Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
Sun.. berubah


__ADS_3

"Salah-satu gadis itu memiliki trauma..."


"trauma?"


"itu tidak masuk akal"elak Poseidon tak percaya.


"aku sangat yakin insting elf selalu tepat jika berhubung dengan perasaan"


"hm... apa kita harus membatu mereka?"Tanya Nisa khawatir.


"em.. tidak biarkan saja mereka mati"Tolak Poseidon membuat Nisa tersenyum mengarahkan senjata para kerajaan laut terdekat membuat Poseidon mengumpat.


"Baik kita selamat kan mereka"


>>>>>>>>>


"hosh... "


"hm.. menarik gadis.. kecil kau bisa bertahan.."


"hosh... hosh..."


"hm?"


"dokter.. gila.. itu..."Gumam Sun terkekeh membuat Rubra heran.


Ilusi on:


"gadis.. baik..."


"bisakah kita tidak melakukan ini setiap-- ukh!"


"tidak.. tidak... tidak.."Balas dokter itu mengambil alat setrum membuat Sun ketakutan.


"Ja-jangan..."


"Tidak.. apa ini hanya sengatan kecil..."bujuk Dokter itu mengeratkan ikatan tangan nya membuat Sun panik.


"kau harus jadi kelinci yang baik..."


"Ta-tapi setiap hari aku seperti ini M-moon.. tak akan kau apa-apakan Kan?"tanya Sun tergagap membuat Dokter itu tertawa.


"tentu saja,lagi pula fisik nya sangat lemah sangat merugikan jika di melakukan percobaan ini dan mati"


"tapi..."Dokter itu meraba wajah Sun.. menyeringai..


"Kau memiliki fisik yang kuat.. jadi kecil kemungkinan kau akan tiada.. dan.. mungkin akan ada sedikit kerusakan mental.."tambah Dokter itu menutup mulut Sun dengan kain sembari terkekeh.


petugas lainnya bergerak memasang jarum dan alat lainya pada Tubuh nya membuat detak jantungnya berdetak cepat karena ketakutan.


Alat itu dinyalakan 2.000 watt listrik mengalir keseluruh tubuhnya membuatnya berteriak kesakitan.


"Mmmhhh!!"


air mata terus mengalir membasahi baju nya bahkan telinga nya ikut mengeluarkan darah membuat Dokter itu puas dan tertawa keras.


"Ha! ha! ha!"


>>>>>>>>


"plak!"Dokter itu menampar pipinya membuat Sun perlaham membuka matanya, kepala nya serasa ingin pecah membuat nya menangis.


"seperti tidak sia-sia.. usaha ku.. selama ini..." gumam Dokter itu puas lalu mengeluarkan suntikan dengan cairan ungu di dalamnya membuat Sun berteriak tetapi suara nya tertutupi oleh kain membuatnya hanya bisa menangis.


"Ayolah! kau harus sudah terbiasa dengan hal ini"


__ADS_1


"sebagai hadiah..."


Dokter itu melepas kain yang menutupi mulutnya "kau boleh berteriak.. sepuasnya"


"Ja.. ngan.. lagi.."


Sun memohon tetapi tak di dengarkan oleh dokter itu lalu menyuntikan cairan itu di tangan nya membuat seluruh badannya bergetar ketakutan.


"butuh berapa menit?"


"ah! 3 menit sebelum obat nya bekerja ha.. ha. bercanda kau seharusnya tau"Kekeh dokter itu keluar lalu menutup pintu perlahan.


"nikmati hari mu"


Dokter itu menutup pintu ruangan menatap sekitar lalu dengan santai nya bersandar di tembok


"Aaaakh!!!"


Suara teriakan mulai terdengar dari dalam membuat Dokter itu tertawa.


"gadis yang sangat lucu"


ilusi off:


"puft... ha.. ha.. "


Sun mulai tertawa membuat Rubra bingung.


"apa yang kau tertawa kan?"


"ha.. ha.. ha.."


Sun terus tertawa membuat Rubra marah kembali menyetrum nya tetapi ia tak merespon sedikit pun.


"Gadis.. yang lucu.. huh?"


Sun mengigit dan menelan ubur-ubur yang menahan nya membuat Rubra terkejut.


"ha.. ha.. sekarang lihat lah..."


Mata Sun berubab merah layaknya binatang buas lapar diikuti dengan kulitnya yang perlahan memucat, serta rambutnya yang ikut perlahan memutih membuat Rubra kembali terkejut.



"dimana gadis manis yang kau bicarakan?"


Sun berenang sangat cepat mengigit tangan Rubra lalu mengoyak-ngoyak daging nya membuat Rubra berteriak kesakitan dengan cepat mendorong Sun hingga menabrak dinding jurang.


"Anak ini gila!"


Sun terkekeh dengan mulutnya di penuhi darah biru membuat nya terus tertawa senang.


Rubra panik ia mengeluarkan seluruh listrik yang berada pada tubuhnya tetapi tak respon dari sun justru ubur-ubur dan ikan lain yang berada di sekitarnya tak kuat menahan tekanan listrik itu hingga mati seketika, membuat Rubra bingung harus berbuat.


"mode kegelapan"


Sun menatap jarinya yang perlahan menghitam membuatnya berdecak.


"malika..."panggil Sun, segera pedang besar muncul di tangannya seakan siap menyerang siapapun.



melihat rantai yang mengikat pedang Sun,Rubra mulai tergagap


"Rantai kegelapan!?"


"ya.. aku baru saja mendapatkan nya disini.." jelas Sun dingin bergerak sangat cepat kearah nya membuat Rubra berteriak.

__ADS_1


"Kyaaa!!!"


>>>>>>>>>


"Sun...."panggil Moon terus berenang ke bawah jurang tetapi tak ada respon apapun membuatnya berenang lebih dalam lagi.


"jurang ini sangat dalam..."


"kras.."


beberapa ikan-ikan mengigiti bajunya membuat Moon terkejut,dengan cepat langsung membekukan ikan-ikan itu hingga membuat semua ikan itu hancur berkeping-keping.


"juga mahluk yang aneh..."tambah Moon terus berenang ke dalam jurang.


"bagaimana keadaan mu?"


"apakah kau baik?"


"tidak.. ada listrik kan disana?"


Moon terus bertanya-tanya dalam hati berharap Sun dapat mendengar komunikasi batin mereka tetapi tak ada jawaban apapun membuatnya bertambah khawatir.


"Kyaaa!!"


suara teriakan terdengar meski tak terlalu jelas, tapi Moon sudah langsung mengetahui itu bukan teriakan dari Sun.


"apakah itu buruk?"


Moon berenang tetapi entah kenapa tubuhnya terdorong kembali ke atas membuatnya heran.


Moon lalu teringat.... ikan-ikan yang sebelumnya dia bekukan jatuh sangat cepat ke bawah membuat Moon memikirkan ide gila di kepalanya.


"Jangan nona kau bisa saja--"


tetap saja peringatan itu tidak dihiraukan oleh Moon, tanpa ragu ia membekukan seluruh tubuhnya menyebabkan tubuhnya jatuh sangat cepat menuju dasar jurang.


ia lalu menghangatkan tubuhnya tetapi ea pada tubuhnya tak kunjung mencair membuatnya mengumpat keras lalu berteriak.


"Kyaaa!"


"hap!"


seseorang menangkap nya membuatnya menghela nafas lega.


ia menoleh lalu terkejut melihat bahwa Sun lah yang menangkap nya.


"Sun! syukurlah.. kau baik"


Moon terus berbicara tetapi Sun terlihat tak mendengar atau pun menghiraukan perkataan nya membuat Moon heran.


"Sun!!!"panggil Moon berteriak Hanya di balas tatapan dingin Oleh Sun membuat Moon tersentak.


Sun lalu melempar pelan Tubuh Moon membuat Moon terkejut.


Tetapi tubuhnya sudah kembali normal seluruh es yang di buatnya tadi sudah mencair membuatnya menatap Sun aneh, apakah ia melakukan kesalahan?.


"Sun?"


Sun diam.. dia hanya menoleh ke arah Moon membuat Moon kesal.


Moon kesal bukan hanya karena Sun yang mengabaikan nya itu juga dikarenakan Suasana di sekitarnya gelap gulita meski menggunaka kristal ia hanya dapat melihat wajah Sun yang masih saja buram meski terkena cahaya.


"kau yang membuat ku loncat kemari sekarang angkat aku ke atas..."rengek Moon membuat Sun menarik menggendongnya lalu dengan sangat cepat ke luar dari Jurang itu membuat Moon terkejut.


"ke..napa kau bisa secepat--"


Moon tak melanjutkan kata-katanya ia terkejut melihat perubahan pada tubuh Sun membuat ia langsung turun dari gendongan Sun, berenang menjauh hingga berada di sebelah Nisa.

__ADS_1


"Disitu kau rupanya kamia baru saja akan turun" ucap Nisa tersenyum ingin mendekati Sun tetapi langsung di hentikan oleh Eredhel.


"Sun... berubah"


__ADS_2