
Jam belajar sudah selesai, Latika pergi istirahat ke kantin bersama teman-temannya sebelum masuk jam pelajaran berikutnya.
Waktu Latika lagi makan es serut yang ia pesan, tiba-tiba...
Tring...
Pesan masuk ke ponsel Latika.
"Hem?" Latika membuka isi pesan itu.
'Dari Abang'
—————————————————————
******
Assalamualaikum.
Dek, maaf ya hari ini Abang pulang telat, ada urusan mendadak. Kiranya Abang akan pulang telat. Maaf ya Dek.
Love you Adek 😘
—————————————————————
Latika cengar-cengir sendiri.
Wanti yang duduk di sebelah Latika memanjangkan kepalanya persis jerapah mau baca isi pesan Al hasil si doi langsung minder memalingkan wajahnya pas baca pesan Latika.
Jiwa jomblo Wanti berkobar.
__ADS_1
Nia dan 'Aini menatap heran Wanti yang bertingkah aneh.
Itulah akibat nekat intip pesan suami istri jadinya kek gitu.
"Kenapa Wan?" tanya Nia.
"Bucin," jawab Wanti singkat.
Latika tak mendengarkan pembicaraan mereka, ia fokus pada hp. Entah kenapa tiba-tiba pandangannya menjadi kabur dan kali ini sedikit bergoyang.
Latika yang panik dikiranya gempa langsung memeluk Wanti sambil menutup matanya, mulutnya langsung ceplos kalimat zikir, "Astaghfirullah."
Sontak wanti yang lagi minum langsung tersedak gara gara terkejut, untung gak nyebut itu air ke wajah Nia.
"Kenapa Latika?!" Wanti menaikkan nada suaranya sedikit cemas.
Suara seruan mereka terdengar samar-samar, perlahan Latika membuka matanya. Pandangannya kabur dan sedikit berputar, di lihatnya wajah panik teman-temannya dan beberapa orang asing.
"Kau kenapa Latika?" tanya Nia cemas.
Latika nyengir menggeleng seolah tak terjadi apa-apa. Teman Latika mengerutkan dahi tak percaya.
Latika hanya bisa menyengir menandakan baik-baik saja, tak bisa berbuat apa mereka kembali ke tempat masing-masing.
***
"...San, aku yakin Baim habis di tikam sama seseorang. Dia pasti diculik." Afriadi menghadap Hasan di kantor polisi.
"Aku dengar dengan jelas suara minta tolong dengan nafas yang tak beraturan seperti berlari kena kejar seseorang dan dia-" Afriadi menghentikan kalimatnya, kepalanya tertunduk ia ingat kalau Baim kena tusuk.
__ADS_1
"Kenapa Af?" tanya Hasan dengan wajah bingung.
Afriadi menghela nafas berat, "Dia kena tikam San. Aku tak tahu dia selamat kak, tak kah." Afriadi jadi murung ia kepikiran Baim terus.
"Pak, ponselnya berhasil di lacak." Seorang polisi bawahan Hasan datang memberi laporan. Hasan dan Afriadi berdiri.
***
Wus... Mobil polisi yang di kemudi Hasan melaju cepat menuju TKP, di belakangnya di ikuti sama mobil polisi lainnya sekitar 3 buah.
Tadi sebelum berangkat, mereka pergi melihat lokasi yang di tujukan di satu ruangan khusus.
"...lokasi terakhir dia ada di di gang sempit dekat x," kata salah seorang di antara mereka yang bekerja bagian itu.
Setelah dapat lokasi terlahir ponsel Baim mereka segera menuju lokasi.
Pas di tengah jalan Hasan dapat panggilan dari kantor pusat informasi.
Bezzz... Pat... Bezzz... 46... Bezzz.... Seorang warga melaporkan ada penemuan mayat... Bezzz... Di tong sampah dengan tubuh terpotong-potong di bungkus dalam plastik... Bezzz... Segera ke lokasi tak jauh dari tujuan awal...
"Segera menuju ke sana," jawab Hasan.
Mereka segera menuju lokasi yang searah dan tak jauh dari tujuan awal.
Sesampainya di lokasi awal Hasan membagi dua kelompok satu ke tujuan awal yang kedua ke tujuan ke dua.
Di lokasi awal Afriadi dan Hasan menemukan ponsel yang sudah rusak. Afriadi membulatkan matanya seakan kenal dengan itu ponsel.
pertanda apa kan ini?
__ADS_1