Suamiku Guruku

Suamiku Guruku
Godaan untuk Sari


__ADS_3

Satu Minggu berlalu mereka kembali ke kota, sebab ada pertemuan sama pemegang saham. Afriadi harus hadir dalam pertemuan itu.


Semenjak mereka pulang Samsul tersenyum terus, tak tahu dimana tempat asik tersenyum terus, ada orang lewat tersenyum.


I, jangan tersenyum terus Samsul nanti orang kira Lo gila.


Afriadi membaca koran duduk di kursi dekat kolam, perhatiannya teralihkan pada Samsul yang lagi modus pura-pura menyapu pinggir kolam. Apanya yang disapu? Sudah sepuluh menit ia di sana memegang sapu.


Afriadi menoleh kebelakang. Ni anak juga satu, sudah dari tadi berdiri di balik jendela transparan belakang Afriadi, siapa lagi kalau Sari yang tengah asik mengelap jendela, tapi matanya itu Lo tertuju pada seseorang.


Terlintas pikiran jahil di otak Afriadi, hatinya tersenyum licik.


"Eh." Sari terkejut lihat koran menutupi pandangannya, rupanya Afriadi sengaja mengangkat koran tinggi-tinggi menghalangi pandangan mereka berdua.


Serasa cukup menghalangi pandangan mereka, Afriadi menurunkan korannya.


Ealah, Afriadi kaget bukan main lihat Samsul nyapu air.


Seriusan dia nyapu air?


Afriadi memperhatikan arah tatapan Samsul, ia menoleh pada Sari yang berada di belakang jendela.


Afriadi kembali terkejut lihat Sari lebih tinggi dari sebelumnya, dia pakai manjat segala.


Sari turun saat Afriadi menatapnya.


"Apa-apalah kalian ni?" gumam batin Afriadi, menggelengkan kepalanya.


Tiba-tiba...


BYUUR...


Ada yang kecebur ke kolam.


Yah, siapa lagi kalau bukan Samsul.

__ADS_1


Tuh, anak pada ngapain sampai kecebur gitu. Afriadi sampai menahan tawa lihat ada bucin nyebur.


Afriadi meminta Sari mengambilkan handuk, eh orangnya sudah pergi. Afriadi beranjak dari tempat duduknya ingin membantu Samsul, entah kenapa Afriadi apes bangkit mungkin sampai terpeleset ikut nyebur ke kolam.


Mungkin azab menjalin orang ˇ∀ˇ


"Ya Allah bang! Kenapa berenang, sore-sore begini?!" seru Latika kaget. Ia datang dari halaman kebun kecilnya di belakang dapur, "Kenapa gak lepas baju dulu baru berenang? Mas Samsul juga?"


Cik cik cik...


Latika tak tahu yang sebenarnya terjadi. Laki lu terpeleset Latika dan Samsul gagal fokus makanya jatuh.


Mereka berdua keluar dari kolam.


"Dek, tolong ambilkan handuk." Afriadi berdiri dihadapan Latika memeras bajunya yang sudah ia lepas.


Wajah Latika sedikit bersemu lihat tubuh suaminya, cepat ia berbalik masuk mengambilkan handuk.


Latika masuk Sari datang.


Bagaimana tidak luar biasa, dua orang pria gagah tengah bertelanjang dada dihadapannya.


Blush...


Wajah Sari memerah sempurna. Pengalaman yang langka sekali.


"Huy, Sari." Afriadi menepuk bahu Sari menyadarkannya, "Samsul lumayan kan?" berbisiknya menggoda Sari, yang dibisiki mukanya tambah merah.


Gemetar Sari memberikan handuk pada Samsul, matanya tak lari dari tubuh Samsul yang ehem ehem idaman para wanita.


Sari sampai teliti melihat itu, yah kalau dilihat-lihat tubuh Samsul banyak bekas luka.


PLOK...


Afriadi menepuk tangan di depan wajah Sari menyadarkannya lagi.

__ADS_1


"Melamun kenapa Neng? Kagum ya sama Abang Samsul?" goda Afriadi.


Samsul cepat menutup tubuhnya dengan handuk bukan karena apa, dia malu melihatkan tubuh yang banyak bekas luka.


Sari berlari masuk kedalam menyembunyikan wajah yang sudah memerah sempurna.


Eh, Sari masuk Latika datang membawa handuk.


"Nih." Latika memberikan handuk tersebut, namun Afriadi menolaknya.


"Lap kan," pinta Afriadi manja.


Idih, manja benget Afriadi.


Untung Latika pengertian mau menuruti permintaan Afriadi.


***


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat.


Sudah hampir satu tahun Latika tak kuliah.


Namun sekarang ia menjadi guru di sebuah SD yang letaknya tak begitu jauh dari rumah, ia mengajar pelajaran MTK. So, Latika bisa masuk mengajar di SD itu gara-gara usulan ibu-ibu arisan, yang tak lain keluarga kepala sekolah di sana.


Karena Latika ngajar di SD, pulangnya cepat.


Afriadi juga gak keberatan ia mengajar. Cuman masalah datang.


Iya masalah.


Latika kan tamat SMA, jadinya dia ada kekhawatiran dengan posisinya sebagai guru honor yang cuman tamatan SMA bukan sarjana, maka bakalan gampang ia dilengserkan gara-gara, walaupun kemampuan mengajarnya sangat bagus.


Maka dari itu ia meminta kepada Afriadi untuk menguliahkannya. Tentu saja Afriadi mengizinkannya, toh dia sangat berharap istrinya ini bisa kuliah lagi.


Dan pembukaan ajaran baru Latika masuk kuliah dengan jurusan yang diambil PGSD.

__ADS_1


__ADS_2