
sun terkejut melihat tubuh moon di penuhi darah hitam pekat.
"em... moon"
"ada apa?"
"wajah mu hitam..."langsung sun tertawa terbahak-bahak memegangi perutnya membuat moon bingung lalu menyentuh wajah melihat tangannya menghitam membuat moon terkejut lalu memandang sun dengan pandangan kesal.
"lihat.. wa.. wa.. wajah mu mua... ha.. ha." sun tak kuat lagi terus menerus tertawa membuat moon kesal lalu menendang sun kedalam kolam air yang sudah menghitam segera seluruh tubuh sun menghitam sangat hitam membuat sun kesal lalu menyiram kan air itu pada moon.
"RUGI MANDI WOE!!!"
dengan terpaksa mereka akhirnya mandi di dalam pagoda kematian lalu kembali lagi ke tempat semula.
paginya mereka berkumpul di ruangan yang sama.
"berapa?"tanya moon.
"em... sekitar satu minggu"jawab Hikari membuat semua berfikir.
"apakah bisa kita melatih kerja sama dalam waktu sesingkat itu?"tanya Arisu tidak yakin.
langsung tofan dan Ragina menggebrak meja bersamaan membuat semua kaget.
"kenapa kalian cepat putus asa kita pasti bisa!"ucap mereka berdua bersama lalu saling bertatap.
"kau... mencuri kalimatku!"
"akhem... baiklah kami berdua akan melatih kalian"ucap moon lalu diangguki oleh sun membuat mereka senang.
"baiklah.. sekarang katakan elemen utama dan juga elemen yang bisa kalian kuasai"ucap moon diangguki oleh semua.
"aku tofan elemen utama angin dan elemen biasa api!"ucap tofan dengan semangat menggebu-gebu.
"aku Ragina elemen utama tanah dan elemen biasa pasir!"
"aku Arisu elemen utama air dan elemen biasa petir...."
"aku Hikari elemen utama cahaya dan elemen biasa logam..."
"aku sizie pembaca pikiran menjadi alat berkomunikasi atau telepati untuk semua,elemen ku musik..."
"saya rose.. elemen utama tanaman... em.. elemen kedua... tanah"ucap rose malu-malu membuat semua gemas.
"aku rin wang pengendali racun elemen biasa angin...."
"......"
__ADS_1
semua melirik ke arah kuro yang hanya diam saja sejak tadi.
"kuro..."panggil sun membuat kuro menghela nafas lalu menulis sesuatu dalam kertas.
"kegelapan juga pengendali bayangan dan elemen tanah dan kayu"
semua langsung melirik kearah sun dan moon membuat sun menghela nafas.
"em... baiklah ayo kita latihan"ucap sun tersenyum canggung menbuat mereka curiga.
"elemen apa kalian?"
"apa kami tidak dengar silahkan coba lagi nanti?!"ucap moon dan sun bersamaan menutup telinga mereka.
"serius!?"
sun dan moon saling bertatap lalu menghela nafas.
"aku dan moon bisa mengendalikan semua elemen"jawab sun cepat membuat semua kaget lalu berteriak.
"APA!?!?!?"
"lupakan ayo latihan..."
"tapi kita latihan di mana lapangan turnamen di pakai oleh anak bangsawan sialan itu...."ucap tofan diangguki oleh semua orang.
"kita bisa berlatih di hutan kematian" ucap moon santai membuat mereka tersentak.
"em.... kami berjanji tak akan ada yang terluka"
"baiklah.... kami setuju"
akhirnya mereka pergi ke hutan kematian perjalanannya tidak lama mengetahui hutan kematian adalah hutan yang besar berada di tengah daratan cina.
"em.. apa kalian yakin...?"ucap zisie ragu melewati semak-semak hutan.
"tenang saja kami dan rose sudah lama hidup di sini"ucap mon sambil membelah semak-semak.
"Hah! kalian serius tak ada yang selamat loh jika diam di hutan kematian lapisan 3 lebih dari seminggu!"ucap Arisu tak percaya.
"em... seperti itu ya kita bahkan belum sampai menyentuh lapisan kedua kalian udah ceramah yang gak jelas jadi diamlah!"ucap moon tersenyum dingin membuat suasana sunyi.
"lalu kenapa kami bisa bertahan?"tanya sun berusaha mencairkan suasana.
"karena kalian monster!"ucap mereka serempak membuat rose kaget lalu sedih.
"ah... tidak! tidak! tidak! kau bukan monster rose maksud kami kedua kakak mu"ucap Ragina menenangkan rose yang hampir menangis saay ingin merangkul rose moon langsung menggendong rose membuat rose tertidur.
__ADS_1
"eh kita dipanggil monster apa kau senang?"batin moon membuat sun terkekeh geli.
"kau tau aku selalu suka yang namanya monster bukannya kau juga"batin sun membalas membuat moon tertawa.
melihat saudara kembar itu tertawa tiba-tiba semua langsung merinding kecuali rose yang hanya anak kecil polos yang sedang tidur di pelukan moon.
"baiklah kita sudah sampai"
mereka berhenti di tanah lapang yang sangat luas membuat semua tercengang.
"aku tidak tau ada lapangan seluas ini di hutan kematian"
"ini hanya lapisan kedua banyak bandit yang datang dan menebang pohon semabrangan di sini"ucap moon menjelaskan membuat mereka kesal.
"maksud mu mereka menebang tanpa izin terlebih dahulu itu namanya ilegal!"
ucap tofan dan Ragina bersamaan.
"tenang jangan khawatir kakak sun dan kakak moon sudah memberikan mereka hukuman iya kan kak?!"ucap rose bangun tiba-tiba.
"kau beri hukuman apa mereka?"tanya rin wang penasaran.
"em... kalian yakin ingin mengetahui nya"ucap sun membuat mereka mengangguk serempak.
"hem... gimana ya? gimana kalau aku mengatakan bahwa mereka sudah diinjak oleh sizie"ucap moon dingin membuat semua bingung apakah sizie menginjak mereka untuk memberikan hukuman lalu mendengar teriakkan sizie mereka terkejut.
"ada apa?"
"ma... ma... mayat!"ucap sizie langsung melompat memeluk Arisu sambil bergetar ketakutan.
mereka kaget banyak mayat yang berserakan tapi anehnya mereka tak mencium bau busuk sedikitpun hanya sun,moon,rose,kuro dan Hikari yang sepertinya sudah terbiasa dengan pemandangan seperti ini yang lainnya ingin muntah rasannya.
Arisu menahan muntah sekuat tenaga sementara sizie menggigil ketakutan memeluk erat Arisu sementara yang lainnya sudah muntah mengeluarkan isi perut mereka meskipun tidak berbau pemandangan di depan mereka sangat mengerikan mayat yang sudah membusuk matanya keluar dan menggantung layaknnya hiasan dinding ada juga yang wajahnya setengah membusuk hanya terlihat daging di wajah sangat mengerikan.
moon diam saja melihat mereka ketakutan sementara sun mengangkat sebelah alisnya.
"moon.. apa kau yakin membiarkan mereka menikmati pemandangan ini terlihat mereka belum terbiasa"ucap sun sedikit,sangat sedikit khawatir dengan keadaan temannya.
"kalau begitu biarkan mereka terbiasa" jawab moon dingin di balas sun yang menaikkan kedua bahunya.
"em... kakak bisa biarkan aku turun?" tanya rose membuat moon tersenyum lembut lalu menurunkan rose perlahan.
rose mengambil ranting kayu lalu menghampiri salah satu mayat di sana lalu menusuk mayat itu di perut hingga semua isi perut mayat itu keluar beserta usus nya dengan cepat moon berlari mengambil moon lalu menggendongnnya kembali.
"jangan! kotor!"
"em... baiklah kak"ucap rose melempar ranting kayu yang sudah berlumuran darah ke tanah.
__ADS_1
melihat rose menusuk perut mayat itu sekali lagi mereka memuntahkan isi perut mereka.
"em... kalian yakin akan diam saja? lihat mereka akan pingsan jika seperti ini terus"ucap Hikari khawatir.