
"hap!"
Moon menangkap tangan Dinh Menh lalu membanting nya sehingga ia kehilang keseimbangan dan terjatuh.
"apa-apaan!"
saat Dinh ingin menyeimbangkan posisi nya Sun dengan cepat melompat dari pijakan awan menendang Punggung nya sehingga lebih cepat Jatuh.
lalu ia melompat Tinggi hampir saja ia meleset tetapi dengan cepat di tangkap oleh Moon membuat Karma menghela nafas.
"yey!"
mereka saling berjabat Tangan bergembira dengan alasan yang berbeda.
"kalian ini..."
>>>>>>>>
"Byur!!"
"akh.. sudah kuduga aku harus nya tak percaya wajah polos itu"umpat Dinh Menh masih terjatuh hingga menyentuh pasir lalu berdiri tegak.
"Cekrek!"
"wah..."
Poseidon meniup-niup kertas berukuran kecil sembari tertawa jahat "apa yang di lakukan dewa takdir disini?"ledek Poseidon terlihat raut wajah penuh kemenangan nya terpangpang jelas membuat Dinh Menh merinding.
"kertas apa yang ada di tangan mu"
"tidak ada hanya kenang-kenangan"
>>>>>>>>>
"maaf kedua adiku tapi aku benar-benar harus pergi... ada atau tanpa perintah nya...."
"kenapa?"
"seseorang..."
Karma berhenti sejenak lalu tersenyum "ha.. ha.. sebagai seorang dewa pekerjaan ku sangat banyak tetapi aku sangat sering mengunjungi kalian"
"baik! cepat lah kembali!"
"tapi sebelum itu...."
Karma mengelus kepala merasa layak nya anak kecil lalu menekan dahi mereka terasa sedikit panas membuat mereka menatap Karma dengan tatapan bertanya.
"itu cara agar kakak dapat selalu menemukan kalian"
"juga....."
Karma bergumam kecil tetapi tak dapat didengar oleh mereka "baiklah...kalian bisa kembali"
Karma mengecup dahi mereka kembali membuat Moon sangat senang lalu mereka Jatuh perlahan rasanya seperti tanpa beban.
Mereka jatuh ke air tak sadar Karma sudah tidak ada di hadapan mereka.
"wah.. menyenangkan sekali.."ucap Sun penuh bersemangat menggandeng tangan Moon lalu berenang menuju istana tetapi Moon tak mau bergerak membuat Sun menghela nafas.
"kenapa?"
__ADS_1
"bug!"
Moon memukul perut Sun membuat nya memegangi perutnya sakit "dasar gak peka"
"kau kira aku cowok"
"ten--"
"aha!"
"hump!"
Moon memukul-mukul pelan Lengan Sun membuat nya terkekeh "masih anak-anak rupanya"
"apa kau bilang!"
"em...."
Kaki Sun mengeluarkan api berwarna biru lalu dengan cepat ia berenang cepat menjauh.
"kau!!!"
mereka saling kejar mengejar membuat Sun bergumam "yah... ayah benar..."
"Moon memang sangat lugu..."
>>>>>>>>
"Tidak bisa mereka harus dilatih keras!"
"kau mengira mereka mesin!"
"tapi itu memiliki arti yang sama!"
"tidak cara nya--"
"ekhem!"Poseidon berdehem keras membuat aula menjadi hening.
"apa kalian tau apa yang terjadi...."Tanya Poseidon serius membuat Nisa menghela nafas
"kakek itu akhir nya peduli"
"yang mulia dengar kan kami mereka harus...."
"bla.. bla.. bla... kehidupan kami kan milik kami kemapa mereka yang mengatur"batin Sun bersender di pojokan memainkan belati di tangan nya.
"mereka ingin memanfaatkan kita untuk strategi peperangan huh! sama seperti di dimensi modern"balas Moon mengambil belati Sun sangat ingin melemparkan nya pada kepala orang-orang itu.
"haih... rasa nya sangat.. menyenangkan... Jika mereka semua tiada"
"tidak.. paling tidak pita suara mereka harus di cabut aula ini akan lebih hening.."tambah Sun santai menutup mata nya diangguki setuju oleh Moon.
"aku apakan benda ini?"tanya Moon memegangi karang kecil yang menempel pada Bajunya sebelum nya.
"entahlah.. hancurkan saja"balas Sun menyeringai ada panguping yang mendengar pembicaraan mereka.
Moon mengambil rumput laut dari cincin menyimpanan lalu menempelkan nya pada bagian penerima suara pada kerang tersebut.
"kau tau ini trik yang sangat murahan..."
"ya.. ya.. aku tau kenapa kita tidak hancurkan saja... lagi pula kau sudah melepaskan nya sebelum nya kenapa kau ambil lagi pada saat kita kembali"tanya Sun membuat Moon terkekeh.
__ADS_1
"mari kita beri pelajaran pada putri sombong itu"
>>>>>>>>>
di kamar nya Ariel membanting kerang dari Kuping nya ke kasur.
"mereka sangat berbeda dari yang sebelum nya... apa ini sifat mereka yang sebenarnya?!"
Ariel bingung entah mengapa ia merasa ketakutan sekarang ia mengerti mengapa ibunya tidak mengizinkan nya untuk macam-macam.
"halo tuan putri"sapa Sun sudah berada di belakang nya membuat nya berteriak.
"haih.. Jangan teriak telinga ku sakit"protes Sun lalu duduk di kasur Ariel sembari memegangi kerang membuat wajah Ariel memucat.
"hm..."
dengan satu gerakan kerang itu hancur menyebar kemana-mana membuat Ariel berenang menjauh.
"mau kemana tuan putri?"tanya Moon memblokir jalan mya membuat Ariel mundur tetapi punggung nya di tangkap oleh Sun.
"haih... mari bicara"ajak Sun mengajak Ariel duduk di kasur nya yang.. tentu saja hal itu di turuti oleh nya.
"kau tau kenapa kami bisa sekuat ini...."tanya Moon dingin yang tentu saja membuat Ariel menggelengkan kepala nya.
"karena Penderitaan"Tambah Tofan ikut melompat bersantai di kasur Ariel.
"Penghinaan"Ucap Ragina duduk di kursi salah satu kursi disana.
"penyiksaan"Ucap Arisu dan Rin Wang bersender di tembok menutup mata.
"Penghianatan"Ucap Sizie menyentuh pundak Ariel tersenyum dengan raut wajah sendu.
"Juga... kerja keras"Tambah Hikari menyentil dahi Ariel membuat mereka sangat ingin bertepuk tangan.
Kuro hanya diam mengangguk duduk di Jendela ia hanya menambah kesal kegelapan di kamar itu membuat Ariel menghela nafas.
"kalian tidak mengerti!"
"Aku sangat lemah tetapi mereka selalu mengatakan bahwa aku akan sangat kuat dengan sembari menatap ku dengan mata yang sangat merendah kan"
"ho.. ho.."Tofan bersandar di atap Kamar manaikan sebelah alis nya"maka berusaha lah tuan putri pemalas"
"itu..."
"kau hancur dengan satu kata mereka?"tanya Ragina membuat Ariel bungkam.
"Memalukan"Ucap Ragina dan Tofan bersamaan membuat Sizie tersenyum "benar memalukan bahkan pembuat racun dengan level terendah bisa menjadi kuat suatu hari nanti"
"benar"setuju mereka termaksud Rin wang membuat nya langsung tersentak "tunggu! apa?!"
"puft... aku hanya bercanda"elak Sizie membuat Rin wang kesal.
"yah.. begitulah di saat kau melihat keberhasilan seseorang kau harus tau bahwa dia tidak hanya beruntung tetapi ada Jalan berbatu tajam yang harus Ia jalani tanpa alas kaki"Ucap Sun membuat Tofan ikut terdiam.
"terkecuali tofan ia hanya beruntung pada saat itu" ledek Ragina membuat Tofan kesal "apa!? kalian perempuan sama saja!"
"tapi... kakak Ariel.. kau tak harus melalui penderitaan itu tapi harus bekerja keras..." tambah Rose datang dari pintu Kamar memberikan setangkai bunga membuat Ariel menitihkan air mata nya....
"hei! hei! jangan menangis!"seru Tofan panik membuat Ragina memukul kepala nya "tenanglah.. kami tidak mengapa-apa kan mu kenapa kau menangis?!"seketika mereka semua panik.
"kenapa kau berteriak pada nya?!"tanya Tofan panik "bukan kah kau tadi juga berteriak!?".
__ADS_1