
Malam hari yang gelap gulita di perempatan jalan ada seorang wanita yang berdiri sendiri menunggu seorang. Dari raut muka kelihatan sedih sekali.
Jam menunjukan pukul 10:15 pm.
"Kenapa lama sekali, ya?," ucap cewek yang berdiri di sana, yang tidak lain adalah Latika, "Katanya mau jemput." Latika memainkan ponselnya, mencoba menelpon Hana temannya.
Tuuuut.. Tuuuut.. Tuuuut.. Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan...
"Hiiis.. Kemana Hana ini?." Latika mencoba menelpon Hana lagi, berkali-kali tapi tetap saja...
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif tau berada di luar jangkauan...
Latika mencoba untuk menelpon yang lainnya, seperti Salasiah dan Nana.
Tapi...
Tuuuutt...
Salasiah tidak dapat di hubungi juga.
Latika mencoba menghubungi Nana.
Tut...
Nana mengangkat terlpon dari Latika, "hallo, Latika ada apa?."
"Kalian dimana? Jemput aku," suara Latika terdengar gemetar di ponsel Nana.
"Astaghfirullah..." Nana menepuk dahinya, ia baru ingat, "maaf Latika kami lupa, kau di mana sekarang?."
__ADS_1
"Aku di jalan xxx," suara Latika terdengar gemetar sepertinya ia ketakutan.
"Kau tunggu disitu dulu, ya. Jangan kemana-mana aku akan jemput kau." Nana kelihatan panik.
Hana dan Salasiah yang duduk di ruangan tamu melihat Nana yang di luar kebingungan, mereka pikir Nana bertengkar dengan pacar atau Abangnya lagi.
Nana masuk kedalam melewati 2 tersebut.
Hana yang penasaran ingin tahu memutuskan untuk bertanya, "Ada apa, Na?"
"Kelihatan panik." Salasiah menyembung.
"Itu, kita lupa jemput Latika," jawab Nana membuat Hana terkejut, baru sadar. "Astaghfirullah... Ya Allah aku lupa jemput dia."
Nana memgambil kunci motornya dan bergegas keluar rumah... Di ikuti Hana dan Salasiah di belakangnnya.
Nana memutar balik motornya langsung ia naiki, "Assalamu'alaikum..." Nana pergi meninggalkan rumah Hana.
"Hati-hati di jalan." teriak Hana.
Nana sudah melesat melaju menjemput Latika.
Tidak jauh dari perempatan ada mobil yang akan lewat. Mobil yang bergerak lambat.
Orang yang di dalam mobil kebetulam melihat Latika, "Lagi apa anak itu di sana?"
"Hah... Lamanya Hana sampai." Latika melihat jam di ponselnya, melihat ndar-mandir tidak karuan.
Tiiiitt...
__ADS_1
"Astaghfirullah..." suara klakson mobil mengejutkan Latika.
Mobil itu berhenti di hadapan Latika, jendelanya terbuka perlahan. Betapa terkejutnya lagi Latika melihat siapa yang ada di dalam mobil.
Ternyata itu Afriadi, kepala sekilah Latika.
"Lagi apa disini?," tanya Afriadi.
Latika berseru dalam hati, "Bapak." Latika menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Anu.. Lagi tunggu tekan teman Pak."
"Sudah berapa lama disini?." Afriadi bertanya lagi.
"Lumaya lama Pak," jawab Latika.
"Naiklah biar saya antarkan," tawar Afriadi.
"Tidak usah Pak, nanti teman saya datang menjemput Pak." Latika menolak tawaran Afriadi, melambaikan kedua tangannya, "Bapak duluan saja."
Afriadi berseru dalam hati, "Kalau aku pergi tinggalkan dia sendirian di sini, ditempat sepi pula, dia kan perempuan nanti kalau kalau terjadi apa-apa dengan dia bagaimana?" Afriadi menghela nafas, "Tidak baik sendiri-sendiri di tempat sepi begini, kau perempuan nanti kalau terjadi apa-apa bagaimana? Cepatlah naik aku antar pulang."
"Iya juga ya, aku ada di tempat sepi begini, kalau aku kenapa-kenapa bagaimana? Tapi, Nana sudah menjemputku.
Ah... Telpon balik saja, kalau aku sudah di antarkan orang. Iya juga ya." hati Latika membenarkan perkataan Afriadi.
Latika menerima tawaran Afriadi, tangannya sudah membuka pintu mobil, tapi dia ragu-ragu ingin menaiki mobil Afriadi, perasaannya tidak enak seperti ada firasat buruk.
Afriadi memaksanya naik, "Cepalah naik."
"Em... Iya, Pak." Latika pun naik ke mobil Afriadi.
__ADS_1
Tidak lama Latika masuk, mobil berjalan