
"TUNGGU.. APA!!??"
"wow.. memang anak buangan"Ledek Poseidon membuat mereka kesal.
"Begini dengarkan baik-baik lebih baik kalian keluar dari sana dan cari saja akademi yang lebih baik"
"maksudmu kau menghasut kami agar kami keluar lalu kau bisa meledek Pak tua itu..."Tebak Moon membuat Poseidon mengerutkan kening nya.
"Pak tua?"
"Ah.. itu guru kami Sun dan Moon biasa memanggil nya begitu"Jelas Tofan membuat Poseidon menghela nafas keanehan apa lagi yang bisa aku temukan disini?.
"...."
"Baiklah..."
"Akademi itu telah membunuh para Jenius di karenakan keras nya latihan yang di berikan agar kalian tidak mati kalian harus keluar dari sana dan hidup sebagai seoran--"
"Langsung ke intinya aku lelah mendengar pidato"
"Jadi apa aku benar?"
"tidak ini demi kebaikan kalian"Jawab Poseidon tersenyum bangga menatap mereka seolah ia merasa sangat bertanggung jawab.
"wah.. palsu banget"batin Mereka semua kesal.
"Jadi.. apa kalian semua mau?"
"Tentu saja..."
Poseidon menyeringai.
"Tidak!"
"Baiklah sesi pertanyaan selesai ayo kita kembali" Ajak Moon membuat mereka berjalan ke arah pintu lalu dengan cepat pintu itu memudar membuat mereka terkejut.
"Permisi gadis siapa yang mengizinkan mu memimpin?"Tanya Poseidon kesal membuat mereka semua mengangkat tangan terkecuali Moon membuat Kekesalan Poseidon memuncak.
"Duduk!"
"Tapi disini tidak ada--"
"Duduk!".
Mau tidak mau terpaksa mereka duduk di atas lantai ini cukup aneh ini lebih seperti seorang kakek yang sangat ingin menghukum anak nakal.
"bagus... jadi sekarang--"
"Hachi!"
"oh.. maaf tempat ini berdebu"Ledek Ragina membuat Tofan berusaha menahan tawa nya.
"aku benci anak-anak"
"apa itu termaksud anak mu juga?"
"Tentu sa--"
"Tunggu apa!?"
"Ariel kau dengar itu ayah mu membecimu!"seru Moon pada Kerang di tangan nya membuat Poseidon tersentak "Tunggu kerang itu!?"
>>>>>>>>>>
Ariel melepas alat pendengar suara dengan wajah sedih..
"Hiks.. aku benci ayah..."
__ADS_1
>>>>>>>>>>
"Kau gadis!!"
"Yap.. ada masalah?"
"Aku memang gadis"tambah Moon membuat Rin wang kagum entah apa yang di kagumin oleh nya.
"Aku punya pertanyaan..."
"Siapa ayahmu?"tanya Poseidon membuat Moon menjawab Raja Wei tetapi tak dipercaya oleh Poseidon.
"Aku serius.. kalau kau tak memberi tau sekarang, kau tak akan bisa keluar dari dimensi ini"
"baiklah.. baiklah.."
"tapi yang pertama bisa kau buka Portal menuju Dimensi Kuno?"tawar Moon berjanji tak akan berbuat apapun tarpaksa di turuti oleh Poseidon.
"Baiklah.. kau anak sialan.."
Poseidon mengeluarkan kertas Portal lalu merobek nya menyebabkan perputaran air membentuk portal membuat Moon menyeringai.
"Kalian langsung masuk aku menyusul"Bisik Moon membuat mereka semua mengangguk.
"Ingat lakukan kerja sama secepat kita seperti latihan"
Tofan melipat tangan nya kebelakang dengan ragina yang perlahan mundur kebelakang Tofan memegangi tanganya.
"crak.. crak.."
suara retakan terdengar membuat Poseidone menatap mereka tajam.
"sepertinya tulang ku patah.."Ucap Moon santai memelintir tangan nya membuat Rin wang ingin berteriak 'Astaga! orang gila mana!?' Tetapi di tahannya kuat-kuat dalam hati.
"Astaga.. gadis ini benar-benar gila"batin Poseidon berusaha menjaga agar wajah tetap tenang.
"He.. he.. ini pasti akan seru"Gumam Tofan tertawa kecil.
"mu.. lai..."bisik Moon pelan membuat Tofan dengan cepat bergerak secepat pusaran air masuk ke dalam Portal dengan lainnya yang sudah terhubung dengan dinding tanah ragina membuat Poseidon kaget tetapi kedelapan anak itu sudah menghilang masuk kedalam portal membuat nya Marah.
"Tenang.. tenang.. kami hanya memastikan bahwa kau serius dengan ucapan mu lagi pula aku tidak kabur"Ucap Moon santai.
"Baiklah kalian anak-anak kurang ajar..."
"siapa nama orang tua mu..."
"ekhem!"
Moon menggandeng tangan Sun tersenyum bodoh.
"Dewa matahari dan Dewi bulan" ucap Moon cepat lalu dengan sangat cepat menggandeng tangan Sun masuk ke dalam Portal.
dengan cepat Portal kembali tertutup membuat keadaan disana menjadi hening...
"...."
.
.
.
"KRASSS!!"
bagian atap Ruang bawah tanah Hancur menyebabkan prajurit yang menjaga kaget lalu masuk,mereka terkejut melihat seluruh air disana mulai memerah membuat mereka bergegas berlari memperingatkan prajurit yang lain bahwa Raja mereka telah marah besar.
"Panggilkan kedelapan orang itu sekarang!"
__ADS_1
>>>>>>>
"brak!"
mereka terjatuh bersamaan saling tumpuk menumpuk membuat Tofan kesal "bisakah kalian bangun aku keberatan di bawa sini!"
"Sabar! kau ini!"
mereka satu persati bangun membersihkan baju mereka yang terkena tanah.
"wah.. rasa nya agak berbeda ketika kembali ke akademi..."
"kurasa Raja Poseidon marah"Ucap Rin wang khawatir mereka melakukan kesalahan membuat keadaan hening.
"...."
"Puft.. ha.. ha..!!"
Tofan tertawa terbahak-bahak ia tak tahan entah apa yang lucu di pikiran nya membuat yang lainnya kesal.
"Aku penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya" gumam Arisu kesal mendengar suara tertawa tofan yang sangat keras.
"Bug!"
"Diamlah!"seru Ragina memukul keras kepala Tofan membuatnya meringis kesakitan.
"sekarang kembalilah ke kamar kalian istirahat atau berlatih pilih salah-satu atau diam dengan tenang dan jangan membuat suara..."Ancam Moon kembali dingin membuat mereka semua mengangguk.
"Wow... Sun kau memakai topeng yang keren! juga rambut mu memutih seperti tadi! itu sangat amat keren!!"puji Tofan mengoceh terus menerus membuat mereka menoleh ke arah Sun yang disadari mereka dari tadi belum mengucapkan satu kata pun membuat mereka sangat heran.
"Wah.. apakah kau Sun?"Tanya Sizie ia tidak bisa membaca Pikiran Sun ataunpun Moon hal ini membuatnya sangat penasaran apa yang terjadi pada kedua gadis itu di dalam dimensi Duyung.
"apa yang terjadi?"Tanya Arisu.
"apakah dia terluka?"Tanya Hikari menambahkan tak sadar keadaan disekitarnya mendingin.
"Sun.. baik-baik saja kalian tak perlu khawatir..." Jawab dingin.
"tapi--"
"AKU BILANG DIA BAIK! DIA PASTI BAIK-BAIK SAJA!!"
tombak Es muncul di sekitarnya, tatapan nya sangat dingin tak sadar es itu terbang melesat mengarah Ke arah Sizie tak dapat dihindarinya...
"Srassh!"
Sun memeluk Sizie menyebabkan banyak Tombak es menusuk punggung nya membuat mereka terkejut.
"Sun..."
Moon menatap darah mengalir dari punggung Sun membuat nya panik.
"Astaga! ambil pil penyembuh!"Seru Ragina membuat Rin Wang bergegas menuju ruang obat tetapi dengan cepat di salip Oleh Kuro yang dengan Aura kegelapan di sekelilingnya menghilang lalu mencul kembali membawa pil penyembuh.
Arisu memberikan pil itu tetapi pil itu di tepis Oleh Sun membuat Arius terkejut.
"S-sun..."Sizie gemetar ia sangat takut melihat banyak nya darah yang mengalir dari punggung Sun.
Sun lalu melepas pelukan nya lalu berbalik memeluk Moon yang tampak panik.
"Aku.. baik... baik.. saja..."Ucap Sun tersenyum perlahan rambutnya kembali memerah tetapi, berhenti lalu kembali memutih kembali membuat Kuro membuka lebar matanya terkejut.
Note Author:
ekhem.. bantu like kalo suka.
__ADS_1