
"itu guru...
"ada apa"tanya dewi perak.
"kristal ini bagaimana? apakah kita akan membawa kristal ini saat pelepasan segel"tanya mon sambil mengangkat
tangannya menyodongkan kristalnya.
"hmm... letakkan saja di batu itu"ucap dewa emas menunjuk batu di samping pohon inti goa.
"baiklah guru"ucap xiao mon lalu berjalan menuju batu itu diikuti oleh xiao sun di belakangnya.
saat meletakkan kristalnya xiao mon kaget melihat keadaan di sekitarnya membeku lalu cepat cepat mengambil kembali kristalnya.
xiao sun yang menyaksikan itu hanya menggelengkan kepalanya.
"ck.. ck.. ck.."ejek xiao sun menatap xiao mon itu membuat xiao mon memelototinya seakan berkata"kayak kamu bisa aja" hal itu membuat xiao sun tersenyun miring.
"hei kristal kita akan pergi dulu untuk melepaskan segel jadi kau duduk disini dan temani guru kami ok.."ucap xiao sun sambil mengelus ngelus kristalnya tiba tiba kristal itu bersinar seolah mengizinkan .
setelah itu meletakkan kristal itu di atas batu dan tidak terjadi apa apa hal itu membuat xiao mon menganga.
"bisa gitu ya!!!"ucap xiao mon kesal.
__ADS_1
lalu hanya di balas tatapan dari xiao sun mengejek sambil menaik turunkan kedua alisnya seakan mengatakan" aku pintar kan" sambil tersenyum.
yah... mau tidak mau xiao mon harus mengikuti yang di lakukan xiao sun saat xiao mon melakukan hal itu di kesal saat xiao mon memandangnya dengan senyum penuh kemenangan hal itu membuat wajah merah karena menahan marah lalu berjalan ke arah gurunya.
xiao mon terkejut melihat kedua gurunya menahan tawa melihat hal itu xiao mon mengembungkan kedua pipi hal itu membuat dewi perak merasa gemas lalu mencubit pipi xiao mon lumayan keras.
"aduduh guru sakit "ucap xiao mon menahan perih.
"au... kau lucu sekali"ucap dewi perak masih memegangi pipi xiao mon.
setelah dewi perak melepaskan pipinya xiao mon langsung mengelus kedua pipinya lalu menatap xiao sun yang berdiri di belakang.
xiao sun sedang menahan tawanya dengan sekuat tenaga sampai matanya berair melihat xiao mon marah padanya dengan wajah seperti itu membuat xiao sun tertawa terbahak bahak.
"kau!!!"teriak xiao mon sambil mengambil beberapa kerikil disana lalu melemparkanya pada xiao sun tapi dapat dihindari oleh xiao sun yang masih tertawa terbahak bahak.
karena tambah kesal xiao mon langsung melempar kerikil dengan sekuat tenaga sambi berlari kearah xiao sun akhirnya kejar kejaran pun terjadi.
tetapi ada sesuatu yang xiao mon tidak sadari beberapa kerikil yang di lemparnya menancap dalam di dinding goa.
hal itu membuat dewi perak tertegun lalu tersenyum merasa di tahu apa yang harus di ajarkan kepada xiao mon yang sesuai dengan keahliannya saat sedang berfikir dewi perak terkejut dengan dewa emas yang berbicara tiba tiba.
"kau pasti sedang berfikir apa yang harus di ajarkan kepada mon melihat keahliannya aku yakin itu akan mempermudah kan mu untuk mencari jurus dan senjata yang cocok untuknya"
__ADS_1
ucap dewa emas serius.
"yah.. kau sendiri apa sudah memikirkannya"ucap dewi perak menatap dewa emas.
"aku tidak tahu sejauh ini anak itu masih menghindar tapi indra nya sangat tajam dan juga mampu menghindari kerikil secepat itu tidak sesuai dengan anak seusianya mereka sangat berbeda..."ucap dewa emas memegangi dagu nya berfikir.
"kurasa kau benar mereka sangat berbeda di saat anak seusia mereka bermain mereka justru berburu di hutan seperti ini memang buah jatuh tidak jauh dari pohonya"ucap dewi perak ikut memegangi dagunya.
"ha ha kau benar aku hampir melupakan siapa orang tua mereka ini membuatku berfikir ini masuk akal untuk anak seusia mereka"ucap dewa emas tertawa kecil lalu mereka kembali melihat kedua anak saling kejar mengejar.
"uwek... kau tidak bisa menangkap ku"ucap xiao sun menjulurkan lidah dan menari kelopak bawah matanya.
saat sudah sampai di ujung goa lebih tepatnya berdekatan dengan pohon inti goa xiao sun langsung memanjat pohon itu xioa mon yang tak mau memanjat langsung menggunakan ilmu teleportasi dan dan langsung berada di samping xiao sun.
"sial kenapa aku lupa bahwa ada ilmu teleportasi"rutuk xiao mon dalam hati.
langsung meloncat ke bawah pohon saat sampai bawah xiao sun langsung meminta salah satu ranting perak dari pohon.
"pohon yang baik berikan salah satu ranting mu kalau tidak aku akan tiada di tangan saudariku sendiri"ucap xiao sun memohon dia sudah melihat bagaimana setiap kerikil itu menancap di dinding itu membuat xiao sun bergidik ngeri.
alih alih ranting pohon itu justru memberikan.....
oh ya bagi yang bingung ini berpindah dimensi atau timeline jawabannya berpindah dimensi kalo author kebablasan nulis timeline mohon maaf
__ADS_1
{~_●}