiri dong, kasian itu perutnya nanti sakit kalau ga diisi makan." kata Dewa dengan tetap tersenyum di depan layar ponselnya.


'Iya mas, tenang aja. Mas sendiri udah makan belum?'


"Ini, baru mau makan. Barusan bel jam istirahat berbunyi, jadi ini mas baru masuk kantor, mau makan."


'Ya udah, sana makan gih. Keburu bel masuk lho. Jangan lupa sholat dzuhur juga." kata Melati mengingat kan.


'Mas...fokus sama kerjaan dulu ya. Nanti kita ketemu lagi. Ya udah, ini ada anak yang nangis mas, udah dulu ya, mas selamat makan siang.'


"Okey sayangku. Love you full forever." kata Dewa menutup panggilannya seperti biasanya. Ya, Semenjak menikah dengan Melati, Setiap jam istirahat Dewa selalu meluangkan waktu Untuk menyapa istrinya, baik dengan Video call maupun menelpon. Tetapi terkadang juga hanya berkirim pesan saja diantara mereka. Dan selalu diakhiri dengan kata 'I love you full forever.' yang selalu membuat istrinya tersenyum di sana.


Setelah panggilan di sudahi, Dewa segera membuka isi bekalnya sambil menunggu adzan dzuhur berkumandang. Ya, semenjak menikah dengan Melati, Dewa selalu memilih membawa bekal, daripada harus jajan di luar sekolah.


"Wah, enak nih pak Dewa. Setiap hari sekarang selalu bawa bekel ya pak?" tanya pak Edi teman mengajar nya, yang mengajar bahasa inggris di sekolahan itu.


"Eh, iya pak Edi, silakan kalau mau ikut mengincip." kata Dewa.


"Terimakasih pak, nanti saja saya makan di luar." jawab Pak Edi.


"Gapapa lho pak, silakan. Tapi ya, hanya masakan sederhana pak, buatan istri." kata Dewa.


"Iya pak, saya percaya kok. Istri pak Dewa tu pinter masak ya sepertinya." tanya pak Edi.


"Alhamdulillah pak." jawab Dewa.

__ADS_1


"Maaf pak, dilanjut saja makannya, saya tinggal dulu." kata pak Edi.


"Ya pak."


Tak berapa lama kemudian, muncul bu Nuri yang baru datang.


"Makan siang pak Dewa?" tanya bu Nuri.


"Iya bu."


"Buatan istri ya?"


"Iya bu."


"Wah, pastinya enak ya pak." kata bu Nuri.


"Ya beginilah, hanya masakan sederhana saja." kata Dewa.


"Hm...sekarang saya sudah tidak punya teman untuk makan siang di warung bakso di depan sekolahan dong ya. Karena sekarang setiap hari sudah ada yang menjamin." kata Bu Nuri.


"Hehe, ya kan ga harus saya bu. Masih banyak kan guru lain yang mau menemani bu Nuri makan siang." kata Dewa.


"Iya sih, tapi beda aja gitu rasanya." kata Bu Nuri yang menatap Dewa dengan lekat. Seketika Dewa membuang muka ke sembarang arah, dan kembali fokus menekuri makanannya yang berisi nasi dan tumis jamur serta telur dadar kesukaannya.


Saat Dewa sudah menghabiskan isi bekalnya, Dewapun segera ke masuk karena sudah sedari tadi adzan dan kini tinggal menunggu iqomah.


"Pak Dewa mau sholat?" tanya bu Nuri.


"Iya bu." jawab Dewa.


"Bareng ya pak." kata bu Nuri.


"Eh, emang bisa? Bukannya putra sendiri putri sendiri?"tanya Dewa berusaha menghindar.


"Ya bareng aja gitu pak ke musholanya." kilah bu Nuri.


"Oh. ya. Mari." kata Dewa.


Awalnya bu Nuri berusaha mensejajari jalan Dewa, namun perlahan Dewa mencoba menghindari. Dewa merasa ada hal yang aneh dengan yang perlu di waspadai.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Dewa menuju tempat wudlu pria dan meninggalkan bu Nuri. Selesai sholat, Dewa segera kembali ke ruang guru untuk menyiapkan pembelajarannya dengan tanpa menunggu bu Nuri. Kini hatinya benar-benar sudah penuh dengan sosok Melati istrinya, sehingga Dewa berusaha untuk tidak dekat dengan wanita manapun diluar, sekalipun istrinya tidak tau. Dewa ingin selalu berusaha tetap setia, sekalipun istrinya tidak mengetahuinya.


__ADS_2