
"apa kau mamiliki ayah?"
"nope.."
"ibu?"
"nope..."
"kakak"
"em..."
"pak tua kau bisa berhenti memberi pertanyaan yang tak perlu kau bisa tanyakan siapa nama orang tua kami saja"ledek Sun heran introgasi ini sangat membosankan.
"nama orang tu--"
"tak ada"sambar Sun membuat Moon dan prajurit tertawa seketika suasana di ruangan nya penuh dengan tawa membuat Poseidon kesal.
"aku akan membunuh mu.."ancam Poseidon Aura menakutkan menjalar kemana-mana membuat beberapa tentara berjatuhan.
"kau ingin menyakiti tentara mu?"Tanya Moon mereka sebenarnya tak sepenuh nya tak terpengaruh,mereka merasakan sesak nafas meski begitu hal itu cukup mudah untuk disembunyikan.
Poseidon menghela nafas "kekuatan kalian sangat menarik perhatian jadi kalian harus bisa menyembunyikan kekuatan kalian dengan baik..."
"baik-baik sebelum nya kami akan bertanya..."
"apakah kau memiliki hubungan baik dengan dewa matahari?"Tanya Moon sangat berhati-hati membuat Poseidon menghela nafas "ya... hubungan kami cukup baik"
"yah.. itu jawaban nya pak tua"cibir Sun membuat mereka semua terkejut.
"wow.. lihat reaksi mereka"
"kalian serius?"
"tidak"
"ha.. ha. aku hanya berca--"
"dar!"
Pintu penjara dengan mudah dihancurkan membuat Poseidon terkejut"siapa!?"
"ini aku... hanya menjalankan tradisi"Ucap seorang pria masuk ke dalam ruangan mereka dengan aura kegelapan yang sangat pekat mengelilingi nya membuat mata Nisa memerah.
"Kau!"
"bagaimana kabar kakak mu?"Tanya pria menyeringai itu membuat Nisa menyiapkan senjata nya.
"Kau ******** sialan!"teriak Nisa amarah kini memuncak rambutnya memutih aura merah darah mengelilingi nya membuat Sun kagum.
Eredhel hanya diam berbalik ia tak ingin menatap wajah monster itu.
"Aredhel? hai! bagaimana kabar ayah mu?"Tanya pria itu membuat wajah Aredhel menggelap kupu-kupu gelap keluar dari dalam tubuh nya matanya memutih lalu menoleh kebelakang menatap pria itu.
"wah.. kalian sangat marah ya"
"astaga.. tentu saja mereka marah"Gumam Sun membuat Pria menatap kearah nya.
__ADS_1
"oh..."
"siapa kalian?"tanya pria itu menyeringai seolah sudah tau siapa mereka membuat Mata Moon mendingin.
"Krang!"
Borgol itu tiba-tiba hancur akibat Suhu borgol menurun dengan cepat "apakah kamu Raja Kegelapan?"Tanya Moon membuat Pria itu menyeringai "benar.."
"pantas saja!"Seru Sun melelehkan borgol nya beruntung penjara bawah tanah tak dipenuhi dengan air karena hal itu bertujuan untuk menyiksa mahluk laut.
"kakak ku bilang kau orang yang baik"ucap Sun membuat Raja kegelapan membeku.
"puft.. tentu saja tidak"Tambah Sun sekali lagi menghancurkan dinding penjara membuat Poseidon kesal "gadis ini..."
Saat Raja kegelapan ingin menyusul mereka dengan cepat Nisa menghadang dengan Aura membunuh yang pekat menodongkan Senapan nya.
"Jangan menghalangi Jalan ku..."
"Mari bicara dulu"Ajak Poseidon membuat Amfrite menepuk Dahi nya Kelicikanapak lagi yang akan di lakukan Suaminnya.
"Cekrek.."Nisa mereload Senjata nya dengan senyum penuh kegilaan membuat Raja Kegelapan menaikan sebelah Alis nya.
"aku tak punya waktu untuk meladeni kalian"
"tapi kami punya"balas Poseidon membuat Raja Kegelapan kesal "menyingkir dari Jalan ku..."
"Mohon maaf tapi kau musuh kami"Ledek Poseidon mengendalikan air di sekitar nya Membuat Raja Kegelapan terkejut rupanya ia sengaja mengulur waktu membiarkan air masuk memenuhi penjara.
Gelombang arus mengitari tangan nya membuat Poseidon menyeringai "Maaf sekali lagi tapi Kami tak akan membiarkan hal buruk terjadi pada kedua anak itu"
>>>>>>>>>>>
"ya.. kita sudah lumayan jauh juga bagaimana cara kita kembali ke dalam dimensi kuno tanpa kertas Portal"Jawab Moon khawatir meski mereka sudah berada cukup jauh dari Penjara bawah air Aura membunuh sangat terasa bahkan membuat mereka merinding.
"bagaimana dengan yang lain?"
"kita bisa tentang soal itu karena seperti nya Pria itu hanya mengejar kita"
"BOOM!"
suara ledakan membuat Gelombang yang sangat dasyat bahkan membuat Mereka terpental.
"bukan kah ledakan itu.."
"ya.. itu senjata Modern terbaik yang dirancang dari perusahaan Laboratoriun AMERAA"
"dan... itu perusahaan yang meneliti dan menjadikan kita kelinci percobaan di kehidupan kita di dalam Dimensi Modern"tambah Moon membuat Sun tersenyum "wah.. seperti nya akan ada pertarungan yang besar"
"kenapa bertanya.."
"kanapa suasana hati mu begitu stabil? bukan
kah biasa nya kau akan marah setiap kali di picu"
"entahlah.."
"Dar!"
__ADS_1
Ledakan terjadi kembali kabut kegelapan menyebar membuat mereka terkejut menjauh tak lama kabut itu mendekat.
tetapi kabut kegelapan itu menghilang tepat di hadapan mereka membuat mereka berdua bingung.
"hm..."
"wah.. kita selamat"
"em.. Sun kurasa tidak begitu..."
"eh..."
Sun menyentuh dada nya detang Jantung nya lebih cepat dari biasanya membuat Wajah nya perlahan mendatar ia menatap Kulit nya ikut memucat membuat Moon membuka lebar matanya.
"oh.. ini buruk"Gumam Sun memukul-mukul dada nya Detak Jantung nya bertambah cepat membuat nya pusing.
"Nyut..."Kepala nya berdenyut membuat Sun mengumpat "Sial! jangan bilang..."
"Nyut!"
Dada dan kepalanya serasa tertusuk benda tajam berkali-kali membuat berteriak keras
"AAARRHHKKK!!"
Sun merasa sangat kesakitan kepala nya srasa akan meledak tubuh nya seperti di cincang habis Mata,Mulut serta hidung tak berhenti Mengeluarkan Darah membuat Moon panik.
"AARRHHK!"
Sun berkali-kali berteriak Ia marasa sangat kesakitan ingin berbicara tetapi sangat sulit di lakukan serasa seperti tenggorokan nya hancur.
Darah menyebar menyatu dengan air membuat Moon semakin panik Saat Moon mencoba mendekati Sun tetapi dengan cepat di hentikan oleh nya.
"Pergi..."usir Sun tersenyum bodoh "Aku baik-baik saja"
ucapan itu membuat Moon menggertakan gigi nya "dasar saudari Sialan!"Umpat Moon mana ada orang yang baik dengan keadaan tubuh yang penuh luka dan darah.
"Pergi!"Bentak Sun membuat Moon menolak mencoba mendekati nya tetapi tak berhasil entah kenapa ada suatu penghalang yang menghalangi nya membuat Sun terkekeh.
"Aku-Ukh... Ba-baik.. Sa-Ja... a-Ku Tak A-Ukh.. Kan Mati Se... mudah itu..."Ucap Sun tersenyum lebar tanpa beban membuat Moon membatu ia sangat ingat dengan senyuman itu.
flashback On :Dimen**si Modern**
"Kau dibuly lagi?"Tanya Moon membuat Sun terkekeh.
"yah.. seperti yang kau lihat"
"kenapa kau tak membunuh mereka?!"bentak Moon membuat Sun melemparkan Roti melon kearah mulut nya.
"Ck.. aku baik-baik saja aku tak akan mati semudah itu"
"Kau mengatakan kata-kata bodoh itu dengan tubuh penuh luka!"
"kenapa? mereka kan baru berumur 16 tahu mereka akan mati dengan sia-sia nanti"Canda Sun melebarkan senyum nya membuat Moon marah menggertakan gigi nya "Kau tau Kita baru berumur 14 tahun hanya Tubuh Saja 16 tahun!"
"hanya beda 2 tahun"
"Ukh.. kau! dasar Bodoh!"
__ADS_1
"Maaf kan aku tuan putri.."
flashback Off: