Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
paling awal


__ADS_3

"puft... tenang saja... aku yakin mereka akan berhenti mengeluarkan isi perut mereka"ucap sun meyakinkan tapi hanya membuat Hikari menghela nafas.


beberapa menit kemudia keadaan mereka tidak membaik membuat sun menghela nafas kasar lalu menyentuh tanah membuat semua mayat itu terkubur.


segera kelima orang tadi pingsan membuat moon kesal terpaksa menyiramkan mereka air agar bangun.


"HAh! apa kalian gila pemandangan tadi..."memikirkan pemandangan tadi tofan kembali mengeluarkan isi perutnya lalu kembali pingsan membuat moon senang.


"hah... apa yang terjadi"ucap sizie bangun memegangngi kepalannya sakit.


"gampang saja,kalian pingsan setelah melihat mayat tapi kelihatannya kau sudah terbiasa"


"yah... aku menghampus memori tentang mayat itu dari otakku makannya aku tidak kembali ketakutan" ucap sizie membuat semua mengangguk kan kepala mengerti.


"ah! kau bisa menghapus memori ingatanmu dengan mudah!"ucap Ragina tiba-tiba bangun membuat semua kaget.


"em.. ya aku bisa"


"tolong hapus ingatan ku"ucap Ragina memelas membuat sizie mengangguk lalu menyatukan keningnya dengan kening Ragina lalu dengan cepat membuka mata setelah itu Ragina pingsan di tempat lalu segera sadar kembali.


"waho....!! akhirnya aku melupakan pemandangan mengerikan itu"ucap Ragina tiba-tiba bangun lalu melompat kegirangan membuat semua menepuk jidat kesal.


"em... kakak sizie kak Ragina kenapa..?" tanya rose membuat sizie menggelengkan kepala.


"entah lah bukan aku yang membuatnya menjadi seperti itu,itu hanya reaksi alami dari dirinya sendiri"


tak lama setelah itu rin wang dan Arisu bangun.


"hah... kalian sudah bangun apa kalian ingin aku menghapus ingatan kalian tentang kejadian tadi...?"tawar sizie khawatir.


"em... tidak usah aku ingin berusaha terbiasa dengan pemandangan seperti itu"ucap Arisu diangguki oleh rin wang.


"baiklah jika itu mau... kalian"ucap sizie menghela nafas.


"wah! kalian hebat sobat kau memang bijak"ucap sun tiba-tiba muncul merangkul leher Arisu dan rin wang bersamaan.


"em... baiklah... sun bisa kau kesini sebentar..."tanya moon dengan cepat sun berada di sebelah sun.


lalu moon membisikkan sesuatu di telinga sun membuat sun mengangguk lalu mereka bersama menghentakkan kakinya ke tanah segera arena basar muncul membuat semua tercengang.


"baiklah naiklah...."


moon menggendong rose lalu naik di susul oleh yang lain naik bersamaan.


"em... bagaimana dengan tofan?"tanya sizie khawatir membuat moon melirik kearah Arisu.

__ADS_1


Arisu mengangguk lalu menyiramkan airnya ke wajah tofan membuat tofan bangun lalu batuk karena tersedak oleh air.


"uhuk! uhuk! kalian tega"


"em... tofan apa kau ingin menghapus ingatan yang tadi?"tawar sizie langsung diangguki oleh tofan.


segera sizie menghapus ingatan tofan membuat tofan senang lalu lari kegirangan seperti hal nya Ragina tadi.


"em... aneh"ucap Ragina membuat semua nampak tak percaya bukankah dia tadi juga berlari seperti orang gila memang pasangan yang serasi pikir mereka bingung.


"baiklah kita mulai latihannya!"teriak moon kuat menggema ke seluruh latihan


>>>>>>


satu minggu kemudian:


"byur!"


"bangun kalian hari ini turnamen babak kedua di selenggarakan"ucap moon dingin diangguki oleh sun membuat mereka semua bersiap-siap.


mereka segera berangkat menuju turnamen setelah sampai pengawas memberikan no pada mereka membuat mereka kaget kecuali sun dan moon.


mereka no paling pertama! berarti kami datang terlalu awal pantas saja matahari belum menunjukkan dirinya mereka lalu menatap moon dengan kesal moon hanya diam sementara sun tersenyum menaikkan kedua bahunya.


"nama kelompok dan ketua?"


"nama kelompok kami karma dan di ketuai oleh moon"ucap Ragina dan tofan bersamaan membuat semua menyerah lalu mengangguk.


"baiklah karena kalian datang paling awal maka kalian mendapat ruangan khusus di sudut ruangan"ucap pengawas itu tak di pedulikan oleh mereka yang langsung menuju ruangan yang disediakan.


"ah... anak muda zaman sekarang apa mereka tidak senang mendapatkan hal semacam itu?"ucap pengawas itu menyeringai.


"yap! kau benar kami tidak tertarik dengan hal semacam itu tetua"ucap sun


bersemangat membuat pengawas itu kaget.


"ah... tetua apa yang kau bicarakan?" ucap pengawas itu mengelak.


"jangan berpura-pura kalian para pemimpin akademi pasti berpura-pura untuk mengawasi murid yang akan kalian pilih bukan..."ucap moon dingin membuat pengawas itu tersenyum lebar.


"lalu apa yang akan kalian lakukan?"


"tak ada! yang satu menjadi pengawas yang lainnya mengawasi secara tak terlihat di sampingnnya"jawab sun dengan senyum bodohnya membuat pengawas itu kaget.


"selamat menikmati pencarian kalian" ucap sun dan moon bersamaan lalu pergi ke ruangan mereka.

__ADS_1


"ah... apa kemampuan ku berkurang kenapa mereka bisa menyadari aura ku aku sudah menyembunyikannya"


"ah... sudahlah jangan berkecil hati kau memang lemah"ucap seseorang


tiba-tiba muncul di samping pengawas itu.


"hei... bisakah kalian memuji sedikit!"


"tidak... kita kan saling mencari dan memperebutkan murid jadi... untuk apa saling memuji"ucap wanita ikut muncul di samping pengawas.


"aku sudah menemukan muridku untuk akademi dewa dewi"ucap kakek tua lagi-lagi muncul di samping pengawas.


"sudah kubilang lupakan itu mereka akan menjadi murid akademiku"ucap pria paruh baya muncul lagi di samping pengawas itu.


akhirnya pertengkaran terjadi kembali hanya untuk memperebutkan murid memang dasar orang tua zaman dulu.


>>>>>>


"wah! makanan"Ragina langsung memakan makanan yang ada di atas meja.


"makanlah yang teratur..."


akhirnya mereka tetap makan-makanan yang disediakan di atas meja hingga habis.


setelah habis semua piring itu menghilang tergantikan dengan beberapa surat tentang kolompok yang akan mengikuti perlombaan hari ini.


"em... kurasa hanya ada nama kita"ucap sizie diangguki oleh tofan.


langsung tulisan kembali muncul di surat itu tentang kelompok dan nama anggotanya.


"wah.. cepat sekali"


"ah ini tak penting tak ada keterangan tentang kekuatan mereka kalian buang saja"ucap moon melempar surat di tangannya.


"hem.. yah.. kurasa kau benar... ini tidak penting"ucap sun ikut melempar surat di tangannya.


"benar! kita sudah latihan tak mungkin kita kalah!"


"em... pertandingan antar kelompok ini berlangsung sampai perayaan tahun baru"ucap Hikari membuat tofan kaget.


"berarti pertandingan ini akan sangat panjang ya...."


"ahk!! aku padahal ingin melihat kembang api di tahun baru!"ucap tofan frustasi dia angguki oleh Ragina.


"lupakan perayaan tahun baru hadiah yang kita dapatkan jika memenangkan perlombaan ini kita dapat pergi langsung ke akademi dan mendapat perlakuan khusus di sana"ucap Arisu membuat tofan kembali bersemangat.

__ADS_1


"benarkah! ini akan menyenangkan" ucap sizie bersemangat.


"aku hanya ingin membalas dendam pada keluarga yang membuang kita aku tak peduli hadiahnya apapun hadiahnya"ucap Ragina membuat suasana menjadi mencekam.


__ADS_2