Suamiku Guruku

Suamiku Guruku
Penawaran


__ADS_3

Jam pelajaran berganti dari jam pelajaran pertama kedua, ke tiga, dan sampai jam ke empat.


Jam pelajaran ke empat ini kelas 11A tidak belajar, karena gurunya sakit jadiiiiii bebaaaaaaasss..


Latika dan temannya duduk di bawah pohon yang rindang di taman sekolah, angin sepoi-sepoi membelai lembut pipi mereka.


"Hari ini kau sibuk?" Haha bertanya duduk di sebelah Latika.


"Seperti biasa aku kerja," jawab Latika.


"Alah.. Tidak dapatlah hari ini main lagi." Salasiah mengerutu di sebelah Hana.


"Hiiiiss.. Kau ini Latika kerjalah." Nana senggol Salasiah yang duduk di sampingnya.


"Malam ini kau mau tidak tidur dirumah aku?," tanya Hana mengcacuti rumput kecil dihadapannya, "Mama dan Papa aku lagi tidak ada dirumah."


"Em.. Bolehkah?" Latika bertanya balik memastikan.


"Boleh." jawab Hana menyakinkan.


"Tapi, aku pulang kerja jam 10 malam," ucap Latika.


"Alaah.. Aku jemput nanti," sahut Hana.


"Seriusan ini?," tanya Latika memastikan.


"Iya." Hana mengangguk.

__ADS_1


Kepala Salasiah memaju kedepan menghalangi pandangan Nana, "Kami boleh juga malam ini tidur dirumah kau?"


"Boleh." Hana mengangguk.


Tangan Nana menempel di muka Salasiah, ia menjauhkan kepala Salasiah dari pandangannya, "Pas.. Malam ini kita begadang."


Hana memasang wajah juteknya, "Besok sekolah."


"Besok minggulah, sekolah kau sendiri." tangan Nana masih di muka Salasiah, menghalanginya.


"Huh.. Bau ikan asin tangan kau." Salasiah menjauhkan tangan Nana dari mukanya.


"Enak betul bilang bau ikan asin, bau parfum." Nana marah tidak terima kata-kata Salasiah, mencium sendiri tangannya, "Eh.." Nana terteguh, menyadari sesuatu kalau tangannya memang berbau ikan asin, wajah Nana merah bersemu tidak berkutip lagi setelah menyadari hal itu.


"Ha-ha-ha betulkan." Salasiah menyeriangai, bahagia bisa membuat temannya tidak berkutip, Salasiah puas memalingkan wajahnya tidak menghiraukan Nana, "Ha'ah.. Iya dapat kita berkumpul."


"Memang orang tua kalaia setuju?," tanya Latika.


Salasiah sibuk menggoda Nana yang dari tadi diam saja, ia tidak menghiraukan lagi Latika dan Hana bicara.


"Em.. Hana, menurut kau kalau kita merusak barang orang lain, apa kita harus ganti tau tidak barang itu." ucap Latika.


Hana yang asik melihat Salasiah menggoda Nana yang terdiam membisu mengalihkan perhatiannya kepada Latika, "Ya, gantilah kita yang merusak.


Tergantung orangnya juga dia ikhlas ya tidak usah, tapi kalau dia tidak ikhlas ya ganti."


Latika berseru dalam hati, "Ganti. Ponselnya saja kelihatan mahal. Gajihku 1 bulan saja pas-pasan untuk diriku. Apalagi untuk menggantikan ponsel itu, haduh... Mana cukup."

__ADS_1


Hana mengamati Latika yang termenung, ia seakan tahu kalau Latika lagi ada masalah, "Kenapa Latika? Kamu lagi ada masalah?"


"Em... Tidak adalah." Latika merahasiakannnya, ia tidak mau memberitahu Hana soalnya jika di beritahu nanti Hana akan membantu Latika tidak ingin temannya kerepotan karena dirinya.


30 menit berlalu.


Bel panjang berbunyi menandakan waktu pupang, guru-guru keluar dari kelas dan di susul anak muridnya dari belakang.


Teman-teman Latika pulang, sedangkan Latikaaaaaa...


Latika pergi menemui Afriadi diruangannya, saat itu Afriadi keluar dari ruangan, Latika yang kebetulan melihat...


"Pak... Pak... Bisa bucara sebentar," panggil Latika dengan suara yang pelan menghentikan langkah Afriadi yang ada dihadapannya.


Afriadi pun menoleh kearahnya.


"Pak... Bapak masih marah dengan saya?" pertanyaan tak bermutu Latika keluar membuat Afriadi mengangkat alisanya tidak mengerti, "Soalnya ponsel Bapak yang kemarin saya rusak, saya minta maaf Pak, kalau Bapak masih marah saya akan ganti Pak dengan menyicil, ini 500 ribu dulu Pak sisanya nanti saya bayar, sekali lagi maaf Pak..." Latika mengeluarkan uang dari dalam sakunya, dan ia menarik tangan Afriadi lalu ia taruh uang itu ditangan Afriadi, uang receh yang terlipat rapi terlatak ditangan Afriadi.


Afriadi menatap uang itu, dalam pikirannya 'Uang receh' matanya kedap-kedip melihat uang itu, ia seakan paham dengan keadaan Latika, "Tidak usah ini ambil kembali uangmu." Afriadi menyerahkan kembali uangnya ketangan Latika.


"Eh... Tapi, Pak b-" latika melihat uang yang di taruh kembali ke tangannya, perkataannya terpotong.


Afriadi memotong perkataannya, "Aku bilang tidak ya tidak usah."


Karena sudah berada di tangan Latika lagi, Latika menerianya kembali memasukan kedalam saku bajunya, "Tapi, Pak aku sudah merusak ponsel Bapak. Kalau begitu apa yang bisa saya lakukan untuk Bapak, anggap saja sebagai ganti rugi kepada Bapak."


Afriadi menghela napas, langsung pergi meninggalkan Latika, ia malas untuk melayani.

__ADS_1


"Pak!!!," panggil Latika.


"Yah... Sudah jauh." Latika tidak sempat mengejar, Afriadi sudah berjalan jauh.


__ADS_2