Seputih Melati

Seputih Melati
Visual


__ADS_3

Ehm, sedikit gambaran untuk visual nya ya kak...😍


Kalau kurang sesuai, bisa di bayangkan sendiri sesuai bayangan reader masing masing ya...hehe



Sekar Melati Sukma (Melati). Sosok gadis yang kuat, cerdas dan selalu berusaha tabah menghadapi segala tantangan hidup. Mulai dari melawan penyakit, melawan rasa sedih, melawan amarah, melepas kepergian orang-orang yang berarti dalam hidupnya. Dan selalu berusaha tersenyum meski rasanya tak mampu.



Dewantara As- Saghara (Pak Dewa)

__ADS_1


Sosok seorang guru yang sabar, penyayang, royal, penuh perhatian, dan berjiwa sosial tinggi. Dia yang berusaha untuk bisa bermanfaat bagi orang lain, dia tipe laki-laki setia, tak mudah jatuh cinta pada setiap wanita meski banyak wanita yang mengantri untuk menjadi istrinya, namun, Tsania selalu menjadi wanita yang dia cintai karena budi perkertinya yang baik dan berjiwa sosial tinggi.



Tsania Karisma Putri (Tsania)


Gadis pilihan Dewa untuk menjadi istrinya, yang begitu menyayangi Melati sebagai adik sendiri. Tak pernah ada rasa cemburu sedikitpun jika melihat kedekatan anatara Dewa dengan Melati, karena mengetahui masa lalu Melati dari Dewa.



Sorang laki-laki yang tak memiliki adik, tetapi sangat menyayangi Melati dan kedua adiknya seperti adiknya sendiri. Witing tresno jalaran soko kulino, Ternyata dari keseharian dekat Dengan Melati, membuatnya merasakan simpati setelah tumbuh rasa Empati pada gadis malang itu. Latif berusaha selalu ada untuk Melati. Dan tak dapat dipungkiri, bahwa dia mencintai gadis itu. Namun bukan gadis pertama yang hadir dalam hatinya, karena dia juga pernah punya masa lalu.

__ADS_1


💞💞💞


Tak terasa sudah tiga tahun Melati menjalani pendidikannya di SKB, hingga dia lulus dengan mendapat ijazah Paket B. Sedangkan kedua adiknya sudah akan masuk kelas 3 SD. Tsania dan Dewa juga sudah menikah, keduanya memutuskan pindah ke tempat asal Dewa tinggal. Yaitu di Jakarta. Sehingga, selama sekolah paket B, Melati tak ada cerita spesial dengan teman yang lain, karena memang Zia pun belum kembali pulang dari pesantren. Zia masih harus menyelesaikan masa pengabdiannya. Sedangkan Satria, dia memberi kabar kalau dia akan berkuliah di Jogja, sehingga jarak tempatnya kuliah dengan tempat tinggal Melati tak jauh.


Kini, Melati sudah memasuki bangku sekolah di SKB, di kelas paket C. Kalau dahulu, waktu paket B, Melati sekolah pagi, dan siang mengurus urusan di rumah, sorenya Mengampu TPQ, dan dia juga menekuni hobinya untuk menulis, dan beberapa kali mencoba untuk iseng mengirim tulisan cerpen nya ke berbagai media seperti koran dan majalah.


Kini, di bangku paket C, Melati harus masuk siang, sehingga dia kalau pagi terasa longgar, dan hanya beres-beres rumah saja. Karena kedua adiknya sudah mandiri, Sehingga melati justru lebih fokus dengan karya-karyanya yang sudah banyak diakui di berbagai media Seperti majalah. Melati juga sudah mengumpulkan beberapa piala dan sertifikat kejuaraan menulis Cerpen, dari tingkat rendah sampai tingkat nasional.


Sambil menunggu waktu masuk sekolah di bangku putih abu-abu, Melati mencoba untuk menyelesaikan novelnya yang akan dia kirim ke percetakan, atas permintaan manajer percetakan itu.


Ya, Lambat tapi pasti, Melati terus melangkah dan berikhtiar menggapai mimpinya. dan berusaha untuk mengubah hidupanya. Meski tak tampak bekerja, namun rekening Melati selalu terisi oleh transferan dari berbagai percetakan yang memintanya untuk mengirim tulisan. Disitulah, awal metamorfosis sosok seorang Sekar Melati Sukma.

__ADS_1


__ADS_2