Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
pelatihan terakhir


__ADS_3

"ada apa mon....


"ssshhhttt diam "langsung xiao mon memberi tanda semuanya merayap di tanah langsung bersembunyi di balik semak-semak.


melihat 10 pria berpakaian hitam membedah mayat mayat temannya.


"siapa yang membunuh mayat itu benar benar mengerikan langsung tewas sekali tikam"komentar blaze tenang.


"trimakasih"jawab xiao mon tersenyum membuat keempat hewan langsung bergidik ngeri membuat ekspresi blaze sedikit pucat.


"bugk...."satu persatu bandit-bandit terjatuh dan tidak bergerak lagi membuat kaget bandit yang masih berdiri.


"ah... apa ya-"tanpa menyelesaikan kata katanya bandit itu jatuh ketanah dengan luka di lehernya.


xiao mon yang menyaksikan itu terkekeh geli membuat keempat binatang suci itu merinding bagaimana tidak saat anak lainnya melihat kejadian itu menangis histeris sedangkan tuan mereka malah tertawa.


xiao mon tertawa bukan tanpa alasan ia tau siapa dalang dibalik semua ini.


"hei.... kalian kenapa?"


"hiiy...."kaget keempat binatang itu mendengar panggilan xiao sun yang berlumuran darah.


"hah... kalian kaget ya... maaf harusnya aku langsung serang jantung aja ya bukan leher"ucap xiao sun menggaruk kepalanya yang tidak gatal membuat keempat binatang membatu.


"bagaimana tadi??"


"kau luar.. biasa.."xiao mon mengacungkan jempolnya.


"tentu tapi bergerak itu melelahkan tidak sepertimu menggunakan panah"


"yah... kau tau keahlian masing-masing"


"baikalah aku akan kesungai membersihkan mencari makan kau ikut mon?"


"tentu ayok!!!"


"kalian tunggu di sini mencari kayu bakar"ucap xiao mon tersenyum lalu pergi mengikuti xiao sun.


setelah sampai xiao sun dan xiao mon langsung melepas pakaiannya lalu berendam di sungai.


siapa sangka darah yang bercampur dengan air menarik perhatian predator dalam air banyak ikan buas mendekati xiao sun dan xiao mon saat jarak mereka tinggal beberapa jengkal saja.


"sekarang" seketika sedikit wilayah sungai membeku tetapi itu cukup untuk menjebak para ikan langsung mereka memakai pakaian.


"baiklah tugasmu"langsung xioa sun berjalan di es licin itu lalu menyalurkan panas ke tangannya lalu mengambil semua ikan yang terjebak dalam es dan melemparkannya pada xiao mon,xiao mon dengan sigap menangkap seluruh ikan dan ditempatkannya pada tas rotan buatan.


setelah merasa seluruh ikan telah di tangkapnya langsung xiao sun pergi ke tepi sungai lalu menempelkan telapak tangannya pada permukaan es itu dengan cepat sungai mengalir seperti semula.


"baiklah... berapa tangkapan kita?"


"hm... sebentar 15 ikan predator" ucap xiao mon senang.


"wah.... darah bandit sialan itu banyak yang mengincar ya apa karena banyak dosa dia? banyak yang kepingin mereka mati jadi kita melakukan sesuatu yang baik ya mon??"


"mana kutahu tanyakanlah pada rumput yang bergoyang"


"mana bisa lah coba liat ni"xiao sun mendekatkan wajahnya ke salah satu tumbuhan di sana.


"tumbuhan apakah bandit memiliki banyak dosa"


"ya~ mereka~ jahat~ dan pantas~ menerimanya~"jawab tumbuhan itu seakan bernyanyi.


hal itu membuat xiao sun kaget hingga terjatuh dengan keras membuatnya meringis kesakitan langsung xiao mon tertawa keras.


"diam... ayo kembali saja"ucap xiao sun marah lalu berjalan dengan menghentak-hentakan kakinya membuat xiao mon terkekeh geli.


"sial aku lupa ini di dimensi yang berbeda "batin xiao sun dapat di dengar oleh xiao mon membuat xioa mon menahan tawa sekuat tenaga.


setelah sampai mereka makan bersama melihat hari masih siang mereka melanjutkan perjalanan entah kenapa xiao mon menyuruh semua berlari agar sampai dengan cepat di goa.


setelah sampai di goa mereka langsung menyapa guru mereka.


"GURU KAMI KEMBALI"teriak xiao sun menggema ke seluruh goa.


"ya... ya... kalian baru kembali sudah berteriak begitu kencang"protes dewa emas kesal.


"haiss.... guru sudah tua masih saja suka protes ingat umur"cibir xiao sun kesal.


"kau! datang-datang sudah mencibir gurumu"


"heh... kami baru saja kembali dan sudah mendapat protesan dari guru gimana tidak kesal cobak"


akhirnya perdebatan sengit terjadi xiao mon,shadow dan winter hanya tutup telinga sedangkan blaze dan frost keliatan bingung.


dewi perak yang melihat kejadian itu sangat kesal.

__ADS_1


"pletak!!"


"aduh... kenapa aku"ucap xiao sun dan dewa emas bersamaan langsung kembali dewi perak memukul kepala mereka.


"maafkan kami" dewa emas berlutut di tanah bersama xiao sun.


"baiklah aku maafkan sekarang mana pheonix kalian tunjukan pada kami"


"ini pheonix api sun memberi nama blaze sedangkan ini pheonix es murid memberi nama frost"


"nama yang kalian beriakan memang unik ya ah... sudahlah kapan kalian ingin berlatih?"tanya dewi perak membuat xiao mon dan xiao sun bersemangat dan mengatakan sekarang.


"baiklah sebelum itu apa isi karung besar yang kalian bawa?"


"ini berisi kristal berlian tingkat tinggi kami memberikan 2 karung kepada shadow dan winter"


"baiklah seraplah dulu semua kristal itu untuk mengetahui seberapa cepat daya hisap qi kalian baru kita mulai latihan"


perintah dewi perak tidak terkejut sama sekali.


"baik guru" langsung xiao sun dan xiao mon menghamburkan masing-masing 5 karung kristal di sekitar mereka lalu duduk bersila.


dalam 3 jam seluruh kristal telah menjadi abu putih hal itu membuat semua yang ada di sana kaget kecuali xiao mon dan xiao sun yang masih bersemedi.


lalu xiao sun membuka mata duluan dia kaget melihat reaksi semua yang ada di ruangan lalu dia menyenggol xiao mon untuk membuka mata saat xiao mon membuka mata dia juga kaget melihat reaksi semua yang di ada du ruangan dia melihat kearah xiao sun untuk menanyakan alasan tetapi xiao sun hanya mengangkat bahu sebagai jawaban.


"ada apa guru?"tanya xiao mon membuka suara.


"tidak ada mari kita mulai latihan kalian" ucap dewi perak tersenyum.


langsung kedua gadis itu bersemangat.


"tetapi latiha kalian akan di perberat


10 kali lipat bagaimana"tambah dewa emas dibalas pelototan dewi perak.


"KAU GILA YA!!!"teriakan dewi perak menggema ke seluruh goa.


"hais... aku percaya pada mereka"


"iya guru kami tidak apa-apa"ucap xiao mon meyakinkan.


"tenang guru kami pasti bisa lagi pula kami harus bertambah kuat bukan" tambah xiao sun membuat dewi perak menganggu setuju.


"baiklah sekarang dengarkan baik-baik setiap hari kalian bangun sebelum matahari menampakan diri bawa batu itu tetapi batu itu akan seberat gunung kecil dan setiap bulan beratnya akan bertambah 2 kali lipat tetapi kalian mengitari hutan kematian hanya 10 putaran tidak masalah cepat atau lambat yang pasti kalian harus menyelesaikan 10 putaran setelah kalian menyelesaikan 10 putaran kalian berendam di gunung neraka api dan kolam neraka es bergantian setiap harinya setelah itu kalian minum 5 pil racun tingkat tinggi lalu bertarung 8 jam tanpa henti lalu tengah malam kami akan mengajarkan beberapa ilmu yang pada saat bertarung satu sama lain kalian harus menguasainya dengan sempurna baiklah itu saja karena sekarang matahari sudah terbenam kalian istirahat saja"ucap dewa emas tegas.


awalnya blaze dan frost ingin protes tetapi mulut mereka langsung di bungkam oleh shadow dan winter.


melihat kedua gadis itu tidur dengan nyenyak di atas batu membuat mereka ingin bertanya.


"**2 pertanyaan saja"ucap winter membuyarkan lamunan mereka.


"apakah mereka sudah terbiasa dengan ini?"tanya blaze.


"Ya mereka sudah biasa dengan hidup seperti ini kalau soal latihan kita lihat saja aku sangat percaya dengan mereka"jawab shadow diangguki setuju oleh winter.


"pertanyaan terakhir"


saat blaze hendak bertanya lagi langsung di terobos oleh frost blaze hendak protes tetapi berhenti ketika mendengar perkataan frost.


"giliran"ucap frost tegas menatap tajam blaze.


"apa pertanyaan mu"


"kenapa 2 gadis itu santai saja bahkan masih bisa tersenyum dan bercanda menerima siksaan sebelumnya?"


pertanyaan itu membuat shadow dan winter tertegun dan juga bingung masalahnya mereka juga ingin bertanya hal yang sama.


"kami tidak tau kami juga ingin menanyakan hal yang sama...."ucap winter menggelengkan kepala.


"baiklah itu pertanyaan terakhir dan sesi tanya jawab selesai sekarang kalian beristirahatlah**"


besoknya.


xiao sun dan xiao mon bangun bersamaan lalu mengangkat batu mengelilingi hutan sebelum yang lainya terbangun mereka mengangkat batu dengan penuh semangat keringat membasahi baju mereka setelah selesai mereka meletakkan batu di tempat semula lalu berteleportasi ke gunung neraka api lebih dulu setelah itu mereka diberikan 5 pil berukuran mutiara lalu menelannya sekaliagus dan mulai bertarung.


rasanya telinga mereka berdengung, mulut dan hidung mereka mengeluarkan darah tetapi mereka bertarung tanpa henti hingga tubuh mereka berlumuran darah setelah


dewi perak memberikan aba-aba berhenti mereka selalu berkata


"baik guru"lalu terjatuh tetapi setiap keempat binatang itu membantu langsung dihentikan dewa emas.


besoknya terjadi hal yang sama hanya berbeda mereka berendam di kolam nereka es juga saat mereka sudah terbiasa atau kebal dengan racun takaran racun akan di tambah dan terus digan ganti-ganti.


bahkan racun 5 racun paling mematikan di minum secara bersamaan lalu mereka bertarung hasil pertarungan selalu seri mengakibatkan keduanya terluka parah.

__ADS_1


juga setiap bulan batu yang bertambah 2 kali lipat membuat tangan dan kaki mereka remuk meskipun sembuh dengan cepat tetap saja rasanya sangat menyakitkan.


hal itu terus terjadi terus menerus membuat keempat binatang suci ilahi yang menyaksikan hanya bisa tertegun


hati mereka terasa tersayat melihat kejadian itu mereka merasa tidak berguna tidak bisa membantu majikan mereka meskipun itu hanya latihan.


setiap hari melakukan latihan tak kenal libur juga mereka selalu mendengarkan dengan baik saat guru mereka memberikan ilmu mereka selalu mereka kuasai dengan sempurna ilmu yang diajarkan pada mereka sama tetapi bakat mereka membuat salah satu sedikit unggul dalam ilmu itu meskipun begitu semua ilmu alkemis,bertarung, bahasa,perdebatan dan juga strategi di kuasai dengan baik oleh mereka hal itu membuat dewa emas den dewi perak tercengang dan bangga.


sebab semua ilmu itu berasal dari zaman purba,kuno dan kini banyak ilmu yang sudah punah di kuasai dengan baik oleh mereka racun dan penyembuh semua telah dihapal,semua jurus kegelapan maupun cahaya berhasil dipraktekaan dengan sempurna,semua bahasa di dunia dapat di bicarakan dengan pasif , semua elemen dapat mereka kendalikan dengan baik meskipun elemen utama mereka lebih kuat dan yang terakhir semua bela diri senjata maupun tanpa senjata yang beresiko maupun tidak dapat di kuasai dengan mudah bisa di bilang mereka mengusai segalanya.


tapi ada banyak ilmu yang punah yang tak dapat di ajarkan oleh dewa emas dan dewi perak tetapi guru mereka yang tak memiliki nama bisa mengajarkannya tetapi tidak diketahui keberadaannya oleh dewa emas maupun dewi perak yang pasti kedua guru mereka masih hidup hingga sekarang.


3 setengah tahun berlalu sekarang kedua gadis itu sebentar lagi menginjak usia 9 tahun mereka sudah menguasai semua ilmu yang di turunkan dewa emas dan dewi perak pada mereka hingga mereka sudah kebal dari segala racun.


suatu hari pada saat akhir tahun tepat saat matahari dan bulan bertemu (gerhana matahari) kedua guru mereka menyuruh mereka berkumpul di bawa pohon yang menjadi jantung hutan itu.


"ada apa guru memanggil murid kemari"ucap xiao mon.


"kalian sudah besar dan berbakat juga jenius-"


"ya ya kami tau kami berbakat juga jenius dan akan melamapaui guru saat kami jauh lebih besar dari pada ini" sambar xiao sun memotong pembicaraan dewa emas membuat dewa emas sangat kesal.


"pletak!!"satu pukulan mendarat ke kepala xiao sun.


"murid kurang ajar setidaknya


berpura-puralah menolak kata-kata itu"


"heh... bukankah itu kebenaran bagaimana mungkin murid menolak"cibir xiao sun membuat dewa emas tambah kesal sementara dewi perak dan xiao mon hanya terkekeh geli melihat kejadian itu.


"baiklah kami tidak akan mengganggu kalian lagi"


"apa maksud guru bukankah ini menyenangkan saling bercanda jangan serius amat guru kami selalu menganggap guru adalah keluarga kami"ucap xiao sun santai membuat dewa emas dan dewi perak terharu hingga mata mereka berkaca-kaca hal itu membuat xiao sun panik.


"astaga guru lagi-lagi aku mengatakan hal yang salah ya"


"tidak kami sangat bersyukur memiliki murid seperti kalian semoga di kehidupan berikutnya kita bisa bertemu lagi"ucap dewi perak dengan mata berkaca-kaca.


"heh guru kau bicara seperti itu seakan mau berpisah selamanya saja kalian hanya asal bicara iyakan?"melihat ekspresi xiao mon menahan tangis membuat raut wajah xiao sun berubah drastis.


"sebenarnya kami adalah roh kami sudah lama mati tetapi kerena kami tak pernah merasa bahagia tuhan memberi berkat terkurung disini untuk merasakan keluarga sekarang kami sudah merasakannya dan kami sekarang akan pergi dengan damai"


ucap dewa emas dengan mata


berkaca-kaca.


"ha ha murid sudah tau itu kaki guru melayang"ucap xiao sun dangan mata berkaca kaca.


"hah"langsung dewa emas melihat kakinya ternyata masih menginjak tanah.


"tertipu.... bercanda terakhir"


kali ini dewa emas tidak kesal malah tertawa.


"ha ha ini hadiah untukmu sebagai upah bercanda mu di saat serius ini"langsung dewa emas menyentuh dada xiao sun mengaliri cahaya emas membuat xiao sun terkejut.


"ha.. ha.. nanti coba kekuatanmu ya"ucap dewa emas tertawa dengan mata berkaca-kaca.


langsung xiao sun memeluk dewa emas dengan erat.


"jangan pergi kalian satu-satunya keluarga kami di sini hiks...


jangan-jangan pergi"


xiao mon hanya terus menangis di pelukan dewi perak dewi perak tersenyum dengan mata berkaca-kaca


lalu menyentuh dada xiao mon mengaliri cahaya perak xiao mon tak peduli dan terus menangis memeluk dewi perak dengan erat.


"dasar guru sialan jangan pergi diam saja di sini"umpat xiao sun memeluk dewa emas dangan erat.


"dasar murid sialan bisa bisanya merutukki guru sendiri"ucap dewa emas dangan mata berkaca-kaca.


matahari mulai kembali seperti semula perlahan-lahan tubuh dewi perak dan dewa emas berubah menjadi cahaya


putih.


"tetaplah tersenyum"kata kata terakhir kedua guru itu lalu menghilang menyatu dengan cahaya.


xiao mon tak kuasa menahan tangis menangis sejadi-jadinya sambil berlutut di tanah mengusap beberapa kali matanya.


sedangkan xiao sun jatuh merangkak memukul-mukul tanah hingga tangannya berdarah sambil terus mengumpat keras air mata terus berjatuhan ke tanah membuat sang pohon merasa sedih lalu dahannya menghampiri kedua gadis yang terus menangis itu.


"kau hiks... ingin menghibur kami?" tanya mon terisak membuat dahan kayu itu mengeleng-geleng.


"lalu apa.....

__ADS_1


NOTE **author:


ini hadiah makasih udah dukung kalau like chapter ini sudah sampai 200 atau lebih aku bakal buat chepter 2000 kata sekarang chapter ini jumlahnya 2200 lebih ok sekali lagi makasih**.


__ADS_2