Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
Rose membeku


__ADS_3

"...."


"Masalah..."


"Tak akan pernah menghilang bukan?"Tambah Seseorang Di sebelah nya membuat Moon terkejut.


Rupanya boneka kelinci itu mengikutinya keluar membuatnya heran ,bagaimana!?.


"Aku.. terhubung dengan Saudari mu dan Saudari mu terhubung dengan mu ,itu sebabnya"


"Tapi,aku bahkan belum bertanya"


"oh.. mungkin karena kau orang sangat mudah di tebak"


"Aku bukan orang yang mudah ditebak!"


"lalu bagaimana bisa aku menebak?"


"itu kerena.., karena..."


"ugh!"


"Kenapa kau sangat menyebalkan!"


"menurut mu kenapa?"


"Argh!"


Moon menangkap boneka kelinci itu menatap nya dingin "Aku tidak memerlukan mu!"


Boneka kelinci itu mulai membeku "Ya.. kau memang tak memerlukan ku" Ucap Boneka itu membuat Moon tersentak.


Ilusi on:


dimensi modern:


"Aku lelah!"


"lalu?"


"capek"


"aku tau"


"Kalau begitu aku tinggal!"Seru Sun berlari ,dengan cepat mendaki gunung membuat Moon kesal.


"Pergilah! lagi pula aku sudah tak membutuhkan mu!"Teriak Moon membuat Sun terkekeh.


"kau kan dari dulu memang tak memerlukan ku untuk hidup..."balas Sun Terkekeh membuat Moon tersenyum bangga.


"tentu saja.."


Ilusi off:


Moon menatap boneka itu berdecak "nama mu Lily"Ucap Moon dengan cepat melempar boneka itu keluar pintu.


"Brak!"


Moon membanting keras pintunya sampai-sampai Sizie keluar dari Kamar nya menengok apa yang terjadi.


tetapi ia tak menemukan apapun,hanya boneka kelinci yang terkapar di depan pintu membuat nya heran.


"Apakah aku harus kesana?"


"Kau mau mati?"Tanya Rin wang muncul secara tiba-tiba dibelakang nya membuat Sizie terkejut.


"oh.. iya.. guru mamanggil dia berkata kita akan diberikan misi"tambah Rin wang diangguki oleh Sizie.


Mereka keluar menuju lapangan sesekali Sizie menoleh menatap Kamar Moon yang pintunya sudah retak akibat suhu yang menurun dengan sangat cepat.


>>>>>>>>


"Apakah kalian tau untuk apa kalian di kumpulkan disini.."


"...."


tak ada yang menjawab membuat Dewa waktu heran.


"Ada yang tau?"


"...."


Suasana hening membuatnya kembali bingung merasa ada sesuatu yang kurang disini tetapi ia tak tau apa itu.


"Dimana Moon?"


"Dia...."


"masih di kamar nya..."Jawab Sizie ragu.

__ADS_1


"Oh..."


"Aku akan kesana!"Seru Rose semangat berlari menuju Kamar Moon membuat Sizie berseru menghentikan nya tetapi sudah terlambat.


"Bisakah guru mengikuti Rose?"Tanya Sizie menundukan kepala nya membuat Dewa Waktu menghela nafas "kenapa.."


"Moon sedang dalam keadaan yang tidak baik.."


>>>>>>>>>


"aku tidak membutuhkan mu! aku tidak membutuhkan mu!"Seru Moon terus menerus memegangi kepala nya.


suhu ruangan menurun drastis bahkan Jendela Kamar nya mulai retak.


"Kretak.."


"Prang!"


Jendela kaca itu pecah berserakan kemana-mana membuat Dewa Waktu terkejut,langsung berlari sangat cepat menyusul Rose yang sedang dalam perjalanan menuju kamar Moon.


>>>>>>>>


"tok! tok! tok!"


"Kakak Moon~"


"kenapa disini dingin ya?"


Rose melihat ada salju di bawah kaki nya membuat nya tersenyum cerah.


"Kakak sedang main salju!"


"Tok! tok!"


"Kak aku juga ingin ik--"


"Prang!"


Pintu di hadapan nya pecah membuat Rose terkejut.


"Brak!"Rose terjatuh.


Seseorang mendorong nya nembuat nya bingung.


"Boneka!"Seru Rose girang memeluk boneka kelinci yang memegangi tangan nya erat.


"Ros--"


tetapi hal itu tak dipedulikan nya lalu merampas dan melempar boneka itu jauh membuat Moon terkejut.


"Jangan pernah sentuh boneka itu!"


"Baik ayah..."


"Ayah.. disini sangat dingin..."tambah Rose menggosok-gosokan tangan nya.


pipi Rose perlahan mulai membeku membuat Dewa waktu terkejut dengan cepat memeluk lalu mengantar Rose keluar.


"crang..."


Es runcing muncul dengan cepat menutupi jalan membuat Dewa waktu terdiam.


waktu perlahan mundur es runcing yang menghalangi jalan nya kembali ke dalam tembok seperti awal kemunculan nya.


dengan cepat Dewa waktu keluar membuat Ragina dengan cepat menggendong Rose.


Ragina terkejut dikarena kan badan Rose sangat dingin seperti es membuat Nya panik.


"kehangatan! kita perlu sesuatu untuk menghangat kan nya!"Seru Ragina panik.


"Sun! kita perlu Sun!"Ucap Rin wang.


"Dimana dia sekarang?!"Tanya Dewa waktu.


Hikari diam ia bahkan tak tau apa yang harus ia lakukan sekarang.


Kuro menghela nafas menatap kesamping seolah tak peduli.


"Dimana dia?!"


"Yang mengetahui itu hanya Moon.."Jawab Arisu Ragu.


"D-dingin..."


"Ayah.. kakak.. aku kedinginan..."Ucap Rose Tubuhnya menggigil membuat Tofan terdiam ia tak pernah merasa sekhawatir ini sebelum nya.


Ada boneka kelinci yang mendekati Rose membuat Dewa Waktu terkejut dengan cepat menendang boneka itu hingga terpental.


"Dimana Sun?!"

__ADS_1


Boneka kelinci itu kembali mendekat tetapi kembali dipental kan jauh oleh Dewa waktu.


Suasana di sana tidak baik Atmosfer sekitar perlahan membeku membuat Hikari mencoba mengarahkan cahaya nya pada Roh tetapi tak berhasil.


Tanah yang mereka pijak membeku membuat mereka terkejut.


"brak!"Tofan langsung terpeleset tetapi tak ada waktu untu tertawa sekarang.


Ragina mencoba mengembalika tanah kembali seperti semula tetapi Usaha nya tak berhasil es itu dengan cepat melapisi akademi.


"Kuat.. sekali"


Perlahan Moon keluar dari dalam akademi.


"Moon?"


Moon menatap mereka dingin.


"Krak..."


Seketika Tubuh Rose dilapisi Es membuat Dewa Waktu Marah.


"Kau!"


Waktu mundur keadaan di luar akademi tampat mundur beberapa jam tetapi hal itu tak berlaku di dalam Akademi membuat Dewa Waktu terkejut.


Moon berjalan perlahan mendekati Mereka Membuat Dewa Waktu menginjak kan kaki nya dengan keras pada es tipis yang di pijak nya.


"Dar!!"


Tanah dia bawah nya ikut hancur sangat dalam membuat Mereka semua terkejut.


"Kyaaa!!"


"Aaaa!!!"


"hm..."


Moon menatap mereka seketika mereka ditangkap Oleh balok es yang kembali mengangkat mereka ke atas.


"kenapa kalian mencoba lari...."Tanya Moon dingin.


"Di-di.. mana Sun..."Tanya Sizie tergagap membuat Moon terkekeh.


"Dia.."


"Sedang tidak ada...."


"A-apa maksud mu..."


"entahlah?"


Moon mengarahkan tangan pada mereka.


Banyak tombak es muncul di belakang nya membuat Waja Rin Wang memucat.


"Bye-bye..."


"zang..."


seluruh tombak itu menuju ke arah mereka bersamaan.


"crang!"


Seluruh tombak itu patah tepat dihadapan mereka membuat Moon terkejut.


Sun muncul dihadapan mereka menggunakan array untuk melindungi mereka.


"Sun..."


Sun menatap Rose yang sudah membeku lalu memeluk nya dengan hati-hati.


Perlahan tubuh Rose mencair, keadaan kembali seperti persis semula membuat Moon kesal.


"Kenapa!?"


Sun membuka perlahan Topeng nya tetapi terhenti lalu menghilang dari sana membuat Mereka bingung.


Moon hanya menatap mereka dingin lalu kembali ke kamar nya seolah kejadian tadi bukan lah apa-apa membuat Tofan marah.


"Hei sebenar nya apa--"


dengan cepat mulut Tofan dibungkam Oleh Ragina juga tubuhnya ditahan oleh Arisu dan Rin wang.


Dewa waktu terdiam situasi ini sedikit familiar tetapi ia tak tau mengapa ia merasakan hal itu.


**Note author:


tolong vote jika suka🤣🤣**

__ADS_1



.


__ADS_2