Suamiku Guruku

Suamiku Guruku
Hidup yang baru


__ADS_3

5 tahun kemudian


wuss...


angin membelai lembut menggoda seorang wanita yang tengah berjalan melewati gerbang utama kampus jatim jaya.


langkah kakinya berirama keletak keletok.


kulit wajah mulus, mata kecoklatan yang indah,


baju gamis berwarna pink membuatnya kelihatan manis sekali.


semua mata pria yang dilewatinya terbelalak lihat dia lewat, tercengang sampai beberapa godaan di berikan padanya.


"Latika!!!" panggil seseorang dari belakang menghentikan langkah wanita itu.


ia berbalik,


cling... cling... cling...


Berkilau-kilau wanita itu. senyumnya, kedipan matanya.


wiiis... sempurna.


Yah, dia Latika gadis yang dulu kalian kenal dulu sekarang sudah jadi wanita dewasa dan kadang masih juga bersikap kekanak-kanakan.


"huh..." Latika sombong, mendelik, memalingkan wajahnya, menggeleng tak memperdulikan mereka, melanjutkan langkahnya.


batinnya sudah berseru untuk tidak memperdulikan mereka, takutnya seperti tahun lalu Afriadi siap mecincang-cincang mereka yang mengganggu Latika. Sampai heboh satu fakultas, Latika jadi terkenal gara-gara itu ( ꈍᴗꈍ)


Latika melanjutkan langkahnya melewati kabin, lorong dan tangga menuju kelasnya di atas lantai 3.


Ia tersenyum ketika melihat teman satu jurusannya melewatinya. Oh ya, Latika meambil jurusan PGSD


sejujurnya dulu dia tak mau meambil jurusan ini, dulu dia ambil sekolah kedokteran, namun ia harus berhenti ketika sudah menjalani 1 tahun di sekolah kedokteran, karena kejadian berdarah dan kegagalan beberapa tahun yang lalu. ia sempat tak melanjutkan kuliah setelah kejadian itu, susah payah Afriadi membujuknya untuk kuliah lagi tapi Latika tak mau. Perlu perjuangan untuk bangkit dari keterpurukan. Kejadian berdarah yang mungkin tak akan pernah Latika lupakan


Karena ada kejadian itu Latika tak melanjutkan kuliahnya jatuh dalam keterpurukkan. Sampai setahun ia menganggur akhirnya dia kembali masuk kuliah dengan jurusan berbeda, pendaftaran baru.

__ADS_1


Dulu waktu pertama kali Latika masuk, Latika tak kenal siapa-siapa. Teman dekatnya masa SMA dulu tak ada yang satu kampus dengannya.


Salasiah ambil kursus kecantikan, dia mau jadi make up pro make up artis, buka salon buka ini buka itu yang berkaitan dengan kecantikan.


Kalau Hana, dia tak kuliah. Dia masuk sekolah pesantren khusus Tahfiz penghapal Al Qur'an. Dia sengaja untuk menjauh mengasingkan dirinya dari keramaian terutama Latika ia merasa bersalah malu karena perbuatannya jadinya ia mengasingkan dirinya.


Waktu itu saat mereka bertiga Nana, Salasiah, dan Latika mengantar Hana di stasiun kereta api.


Air mata tumpah melepas kepergian Hana, mereka menangis sejadi-jadinya meminta Hana untuk tidak pergi, tapi percuma tekat Hana tak bisa dirubah lagi ia bertekad untuk tetap pergi.


Salasiah sangking tak mau melepas kepergian Hana memeluknya erat-erat untung saja Hana dapat membujuknya.


Sehingga Salasiah mau melepaskan pelukannya.


Sekali lagi sebelum ia pergi Hana minta maaf pada Latika atas perbuatannya, dan berkali-kali juga Latika bilang sudah memaafkannya.


empat serangkai berpecah dan bulan depannya Nana berangkat keluar negeri. Ia kuliah di luar negeri, awalnya dia mau masuk sekolah kepolisian tapi tak diberi izin sama orangnya sudah cukup Abangnya yang membangkang tak mau jadi kerja di perusahaan papanya malah memilih jadi polisi mengabdi pada negara.


Jadinya dia ambil jurusan manajemen, kuliah di luar negeri.


Kalau Hadi jangan ditanya lagi, dia keluar negeri kuliah di Australia bidang bisnis semacam gitulah yang berkaitan dengan perusahaan, Hadi jadi penerus di perusahaan papanya. Tujuan Hadi kuliah di luar negeri bukan untuk mencari gelar saja tapi juga dia mau bisa move on dari Latika menemukan cintanya di sana.


Ia ambil jurusan menajemen sama kayak Nana dan Hadi.


Kalau Latika tak bisa kemana-mana toh dia punya Suami Afriadi juga gak mau jauh jauh-jauh dari Latika biar cari yang dekat saja nanti susah kalau jauh.


Yah, Latika juga gak niat mau kuliah mau gimana lagi Afriadi maksa apalagi setelah kejadian berdarah itu Latika tak mau lanjut kuliah lagi mati Sebuku tak mau kuliah untung Afriadi ini organnya pandai merayu jadinya Latika luluh dan mau kuliah lagi.


Sekarang Latika berumur 23 tahun, kuliah jurusan PGSD semester 6.


S¹ aja belum selesai sedangkan teman-temannya sudah lanjut S² apalagi Salasiah sudah sukses dengan bisnisnya.


Yah, kalau bukan karena kejadian berdarah itu Latika juga sudah selesai kuliahnya tinggal lanjut S². kejadian itu benar-benar memukul mentalnya.


Selama kuliah di fakultas Jatim Raya Latika dapat teman baru.


Salah satunya Ran...

__ADS_1


"Latika!" pekik seorang wanita di belakang menghentikan langkah Latika.


Panjang umur, itu cewek tinggi berkulit sawo matang, memakai jilbab ungu dan baju selaras dengan jilbabnya berlari menaiki anak tangga megejar Latika namanya Rania Siswati.


Dia itu tamatan dari SMA Satu Nusa.


Rania ini orangnya kurang lebih kayak Nana sifatnya pemberani. Em, dia itu lebih tinggi dari Latika sekitar 3 cm. Umurnya 21 muda 2 tahun dari Latika.


"Hey! Rania tunggu!" pekik cewek di belakang Rania, membawa tas ransel warna hitam di punggungnya.


Nah, yang itu pula namanya Rativayani, biasanya dipanggil Rativa sama teman-temannya. Orangnya rendah-rendah pakai kaca mata bulat, bertubuh sedang lah gendut tidak kurus tidak.


Rativa ini hobi ngemil, tuh lihat dia bawa tas bukan? Jika dibuka tasnya maka setengah dari isi tasnya cemilan atau makanan ringan, nah biasanya Latika, Rania dan Stiva tukang bantu dia makan lumayan dapat makanan gratis gak pakai bayar (◡ ω ◡)


Umur Rativa 22 muda 1 tahun dari Latika, dulu dia tak mau kuliah sampai nekat berhenti dan entah kenapa selang 1 tahun dia mau kuliah.


"Hey! Cepat kelas mau dimulai!" teriak seseorang cewek di atas sana.


3 orang di bawahnya melihat ke atas, seseorang cewek berkacamata petak itu di atas sana, meneriaki temannya.


Nah, itu cewek berkacamata petak, berwajah oval namanya Stiva. Em, dia itu yang paling tegas di antara Rativa, Rania, Latika. Kalau soal IQ tinggi bersaing ketat dengan Latika. Kalau UAS nilai mereka berdua itu 'intil' beda beda 1 huruf, yang pasti Latika memimpin lah toh dia punya Afriadi dosen privat di Rumah <( ̄︶ ̄)>


Stiva berumur 23 sama dengan Latika. Stiva ada alasan tertentu yang membuat dia tidak kuliah selama 2 tahun.


Mereka bertiga berlari melanjutkan langkahnya menaiki anak-anak tangga, Rativa terengah-engah di belakang menyusul mereka.


Hufp...


Nafas mereka tersengkal ketika sampai di kelas, untung dosen belum masuk.


"Hadeh... Ya Allah sesaknya." Rativa terengah-engah duduk di sebelah Latika kepalnya mendongak melihat ke atas macam orang lagi sakratulmaut saja.


Becanda (◡ ω ◡)


Kalau di hitung berapa banyak ya kalori Rativa yang terbakar, akibat mengeluarkan jurus lari cepatnya.


Stiva menggeleng melihat Rativa yang hampir pingsan.

__ADS_1


***


Selamat membaca semua, jangan lupa tap love, favorit, kalau mau vote silahkan jika tidak juga gak apa-apa. (。•̀ᴗ-)✧


__ADS_2