
Waktu berlalu begitu cepat.
Tak terasa Latika sudah menginjak semester 6, sejauh ini semua berjalan dengan lancar tak ada hambatan dalam perkuliahan dan mengajar.
Di kampus Latika ada teman akrab yaitu Stiva, Rania Siswati, dan Rativa. Mereka cukup akrab, kadang bisalah mereka curhat dan minta saran. Oh ya, tiga orang ini tahu Latika sudah menikah dan seperti yang lainnya terkejut saat lihat suaminya Latika.
Yes, waktu itu semester 4. Mereka keluar dari gerbang, tertawa riang becanda saling menyenggol satu sama lain. Sampainya didepan gerbang mereka di ganggu sama senior.
Cuy, mereka berani menyentuh Latika, tapi untunglah Afriadi keburu datang menepis tangan jahil tersebut.
"Berani kau sentuh istriku! Mau patah tangan tu!" seru Afriadi dingin, kata-katanya penuh penekanan. Ingin sekali Afriadi menghajar mereka, kalau Latika tak menahan lengannya.
Tiga teman Latika asik memperhatikan Afriadi.
Rencananya Afriadi akan membawa Latika pergi, tapiiiiiiiiii...
"Belaga!" seru salah seorang dari mereka.
Cari mati ni orang.
"KYAAAA!!!" jerit teman-teman Latika lihat Afriadi baku hantam sama para senior gatal itu.
Pak satpam yang jaga gerbang Utara yang baru datang habis jemput kopi di kantin, cepat-cepat meletakkan kopi di meja, berlari kecil memisahkan mereka.
"Abang berhenti!" Latika mau melerai, tapi ia ragu nanti ia kena tinju.
Untung saja mereka cepat dilerai sama satpam, "HEY! HEY! BERHENTI!"
"Ya, hajar lagi! Hajar lagi!" seru Stiva heboh. Teman-temannya menatap heran Stiva.
Cuy, Afriadi marah sejadi-jadinya. Si satpam tak bisa melawan kan budak budak tu, toh Afriadi benar.
"Ampun Bang~" Mereka memohon pada Afriadi, "Kami tak buat lagi."
"... Kalian tu seroang pelajar ya, maka perilaku dan bersikap kalian harus seperti seorang pelajar!"
"Iya Bang."
__ADS_1
Latika menarik lengan jas Afriadi memintanya untuk berhenti. Afriadi paham,
"Sekali lagi aku lihat kalian atau orang di kampus ni ganggu dia lagi. Siap-siaplah nanti! Paham kalian?!"
Mereka hanya meangguk, paham.
"Hoo.." Stiva menyoraki mereka. Cari gara-gara ni anak.
Untunglah Rativa menarik tangan Stiva membawanya menjauh.
Dari hari itu, tak ada yang berani macam-macam dengan Latika, palingan mereka cuman menegur tak berlebihan lah.
Dan, semenjak itu juga Latika latihan silat sama Afriadi setiap sore kalau tak sibuk.
Latika berharap ia bisa melindungi dirinya sendiri kalau Afriadi tak ada disisinya.
So, Latika sudah mempraktekan silat yang diajarkan Afriadi pada preman jalanan yang memalak bocah SMP.
Habis kejadian tu, Latika bercerita pada suaminya. Kalian tahukan apa yang terjadi? Yes, Afriadi terkejut dan Latika kena marah, tapi untunglah preman yang dilawan cuman dua orang, kalau satu lusin bisa-bisa Latika masuk rumah sakit.
Kalau kalian tanya Latika dah punya anak. Jawabannya belum, soalnya mereka berdua sepakat untuk menunda punya momongan sebelum lulus kuliah, takutnya nanti anak tak terurus.
Macam mana mau temani, Latika lagi PPL dan tempat yang diambil lumayan jauh dari rumah. Kadang Latika sesekali pulang lalu pergi atau Afriadi yang yang mengunjunginya. Yang mudah PKL, Latika bisa pulang beberapa hari lalu lalu pergi lagi.
Sayangnya Latika tak bisa lihat perpisahan Samsul dengan Sari.
Hari itu akan menjadi hari yang sangat menyedihkan bagi Samsul, dia berpisah dengan Sari. Sari akan dipindah tugaskan di desa mengurus perkebunan dan persawahan.
Ada satu yang disesali Samsul, ia tak mengungkapkan perasaannya pada Sari saat itu. Ia tak berani mengungkapkan perasaanya sebab sadar diri dia orang tak berpendidikan dan Sari orang yang berpendidikan.
Hanya air mata yang tertahan melepas Sari.
Ada satu kata yang ingin Sari dengar saat perpisahan itu, ia ingin Samsul mengungkapkan perasaannya padanya.
Sangat menyedihkan sekali.
Setelah Sari pergi pembantu baru datang, dari desa juga.
__ADS_1
Oh, boy. Mungkin Afriadi nyesel ya sudah menerima pembantu ini, soalnya tu ya ini pembantu punya perasaan pada Samsul sedangkan Samsul masih menyimpan perasaan pada Sari dan Sari di kampung masih menunggu Samsul mengungkapkan perasaannya.
Cinta segitiga β
Eh, betul gak ya cinta segitiga?
***
oh ya, sekedar info.
cerita ini sudah hampir di penghujung jurang, eh maksudnya penghujung episode.
π
okeh gitu aja makasih. π
Imut: Et, Thor. Tunggu dulu. Kok masa kuliah ini datar kali ya.
Author: Yah, emang datar Latika tak ada masalah dalam perkuliahannya, ada sih palingan masalah kecil soal uang yang kan menumpuk. BWAHAHAHA...π€£
Imut: π π€
Geplak...
Author: Aduh.
Imut: Ngesilin banget.
Author: π nih ya kalau sepasang kekasih saling menjaga perasaan percaya satu sama lain, pelakor mah minder. kalah mah pelakor.
lagian di akhir akhir ini aku malas munculkan pelakor, bosan Asek pelakor melulu muncul, season 1 2 sudah cukup. aku tuh pengen lihat mereka bahagia π
sekian makasih sudah baca cerita gaje ini π
imut: temen temen apa benar yang dikatakan author?
komen ya.
__ADS_1
by semua