
"ggrrrr"geram singa tiba-tiba mendekati mereka em... mereka tak yakin itu singa seluruh tubuhnya berwarna hitam kalau bentuknya tak seperti singa mungkin mereka akan menganggap itu bayangan.
"aauuuu!!"singa itu melolong membuat sun bingung itu singa,serigala atau bayangan? in sangat aneh di dunia kuno seperti ini seharusnya tak ada percobaan aneh.
moon berlari kearah singa itu berniat mengelus nya sedikit singa itu justru berlari membuat sun tertawa lalu meledek moon "ha.. ha.. singa itu takut padamu.."
"cih.. dia hanya lari siapa bilang dia ketakutan"
"aku kan yang tadi bilang..."ledek sun mengangkat sebelah alisnya membuat moon mengarahkan bola salju kearah sun dengan mudah sun dapat menghindar "wek.. gak kena"
"jleb..."panah hitam menancap pada dada sun membuat sun memuntahkan banyak darah.
"uhuk! uhuk!!"darah tak berhenti mengalir dari mulut sun membuat moon panik "astaga!" moon berlari menghampiri sun.
"kenapa serangan seperti itu kau tak menghindar dasar bodoh!!"bentak moon kesal mencari obat-obat nya sedangkan sun mencoba mencabut panah itu tetapi tidak bisa duri yang terpasang pada panah itu membuat sun mengigit bibir bawah nya menahan sakit.
"he.. he.. maaf.."kekeh sun bingung panah itu melesat sangat cepat hingga tak dapat di tangkap oleh penglihatanya.
"hiks.. hiks..."moon menangis air matanya mengalir membuat sun panik "AKU BELUM MATI!!"teriak sun kesal ini sungguh aneh ia bahkan belum menutup mata tapi sudah di sambut oleh tangisan peduh duka.
"jangan banyak bergerak!!"moon mengusap air matanya lalu membekukan area dada sun sementara agar darah tidak banyak terbuang.
"panah nya..."gumam moon bingung panah ini... sangat aneh.. moon menarik panah itu sekuat tenaga mengakibat kan kulit sun robek.. sekuat tenaga sun menahan teriakan ini sangat sakit panah ini bukan panah biasa.
"sakit?"tanya moon membuat sun kesal "t.. ten.. tu.. sa.. ja si.. alan.."ucap sun terbata-bata menahan sakit.
"baiklah.. tahan..."moon manarik nafas dalam-dalam lalu menarik panah itu dengan sekuat tenaga menyebkan panah itu terlepas sun menutup mulut nya menahan diri agar tidak berteriak.
panah itu menyerap darah sun lalu menghilang dari pandangan mereka membuat moon kaget tapi itu tak di pedulikan nya ia langsung membekukan area yang terlukan agar pandarahan berhenti dan rasa sakit nya berkurang.
"hosh.. hosh..."nafas sun tersenggal-senggal bagian luka nya terasa sangat ngilu "panah sialan!!"umpat sun kesal.
"wajah.. mu pucat istirahat lah... dulu"ucap moon mengelap keringat sun air matanya kembali mengalir membuat sun kesal "dasar cengeng!"ejek sun membuat moon terkekeh geli.
mereka masuk kedalam pagoda langsung di sambut oleh sisi dan luck mereka panik melihat tuan mereka sedang dalam keadaan yang tidak menyenangkan.
segera sun di bawa ke kamar nya untuk dirawat mereka semua panik sedangkan sun jengkel dia hanya terkena panah kenapa semua sepanik itu?.
"bagaimana keadaan nya?"tanya moon membuat sun kesal dia baik-baik saja buktinya dia masih hidup untuk kesal di sini.
"em... baik-baik saja panah apa yang tadi--"
"hitam!!"
"em.. "
luck dan sisi menghilang dari sana membuat moon bingung apa ada yang salah? moon kembali menatap sun dengan mata berair membuat sun memutar matanya malas ia belum mati kenapa semua orang menatap nya dengan penuh duka?.
"huaaa... sun...."
"ayolah aku baik-baik saja!!!"
"ta.. ta.. tapi.. kau terluka..."
"astaga... sikap cengeng tingkat dewa mu terbawa sampai kesini ya?"
"iya.. aku cengeng... gara-gara kamu!!"
"eh..."
tiba-tiba sisi datang menusuk kan jarum pada.tubuh sun membuat nya mengumpat dalam hati bisakah kalian pelan-pelan!!.
"apa itu?"tanya mooon bingung buat apa sisi menusukan nya tiba-tiba? "jarum infus..." jawab sisi santai menunggu sun tertidur tapi tak kunjung juga.
"heh! dasar.. kau kira hal inimasih berpengaruh padaku!!"umpat sun kesal mereka sudah meminum dan mencoba banyak racun kenapa ia malah di remehkan seperti ini!?.
"em... proses nya akan sangat sakit jadi.. kami harus membuat mu tak sadarkan diri terlebih dahulu..."
ucap luck santai mengambil jarum infus lain nya membuat sun bergidik ngeri.
"ap kalian serius aku bah--"
"PANG!!!"
sesuatu menghantam kepala sun membuat nya jatuh pingsan membuat sisi dan luck membatu rupanya moon memukul kepala sun dengan panci sejak kapan moon pergi ke dapur??.
"apa itu darah?"tanya luck melihat darah mengalir pada kepala sun membuat moon kaget" 😅 he.. he.. seperti nya terlalu keras?"
__ADS_1
"tak apa.. nona tapi..."
"wush...."
sisi mengambil air lalu menyiramkan nya pada wajah sun yang di penuhi darah membuat moon bingung ada apa sebenarnya?.
"maaf nona tapi darah ini bisa menyebabkan kebakaran"ucap sisi santai tanpa peduli dengan apapun yang ia lakukan.
"aku mengerti tapi... kenapa kalian panik?"
"ah.. panah yang menancap tadi adalah... panah kegelapan...."
"ya.. kalo itu sih.. aku juga tau"batin moon kesal hanya panah tapi... ia juga ragu... ia tak bisa mengelak bahwa panah itu tidak mungkin tidak memiliki efek samping apapun.
"em... tapi.. ini agak berbeda... dengan kegelapan lain nya.. apa nona sudah bertemu white magic?"tanya sisi langsung di iyakan oleh moon.
"apa.dia menyadari hal aneh?"tanya luck juga diangguki oleh moon.
"baiklah.. kami mengerti jangan khawatir tuan akan baik-baik saja...."ucap sisi membuat moon curiga ada yang aneh di sini.
"apa yang kalian sembunyikan?"
"tidak ada...."
jawab sisi dan luck bersamaan membuat moon memikirkan sesuatu lalu mengangguk percaya.
"em.. kalian urus saja aku akan ke perpustakaan.." ucap sun lalu berjalan menuju ruang perpustakaan meninggal kan sisi dan luck yang sedang... ia tak tau bagaimana mengatakan nya.. gumpalan cahaya yang berada di tangan sisi cukup aneh.
sampai di sana moon bersiul memanggil beberapa buku yang berhubungan dengan kegelapan untuk ia baca.
tak lama setumpuk buku sudah berada di depan nya membuat nya mengerinyit heran sesedikit itu kah materi tentang kegelapan?.
moon mulai membaca buku setiap halaman dengan teliti tetapi masih belum menemukan luka yang berhubungan dengan kegelapan.
"ah..."
"aku sudah 6 jam membaca buku tapi tak menemukan apapun..."
moon berjalan terus menyusuri rak berusaha mencari keberadaan buku ya ia cari tapi percuma perpustakaan ini sangat besar butuh waktu yang sangat lama untuk mencari buku yang dia inginkan meskipun sudah memangil semua buku tapi.. moon merasa tidak yakin ia merasa ada yang janggal di beberapa waktu terakhir.
moon mengambil salah satu buku di rak medis.. aneh nya buku itu berwarna hitam pekat.. ia membuka halama buku itu lalu terkejut.
"APA-APAAN!! HANYA ADA WARNA HITAM!!"umpat moon kesal membolak-balik halaman kasar.
"em.. apa mungkin harus.. di bakar"
moon berencana membakar buku itu tapi rencana itu dengan cepat di urungkan nya.. ia merasa membalar bukan lah.. satu-satu nya cara yang tepat.. lagi pula jika buku ini hangus.. ia akan rugi.
"em.. apa lawan kegelapan..?"
"cahaya.."
"hikari no sasayaki"
segeran gumpalan-gumpalan cahaya muncul mengelilingi tangan moon membuat moon tersenyum puas lalu mengarahkan cahaya itu pada buku.
moon kaget cahaya yang di buatnya terserap habis kedalam buku bergentikan dengan tulisan-tulisan dewa kuno dari dalam buku.
meskipun cukup kaget tapi ia tetap penasaran dan langsung membaca setiap halaman buku yah... menurutnya biasa saja sampai ia berhenti di satu halaman yang menurut nya ada hubungan nya dengan luka kegelapan yang baru saja di alami saudari nya.
"em... disini tertulis..."
"barang siapa di lukai oleh kegelapan murni itu sendiri maka ia akan sangat mudah terjerumus ke dalam kegelapan murni itu sendiri..., walau hanya setetes tetapi jika di biarkan kegelapan akan mengendalikan dan menuntun nya pada jalan yang salah..."
moon tersenyum dingin lalu membanting buku itu dengan keras kelantai merasa apa pun yang di katakan buku itu buku itu tidak masuk akal ia sekuat tenaga menahan diri agar tidak menghancurkan buku itu karena mungkin buku itu akan berguna di masa depan.
"tahan.. tahan.. apa yang kau lakukan moon tak mungkin sun dengan cepat terjerumus ke dalam kegelapan tenang.. dia pasti bisa mengatasi hal sepele semacam ini..."batin moon terus meyakinkan dirinya tak terasa air mata mengalir membasahi pipi nya.
"kenapa tuan menangis?"tanya ariah heran membuat moon mengusap air matanya.
"tidak mungkin karena aku membayangkan cerita sedih"
"ah.. baiklah... oh ya.. tadi aku mencoba berkominakasi dengan malika tapi.. tak bisa mungkin tuan nya sedang dalam keadaan tidak sadar"ucap ariah heran membuat moon menggaruk pipi nya canggung.
"astaga.. sun belum sadar apa aku memukul nya sekeras itu ya..."
>>>>>>>
__ADS_1
"TUAN!! CEPAT KELUAR ARIAH MENCOBA BERKOMUNAKASI DENGAN KU TAU!!"protes malika kesal hanya membuat sun memutar bola matanya malas.
"eh.. kau mau aku keluar dan di pukuli lagi dan kita akan kembali kesini"
"tapi.. ariah.."
"tenang saja dia tak apa-apa"
"oh.. ya.. ada yang memanggil tuan kurasa tuan harus sadar secepat nya.."
"ok ok.."
>>>>>>>
sun membuka matanya melihat moon sudah berada di depan nya dengan raut wajah cemberut membuat sun tersenyum bodoh ia tau bahwa moon lah yang memukul nya jujur ia merasa sakit hati 😑.
"em.. tidak ada.. ini hanya luka sepela ternyata hanya kegelapan kecil dan tidak murni sama sekali.. yah.. tapi semua itu sudah di keluarkan dari tubuh tuan" ucap luck santai di angguki oleh sisi lalu mereka menghilamg dari sana.
"aku mengira kau akan mati"
"eh.. kau tak tau aku memiliki seribu nyawa..."ucap sun sombong manaik-turunkan alisnya membuat moon memeluk sun erat.
"hiks.."sun.rasanya ingin sekali menangis.. tanpa air mata lukanya memang sudah menutup tapi rasa nya nyerinya tetap terasa.
"hiks.. bagaimana jika kau di kuasai oleh kegelapan?" ucap moon seseguka nafasnya tak teratur membuat sun memutar matanya malas"eh.. kau lupa aku ini api.. api tak akan mudah padam melawan kegelapan bukan? kegelapan tak akan bisa menyentuhku"
"ih!"
moon memukul dada sun keras membuat sun meringis kesakitan "setidak nya perlakukan diri ku seperti perempuan"protes sun kesal kenapa semua orang memperlakukan dirinya layak nya lelaki.
"em.. okay..."moon mengeratkan pelukan nya membuat sun mengumpat dalam hati nyeri di dada nya semakin terasa.
"kenapa kau mengumpat!!"ucap moon kesal membuat sun menghela nafas lelah seperti nya dia harus menahan rasa nyeri ini untuk beberapa waktu.
moon melepaskan pelukan nya lalu bertanya hal.yang paling mengesalkan bagi sun "apa kau baik-baik saja?"tanya moon membuat darah sun mendidih apa ia terlihat baik-baik saja "tidak.. aku baik-baik" jawab sun dengan senyum palsunya membuat moon bertanya kembali "benarkah?"
"ya.. tidak apa-apa"jawab sun kembali menahan rasa kesal nya.
"benarkah..?"tanya moon kembali membuat kelopak mata sun berkedut.
"gak lah.. bodoh.. udah jelas dari tadi nahan sakit"jawab sun kesal membuat moon bernafas lega
"fi.. uh.. syukur lah.. ku kira kau mati rasa"tambah moon membuat sun tersenyum dingin.
"moon...kau membuat ku sangat kesal"
"em.. bagaimana kita lanjutkan perjalanan?"tanya moon mengalihkan topik pembicaraan membuat sun menghela nafas "aku baik-baik saja kita lanjut kan perjalanan nya"jawab sun santai membuat moon merasa ragu.
"apa aku saja yang berjalan kau dia di dalam pagoda?"
"tidak! aku ikut dengan mu!"protes sun kesal membuat moon menyerah "baiklah.. kita juga harus memasang array pelindung"tambah moon hanya di iyakan oleh sun.
"baiklah.. ayo bera--"
"uhuk! uhuk!"
sun batu berdarah membuat moon panik masalah nya darah yang di muntahkan berwarna hitam pekat.
sisi dan luck dengan cepat muncul lalu mengatakan itu hal yang wajar mengambil darah hitam itu lalu kembali menghilang dari sana membuat sun menghela nafas ia merasa lebih baik sekarang.
"baiklah.. ayo pergi..."ajak sun tetapi tak membuat moon sadar dari lamunan nya "ish.. ayo" geram sun kesal lalu mereka keluar dari dalam pagoda.
moon langsung tersadar lalu memasang array pengikut berlapi-lapis membuat sun terkekeh geli ia senang saudarinya begitu mengkhawatirkan dirinya.
"kau! tidak boleh kemana-mana kau harus selalu berada di samping ku!!"perintah moon tegas membuat sun tertawa kecil "baiklah.. boss ku.." jawab sun tegas lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka.
dalam perjalanan mereka tak ada hal aneh yah.. mungkin karena moon memasang array pengikut terlalu besar sehingga hewa mana pun akan sulit mendekati mereka.
"em... aku jadi rindu shadow dan winter..."batin moon merasa rindu pada kedua binatang kontrak itu.
"oh.. ya.. kau tak peduli dengan blaze atau pun frost?" batin sun mencibir membuat moon kesal mencubit pinggul nya.
"aku rindu mereka tapi.. tidak masuk akal memanggil mereka untuk situasi yang tidak perlu seperti ini"batin moon membuat sun tertawa.
"akhirnya kau sadar juga"batin sun tertawa terbahak-bahak membuat moon sangat ingin memukul nya dengan bola salju raksasa nya.
"eh.. aku hanya bercanda!!"seru sun heran apa saudarinya tak tau apa itu bercanda!!.
__ADS_1