
Hari ini Latika di lepas lagi oleh Pak Kodir.
Ya.. Untungnya ada Afriadi di sana kalau tidak, entah apa yang terjadi.
Latika berlari menuju kelas ia takut kalau guru sudah datang nanti dia di hukum lagi, walau hukuman itu sudah menjadi sarapan Latika setiap hari.
Latika memperlambat langkahnya, kepalanya memanjang di sepanjang jendela ingin melihat isi kelas, namun naas Latika tidak bisa melihat, jendelanya di tutup gorden, hanya bisa mendengar suara penghuni kelas yang sedikit ribut.
'Guru sudah datang' pikir Latika, mendekati pintu kelas ragu-ragu ingin masuk.
Ia memunculkan kepalanya celengak-celengok melihat kedalam, 'apa gurunya sudah datang?' pikirnya. Ternyata.. "Belum." Latika berseru dalam hati.
"Assalamu'alaikum." Latika melangkah masuk.
Penghuni kelas menjawab, "Wa'alaikumsalam."
cepat berlari menuju tempat duduknya, di tempat yang paling belakang pojok kiri dekat dengan jendela, di belakang deretan laki-laki.
Penguni kelas mengkira guru yang datang ternyata tidak.
Para siwi kecewa sekali, melihat siapa yang datang.
"Yah, ternyata bukan."
"Aku kira gurunya datang ternyata bukan." kecewa siswi.
Latika kebingungan melihat cewek di kelas kegirangan sekali seperti menunggu sesuatu.
Latika berseru dalam hati, "Kenapa sih cewek-cewek kelas ini."
Cewek 11A sibuk berbisik satu sama lain.
"Lama sekali datangnnya."
"Iya.. Tidak sabar mau belajar."
"Belajar atau apa ini?"
"Belajarlah, belajar sambil mencintai."
Latika menguping pembicaraan, "Bicara apa mereka."
Salah seorang siswa yang duduk di depan Latika membalikan badan melihat Latika, "Huuuss.. Latika.. Latika.."
Latika yang merasa ada yang memanggilnya menoleh melihat siswa itu, "Em.."
"Kenapa tidak heboh seperti mereka?" tanya siswa itu.
"Untuk apa heboh seperti mereka." jawab Latika.
"Alhamdulillah, akhirnya ada juga cewek di kelas ini yang tidak tergoda." syukur siswa itu.
Latika tidak paham, apa yang di syukurkan menimbulkan pertanyaan, "Maksudnya?"
Siswa itu ingin menjawab.
__ADS_1
Tiba-tiba...
Tok.. Tok.. Tok.. Pintu kelas diketuk.
Suara bisik-bisik histeris cewek-cewek menjadi setelah melihat siapa yang datang.
"Permisi, maaf terlambat." suara yang berkarisma masuk menuju meja guru.
"Tuh, alasannya." ucap siswa itu.
"Hah.." Latika tidak mengerti apa yang di maksud, ia hanya menunduk setelah melihat siapa yang datang, ya siapa lagi kalau bukan penyelamat Latika barusan, Afriadi. Latika menunduk bukan karena apa, tapi ia malau melihatkan wajahnya kepada Afriadi, soalnya semalam waktu pertama kali bertemu ia menabrak Afriadi, terus memberi pertanyaan yang memalukan, lalu merusak ponselnya, setelah itu pagi ini baru saja ia ketahuan terlambat setelah itu naik mobilnya tidak bilang-bilang, jadi pantas Latika malu menyembunyikan wajahnya dari dia.
Salah seorang siswa berdiri dari kursi bersiap untuk menyiapkan.
Ha.. Itu yang berdiri namanya Hadi, gayanya jangan dikomentari. Dia memang seperti itu gaya rambut yang terpangkas habis alias botak seperti rambut tentara, ia sudah berteman dengan Latika sejak kecil. Dia tipe orang yang mudah berteman, perhatian, dan baik. Dia tampan tapi sedikit resek juga jika datang angin muoson timur dan barat, sifatnya berubah-ubah kadang sok perhatian dan kadang-kadang sok bodo amat.
Di kelas ini Hadi menjabat menjabat sebagai ketua kelas.
"Perhatian seluruhnya, berisalam kepada Bapak guru," perintah Hadi diikuti seluruh kelas, berdiri memberi salam kepada Afriadi, "Selamat pagi pak."
"Pagi semua." Afriadi melangkah-langkah kecil di depan, "hari ini Bapak menggantikan Pak Rika anwar guru matematika, kalian sudah tahu bukan nama saya siapa?"
"Tidak!!!" sahut siswi yang berbohong.
"Sudah" siswa malah terbanding terbalik menjawabnya.
Latika hanya diam saja tidak menjawab.
"Kenalan dulu pak" pinta Salasiah, tersenyum lebar.
"Iya, pak," sahut siswi yang lainnya.
salah seorang siswi yang duduk di depan Afriadi memotong perkataannya, "Itu saja nama bapak?"
"Iya itu saja." Afriadi mengangguk.
"Tanggal lahir Bapak kapan? Nanti kami beri kado."
"Bapak suka makan apa? Nanti kami buatkan."
"Hobi Bapak apa?"
Serbu siswi dengan pertanyaan.
"PAK, BAPAK SUDAH PUNYA PACAR BELUM? !!! " teriak salah seorang siswi yang memecah keributan, satu kelas terdiam, melirik siapa yang bertanya, yang di lirik tertawa kecil.
"Betul Pak. Bapak sudah punya pacar belum?" tanya siswi lainnya yang ikut-ikutan.
"HOY.. DIAM!!!," teriak Hadi membuat satu kelas terdiam, "kalau bertanya itu sedang-sedang saja."
"Huuu.." siswa bersorak mengejek siswi, yang di ejek memonyongkan mulut, sebal.
"Sudah.. Sudah.." Afriadi mencoba menangkan suasana, "saya akan menjawab pertanyaan kalian.
Saya suka semua makanan tapi, yang halal.
__ADS_1
Saya lahir tanggal 11 juli xxxx.
Hobi saya bermain musik olahraga.
Pertanyaan yang menanyakan status saya, saya sekarang masih singel."
"Hooohh.. Masih singel."
"Masih ada kesempatan." para siswi sibuk kegirangan setelah mengetahui kalau Afriadi singel.
"Pak, WA?" pertanyaan siswi itu tidak dihiraukan Afriadi.
Afriadi menepuk tangan sekali menandakan sudah cukup, "Baiklah sudah cukup, sekarang kita belajar." Afriadi mengambil absen, "Siapa sekretaris di sini?"
"Latika pak." jawab pemghuni kelas menunjuk Latika, yang di tunjuk terkejut.
Afriadi berjalan menuju meja latika, jantung Latika berdetak kencang berharap dia tidak datang kemejannya. Mata semua teman Latika menuju kearahnya, salah seorang siswi menawarkan untuk mencatat absen, tapi Afriadi tidak menghiraukannya terus berjalan.
Tak....
Afriadi meletakan absen di meja Latika.
Latika berseru dalam hati, "Sudah paham aku maksudnya, pasti menyuruhku menulis semua guru seperti itu tenanglah jantung biasa saja."
Latika mulai menulis, mengisi absen dengan nama temannya, Afriadi masih berdiri di dekat Latika, melihatnya meluis.
"Lumayan juga tulisanmu." Afriadi memuji.
"Terimakasih Pak." Latika membalas tidak melayang dengan pujian seperti itu.
"Tapi, jangan terlambat lagi datangnnya." Afriadi menyindir.
Latika berseru dalam hati, "Em... Sindiran nih, ternyata masih ingat juga kejadian tadi. Apa jangan-jangan kejadian kemarin juga masih ia ingat."
"baik Pak."
Latika mengaktifkan mode cepatnya dalam menulis, dalam waktu singkat, tadaaaaaa.. Selesai.
Latika langsung menyerahkan kepada Afriadi. Menyuruhnya pergi secepat mungkin, Afriadi mengambil absen itu dan pergi.
"Kita absen dulu, setelah itu baru belajar.
Abdullah, Asiah, Aska, Bani, Beta.." satu persatu nama murid di kelas 11A di panggil Afriadi tidak lupa nama Latika ia sebutkan.
Selama Afriadi mengabsen siswi sibuk memperhatikannya berseru dalam hati mengkaguminya.
Menit berganti menit, setelah Afriadi mengabsen ia memasuki pelajaran.
Di belakang Latika berseru dalam hati, "MTK pelajaran yang aku suka ini. Hehehehe.."
"Buka buku kalian halaman 20 bab 2 trigonometri," perintah Afriadi, ia memulai pelajaran.
Saat Afriadi menjelaskan di depan cewek-cewek yang membicarakan dirinya membuat Afriadi risih, tapi Afriadi tidak memperdulikan terus fokus dalam mengajar.
Setelah Afriadi selesai menjelaskan dia menunjuk salah satu siswi yang berisik tadi.
__ADS_1
Afriadi memainkan sepidol di tangannya, menatap seluruh wajah siswi, "Tadi saya sudah menjelaksan dan sekarang saya akan bertanya kepada kalian." Afriadi membuka absen melihat nama seluruh siswi, "Salasiah."
Latika yang di belakang terkejut, mendengar nama temannya di sebut, yang di sebut malah tersenyum bahagia.