
"ayo pilih!!"
"ka.. kanan"jawab pria itu tergagap membuat sun menyeringai "bodoh..."
"jleb!"
sun menusukan pedang nya tepat pada bahu kanan pria itu menbuat nya berteriak keras.
"ARRG--"
dengan cepat teriakan itu hilang setelah moon menotok bagian pita suara nya "sssttt... kau berisik apa kau tidak kasihan pada burung-burung kecil?"
"baiklah kami juga tidak memerlukan mu jadi bye.."
dalam sekali tebas kepala pria itu sudah berada di tanah darah membasahi kedua baju gadis itu membuat mereka mengehela nafas "ayo cari sungai"
"tidak! kau lupa moon darah zombie itu masih melekat jika bercampur dengan air sungai maka penduduk yang mengonsumsi air itu akan berubah menjadi mayat hidup"
"ah.. iya aku lupa kalo gitu ayo kita lanjutkan perjalanan"
>>>>>>>>
4 hari kemudian...
"berapa hari lagi?"
"yah... 10 hari untuk sampai tepat di pintu akademi"
"sepi juga apakah hanya pria itu yang menyadari kita berhasil pada misi tingkat sulit ini?"
"tidak.. juga pasti seseorang telah merencanakan sesuatu"
"seperti penyerbuan?"
"iya.. bisa di bilang seperti itu"
>>>>>>>>
1 minggu kemudian~
"berapa hari?"
"3 hari.. eh.. sun! bisakah kau berhenti bertanya hari apakah kau tak bisa menghitung nya?"
"em.. enthlah.. aku hanya bertanya..."
"srek.. srek.. srek.."
"siapa?"
moon berlutut mengambil batu dengan cepat di lempar nya ke arah semak itu.
"ngik.."
terdengar suara pekikan kelinci yang kesakitan membuat moon langsung ke arah semak itu memastikan apa yang dia dengar ia melihat se ekor kelinci putih dengan mata keunguan terbaring lemah ia merasa kesihan lalu mengangkat kelinci itu setelah memperhatikan matanya kembali moon tersenyum lalu meremas kelinci itu menyebabkan ledakan darah yang menyebar ke mana-mana.
"istirahat yang tenang mayat kelinci"batin moon membuat sun mengerti itu bukan kelinci hidup melainkan mayat yang di perlakukan seperti boneka.
__ADS_1
"astaga.. kedua gadis itu tidak memiliki hati"gumam salah satu orang yang tengah bersembunyi di dekat mereka.
tentu saja mereka tak peduli memilih melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda hanya karena mata-mata lemah yang tak bisa menyembunyikan aura nya dengan sempurna.
"ah.. baiklah mari selesaikan ini"
moon melemparkan jarum nya tepat pada lutut mata-mata itu membuat nya berteriak dan jatuh.
"racun apa itu?"
"em.. bunga deffebachia"
**note author:
bagi yang gak tau bunga deffebachia menyebabkan mati rasa dan otot-otot kaku**.
_________________________________________________
"astaga kau tidak punya yang membuat nya mati aku kesal dia dari tadi membututi kita!!"
"kau tau dia belum menyakiti maka belu ada alasan untuk mengakhiri hidup mereka"
"cih.."
mereka berjalan lagi tetapi tiba-tiba moon merasa janggal dengan tanah yang mereka injaki sekarang ini terlalu lunak pikir moon lalu menarik sun untuk melompat naik ke atas dahan pohon.
dan benar saja tanah itu langsung jatuh terlihat lubang besar dengan bambu lancip yang tertanam di bawah nya.
"serang!!"
10 orang menyerang mereka bersamaan membuat mereka menghela nafas "dasar.. orang-orang bodoh"
alhasil mereka semua mati dengan mengenas kan tertusuk bambu lancip perangkap yang mereka buat untuk menyebab kan orang lain terluka.
"bagaimana rasanya?"
"senjata makan tuan"ucap sun dan moon memyeringai bersamaan lalu kembali melanjutkan perjalanan melompati dahan pohon satu bersatu dengan cepat seperti angin.
"yah... kurasa mereka sudah tau"gumam moon melompati dahan pohon satu persatu
"apa yang bagus dari kepala zombie yang berbau air sampah?"
"kau lupa pak tua itu mengatakan ini salah satu kunci agar kita bisa mengikuti perlombaan terbesar dengan hadiah menjadi dewa"
"iya tapi itu masih lama juga ada cara lain bukan!?"
"iya tapi masalah nya disini kebanyakan dari mereka ingin mendapatkan nya secara instan"
"maksud mu kita diaanggap lemah dan sekedar mendapat keberuntungan begitu!?"
"bisa dibilang sih begitu"
"baiklah.. mari kita lakukan"gumam sun seringai dengan sangat mudah terbentuk di wajah nya.
>>>>>>>>
2 hari kemudian~
__ADS_1
mereka hampir sampai hanya perlu beberapa jam lagi,mereka tetap bergerak meskipun hari sudah gelap mereka tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang berharga.
"5 jam lagi maka kita sudah sampai di depan pintu jadi.. pasti sudah ada yang berjaga di dekat sana"
"aku sarankan kita melewati gerbang belakang--"
"atau!! kita lawan mereka!"sambar sun menambah kecepatan nya melewati moon yang menghela nafas lalu tersenyum tipis"bukan ide yang buruk"
"Lagi!"seru moon dengan cepat mereka menghidar dari jebakan yang berada di depan mereka.
"Lagi!"
terus menerus sepenjang perjalanan mereka menemukan jebakan bodoh yang sama berulang-ulang seakan jebakan itu untuk menipu anak kecil seperti mereka.
"ish.. benar-benar meremehkan awas saja"
"tenang lah kau harus berkepala dingin untuk menghadapi seseorang berkepala rusak"
"baik.. aku tenang.. aku.. tenang"
"sret..."
satu lagi jebakan belati kecil berisikan racun mengarah ke arah mereka dengan mudah di hindari oleh mereka membuat sun meledak.
"ORANG-ORANG SIALAN ITU!!"
sun sangat kesal menambah kecepatan nya berusaha tidak peduli apapun yang di depan nya.
"sseeeh..."
suara angin terdengar sangat jelas di telinga mereka itu sudah pasti karena mereka sudah bergerak secepat angin.
jebakan bahkan aktif lebih lemabat di hadapan mereka tidak ada satu pun jebakan yang berhasil mengenai mereka.
bahkan ada banyak jebakan yang rusak hanya karena mereka melewati nya.
nampak jejak kaki mereka pada setiap dahan pohon yang mereka lompati ini memang di sengaja oleh mereka agar semua orang yang mengincar mereka mengetahui dan mengikuti pergerakan mereka.
"akh!"
"akh!"
banyak pekikan suara kesakitan mereka terkena jebakan yang sebelum nya mereka lewati hal itu mebuat sun tertawa keras tetapi tetap pada kecepatan nya.
"kau senang?"
"tentu saja lihat mereka bahkan tidak bisa melewati jebakan bodoh seperti itu"
"kurasa perlawanan kali ini akan mudah" tambah sun tersenyum jahat membuat moon mengusap kasar wajah nya saudari nya sudah sangat tidak sabaran.
"itu dia!"
salah seorang dari mereka melompat ke arah kedua gadis itu dengan cepat sun melompat menyamakan tinggi mereka lalu menebas kepala nya bahkan tidak ada satu pun senjata yang di keluarkan tetapi kepala nya sudah tergeletak di atas tanah.
"ck.. ck.. kematian yang sia-sia"gumam sun membuat moon terkekeh geli "hal ini wajar di dimensi manapun"
"yah.. sangat di sayangkan kebanyakan orang disini bodoh"
__ADS_1
"kau masih sempat mencibir"
"tentu saja mereka memang pantas di cibir"