Seputih Melati

Seputih Melati
Nasehat


__ADS_3

Sesampainya di rumah Amar, Latif disambut baik oleh Amar.


"Assalamualaikum mas Amar." salam Latif.


"Wa'alaikumsalam mas Latif." jawab Amar sambil menjabat tangan Latif dengan penuh persahabatan.


"Ganggu ga mas?" tanya Latif sungkan, karena bertamu malam-malam.


"Engga, santai aja. Si baby udah sama bundanya kok." kata Amar.


Saat baru bersapa ria, Maryam datang membawakan dua cangkir kopi, dan kacang sanggrai kesukaan suaminya.


"Silakan diminum mas Latif." kata Maryam istri Amar.


"Terimakasih mbak. Jadi ngerepotin nih " jawab Latif sungkan.


"Santai aja. Lagian kita juga udah lama ga ketemu. Sejak kami menikah, kamu sudah jarang sekali main ke sini." kata Amar.


"Iya mas, maaf. beberapa waktu kemarin, kebetulan saya juga lagi di sibuk kan dengan urusan toko dan urusan dengan tetangga saya yang membutuhkan bantuan saya." kata Latif.


"Oh...iya ya. Kabarnya kamu kemarin sering nganterin kontrol tetanggamu yang bapaknya meninggal itu ya?" tanya Amar yang sudah tau informasi itu dari adik kandungnya, Ahmad.


"Iya mas. Kasian dia. Bapaknya meninggal, tangannya mengalami patah tulang, dia hanya tinggal bersama dua adiknya kembar yang masih balita. Ibunya masih di luar negeri, belum di perbolehkan pulang, karena masa kontrak mempengaruhi nya." kata Latif.


"Hm...kasian juga ya." kata Amar.


"Tapi... karena seringnya kita bersama, mungkin benar kata pepatah jawa mengatakan ya mas, witing tresno jalaran soko kulino. Akhirnya, saya malah jatuh cinta pada gadis itu mas." kata Latif tertunduk.


"Hm... ya. Wajar sih. Lanjut?" komentar Amar.


"Kedekatan kami telah terbaca warga mas, dan menggosipkan kedekatan kami, dikira kami pacaran. Padahal kami ga pacaran mas, bahkan Gadis itu ga tau apa-apa. Dan, saya telah teledor, membuat tulisan yang menceritakan saya suka sama dia, dan tulisan itu tertinggal di masjid, sehingga terbaca oleh anak-anak TPQ. Dari situlah, anak-anak TPQ menceritakan kepada banyak orang." kata Latif menunduk.


"Hm..."


"Malam ini, mamaku pulang dari Palembang. Dia marah-marah, bahkan mama marahin pak Wahid mas, ya aku ga terima, terus saya marahan sama mama mas." kata Latif.


"Astaghfirullahal'adzim... Latif... mamamu adalah syurgamu, kalau kalau tak bisa membahagiakannya, jangan kamu buat dia bersedih. Bahkan menangis. Mas yakin, kamu anak baik." kata Amar menasehatinya.


"Tapi aku sebel banget sama mama mas, mama nuduh pak Wahid yg engga engga." kata Latif.

__ADS_1


"Ya sudah, nanti kamu pulang, kamu minta maaflah sama mamamu. Dan kamu juga minta maaf dengan pak Wahid atas nama mamamu. Kalau menurut mas, sepertinya mama mu marah karena terbawa emosi saja."kata Amar.


"Iya sih mas."


"Terus. terkait hatiku mas? Yang jatuh cinta pada gadis itu, gimana mas?" tanya Latif.


"Untuk sementara, kamu serahkan semuanya sama Allah. Jodoh ga akan kemana. karena Jodoh sudah ditentukan Allah. Bisa jadi kamu begitu jauh dengannya. tetapi atas ijin Allah kalian di pertemukan lagi dalam ikatan suci. Bisa jadi juga, kamu setiap hari setiap waktu, ketemu sama dia, tapi Allah tak mengijinkan kalian bersatu." kata Amar.


"Dulu, pas Aku berjuang untuk cinta juga gitu kok mas. Istriku dan aku berbeda pendidikan yang jauh, usia yang jauh. Tetapi memang, perekonomian kita sebelas duabelas sih. Dia aktivis, kegiatan apa saja diikuti. Banyak laki-laki yang naksir sama dia. Begitupun denganku, sampe umur lebih dari kepala tiga, aku belum juga menikah, karena sesungguhnya, aku sedang menunggunya." kata Amar mengenang masa lalunya.


"Orangtuanya gimana mas?"


"Orangtuanya mendukung sih, tapi ya itu, harus nunggu sampe dia lulus Kuliah."


"Oya, mas Latif sudah mengutarakan perasaan mas Latif pada gadis itu?" tanya Amar.


"Sudah mas." kata Latif menunduk.


"Dia terima ga?"


Latif menggeleng.


"Dia ga percaya mas kalo saya suka sama dia."


"Iya mas, InshaaAllah."


"Berat lho mas. Karena meskipun istriku kemarin bilang berkali kali agar aku mencari wanita lain, sedangkan aku memegang prinsip itu, maka aku tetap berusaha menjaga hati ini untuk dia."


"Mas Amar sering ketemuan sama mbak Maryam?"


"Engga. Dia susah banget diajak ketemuan."


"Oh... Lha kalo saya, rumah cuma hadap-hadapan mas. Tiap hari ketemu." kata Latif.


"Ehm. Sepertinya ada baiknya kamu pergi dulu deh mas." saran Amar sambil mengelus dagunya


"Kebetulan mas, mama ngajakin saya ke Palembang."


"Nah itu. Ya udah, berangkat aja. Titipin dia sama Allah." kata Amar.

__ADS_1


"Tapi. rasanya ga tega mas. Dia sendirian." kata Latif.


"Dia gadis baik-baik kan? Yakinlah, pasti akan ada orang baik yang menggantikan mu untuk membersamainya."


"Ehm, nanti aku cemburu ga ya mas?"


"Makannya, do'a sama Allah. Titipkan sama Allah, jika berjodoh ga akan kemana, kalau ga jodoh ya jangan Kecewa." kata Amar.


Lalu merekapun melanjutkan obrolan santai. Hingga larut malam, Latif baru berpamitan untuk pulang.


Sesampainya di rumah, Latif melihat mamanya sedang tidur di sofa, sepertinya mamanya ketiduran.


Latifpun segera mengambil selimut di kamar dan menyelimuti tubuh mamanya. namun, bukannya terlelap, bu Desi justru terbangun dari tidurnya.


"Latif. kamu sudah pulang sayang?" tanya bu Desi memegang wajah putranya.


"Iya ma. Maafin Latif ya ma." kata Latif.


Bu Desi mengangguk.


"Besok, Latif mau ikut mama berangkat ke Palembang." kata Latif.


"Syukurlah. Mama seneng dengernya." Kata bu Desi berbinar.


"Tapi, ijinkan Latif berpamitan dulu sama pak Wahid ya ma. Sama Melati juga." kata Latif.


"Kenapa harus pamitan?" tanya bu Desi melengos.


"Walau bagaimanapun juga, TPQ ada di tanggungjawabku ma, jadi aku harus menyerahkan amanah itu kepada mereka." kata Latif.


"Okey."


"Sama Latif besok mau ke rumah mas Agung mah, buat pamit, karena Latif juga diamanahi ketua pemuda di kampung ini." kata Latif.


"Iya sayang. Pokoknya, yang jelas kamu mau ikut pulang ke Palembang mama udah sueneng banget." kata bu Desi.


"Ya ma. Terimakasih ya ma." Latif pada mamanya.


"Ya sudah, sudah malam, disini dingin ayo kita ke makar saja untuk istirahat." ajak bu Desi.

__ADS_1


💞💞💞


Maaf ya reader. lama up nya. author lagi diuji sakit nih...


__ADS_2