Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
manuju pagoda inti hutan 2


__ADS_3

hal itu membuat blaze merasa bersalah


"sudahlah jangan dipikirkan lagi kalian istirahatlah besok aku akan ada misi besar untuk kedua gadis itu"ucap winter


diangguki oleh ketiga binatang itu.


besoknya xiao mon bangun duluan melihat xiao sun tertidur di pundaknya


membuat xiao mon tersenyum lalu membangunkan xiao sun.


xiao sun bangun dengan senang mengira kejadian sebelumnya hanya mimpi belaka tetapi melihat kedua guru mereka tak ada membuatnya tersenyum sendu.


"kalian sudah bangun ada satu misi lagi yang diberikan guru kalian"ucap winter memberikan makanan.


"apa itu"langsung kedua gadis berdiri.


"pagoda kematian"


"puft... haruskah semua nama di hutan ini selalu ada kata kematian"canda


xiao sun berusaha menyembunyikan kesedihannya.


"di sana ada banyak barang berharga di sana juga peninggalan orang tua kalian


dahalu orang tua kalian adalah penguasa pagoda kematian jadi karena itulah kalian harus menguasai hutan kematian agar tidak jatuh ke tangan yang salah"jelas winter diangguki oleh xiao mon sedangkan xiao sun hanya melirik malas.


"baiklah berkemaslah lalu kita semua berangkat"


"baik"xiao mon dengan cepat menyiapkan semua barangnya mau tidak mau xiao sun juga mengemasi barang-barangnya.


akhirnya mereka sampai di mulut goa


kedua gadis itu melirik kambali ke dalam goa lalu tersenyum.


"baiklah mari berangkat"

__ADS_1


mereka pun sampai di perbatasan lapisan keempat dan kelima karena goa tak jauh dari perbatasan itu.


"baiklah sebelum kita kesana bisakah kalian tidak menunjukan diri dulu kalian bisa membuat hewan lain panik"


"kami bisa menjadi benda seperti gelang atau kalung untuk tetap melekat pada tubuh tuan kami"jawab shadow dengan cepat.


"hm... bisakah kau bersembunyi di tanda ini?"tanya xiao sun menunjuk tanda di keningnya.


"kurasa bisa biar kucoba"langsung shadow menyentuh kening xiao sun lalu menghilang saat xiao sun menyentuh kembali keningnya shadow kembali muncul membuat xiao mon melakukan hal yang sama.


setelah keempat hewan suci itu menghilang xiao sun dan xiao mon


tanpa ragu manginjakan kakinya di lapisan kelima itu.


perjalan mereka biasa biasa saja sampai suara dari semak-semak membuat xiao sun bersiaga suara itu semakin besar membuat mereka menjadi tambah siaga terus membesar tiba-tiba ada mahluk yang meloncat keluar dari semak-semak.


"ahk..."


"kyaaaaa"


kali ini mereka berjalan sambil menghentak-hentakan kaki kesal.


hari demi hari xiao sun dan xiao mon jalani biasa saja tak ada penyerangan yang terjadi hal ini membuat mereka merasa janggal.


saat ingin masuk ke lapisan keenam tiba tiba ada cairan yang hampir mengenai tangan xiao mon dengan cepat xiao mon menghindar melihat cairan itu melelehkan batu xiao mon dengan cepat mengeluarkan panahnya melihat xiao mon mengeluarkan panahnya xiao sun dengan cepat menarik pedang dari sarungnya melakukan mode siaga mereka menyatukan punggung mereka dan berputar memerhatikan sekitar.


"kras... kras..."


langsung xiao mon menembakkan anak panahnya kearah suara itu terdengar suara pekikkan kesakitan mendesis dari arah suara itu.


"mon... suara itu terdengar seperti....


"ULAR!!"teriak xiao mon melihat ratusan bahkan ribuan ular menghampiri mereka.


"astaga kita kalah jumlah"

__ADS_1


"tenang biar kucoba cara ini" langsung xiao mon menghentakan kakinya ke tanah langsung muncul jurang sementara yang lumayan dalam.


"apakah berhasil"xiao sun melihat semua ular yang mendekati mereka masuk ke jurang gelap.


"ya... kurasa kita berhasil"langsung xiao mon menghentakan kembali kakinya tanah kembali seperti semula seolah tak pernah terjadi apa-apa.


"fiuh... memang air tenang ada buayanya"


"ya ayo kita melajutkan perjalanan ini" ucap xiao mon menggenggam erat tangan xiao sun.


tiba-tiba tanah bergetar hebat tapi tidak dapat membuat kedua gadis terjatuh.


langsung ular hijau yang sangat besar muncul dari bawah tanah lalu memnyemburkan bisanya kearah xiao mon membuat xiao sun mendorong xiao mon dan terkena bisanya.


"uwek..... ludahmu bau"ucap xiao sun jijik terkena bisa yang seperti lendir itu.


"bagaimana kau bisa bertahan dari bisaku gadis kecil?"tanya si ular hijau.


"kenapa kau bisa bicara kelihatannya kau belum memcapai tingkatan


suci ilahi??"tanya xiao mon membuat ular berpikir kembali.


"em... itu kerena semua penjaga di hutan kematian akan di berikan kekuatan berbicara"


"oh... ayolah tak bisakah kau membiarkan gadis mungil seperti kami lewat"ucap xiao sun santai dibalas pelototan mata oleh sang ular merasa tidak asing dengan sikap itu lalu dia mengingat beberapa ingatannya membuatnya tersentak kaget tapi berusaha menyingkirkan pikiran itu jauh-jauh.


"jadi apakah jawabannya iya atau


tidak?"


"TIDAK!!"


"ugh.... jawaban tidak seperti yang ku harapkan"


"siapa sebenarnya kalian......

__ADS_1


__ADS_2