
"diam lah... cabut saja nyawa jangan mengurusi ku aku sibuk!"
"SIBUK! tugasmu hanya diam di tempat kau bekerja memutuskan amal kebaikan dan membaca saja itu yang kau sebut sibuk lagi pula hanya dalam 1 dtk kau sudah bisa menyelesaikan 1000 data seseorang dari berbagai dimensi sedangkan aku.. aku bahkan sangat sulit meluangkan waktu untuk putriku hanya untuk mencabut nyawa orang-orang sialan dari berbagai dimensi bla... bla.. bla..."protes orang itu terus mengeluh.
"Diamlah kau berisik sekali kau kan bisa ilmu pembelah tubuh!"
"ya.. ya.. sekarang aku ingin meluangkan waktu dengan putriku kau harus mengizinkan!"
"nope!"
"ah.. jangan gunakan bahasa anak muda seperti itu kenapa kau tega sekali jika nanti kau memiliki putri aku tak terima jika kau cuti ok!"
"eh... kau berbicara terlalu jauh aku bahkan tak berencana untuk menikah beberapa ratus abad ini lagi pula putrimu baru 10 tahun bukan?"
"apa hubungannya cobak!"
"tunggu sampai putri mewarisi kekuatan mu maka kau akan libur selamanya karena putri mu yang menggantikan pekerjaan mu bukan!"
"tidak! putri ku yang malang dia bahkan belum mendapat teman di dunia kuno itu..."
"ck... kau terlalu berlebihan dewa takdir sudah mengatakan bahwa putrimu akan memiliki teman yang hebat"
"benarkah bisa kau katakan siapa saja itu"
"em... aku tak bisa membaca data mereka mereka keturunan Dewa dan Dewi berdarah murni"
"wah... putri ku sangat beruntung sepe-"
"jangan memuji diri sendiri dan pergilah bekerja sana!"
"baiklah"
"RAJA MING...."ucap orang itu dengan senyum mengejek lalu menghilang membuat raja ming berdecak kesal.
>>>>>>
"em...."
"ada apa?"
"tidak!"ucap mereka mengelak bersama membuat dewa emas curiga.
"katakan!"
"apa guru yakin dengan pelatihan ini sepertinya agak"
__ADS_1
"ya... anak-anak benar apa kau yakin memerintahkan mereka menelan pil dan menghirup serbuk itu pelatihan ini sangat aneh emas!"
"tenanglah dewi perak mereka akan baik-baik saja bagaimana jika para pria ******** itu menyerang murid kita maksudku lihat wajah mereka pria mana yang tak tertarik dengan wajah imut dan kelihatan polos mereka iya kan?"
"hei... apa maksud guru dengan berkata kelihatan polos?"
"yah... em.. lupakan lakukan saja ingat untuk selalu mengunci pintu jika ingin berlatih dengan obat itu"
"bug!"satu pukulan mendarat di kepala dewa emas.
"eh... kau mengotori pikiran anak-anak lugu ini"ucap dewi perak kesal bukan main ia tak habis pikir dewa emas akan membiarkan anak yang belum mencapai masa dewasa nya meminum obat perangsang meskipun maksudnya baik tapi ini sudah sangat keterlaluan.
"yah... aku hanya khawatir saja pada dua anak ini"
"hah.. sudahlah bagaimana perjalanan kalian selama ini apakah menyenangkan"
"tentu saja! kami mendapat banya teman mereka semua menyerap kristal terkuat juga ada manusia racun dan pembaca pikiran loh!"jawab moon spontan membuat dewa emas dan dewi perak kaget ini bahkan belum mencapai 2 minggu tapi murid mereka sudah menemukan orang hebat dan berbakat di masa depan.
"baiklah bagaimana latihan dengan kekuatan baru kalian?"tanya dewi perak membuat moon murung.
"ada apa moon?"
"aku belum bisa menguasai logam perak guru"
"tak apa biar aku mengajari mu ya..."ucap dewi perak sembari mengelus kepala moon lembut.
"tentu saja! kau ini sebagai guru terlalu meremehkan murid mu"
"eh... aku kan hanya bertanya"
"em... begitu ya mungkin sun hanya kesal saja kalian meninggalkan kami lalu kembali lalu akan pergi lagi bagi kami itu lucu sekali"ucap moon menjelaskan membuat dewi perak tersesenyum sendu.
"eh... guru kami tak apa-apa jangan tersenyum seperti itu seakan kami membenci mu"ucap moon panik membuat dewi perak terkekeh geli.
"kau ingin bertarung anak muda"
"tentu kakek tua"
"kenapa kau harus menyebutku kakek tua!"ucap dewa emas tidak terima membuat sun mengangkat sebelah alisnya.
"karena perbedaan umur kita terlalu jauh dan juga itu memang kenyataan meskipun kau terlihat muda tapi kau tak bisa membohongi umur"
kata-kata sun membuat dewa emas mengingat-ngingat umurnya perasaan umurnya baru 100 abad umue itu adalah umur muda para dewa dewa akan di anggap tua jika melewati 1000 abad.
"em... kurasa umur ku baru 100 abad tak lebih"ucap dewa emas bingung membuat sun dan moon terbatuk-batuk.
__ADS_1
"em... sudahlah mari bertarung"
"apa kau tak menyesal sekarang?"
"ck... aku tak akan pernah menyesal"
ucap sun penuh percaya diri membuat dewa emas berdecak anak yang ada dihapannya benar-benar percaya diri.
"baiklah untuk kalian berdua lihat dan pelajari"
"baik!"
langsung seluruh koin emas di kantong sun dan moon dengan cepat berpindah tangan segera emas itu melebur mengelilingi dewa emas segera mata.dewa emas menyala membuat sun dan moon kagum.
"wah..."
langsung seluruh emas yang mengelilingi dewa emas berubah menjadi jarum kecil lalu seluruh jarum itu diarahkan pada sun membuat sun kaget bersiap untuk menghindar.
dewa emas mengarahkan tangannya pada sun lalu dengan cepat menurunkan tangannya membuat seluruh jarum di sekitarnya mengejar sun.
sun kaget segera menghindar tapi dengan cepat jarum-jarum itu mengejar dan menusuk ke arahnya membuat sun terus berlari menghindari serangan.
"TAK ADA GUNANYA MENGHINDAR HADAPI"teriak dewa emas membuat sun memasang ekspresi aneh ke arahnya.
"hei! bagaimana caranya kau mengambil persedian koin emas ku kalo meminta moon pun percuma kau juga mengambilnya!!!"protes sun dewa emas hanya tersenyum mengejek menaikan kedua bahunya membuat sun kesal.
"apa kau menyesal sekarang?"tanya dewa emas dengan senyum mengejek.
"cih! tak ada kata memyesal di hidup ku"ucap sun terus menghindari serangan sedangkan moon sedang belajar bersama dewi perak.
"kau harus tenang moon ini mudah seperti kau mengendalikan setiap elemen yang kau kuasai"
"em..."
moon berkonsentrasi menutup matanya mengangkat koin perak di sakunya dengan cepat koin perak itu mengitari moon membuat dewi perak tersenyum.
"tenang moon jadilah stuktur koinnya..."ucap dewi perak menenangkan moon yang sedang bercucuran keringat.
"aku... aku... aku tidak bisa!"moon membuka matanya dengan cepat semua koin itu terjatuh.
"kau terlalu panik moon cobalah untuk tenang layaknya air.."
moon mengambil nafas dalam-dalam menutup mata perlahan.
"tenang seperti air...."kata itu terus di gumamkan oleh moon tanpa ia sadari ia menarik koin perak sun dari sakunya membuat sun berdecak.
__ADS_1
"apa semua orang ingin mengambil uang jajan ku jika iya sekarang aku sangat kesal"gumam sun sangat kesal membuat dewi perak yang melihat itu terkekeh geli.